ROCK DOVER

ROCK DOVER Official Page of Rock International Ministry in Dover, NH. (Halaman resmi Gereja Rock International Ministry di Dover, NH) we help you to fulfill your destiny

*King's Sword*Kamis, 3 September 2026Bacaan setahun:Yesaya 3:1 – 5:72 Korintus 6:3–18; 7:1Mazmur 105:12–22*MILIK TUHAN D...
09/06/2026

*King's Sword*
Kamis, 3 September 2026

Bacaan setahun:
Yesaya 3:1 – 5:7
2 Korintus 6:3–18; 7:1
Mazmur 105:12–22

*MILIK TUHAN DALAM HIDUP DAN MATI*

“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14:8 - TB)

Jemaat di Roma sedang terjebak dalam perdebatan mengenai makanan, hari-hari tertentu, dan berbagai persoalan yang sebenarnya bukan inti dari kehidupan Kerajaan Allah. Mereka begitu sibuk memperdebatkan hal-hal yang bersifat sekunder hingga melupakan hukum yang terutama, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Karena itu Paulus mengarahkan kembali perhatian mereka kepada fondasi yang tidak boleh bergeser, yaitu identitas mereka sebagai milik Tuhan.

Paulus tidak memulai dengan membahas siapa yang benar dalam urusan makanan, la justru mengingatkan bahwa seluruh hidup orang percaya berada di bawah otoritas Kristus. "Jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan." Hidup bukan lagi tentang memuaskan diri sendiri, membela pendapat sendiri, atau memenangkan perdebatan. Bahkan kematian pun tidak mengakhiri relasi kita dengan Kristus. Dalam kedua keadaan yang paling ekstrem, hidup maupun mati, status kita tetap sama, yaitu milik Tuhan.

Argumen Paulus sangat kuat. Hidup dan mati adalah dua kutub yang saling berlawanan dan mewakili seluruh pengalaman manusia. Namun jika kedua kutub itu tidak mampu mengubah kepemilikan kita, maka tidak ada keadaan lain yang dapat membatalkan identitas tersebut. Kristus telah menebus kita dengan darah-Nya dan menjadikan kita umat kepunyaan-Nya. Kepemilikan itu bukan berdasarkan perasaan, prestasi, atau keadaan hidup, melainkan berdasarkan karya penebusan yang sempurna.

Ketika seseorang menyadari dirinya adalah milik Tuhan, ia tidak lagi mudah menghakimi saudara seiman hanya karena perbedaan perkara yang bukan esensi. Sebaliknya, ia akan berusaha memuliakan Tuhan melalui kasih, kerendahan hati, dan kesediaan membangun sesama. Orang yang tahu dirinya milik Kristus tidak akan sibuk mempertahankan ego, tetapi sibuk menghadirkan karakter Sang Raja dalam setiap relasi.

Paradigma Kerajaan mengajarkan bahwa identitas kita sebagai milik Tuhan jauh lebih penting daripada memenangkan perdebatan. Warga Kerajaan Allah hidup bukan untuk membela preferensi pribadi, tetapi untuk menyatakan pemerintahan Kristus melalui kasih dan ketaatan. Sebab selama kita adalah milik-Nya, baik dalam hidup maupun dalam kematian, tidak ada kuasa apa pun yang dapat mencabut kita dari tangan Sang Raja. (DH)

*Questions:*
1. Apakah Anda lebih sibuk mempertahankan pendapat daripada membangun kasih kepada sesama?
2. Apakah setiap keputusan hidup Anda menunjukkan bahwa Anda benar-benar milik Kristus?

*Kingdom Value:*
Orang yang tahu dirinya milik Tuhan tidak lagi hidup untuk memenangkan perdebatan, tetapi untuk memuliakan Sang Raja.

*Kingdom Quote:*
Kasih adalah bukti bahwa kita hidup di bawah pemerintahan Raja, bukan di bawah kekuasaan ego.

09/06/2026
*King's Sword*Minggu, 6 September 2026*Bacaan setahun:*Yesaya 10:20 – 13:222 Korintus 8:16–24; 9:1–5Mazmur 105:37–45*RAH...
09/05/2026

*King's Sword*
Minggu, 6 September 2026

*Bacaan setahun:*
Yesaya 10:20 – 13:22
2 Korintus 8:16–24; 9:1–5
Mazmur 105:37–45

*RAHASIA INI BESAR?*

“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.” (Efesus 5:30-31)

Ada berbagai pandangan dan tujuan ketika seseorang memutuskan untuk menikah, ada yang menikah untuk mencari kebahagiaan, supaya tidak kesepian, mencari rasa aman atau berharap menemukan seseorang yang selalu membuat hidup terasa indah. Semua hal itu memang dapat menjadi bagian dari pernikahan, tetapi tujuan akhir pernikahan jauh lebih besar daripada sekadar kebahagiaan manusia. Pernikahan dirancang untuk memuliakan Allah dan mencerminkan karakter-Nya di bumi.

