01/22/2026
Buku Harian Hidup Kita | Matius 25:31-46
Hari ini 23 Januari 2026. Artinya, sudah 23 halaman terisi dalam βbuku harian hidupβ kita tahun ini.
Buku harian itu bukan buku sungguhan. Itu adalah hidup kita sendiri. Setiap hari kita menulis isinya lewat sikap, pilihan, dan tindakan.
Cara kita bicara di rumah.
Cara kita memperlakukan pasangan dan anak.
Cara kita bersikap pada jemaat.
Cara kita memperlakukan orang miskin, orang lemah, orang yang tidak menguntungkan bagi kita.
Dalam Matius 25, Yesus berkata bahwa suatu hari semua orang akan dihadapkan kepada-Nya. Lalu manusia dipisahkan seperti domba dan kambing. Bukan berdasarkan siapa yang rajin ke gereja, tetapi berdasarkan siapa yang peduli dan siapa yang tidak.
Yang peduli pada orang lapar, sakit, dan tersisih disebut domba. Yang tahu ada orang menderita tapi memilih diam disebut kambing. Menariknya, keduanya tidak sadar pernah melakukan itu. Artinya, hidup merekalah yang berbicara. Dari cara hidup itulah Tuhan menilai.
Ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya soal ibadah dan pelayanan. Iman terlihat dari bagaimana kita hidup setiap hari.
Kabar baiknya, bulan Januari ini masih berjalan. Masih ada ruang untuk membenahi sikap, memperbaiki arah, dan mengubah cara hidup. Tuhan memberi kesempatan bukan supaya kita bisa hidup dengan santai, tapi supaya kita bisa terus bertumbuh.
Pertanyaannya sederhana.
Kalau Tuhan membaca hidup kita hari ini, apa yang Ia temukan?
Pertanyaan tersebut bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menyadarkan kita bahwa iman sejati harus terlihat dalam sikap hidup sehari-hari.