Gereja Lutheran Indonesia Colorado

Gereja Lutheran Indonesia Colorado Menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya.

05/24/2026

Selamat hari minggu Pentecost.
Damai sejahtera Menyertai kita semua.🙏💜

03/11/2026

Renungan Rabu, 11 Maret 2026
Tema: Tuhan Menuntun Setiap Langkah
Firman Tuhan / Scripture:
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
“Trust in the Lord with all your heart and lean not on your own understanding.”
— Amsal / Proverbs 3:5
Renungan / Reflection:
Dalam perjalanan hidup, tidak semua jalan terlihat jelas. Kadang kita merasa ragu, khawatir, bahkan takut menghadapi hari esok. Kita mencoba memahami semuanya dengan pikiran kita sendiri, tetapi sering kali jawaban tidak kita temukan.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Percaya kepada Tuhan berarti menyerahkan kendali hidup kita kepada-Nya. Walaupun kita tidak selalu mengerti rencana-Nya, kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam menuntun kita.
Sering kali ketika kita merasa jalan kita terhenti, Tuhan sebenarnya sedang mengarahkan kita ke jalan yang lebih baik. Ketika kita merasa lemah, Tuhan sedang menguatkan iman kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.
Hari ini mari kita belajar melangkah dengan iman. Mungkin kita tidak melihat seluruh perjalanan di depan, tetapi kita percaya bahwa Tuhan berjalan bersama kita di setiap langkah.
Life’s journey is not always clear. Sometimes we feel uncertain, worried, or afraid about the future. We try to understand everything with our own wisdom, yet many times the answers are beyond us.
Today’s scripture reminds us to trust in the Lord with all our heart. Trusting God means surrendering our plans and our worries to Him. Even when we do not fully understand His ways, we believe that His guidance is always good.
Sometimes when we think our path is blocked, God is actually redirecting us to something better. When we feel weak, God is strengthening our faith. He never abandons His children.
Today, let us walk by faith. We may not see the entire road ahead, but we know God walks with us every step of the way.
Doa / Prayer:
Tuhan yang setia, ajar kami untuk percaya kepada-Mu dengan segenap hati kami. Ketika kami bingung atau takut, ingatkan kami bahwa Engkau selalu menyertai langkah kami. Pimpinlah hidup kami hari ini dan jadikan kami alat berkat bagi orang lain. Amin.
Faithful God, teach us to trust You with all our hearts. When we feel confused or afraid, remind us that You are always with us. Guide our lives today and make us a blessing to others. Amen.
✨ Pesan hari ini / Today's Message:
Tuhan tidak selalu menunjukkan seluruh jalan, tetapi Dia selalu menuntun langkah kita.
God may not show the whole road, but He faithfully guides every step.

