Hakikat Insan MDMT

Hakikat Insan MDMT Jasadku seperti sebuah bahtera,
Untuk aku belayar di lautan dunia,
Bukan untuk mencari khazanah duniawi,
Tetapi mengenal diri mengenal illahi.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهPILIH KECEPATAN ANDA DI JEMBATAN SHIRATH-------------------Rasulullah bersabda "Dibentang...
18/06/2021

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PILIH KECEPATAN ANDA DI JEMBATAN SHIRATH
-------------------
Rasulullah bersabda "Dibentangkan jembatan Shirath di atas neraka. Orang Mukmin berjalan di atasnya, ada yang secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda yang amat kencang berlari, dan ada yang secepat pengendara. Maka ada yang selamat setelah tertatih-tatih dan ada p**a yang dilemparkan ke dalam neraka. Mereka yang paling terakhir merangkak secara pelan-pelan. [Muttafaqun ‘alaih]

MARI KITA BERHITUNG LAMA JALANNYA
--------------
Panjang jembatan Shirath = 15.000 Farsakh (menurut Fudhail bin Iyadh). Kira-kira 83.160 km (2 kali jarak keliling bumi)

- Jika ditempuh dengan berjalan cepat 1m/detik, maka kita butuh waktu 83.160.000 detik (962 hari) untuk melewatinya
- Jika ditempuh dengan berjalan lambat, kita butuh 2 kali lama jalan kaki (1800-an hari)
- Jika ditempuh dengan merangkak, kita butuh 3-4 kali lama jalan kaki (2700 hari ke atas)
- Jika ditempuh dengan berlari 3 m/detik, kita bisa melewati jembatan sekitar 450 hari
- Jika ditempuh dengan kecepatan motor atau mobil 20 m/detik, kita butuh 48 hari di jembatan Shirath
- Jika ditempuh dengan kecepatan kereta/pesawat 100 m/detik, kita hanya 9 hari di jembatan Shirath
- Jika ditempuh dengan kecepatan halilintar 299 km/detik, langsung sampai hanya dengan waktu 278 detik.

16/02/2021
INGAT mati termasuk salah satu akhlak terpuji dan perilaku luhur lagi mulia. Bagaimana tidak, mengingat kematian bukan s...
27/08/2020

INGAT mati termasuk salah satu akhlak terpuji dan perilaku luhur lagi mulia. Bagaimana tidak, mengingat kematian bukan sekadar ingat dan tidak lupa, namun lebih dari itu mengingat kematian berarti mempersiapkan bekal sebelum ajal datang.
Diriwayatkan dari Kumail bin Yizad, bahwa ia keluar dengan Ali Abi Thalib radhiyallahuanhu (ra.). Dalam perjalanan itu Ali menoleh kekuburan lalu berkata, “Wahai penghuni tempat yang menyeramkan, wahai penghuni tempat penuh bala, bagaimana khabar kalian saat ini...?
Mahukah kalian kuberitahu khabar dari kami harta-harta kalian telah dibagi-bagi, anak- anak kalian telah menjadi yatim, dan isteri kalian telah dinikahi oleh orang lain. Kini, mahukah kalian memberi tahu tentang khabar yang kalian miliki...?”
Kemudian Ali menoleh pada Kumail dan berkata, “Wahai Kumail, seandainya mereka diizinkan menjawab mereka akan mengatakan, ‘Sebaik- baik bekal adalah takwa.’ Ali menangis. Lantas, kembali berkata, “Wahai Kumail, kubur itu adalah kotak amal, dan di kala kematian, khabar dari isi kotak amal itu akan menghampirimu.” (Al Hasan bin Bisyr Al-Aamidiy, Kanzul Ummaal, Juz III, hal.697, Maktabah Syamilah).
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dun-Ya dengan sanad dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam (SAW) bersabda : “Perbanyaklah mengingat kematian, sebab ia mampu membersihkan dosa-dosa, dan menjauhkan diri dari kesenangan duniawi.”
Rasulullah SAW pernah ditanya oleh para sahabat tentang siapa “orang-orang yang beruntung.” Maka Rasul menjawab, “Orang yang paling banyak ingat mati, paling baik dalam persiapan menyambut kematian. Merekalah orang-orang yang beruntung, dimana mereka pergi (meninggal) dengan membawa kemuliaan di dunia dan akhirat.” (HR Ibnu Majah (4259).
Sehebat apapun seseorang, sepantas bagaimanapun ia berlari, tidak ada yang boleh lepas dari jaring kematian. Di manapun, bilapun, dan dalam keadaan bagaimanapun, kematian itu pasti akan datang menyergap, baik dalam keadaan kita siap atau tidak, baik dalam keadaan baik atau buruk, kematian adalah suatu kepastian.

