30/08/2022
Kamis, 25 Agustus 2022
LAKPESDAM PCINU Tunisia menyelenggarakan kajian kitab " *Mafahim Yajibu An Tushohhah* " karya Sayyid Muhammad bin Alwy Al-Maliki Al-Hasani. Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap malam Jumat setelah kami, warga nahdliyyin Tunisia, menyenandungkan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Kajian kitab ini penting untuk dilaksanakan khususnya kepada warga NU, karena di dalamnya berisi tentang bagaimana sang muallif menghadirkan argumen-argumen yang kuat mengenai perkara-perkara yang dianggap bid'ah oleh aliran wahhabiyyah, seperti ziaroh kubur, adab kepada guru dan lain sebagainya.
Pada malam itu, sang pemateri, Ustadz Amal Syahidin menyampaikan mengenai konsep memuliakan (التعظيم) dalam hal beribadah dan sopan santun (adab).
"Kebanyakan orang, dalam hal ini kaum wahabi, salah mengartikan antara mana ibadah dan mana adab. Mereka mengatakan kalau cium tangan kepada kiai atau guru, menyanjung Baginda Nabi dengan kata Sayyidina, dan ziaroh ke makam Nabi dengan penuh adab, rasa hormat dan khusyu, itu sesat menyesatkan. Mereka beranggapan bahwa hal itu termasuk kategori syirik karena merupakan bentuk penyembahan pada selain Allah." Jelas Ustadz Amal sembari menerangkan apa yang termaktub dalam kitab.
Padahal, seperti yang dijelaskan mushonnif bahwa itu semua bukan termasuk kategori syirik, melainkan bentuk pemuliaan (التعظيم) terhadap kiai dan Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an pun jelas disebutkan bahwa Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam. Sujud di sini bukan sebagai bentuk penyembahan, melainkan sebagai penghormatan kepada Nabi Adam karena Ia dikaruniai pengetahuan yang amat luas dan mendalam.
Dari penjelasan mushonnif tersebut, Ustadz Amal mengambil kesimp**an seraya berkata, "Jangan gampang kita menyesatkan orang lain tanpa adanya alasan yang jelas. Wajib hukumnya bagi kita untuk tabayyun dahulu sebelum menghukumi sesuatu."
Semoga kita para warga nahdliyyin di Tunisia dapat mengambil manfaat dari apa yang telah kita pelajari dan dapat selalu menebarkan kebaikan di manapun kita berada.
Kontributor : Danial Fayyadl