20/08/2021
Why Independence?
“Merdeka itu hak setiap bangsa. Merdeka itu hak setiap jiwa. Kita merdeka karena itu adalah hak hakiki hidup setiap manusia”.
Tepat 17 agustus 2021 Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke 67, sebagai bangsa yang upaya memperjuangkan kebebasan dari kolonialisme pada era peperangan dunia yang kedua 1945. Ratusan tahun bangsa Indonesia dijajah oleh beberapa negara diantaranya Ingris, Belanda dan Jepan, bila kita lihat pada latar belakang sejarah perjuangan mereka memang agaknya begitu lama bagi Indonesia dalam rangka aliansi kekuatan rakyat untuk merebut kemerdekaan bangsa.
Tapi kita tidak dapat menolak tentang kehebatan spirit anak bangsa, mereka tidak kenal lelah dalam mempertahan daulat dari serangan penjajah sehingga dapat digelar negara merdeka.
Begitu juga dengan negara Malaysia tepat pada 31 agustus 2021 akan nanti, seluruh rakyat Malaysia akan gemuruh ceria dengan mengangkat dan berkibar jalur gemilang dalam rangka merayakan hari kebangsaan Malaysia ke 64, dimana mereka dapat merebut daulat dari penjajah Inggris pada 1957, hari ini penuh dengan sejarah, semangat dan renungan akan kehebatan para-para tokoh pejuang bangsa yang membawa Malaysia kepada bangsa merdeka.
Dan berapa hari akhir ini hampir semua saluran sosial media dan vebsite berita mengabarkan gerakan Taliban kembali alih pengusaan di Afghanistan, Gerakan Politik ini upaya mentransisi kembali kekuasaan dari pemerintah Afghanistan untuk memerintah dengan jalan daulat Islam yang hakiki. Setelah mana beberapa dekade akhir ini pemerintahan mereka diguling oleh elit penguasa Afghanistan dan negara penguasa Amerika Serikat ikut campus dengan urusan itu dengan alasan menunduh Gerakan ini yang menaungi Usamah binladin yang disyaki mengebom Gedung World Trade Center pada 11/09/2001, mengakibat rakyat AS tewas 3000 orang. Mengikut transisi inilah akan membawa kepada negara Afghanistan merdeka dalam pencapaian kesejahteraan rakyat sesuai dengan Daulat Islam dan menyesuai tata negara diikuti syariat Islam.
Sejarah bangsa seperti ini terbukti bahwa kemerdekaan itu adalah lumrah dan anugerah yang diberikan oleh Allah bagi setiap bangsa dan semua orang. Setiap kita memiliki hak untuk merdeka. Dan setiap kita dilahirkan adalah untuk menjadi manusia yang merdeka: manusia yang bebas dari segala bentuk penjajahan dan penindasan.
Namun, masih ada lagi negera-negara Islam yang selama ini dijajah oleh imperialis seperti negara Patani (Selatan Thailand)dijajah oleh Siam, Rohingya(Selatan Myanmar) dijajah oleh Myanmar, Uighur( Cina)di tindas oleh Cina, Palestina di jajah Israel dll.
Kolonial seperti ini tidak pantas untuk ikut campur dalam Satuan Bangsa atau PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) karena setelah tamat perang dunia kedua dunia sudah koalisi bahwa bagi kolonial yang masih lagi menganut ideologi imperialisme harus melepaskan semua bangsa untuk merdeka.
Apalagi dengan hukum Islam, Islam melarang untuk penganutnya memerangi atau menjajahi bangsa lain kecuali ada dikalangan mereka dizalim, tapi wajib bagi penganut Islam untuk mempertahankan diri dan negara apabila diperang, ditindas oleh penjajah dan akan membawa kepada musnahkan kehidupan Islam. Seperti mana firman Allah yang bermaksud "Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zhalim" (QS. Al-Baqarah [2]: 193)
Reporter: Gema Online
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