06/02/2026
*King's Swords*
Rabu, 03 Juni 2026
*Bacaan setahun:*
2 Samuel 3:22 – 5:5
Kisah para Rasul 1:1–22
Mazmur 69:13–28
*TUJUAN HIDUPKU UNTUK BERBUAH*
*“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yohanes 15:8)*
Tuhan menginginkan setiap dari anak-anak-Nya dapat mengerti tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu _"Kehidupan Yang Berbuah Lebat"._ Dan hal ini merupakan tujuan utama hidup setiap orang percaya. Kata berbuah lebat yang dimaksud melalui ayat di atas, bukan sekedar banyak saja tetapi terus menerus menghasilkan buah yang tetap dan lebat, sehingga melalui buah itulah orang akan dapat melihat bahwa Yesus sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan setiap anak-anak-Nya.
Yesus menegaskan bahwa kemuliaan Bapa dinyatakan melalui buah yang dihasilkan dalam hidup kita. Artinya hidup kita tidak netral: jika tidak berbuah artinya kita tidak sedang memuliakan Tuhan. Banyak orang terlihat _"rohani"_ tetapi tidak berbuah. Seperti pohon yang rimbun daun tapi tidak ada hasil. Dapat kita katakan bahwa kehidupan yang tanpa buah adalah kehidupan yang tanpa tujuan ilahi.
Melalui kehidupan yang berbuah ini maka akan menghasilkan yang pertama adalah *buah karakter Kristus,* sebagaimana tertulis dalam Galatia 5:22-23. Kesembilan buah tersebut adalah *kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.* Ini mencerminkan hidup yang dipimpin Allah dan karakter Kristus, bukan hasil usaha manusia semata.
Kedua, *transformasi kehidupan* yang disertai perubahan perilaku atau perbuatan, perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Sehingga hidup kita memberkati orang lain, pelayanan yang berdampak, berfungsi sebagai terang serta garam di tengah dunia yang gelap ini sehingga dapat membawa orang lain kepada Kristus dan menjadi saksi Kristus yang hidup.
Coba cek apakah hidup kita menghasilkan buah? Untuk dapat menghasilkan buah yang terus menerus maka kita harus menjadi murid (Yunani: mathëtai) yang bahasa aslinya berarti orang yang belajar dan mengikuti sepenuhnya, orang yang hidupnya mencerminkan Gurunya. Untuk menjadi murid sejati tidak ada cara lain kita harus melekat dan tinggal di dalam Dia, artinya: miliki keintiman dengan Tuhan, melekat akan Firman-Nya, taat otoritas, siap menjalani proses tanpa persungutan.
Dengan menjadi murid sejati, maka dapat dipastikan hidup kita akan terus berbuah lebat untuk menjadi berkat dan Tuhan dipermuliakan melalui kehidupan kita semua. (TL)
*Questions:*
1. Bagaimana cara agar Anda dapat memiliki tujuan hidup yang berbuah?
2. Apa dampak ketika kita sungguh-sungguh menjadi murid sejati? Diskusikan!
*Values:*
Tujuan hidup orang percaya bukan sekadar hidup, tetapi berbuah dan buah itu bukan pilihan tetapi identitas kita sebagai murid Kristus
Kingdom Quotes:
*Tuhan tidak mencari dan tidak melihat seberapa sibuknya kita dalam pelayanan, tetapi seberapa banyak buah dari kehidupan kita untuk Kerajaan-Nya.*