11/10/2026
GRATEFUL. Sejak usia dini, dari orang tua kita diajar bahwa semua permintaan kita harus diawali dengan ‘please’ atau ‘tolong’ dan diakhiri dengan ‘Thank You’ atau ‘Terima Kasih’.
Biarlah kita tidak buta terhadap uluran tangan orang lain ketika kita membutuhkan pertolongan, ketika kita di berikan sesuatu yang bukan menjadi bagian kita baik itu besar maupun kecil.
Jikalau manusia yang bisa kita lihat - kita sudah abaikan dengan mata kasad kita apalagi Tuhan yang tidak terlihat dan hanya nyata dengan mata iman kita. Pastilah Tuhan yang paling kita abaikan dan kita paling lecehkan jikalau hati kita tidak besar volumenya dengan ucapan syukur.
Berterima kasihlah mulai dari sekarang apabila belum pernah anda melihat bahwa ada Tangan Tuhan yang selalu menolong anda. Maka niscaya, kegemilangan dan pencapaian puncak akan anda sampai dengan perjalanan yang aman.
Orang yang kurang berterima kasih akan selalu menyalahkan orang lain dengan permasalahan pribadi mereka.
Selalu melihat kekurangan pada seseorang atau sesuatu, seolah jika kesempatan diberikan kepada mereka maka hasil akan terlebih baik.
Orang yang tidak pernah berterima kasih akan mengalami kekecewaan pada berkat yang mereka terima - rasanya orang sejenis ini tidaklah akan pernah berbahagia. Merasa diri mereka 'seseorang' yang perlu dihargai dan diberikan nilai "plus plus".
Terlebih baik melatih diri kita untuk cepat berterima kasih daripada membutakan diri terhadap kebaikan yang terjadi pada kehidupan kita. Maukah anda memberi dan berkorban untuk kebaikan yang anda telah terima selama ini? Kata2 hanyalah murahan apabila anda mengabaikan kesempatan yang ada didepan hidung anda untuk memberi.
"ADALAH LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA" Kisah 20:35
Memberi dengan nilai pada pemberian hadiah
Memberi dengan hati pada waktu mengucapkan selamat
Memberi dengan sukacita pada waktu kesempatan terbuka
Memberi dengan tulus pada waktu kita kekurangan
Memberi dengan doa pada waktu orang membutuhkan.