Apa kata Al Quran tentang usia..
25/08/2020

Apa kata Al Quran tentang usia..

APAKAH SOLAT DAIM?Makna solat daim ialah solat yang terus menerus tiada putus. Bagaimana solat yang tiada putus, bukanka...
25/08/2020

APAKAH SOLAT DAIM?

Makna solat daim ialah solat yang terus menerus tiada putus. Bagaimana solat yang tiada putus, bukankah kita juga harus selalu beraktiviti menjalani hidup ini?

Mari kita kaji ayat ini, Allah swt berfirman :

"Jika kamu takut (ada bahaya), solatlah sambil berjalan atau berkenderaan. Kemudian apabila telah tenang, maka ingatlah Allah (solatlah), sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui."
(QS. Al-Baqarah : Ayat 239)

Sangat jelas pada ayat tersebut Allah swt mengatakan solat sambil berjalan dan berkenderaan. Jadi dalam segala aktiviti kita itu harus selalu Solat, jangan putus. Lalu bagaimana cara solatnya???

Kita teruskan lagi ke ayat berikut, Allah swt berfirman :

"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (solat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-'Ankabut : Ayat 45)

Jadi, inti atau tujuan Solat itu adalah Dzikrullah (Sedar akan Allah)

Orang yang rajin solat lima waktu jika tiada Sedar akan Allah swt, bagaimana mungkin akan mencegah perbuatan keji dan mungkar?. Jika kesedarannya tersambung kepada Allah swt barulah ia akan dapat menghindari dari dosa, kerana merasakan kehadiran Allah swt.

Dan di ayat tersebut di jelaskan, sebaik-baiknya ibadah ialah Dzikrullah (Sedar akan Allah). Jadi solat itu adalah maksud atau ritual untuk berdzikir kepada Allah swt. Jika Solatnya tiada Dzikir (Tiada Sedar akan Allah) bererti solatnya itu belum sampai kepada puncaknya, melainkan hanyalah ritual tanpa makna.

Jadi, diantara Solat Daim dan Sedar akan Allah swt adalah lebih kurang sama sahaja, yaitu sama-sama Dzikrullah. Dzikir atau solat yang terus menerus jangan sampai terputus.

Di sini banyak yang salah tafsir bagi yang mempelajari ilmu-ilmu ma'krifat. Ketika ia merasa sudah boleh solat daim, maka solat fardhu yang lima waktu malah ia tinggalkan. Kerana ia merasa dirinya sudah melakukan solat.

Fahamilah ayat ini, Allah swt berfirman :

"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan solat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa tenang, maka laksanakanlah solat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, solat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa': Ayat 103)

Jadi solat itu ada dua;

* Ada solat yang di tentukan waktu nya (Sholat Fardhu)
* Ada solat yang terus menerus tanpa putus (Dzikrullah atau Sedar akan Allah)

Jika belajar ma'krifat tetapi meninggalkan solat fardhu jelas ia telah kesesatan didalam cahaya.

Lakukanlah Solat Fardhu seperti biasa, di luar itu dalam beraktiviti. barulah Solat Daim (Sedar akan Allah).

Ini baru jalan yang benar menuju Allah swt.

Al-Junaid Al-Baghdadi mendefinasikan Tasawwuf( Jalan kerohanian) kepada empat bahagian:1) Tasawwuf adalah Mengenal Allah...
24/08/2020

Al-Junaid Al-Baghdadi mendefinasikan Tasawwuf( Jalan kerohanian) kepada empat bahagian:

1) Tasawwuf adalah Mengenal Allah, sehingga hubungan antara kita dengan-Nya tiada perantara.

2) Tasawwuf adalah melakukan semua akhlak yang baik menurut Sunnah Rasul dan meninggalkan akhlak yang buruk.

3) Tasawwuf adalah melepaskan hawa nafsu menurut kehendak Allah.

4) Tasawwuf adalah merasa tiada memiliki apapun, juga tidak dimiliki oleh sesiapa pun kecuali Allah SWT.

