14/11/2019
Iman dan Uang (1)
Beberapa waktu yang lalu di blog ini kita membicarakan arti pekerjaan kita dan hubungan pekerjaan dengan iman kita sebagai orang Kristen. Dalam beberapa minggu ke depan, kita akan membicarakan topik yang sangat berhubungan dengan pekerjaan, yaitu uang.
Kenapa orang harus bekerja? Jawaban yang paling realistis, baik bagi seorang Kristen atau bukan, adalah: saya harus bekerja untuk menyambung hidup, agar asap di dapur tetap mengepul, dan saya dapat membantu orangtua dan keluarga saya!
Pertanyaan selanjutnya yang tak kalah penting adalah, pekerjaan apa yang paling anda inginkin? Kembali, jawaban yang paling realistis adalah: pekerjaan yang dapat dikerjakan dengan usaha sesedikit mungkin, untuk dapat meraup hasil sebesar mungkin, sehingga saya dapat pensiun secepat mungkin, dan tidak perlu kerja lagi. Dan bagi orang Kristen, mungkin ada yang berpikir, saya menginginkan pekerjaan yang menghasilkan cukup uang, sehingga tidak hanya asap di dapur tetap mengepul, tapi juga saya mampu memberikan persembahan besar ke gereja! Tapi apakah itu saja kaitan antara iman, kerja, dan uang?
Sebagai orang percaya, pedoman utama yang diberikan kepada kita untuk menghadapi segala permasalahan hidup di dunia ini - baik itu pekerjaan, hubungan pacaran, perkawinan, keluarga, maupun keuangan - adalah Firman Tuhan. Mengapa?
Kalau kita membuka Alkitab, tiga perkataan pertama di Kejadian 1:1 adalah “Pada mulanya ALLAH”. Ini artinya, segala sesuatu yang berlangsung di dunia ini - baik itu pekerjaan, hubungan pacaran, perkawinan, keluarga, maupun keuangan – semuanya berada dibawah kekuasaan Tuhan Allah. Sehingga jalan terbaik untuk menghadapi permasalahan di dunia ini adalah dengan mencari jawabannya di dalam Firman Tuhan.
Mengapa kita sering gagal dan frustasi dalam menghadapi masalah hidup kita, terutama masalah keuangan? Ini terjadi karena kita menghadapi masalah kita dengan jalan duniawi, atau jalan kita sendiri, yang sering kali tidak sesuai dengan kehendak Allah di dalam FirmanNya.
Kita tutup diskusi kita minggu ini dengan Mazmur 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”
Blog by Ronibasa Tobing, photo by Jordan Rowland on Unsplash