03/09/2026

Renungan Senin, 9 Maret 2026
Monday Devotional – March 9, 2026
Tema / Theme: Hati yang Mendengar Tuhan – A Heart That Listens to God
Firman Tuhan / Scripture:
“Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
“Speak, LORD, for your servant is listening.”
— 1 Samuel 3:10
Renungan / Reflection:
Sering kali dalam doa kita lebih banyak berbicara kepada Tuhan daripada mendengarkan Dia. Kita membawa berbagai permohonan, rencana, dan kekhawatiran, tetapi jarang memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara kepada hati kita.
Often in prayer we speak more to God than we listen to Him. We bring many requests, plans, and worries, yet we rarely give space for God to speak to our hearts.
Samuel masih muda ketika Tuhan memanggilnya di malam hari. Pada awalnya ia tidak mengenali suara Tuhan. Namun setelah dibimbing oleh Imam Eli, Samuel belajar menjawab dengan kerendahan hati: “Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
Samuel was still young when God called him during the night. At first he did not recognize God’s voice. But after being guided by Eli, he learned to respond humbly: “Speak, Lord, for your servant is listening.”
Tuhan juga berbicara kepada kita hari ini—melalui firman-Nya, melalui Roh Kudus, melalui situasi hidup, dan melalui orang-orang di sekitar kita. Pertanyaannya bukan apakah Tuhan berbicara, tetapi apakah kita bersedia mendengar.
God still speaks to us today—through His Word, through the Holy Spirit, through life situations, and through people around us. The question is not whether God speaks, but whether we are willing to listen.
Di awal minggu ini, marilah kita menyediakan waktu untuk berhenti sejenak, membaca firman Tuhan, dan membuka hati kita. Ketika kita belajar mendengar Tuhan, hidup kita akan dipimpin dengan lebih jelas dan damai.
At the beginning of this week, let us take a moment to pause, read God’s Word, and open our hearts. When we learn to listen to God, our lives will be guided with greater clarity and peace.
Refleksi / Reflection Questions:
Sudahkah saya memberi waktu untuk mendengarkan Tuhan hari ini?
Have I taken time to listen to God today?
Apakah saya siap taat ketika Tuhan berbicara?
Am I ready to obey when God speaks?
Doa / Prayer:
Tuhan, ajar aku memiliki hati yang peka terhadap suara-Mu. Di tengah kesibukan hidup, tolong aku berhenti sejenak untuk mendengar Engkau. Pimpinlah langkahku agar aku hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.
Lord, teach me to have a heart that is sensitive to Your voice. In the busyness of life, help me pause and listen to You. Guide my steps so that I may live according to Your will. Amen.
✨ Tuhan memberkati langkahmu hari ini / May God bless your day.

03/07/2026

Renungan Sabtu, 7 Maret 2026 – Masa Prapaskah
Tema: Kembali kepada Tuhan
Firman Tuhan:
“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!”
— Kitab Yesaya 55:6
Renungan:
Masa Prapaskah adalah waktu yang mengingatkan kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan hidup dan melihat kembali perjalanan iman kita. Dalam rutinitas sehari-hari—pekerjaan, tanggung jawab, dan berbagai pergumulan—kadang hati kita perlahan menjauh dari Tuhan tanpa kita sadari.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk kembali mencari Dia. Tuhan selalu membuka pintu bagi siapa pun yang datang dengan hati yang rindu kepada-Nya. Tidak peduli seberapa jauh kita merasa telah berjalan, selalu ada jalan untuk kembali kepada Tuhan.
Bagi kita yang hidup di perantauan, sering kali kesibukan dan tekanan hidup membuat kita merasa lelah secara rohani. Namun masa Prapaskah mengingatkan bahwa di tengah kesibukan itu, kita tetap membutuhkan waktu untuk berdiam diri di hadapan Tuhan.
Ketika kita kembali kepada Tuhan dengan hati yang rendah, Dia memperbarui kekuatan kita dan mengingatkan bahwa kasih-Nya tidak pernah berubah.
Refleksi:
Apakah ada hal dalam hidup Anda yang membuat Anda merasa jauh dari Tuhan akhir-akhir ini?
Doa:
Tuhan yang penuh kasih, ajarlah kami untuk kembali mencari Engkau dengan sungguh-sungguh. Ampuni kami jika kami sering sibuk dengan banyak hal hingga melupakan Engkau. Perbarui hati kami di masa Prapaskah ini agar kami semakin dekat kepada-Mu. Amin.
Saturday Devotion – March 7, 2026 (Lenten Reflection)
Theme: Returning to God
Scripture:
“Seek the Lord while He may be found; call upon Him while He is near.”
— Book of Isaiah 55:6
Reflection:
Lent is a season that invites us to pause from the busyness of life and reflect on our spiritual journey. In our daily routines—work, responsibilities, and struggles—our hearts can slowly drift away from God without us realizing it.
Today’s Scripture invites us to return and seek the Lord. God always opens His arms to those who come to Him with a sincere heart. No matter how far we feel we have wandered, there is always a way back to Him.
For many who live far from home, the pressures and responsibilities of life can leave us spiritually tired. Lent reminds us that in the middle of all our busyness, we still need quiet moments with God.
When we return to Him with humility, He renews our strength and reminds us that His love never changes.
Prayer:
Loving God, teach us to seek You with sincere hearts. Forgive us when we become too busy and forget You. Renew our hearts during this Lenten season so that we may walk closer with You. Amen.