Sejak awal penciptaan, Allah membentuk pernikahan sebagai bagian dari rencana Kerajaan-Nya. Ketika Allah mempersatukan Adam dan Hawa, la tidak hanya menciptakan hubungan romantis, tetapi membentuk sebuah kesatuan yang akan merepresentasikan kasih, kesatuan, dan pemerintahan Allah di dunia. Bahkan Rasul Paulus menuliskan terdapat rahasia besar bahwa hubungan di dalam pernikahan adalah gambaran hubungan antara Kristus dan Jemaat-Nya-hubungan yang penuh kasih, pengorbanan, kesetiaan, dan komitmen.

Karena itu, tujuan utama pernikahan bukanlah sekadar "apa yang saya dapat," melainkan "bagaimana hidup kami dapat memuliakan Tuhan." Pernikahan yang sehat bukan hanya tentang dua orang yang hidup bersama, tetapi dua pribadi yang berjalan bersama menuju tujuan Allah. Ketika pasangan hanya berfokus pada kebahagiaan diri sendiri, hubungan akan mudah dipenuhi tuntutan dan kekecewaan. Namun ketika pusat pernikahan adalah Kristus, pasangan belajar untuk saling melayani dan membangun.

Kasih sejati dalam pernikahan adalah cerminan kasih Allah. Dunia mengajarkan kasih yang bergantung pada perasaan, tetapi Tuhan mengajarkan kasih yang berdasarkan keputusan dan komitmen. Ketika dalam perjalanan rumah tangga ada tekanan, konflik, dan musim yang sulit. Hal ini akan membentuk karakter Kristus dalam kehidupan suami dan istri. Melalui pernikahan, Tuhan mengajar kita tentang kesabaran, pengampunan, kerendahan hati, dan pengorbanan.

Banyak pasangan yang mengejar pernikahan berhasil dengan memiliki rumah yang nyaman, anak-anak yang berhasil dan kehidupan yang mapan. Semua itu baik, tetapi bukan. tujuan tertinggi. Semua keberhasilan itu tidak akan berarti jika sebuah keluarga kehilangan hadirat Tuhan. Karena tujuan akhir pernikahan adalah menghadirkan kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Pernikahan juga dipanggil menjadi kesaksian bagi dunia. Ketika orang melihat suami dan istri saling menghormati, mengampuni, dan tetap setia di tengah tantangan, dunia dapat melihat gambaran kasih Kristus yang nyata. (RSN)

*Questions:*
1. Bagaimana kasih Allah dinyatakan di dalam rumah tangga?
2. Apakah tujuan di dalam pernikahan?

*Kingdom Value:*
Ketika suami dan istri menempatkan Tuhan sebagai pusat hubungan mereka, maka pernikahan bukan hanya menjadi tempat tinggal bersama, tetapi menjadi altar tempat kasih Allah dinyatakan kepada dunia.

*Kingdom Quote:*
Pernikahan bukan sekadar tentang menemukan pasangan yang sempurna, tetapi tentang dua pribadi yang bersedia diproses dan berjalan bersama menuju tujuan Allah.

*King's Sword*Sabtu, 5 September 2026*Bacaan setahun:*Yesaya 8:11 – 10:192 Korintus 8:1–15Amsal 21:27 – 22:6*THUCYDIDES ...
09/04/2026

*King's Sword*
Sabtu, 5 September 2026

*Bacaan setahun:*
Yesaya 8:11 – 10:19
2 Korintus 8:1–15
Amsal 21:27 – 22:6

*THUCYDIDES TRAP : NALURI BAWAH SADAR MANUSIA?*

“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 18:12)

Ketika Xi Jinping mengingatkan dunia tentang bahaya "Thucydides Trap", banyak orang melihatnya hanya sebagai bahasa diplomasi politik antara China dan United States. Namun sebenarnya, teori ini menyentuh sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar persaingan dua negara adidaya, la menyentuh sisi tersembunyi dalam hati manusia: rasa takut kehilangan posisi, pengaruh, dan supremasi.

