06/14/2026
Ikuti Dharmaraja Lian Sheng-Yen Lu : TBSN Indonesia
Jadwal Pembabaran Dharma Dharmaraja Lian Sheng-Yen Lu : TBSN Indonesia, Selengkapnya ==> https://id.tbsn.org/schedule/index.html
**ra #真佛宗
𝟑𝟎 𝐌𝐞𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟔 𝐋𝐢𝐩𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐣𝐚𝐛𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐒𝐚𝐝𝐡𝐚𝐧𝐚 𝐈𝐬𝐭𝐚𝐝𝐞𝐰𝐚𝐭𝐚 𝐁𝐮𝐝𝐝𝐡𝐚 𝐀𝐦𝐢𝐭𝐚𝐛𝐡𝐚 𝐝𝐢 𝐒𝐞𝐚𝐭𝐭𝐥𝐞 𝐋𝐢𝐧𝐠 𝐒𝐡𝐞𝐧 𝐂𝐡𝐢𝐧𝐠 𝐓𝐳𝐞 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐥𝐞
Pada tanggal 30 Mei 2026, umat sedharma dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, bersama-sama menghadiri acara pujabakti mingguan. Semuanya mengendapkan pikiran dan memusatkan jiwa raga di tengah lantunan Sansekerta, bersama-sama menyambut kedatangan Dharmaraja Lian Sheng memimpin pujabakti Sadhana Istadewata Buddha Amitabha dan memberikan Dharmadesana yang berharga.
◎ Interaksi Adalah Kekuatan
Setelah pujabakti berakhir dengan sempurna, segera dilanjutkan dengan sesi Anda Bertanya Saya Menjawab.
Siswa bertanya: Siswa telah menekuni Sadhana Satya Pasak Vajra Kalacakra dan merapal Mantra Hati Kalacakra selama bertahun-tahun, meskipun belum melihat tanda-tanda kontak yoga yang jelas, tetapi merasa pemahaman terhadap makna Buddhadharma sedikit meningkat. Misalnya, uraian dari Prasangika Madhyamaka, Svatantrika Madhyamaka, Vijnanavada Batin Sejati, dan Vijnanavada Batin Palsu dapat dibaca dan dipahami secara dangkal. Siswa menyadari bahwa gagasan utama dari Sutra Surangama terletak pada mengenali Batin Sejati Terang nan Luhur yang tidak lahir dan tidak mati di antara dharma yang lahir dan mati; sedangkan Sutra Vimalakirti mengambil gagasan nondualisme sebagai inti, berpendapat bahwa samsara dan nirwana, satyasatya dan samvrtisatya, prajna dan upaya semuanya adalah nondualisme, ini juga sama seperti gagasan utama Kalacakra. Oleh karena itu, baik bersikukuh pada sunyata atau bersikukuh pada ada, keduanya agak menyimpang, kesadaran sejati seharusnya melampaui pertentangan sunyata dan ada, kembali pada nondualisme. Mohon petunjuk Dharmaraja Lian Sheng, apakah ada kesalahan dalam pemahaman siswa ini?
Dharmaraja Lian Sheng menjawab:
Zaman ketika Buddha dan sepuluh siswa utama hidup di dunia, disebut Buddhisme awal, setelah itu muncullah Buddhisme sektarian, yang terbagi menjadi Sthaviravada dan Mahasamghika. Sthaviravada atau Hinayana berpendapat bahwa Buddha hanya ada satu, yaitu Buddha Sakyamuni, sedangkan Mahasamghika atau Mahayana berpendapat bahwa batin, Buddha, dan semua makhluk ketiganya tiada perbedaan, semua makhluk dapat menjadi Buddha, oleh karena itu ada banyak Buddha. Hinayana mengutamakan manfaat diri sendiri, menitikberatkan pada bhavana pribadi, Mahayana selain manfaat diri sendiri, juga ada manfaat bagi makhluk lain, yaitu mempraktikkan jalan Bodhisatwa untuk memberikan manfaat bagi semua makhluk, pada akhirnya pencerahan dan praktik mencapai kesempurnaan lalu menjadi Buddha.
Siswa ini berpendapat bahwa delapan belas dhatu yang tersusun dari enam indra, enam objek indra, dan enam kesadaran mengalami lahir dan mati, sedangkan Batin Sejati Terang nan Luhur tiada lahir dan tiada mati. Saya sudah pernah membicarakannya, sama seperti akasa, akasa pada dasarnya tidak lahir dan tidak mati, sedangkan awan, hujan, hari cerah, hari mendung, petir, guntur, dan hujan es, semuanya mengalami lahir dan mati. Kita manusia mengalami lahir dan mati, tetapi Buddhata adalah tidak lahir dan tidak mati.
Dia berpendapat bahwa kekosongan mutlak, pandangan kekosongan yang lain, pandangan nihilisme diri, dan keberadaan tertinggi, masing-masing jatuh ke satu sisi, saya melihat hal-hal ini dalam penelitian akademis boleh saja dilakukan, tetapi dalam bhavana yang sebenarnya, semua ini tidak perlu terlalu berlebihan. Misalnya mengatakan nondualisme adalah satu yang mutlak, ini masih sekadar mempermainkan kata-kata saja, lalu satu itu apa? Jika mengatakan satu adalah nol, lalu nol itu apa lagi? Sunyata itu apa lagi? Jika terus ditanyakan seperti ini, tidak akan ada ujungnya. Bagian terdalam dari Buddhadharma, sama sekali tidak dapat diungkapkan sepenuhnya dengan mengandalkan teks dan bahasa.
https://id.tbsn.org/news/detail/3188/30_Mei_2026_Liputan_Pujabakti_Sadhana_Istadewata_Buddha_Amitabha_di_Seattle.html
==========================================
✅ Siaran Langsung Pujabakti & Dharmadesana dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu (Waktu Musim Panas) pukul 10:00 (WIB) - 11:00 (WITA) - 12:00 (WIT)
(Waktu Standard) pukul 11:00 (WIB) - 12:00 (WITA) –
13 :00 (WIT)
✅ Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin (Waktu Musim Panas) pukul 05:00 (WIB) - 06:00 (WITA) –
07 :00 (WIT) (Waktu Standard) pukul 06:00 (WIB) - 07:00 (WITA) –
08 :00 (WIT)
✅ Youtube TBSEATTLE Mandarin (Siaran Langsung Kebaktian sabtu dan Upacara Homa di Rainbow Temple Mandarin)
https://youtube.com/channel/UCGVu67RVjBF_qY-YNdno3TQ...
✅ Youtube TBSEATTLE English (Siaran Langsung Kebaktian sabtu dan Upacara Homa di Rainbow Temple English)
https://www.youtube.com/-English/streams
✅ Halaman Fb TBSN Mandarin :
https://www.facebook.com/syltbsn/
✅ Halaman Fb TBSN English:
https://www.facebook.com/syltbsnEnglish/
✅ Halaman Fb TBSN Indonesia
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia/
✅ Pustaka Tbboyeh Bahasa Indonesia:
https://www.tbboyeh.org/ind #/index