03/05/2026
03/04/2026

RENUNGAN RABU
Hidup Dalam Terang Kasih
Bacaan: 1 Yohanes 4:7-12
“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah.”
Hari Rabu sering terasa seperti hari yang “di tengah” — tidak seberat Senin, belum seringan Jumat. Di tengah rutinitas, pekerjaan, pelayanan, dan tanggung jawab keluarga, kita bisa lelah secara fisik dan emosional. Dalam kondisi seperti itu, kasih sering menjadi hal pertama yang terkikis.
Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan: kasih bukan sekadar perasaan, tetapi sumber hidup kita. Kasih berasal dari Allah. Artinya, ketika kita merasa tidak mampu mengasihi, kita tidak perlu memaksakan diri dengan kekuatan sendiri. Kita kembali kepada Sumbernya.
Kasih itu nyata ketika:
Kita tetap sabar kepada pasangan atau anak saat lelah.
Kita memilih mengerti daripada menghakimi.
Kita mengampuni walau ego kita ingin membalas.
Di tengah dunia yang cepat bereaksi dan mudah tersinggung, orang percaya dipanggil untuk menjadi pembawa terang. Terang itu bukan terutama lewat kata-kata besar, tetapi lewat tindakan kecil yang konsisten.
Mungkin hari ini Tuhan tidak meminta kita melakukan hal spektakuler. Mungkin hanya satu hal sederhana: kirim pesan penguatan, dengarkan tanpa menyela, atau doakan seseorang yang sulit kita kasihi.
Karena ketika kita mengasihi, dunia melihat Allah yang tidak terlihat menjadi nyata melalui hidup kita.
Doa:
Tuhan, ajarku mengasihi bukan dengan kata saja, tetapi dengan perbuatan dan kebenaran. Saat aku lelah, ingatkan bahwa kasih-Mu tidak pernah habis. Jadikan aku saluran kasih-Mu hari ini. Amin.
Selamat menjalani hari Rabu dengan hati yang dipenuhi kasih.

03/03/2026

Renungan Selasa – Tetap Setia dalam Perkara Kecil
“Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar.”
— Injil Lukas 16:10
Seringkali kita menunggu kesempatan besar untuk membuktikan diri. Kita ingin dipakai Tuhan dalam hal-hal besar, pelayanan besar, berkat besar. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa kesetiaan dimulai dari hal kecil.
Hal kecil itu bisa berupa:
Datang tepat waktu.
Menyapa dengan ramah.
Berdoa walau hanya lima menit.
Mengampuni walau hati masih belajar.
Tuhan tidak mengukur dari seberapa besar panggung kita, tetapi dari seberapa setia hati kita. Bahkan di tengah kesibukan hidup di perantauan, di tempat kerja, atau dalam keluarga, Tuhan melihat ketekunan kecil yang sering tidak terlihat orang lain.
Hari ini adalah hari Selasa — mungkin bukan hari yang “spesial.” Tetapi justru di hari biasa inilah kesetiaan dibentuk. Jangan remehkan langkah kecil. Tuhan sedang membangun sesuatu yang besar melalui ketaatan yang sederhana.
Doa:
Tuhan, ajar aku setia dalam hal-hal kecil hari ini. Bentuk hatiku untuk taat dan tekun, meski tidak ada yang melihat. Pakailah hidupku untuk kemuliaan-Mu. Amin.
Selamat menjalani hari Selasa dengan hati yang setia dan penuh pengharapan.