Thucydides menjelaskan bahwa perang antara Athena dan Sparta terjadi karena ketakutan Sparta terhadap kebangkitan Athena. Ketika kekuatan baru muncul, kekuatan lama merasa terancam. Ketakutan itu melahirkan kecurigaan, lalu konflik.

Menariknya, pola ini ternyata sudah lama terlihat di dalam Alkitab melalui kisah Saul dan David. Setelah Daud memenangkan peperangan besar melawan orang Filistin, rakyat menyanyikan: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berloksa-laksa." (1 Samuel 18:7) Kalimat itu mengguncang hati Saul. Padahal mereka sedang melawan musuh yang sama. Daud setia kepada kerajaan, bahkan telah menjadi menantu Saul. Namun sejak saat itu Saul mulai melihat Daud bukan sebagai rekan seperjuangan, melainkan ancaman. Alkitab mencatat: "Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud." (1 Samuel 18:9)

Saul sebenarnya tidak kalah oleh bangsa Filistin. la kalah oleh rasa insecure di dalam dirinya sendiri. Ketakutan kehilangan pengaruh membuatnya gagal melihat bahwa Daud justru dapat menjadi kekuatan besar bagi Israel. Bukankah pola seperti ini masih terus terjadi sampai hari ini? Dalam politik, bisnis, gereja, bahkan keluarga, manusia sering sulit bersukacita ketika orang lain mulai lebih berhasil. Ketika generasi baru muncul, generasi lama merasa tergeser. Akibatnya, potensi kolaborasi berubah menjadi persaingan.

Mungkin inilah yang ingin dihindari Xi Jinping ketika berbicara tentang Thucydides Trap. Dunia modern memang maju dalam teknologi, tetapi hati manusia sering belum berubah. Sejarah terus berulang karena manusia tidak pernah benar-benar belajar dari sejarah. Karena itu, bahaya terbesar dunia bukan hanya perang atau senjata, tetapi hati manusia yang dikuasai rasa takut dan ego.

Perdamaian sejati tidak dimulai dari kekuatan militer, tetapi dari kemampuan manusia menaklukkan "serigala" di dalam dirinya sendiri kecemburuan, ambisi, dan ketakutan kehilangan dominasi. Sebab peradaban tidak runtuh pertama-tama karena musuh dari luar, tetapi karena manusia gagal mengendalikan sisi gelap di dalam dirinya sendiri. (DD)

*Questions:*
1. Apakah Anda mampu bersukacita ketika orang lain dipakai Tuhan lebih berhasil daripada Anda?
2. Apakah Anda sedang melihat seseorang sebagai partner perjuangan, atau menganggapnya ancaman karena rasa takut kehilangan posisi?

*Kingdom Value:*
Peradaban tidak runtuh pertama-tama karena musuh dari luar, tetapi karena manusia gagal mengendalikan sisi gelap di dalam dirinya sendiri.

*Kingdom Quote:*
Dunia tidak hanya membutuhkan kekuatan dan teknologi yang lebih maju, tetapi membutuhkan manusia yang rendah hati, yang mampu mengalahkan “serigala” di dalam hatinya sendiri.

*King's Sword*Jumat, 4 September 2026*Bacaan setahun:*Yesaya 5:8 – 8:102 Korintus 7:2–16Mazmur 105:23–36*HATI-HATI DI ZO...
09/03/2026

*King's Sword*
Jumat, 4 September 2026

*Bacaan setahun:*
Yesaya 5:8 – 8:10
2 Korintus 7:2–16
Mazmur 105:23–36

*HATI-HATI DI ZONA YANG PALING NYAMAN*

“Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (1 Korintus 16:13-14)

Dalam perjalanan kerohanian kita sebagai murid Krsitus, tidak dapat dielakkan ujian dan tantangan kadang datang silih berganti. Apakah kita tetap berdiri teguh atau terpuruk, tergantung dari bagaimana respons kita terhadap ujian dan tantangan tersebut. Tidak sedikit yang mengalami keterpurukan, dan akhirnya mengalami kemunduran rohani. Mungkin kita pernah bertanya, "Kenapa bisa orang yang tadinya terlihat begitu rohani dan aktif melayani bisa mengalami hal yang demikian?"

