09/14/2026
Ikuti Dharmaraja Lian Sheng-Yen Lu : TBSN Indonesia
Jadwal Pembabaran Dharma Dharmaraja Lian Sheng-Yen Lu : TBSN Indonesia, Selengkapnya ==> https://id.tbsn.org/schedule/index.html
**ra #真佛宗
𝟔 𝐒𝐞𝐩𝐭𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟐𝟔 𝐋𝐢𝐩𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐔𝐩𝐚𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐇𝐨𝐦𝐚 𝐕𝐚𝐣𝐫𝐚 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐫𝐚𝐬𝐡𝐢 𝐋𝐡𝐚𝐦𝐨 𝐑𝐚𝐢𝐧𝐛𝐨𝐰 𝐓𝐞𝐦𝐩𝐥𝐞
Pada tanggal 6 September 2026, Dharmaraja Lian Sheng hadir di Rainbow Temple memimpin Upacara Homa Vajra Maha Berkah dan Drashi Lhamo. Setelah upacara homa, Dharmaraja mengumumkan bahwa pada hari Minggu, 13 September pukul 3 sore, akan diselenggarakan Upacara Homa Vidyaraja Acalanathanatha Pancawarna. Mantranya adalah : “Na Mo. San Man Duo. Mu Tuo Nan. Wa Ri La. Lan. Han.” Beliau merupakan Vidyaraja Acalanathanatha dalam lima warna. Mudranya adalah Mudra Vidyaraja Acalanatha, Beliau memegang pedang pusaka, dan merupakan wujud krodha dari Tathagata Mahavairocana.
Berbicara mengenai Upacara Homa hari ini, Dharmaraja menyatakan bahwa para Buddha dan Bodhisatwa yang turun hari ini sama banyaknya dengan kemarin, kontak batinnya sangat cepat, dan banyak saudara se-Dharma di lokasi yang memiliki mata dewa juga dapat merasakannya.
Sebelum Dharmaraja kemudian memberikan Dharmadesana mengenai makna Dharma dari Bodhisatwa Mahastamaprapta, Beliau berseloroh: “Ayo terlebih dahulu makmur mendadak! Makmur mendadak! Makmur mendadak! Makmur mendadak!”
Dharmaraja menunjukkan, saat berada di dunia Saha, uang adalah syarat yang tidak dapat diabaikan dalam kehid**an nyata. Tanpa uang, bahkan perawatan medis dasar dapat menjadi masalah; terutama di tempat-tempat dengan biaya pengobatan yang mahal, tanpa asuransi dan kemampuan ekonomi, mencari pengobatan akan sangat sulit.
Dari sini Dharmaraja memperkenalkan dunia Saha yang dibabarkan oleh Bodhisatwa Mahastamaprapta, menunjukkan bahwa Buddha telah lama menjelaskan bahwa dunia ini termasuk dalam panca kasaya (lima kekeruhan), yaitu kekeruhan kalpa, kekeruhan pandangan, kekeruhan klesa, kekeruhan makhluk, dan kekeruhan usia, bahkan menggunakan rumah api sebagai perumpamaan, sekelilingnya adalah api yang berkobar, oleh karena itu sadhaka harus berusaha keluar, dan tidak boleh terlalu melekat pada dunia Saha.
Dharmaraja dengan cara yang hidup mengingatkan semua orang, di dunia, seharusnya hidup dilewati dengan ringan saja (dalam bahasa Hokkien), jangan menggenggam terlalu erat, jangan melekat terlalu dalam.
Meskipun berada di dunia manusia, tetap harus hidup dengan indah, cepat, dan leluasa, seperti memakai sepatu roda berlalu dengan ringan melewati kehid**an. Karena sekali terlalu melekat, maka akan mudah berbuat karma, dan kekuatan karma akan menarik semua makhluk masuk ke dalam enam alam samsara.
Dharmaraja lebih lanjut mengutip makna dari Sutra Vajra mengenai wujud manifestasi bukanlah yang sejati, menjelaskan bahwa semua wujud nirmanakaya yang terlihat di dunia Saha, bukanlah kebenaran pamungkas.
Trikaya yang dibabarkan dalam agama Buddha: Dharmakaya, Sambhogakaya, Nirmanakaya, masing-masing memiliki alam kediamannya: Dharmakaya berada di Alam Cahaya Keheningan Kekal, Sambhogakaya berada di Alam Sisa Upaya dan Alam Keagungan Buah Sejati, sedangkan Nirmanakaya berada di Alam Kediaman Bersama Makhluk Awam dan Arya.
Dharmaraja menunjukkan, Dharmakaya Buddha Sakyamuni adalah Buddha Vairocana, Sambhogakaya adalah Buddha Locana, sedangkan Nirmanakaya adalah Buddha Sakyamuni; Padmakumara juga sama-sama memiliki pembagian Trikaya. Sifat Kebuddhaan sejati bukanlah timbul tenggelam mengikuti tubuh jasmani, melainkan melampaui hidup dan mati, tidak datang dan tidak pergi.
Dharmaraja dengan topik Metode Melepaskan Diri dari Lima Kekeruhan Dunia, menunjukkan bahwa Buddha telah lama mengajarkan cara keluar dari dunia Saha kepada orang-orang di dunia, termasuk Sad Paramita dan 37 Bodhipaksika Dharma.
Bhavana pertama-tama harus membina hati welas asih dan hati yang setara. Pandangan Kesatuan yang Setara seperti yang dibabarkan dalam Sutra Vajra, adalah melihat bahwa esensi semua makhluk adalah setara; pencerahan Buddha di bawah pohon Bodhi bahwa hati, Buddha, dan makhluk adalah tiga hal yang tidak ada perbedaannya, juga menunjukkan bahwa setiap makhluk semuanya memiliki Buddhata yang bercahaya.
https://id.tbsn.org/news/detail/3260/6_September_2026_Liputan_Upacara_Homa_Vajra_Maha_Berkah_dan_Drashi_Lhamo.html
==========================================
✅ Siaran Langsung Pujabakti & Dharmadesana dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu (Waktu Musim Panas) pukul 10:00 (WIB) - 11:00 (WITA) - 12:00 (WIT)
(Waktu Standard) pukul 11:00 (WIB) - 12:00 (WITA) –
13 :00 (WIT)
✅ Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin (Waktu Musim Panas) pukul 05:00 (WIB) - 06:00 (WITA) –
07 :00 (WIT) (Waktu Standard) pukul 06:00 (WIB) - 07:00 (WITA) –
08 :00 (WIT)
✅ Youtube TBSEATTLE Mandarin (Siaran Langsung Kebaktian sabtu dan Upacara Homa di Rainbow Temple Mandarin)
https://youtube.com/channel/UCGVu67RVjBF_qY-YNdno3TQ...
✅ Youtube TBSEATTLE English (Siaran Langsung Kebaktian sabtu dan Upacara Homa di Rainbow Temple English)
https://www.youtube.com/-English/streams
✅ Halaman Fb TBSN Mandarin :
https://www.facebook.com/syltbsn/
✅ Halaman Fb TBSN English:
https://www.facebook.com/syltbsnEnglish/
✅ Halaman Fb TBSN Indonesia
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia/
✅ Pustaka Tbboyeh Bahasa Indonesia:
https://www.tbboyeh.org/ind #/index