03/02/2026

Renungan Senin – Hidup Dalam Kasih yang Nyata
Bacaan: Yohanes 13:34-35
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi…”
Senin sering terasa berat. Setelah ibadah Minggu yang penuh sukacita, kita kembali pada rutinitas: pekerjaan, sekolah, pelayanan, tanggung jawab keluarga. Kadang realita hari Senin tidak semanis suasana gereja kemarin.
Namun justru di hari Seninlah iman kita diuji.
Yesus tidak berkata, “Semua orang akan tahu kamu murid-Ku karena kamu rajin ke gereja.”
Ia berkata, “Karena kamu saling mengasihi.”
Kasih bukan sekadar perasaan. Kasih adalah keputusan.
Kasih adalah tetap sabar saat rekan kerja menyebalkan.
Kasih adalah memilih berdamai meski ego ingin menang.
Kasih adalah tetap menghormati pasangan, orang tua, atau anak ketika suasana tidak ideal.
Bagi kita yang hidup sebagai jemaat diaspora di Denver atau di mana pun berada, hari Senin sering berarti kembali menjadi minoritas, kembali berjuang dalam budaya dan tekanan yang berbeda. Tetapi di situlah terang Kristus bersinar paling jelas.
Hari ini mungkin tidak sempurna.
Tetapi kasih Tuhan sempurna.
Dan kasih itu bisa kita bawa ke kantor, ke sekolah, ke rumah.
Jangan hanya memulai minggu dengan target dan jadwal.
Mulailah dengan doa:
“Tuhan, pakai aku menjadi pembawa kasih-Mu hari ini.”
Karena masa depan kita tidak hanya dibentuk oleh pencapaian,
tetapi oleh kasih yang kita hidupi setiap hari.
Selamat menjalani Senin dengan hati yang penuh kasih. đź’›

03/01/2026

Renungan Minggu / Sunday Devotion
Tema: Tinggal di Dalam Kasih Tuhan
đź“– Bacaan Firman / Scripture Reading
Yohanes 15:4-5
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu… sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Hari Minggu adalah hari kita kembali bersekutu, beribadah, dan diingatkan bahwa hidup ini bukan tentang kekuatan kita sendiri. Yesus berkata, “Tinggallah di dalam Aku.” Artinya, hidup kita harus melekat pada-Nya seperti ranting pada pokok anggur.
Sering kali kita sibuk dengan pekerjaan, pelayanan, keluarga, bahkan aktivitas gereja, tetapi lupa membangun relasi pribadi dengan Tuhan. Kita bisa aktif secara lahiriah, tetapi kering secara rohani. Tanpa tinggal di dalam Kristus, kita mudah lelah, kecewa, dan kehilangan damai.
Datang ke gereja bukan hanya rutinitas mingguan. Itu adalah momen pembaruan. Kita datang untuk diisi kembali, diteguhkan, dan diingatkan bahwa sumber kekuatan kita adalah Tuhan sendiri.
Hari ini, mari bertanya:
Apakah saya sungguh tinggal di dalam Tuhan, atau hanya sekadar melakukan kegiatan rohani?
Apakah hidup saya menghasilkan buah kasih, kesabaran, dan pengampunan?
Tinggal di dalam Kristus berarti hidup dalam kasih-Nya setiap hari — bukan hanya pada hari Minggu.
Sunday is a day to gather, worship, and remember that life is not sustained by our own strength. Jesus said, “Remain in Me.” This means our lives must be connected to Him like branches to the vine.
Sometimes we become busy with work, ministry, family, and even church activities, yet neglect our personal relationship with God. We may appear spiritually active, but inwardly dry. Without abiding in Christ, we grow weary, discouraged, and restless.
Going to church is not merely a weekly routine. It is a moment of renewal. We come to be refilled, strengthened, and reminded that our true source of life is God Himself.
Today, ask yourself:
Am I truly abiding in Christ, or just doing religious activities?
Is my life bearing the fruit of love, patience, and forgiveness?
Abiding in Christ means living in His love every day — not only on Sunday.
🙏 Doa / Prayer
Tuhan Yesus, ajar kami untuk tinggal di dalam-Mu setiap hari.
Lord Jesus, teach us to remain in You daily.
Pulihkan hati kami yang lelah dan kosong.
Restore our weary and empty hearts.
Biarlah hidup kami berbuah bagi kemuliaan-Mu.
May our lives bear fruit for Your glory.
Amin. / Amen. 🌿

Address

111 Del Mar Cir
Aurora, CO
80011

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Lutheran Indonesia Colorado posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share