Sebetulnya, kita tidak perlu heran. Di zaman para nabi maupun di zaman Tuhan Yesus pernah ada hal yang serupa terjadi. Siapa yang tidak tahu kisah Saul? Tokoh yang begitu legend di zaman nabi Samuel. Saul memulai perjalanan kerohanian-nya dengan ketaatan dan kerendahan hati. Namun, sangat miris sekali semua harus diakhiri dengan kisah yang tragis. Mengapa? Karena Saul tidak dapat menjaga hatinya tetap murni di hadapan Tuhan. Kekuasaan dan Tahta telah membutakan hatinya, sehingga ia dipenuhi dengki dan kebencian akan Daud. Tantangan dan ujian Saul ketika ia berada di puncak kejayaan. Di zaman Tuhan Yesus, siapa yang tidak tahu kisah Yudas? Murid yang dipercaya sebagai bendahara, malah mengkhianati Yesus demi 30 keping uang perak.

Ujian dan tantangan terbesar datang bukan di saat keadaan sulit, namun justru ketika kita sedang berada di zona yang paling nyaman. Mengapa? Karena di saat itulah kita benar-benar harus menjaga hati kita tetap tulus dan murni di hadapan Tuhan. Seandainya saja Saul tetap pura-pura tuli ketika mendengar orang-orang memuji Daud yang mengalahkan musuh berlaksa-laksa, maka celah untuk iri hati dan dengki tidak akan masuk dan mencemari hati Saul. Saul tidak dapat menjaga hatinya, ia menjadi panas mendengar pujian untuk Daud. Di saat itulah Saul mengawali kejatuhan-nya. Bagaimana dengan Yudas? Seandainya saja Yudas peka dan menyadari kesalahannya ketika Yesus memperingatkan dirinya di malam perjamuan terakhir, maka ia tidak akan jatuh di dalam rasa bersalah yang dalam. Namun, Yudas justru memilih jalannya sendiri, la mengkhianati Yesus, ia menjual Yesus, dan berakhir gantung diri.

Rasul Paulus mengingatkan kita untuk berjaga-jaga, berdiri teguh dalam iman, bersikap sebagai laki-laki, dan tetap kuat. Bahkan, ia melanjutkan dengan kalimat lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih. Bukan tanpa dasar yang kuat ia memberi perintah ini, tetapi karena la tahu bahwa ujian dan tantangan dapat membuat kita goyah, terlebih lagi ketika kita berada di zona yang paling nyaman. Kata bersikap sebagai laki-laki di sana mengandung makna, bahwa kita harus berani menghadapi ujian dan tantangan, bertanggung jawab dengan segala resiko yang ada, dan tidak cengeng. Jangan karena ujian dan tantangan, kita mengalami kemunduran rohani dan mengambil jalan yang salah. (LA)

*Questions:*
1. Kenapa bisa orang yang tadinya terlihat begitu rohani dan aktif melayani bisa mengalami kemunduran rohani?
2. Apa saja yang harus kita lakukan ketika berada di zona yang paling nyaman, agar tidak jatuh?

*Kingdom Value:*
Kejatuhan dimulai ketika kita mengabaikan celah-celah kecil, yang justru nyaris tidak terlihat ketika kita berada di zona yang paling nyaman. Berdirilah teguh dalam iman, jangan kompromi!

*Kingdom Quote:*
Menjaga hati tetap selaras dengan kehendak Tuhan sangatlah penting ketika kita berada di zona yang paling nyaman.

09/03/2026

Yeremia 29:11, Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Pesan kehidupan bagi mu dari Rajamu :
“Aku adalah pembela dan pelindungmu. Di mana ada ketidakadilan, tangan-Ku yang akan bertindak. Rumahmu dan anak-anakmu dipagari oleh kemuliaan-Ku.”

“Minyakmu tidak akan habis dan tepungmu tidak akan berkurang. Di musim kering sekalipun, Aku membuka tingkap-tingkap langit untuk mencukupkan segala kebutuhanmu.”

“Engkau tidak ditinggalkan sendirian. Hidupmu penuh dengan visi, misi, dan tujuan yang besar di dalam-Ku. Aku sedang merajut masa depan yang baru, yang penuh damai sejahtera.”

Tuhan berkati wanita ini, hujani dia dengan kebaikan dan jaga dia dalam segala perjalanannya. Tuhan menjadi suami terbaik baginya dan bapa bagi putri kecilnya. Tubalawony/L

Address

Central Avenue
Dover, NH
03820

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ROCK DOVER posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to ROCK DOVER:

Shortcuts

Share

Category