BAB KELIMA ( JALAN KEWALIAN )Sebagaimana yang telah di terangkan di dalam Bab yang lalu Bahawa tugas manusia adalah mena...
24/08/2020

BAB KELIMA
( JALAN KEWALIAN )
Sebagaimana yang telah di terangkan di dalam Bab yang lalu Bahawa tugas manusia adalah menanggung rahsia Allah Dan mesti memulangkan rahsia tersebut didalam keadaan suci Dan bersih sebagaimana asal tatkala awal diberi dan diamanah dahulu sewaktu Hari pertama ia keluar dari rahim ibunya datang ke pentas dunia Ini.

Sesudah ia lahir ke dunia manusia hilang zaman kanak kanaknya yang suci dan bersih itu dan menjadi manusia akil baligh ( berakal ) matang dalam menghadapi pancaroba hidup sehariannya di dunia Alam maya ini sampailah ia meninggal dunia.maka mulai dari saat itu seseorang manusia haruslah mengerti akan tanggungjawab sumpah setia dan janji janjinya dengan Allah .

Manusia yang dilahirkan dari rahim ibunya sangat suci dan sangat bersih disisi Allah tetapi bertukar menjadi Kotor Dan dihijabkan p**a dengan Allah maka terputuslah hubungan diri batin rahsia Tuhan yang di tanggung batang tubuhnya dengan Diri Empunya Diri

Keadaan sebegini bolehlah diibaratkan diumpamakan hidupnya sebatang Tubuh didalam gua yang tertutup gelap gelita tiada sinar cahaya untuk menemui jalan keluar dari gua tersebut.

Hidupnya paku resah derita hampa dan sebagainya sehinggalah ia berjaya dapat menerokai kembali jalan keluar dari gua tersebut.Begitulah juga perhubungan manusia dengan Tuhannya,manusia memerlukan cahaya sinar hidayat untuk menyelamatkan dirinya serta mengeluarkan dirinya dari hijab hijab kegelapan untuk kembali semula untuk membuat perhubungan dengan Diri Empunya Diri.

Perlu sesekali di tegaskan Dan ditekankan Bahawa hubungan diantara diri rahsia dengan Diri Empunya Diri mestilah dapat berhubung tanpa terputus putus dengan Diri Empunya Diri didalam hidupnya dalam tempoh 24 jam setiap Hari Dan ketika setiap ruang Dan Waktu selagi diri sebenar ( roh) dan diri kasar ( jasad ) masih belum berpisah .

Kalaulah diri kasar dapat disegerakan menjadi gemuk sihat segar dengan memberikan makanan yang berkhasiat dan lazat lauk pauk nasi beriyani ,ikan percik mahupun gulai Kari maka diri rohani juga tidak terlepas dari memerlukan makanan yang menyebabkan ia menjadi sihat segar kuat Dan bersih.

Sesungguhnya Makanan yang di maksudkan itu sebenarnya adalah
` zikir`. Dengan Makanan zikir inilah maka matlamat untuk mengadakan perhubungan Diri dengan Mempunyai
Diri tercapai disaat turun Naik Nafas masih panjang ,jasad Dan roh masih belum berpisah .

Justeru itu jika badan kasar manusia memerlukan makanan dan Minuman untuk mencapai matlamat sihat riang dan gembira maka badan rohani Kita juga tidak terlepas dari tabii makan Dan makanan roh tidak lain dan tidak bukan adalah `zikirullah `.Maka Makanan zikir ini haruslah disediakan Oleh kita supaya badan rohani Kita menjadi sihat segar suci bersih seimbang dengan kesihatan TUBUH kasar Kita.

Kebanyakkan daripada kalangan masyarakat kita pada Hari ini sangat menjaga tubuh kasar ini dengan rapi,makan minum di jaga,pakaian di jaga Pendek kata semua di jaga dengan penuh rapi dan ini sesuatu yang bagus dan bermanfaat untuk mencapai kesihatan Tubuh kasar tetapi jarang sekali dari kalangan masyarakat kita yang menjaga dirinya yang satu lagi iaitu ` rohani `. Sanggup dibiarkan diri rohaninya tersiksa kurus melidi sehingga menyebabkan jiwanya,mata hatinya,pendengaran batinnya tertutup rapat dikhatam rapi oleh hijab hijab yang tebal maka terputuslah hubungan dirinya dengan Empunya Diri.

Akibat dari terputusnya perhubungan ini maka terbitlah sifat sifat keji yang ada pada diri seseorang manusia tersebut yang menjauhkan dirinya dengan Empunya Diri disamping terzahir sifat sifat yang di murkai syariat dan Hakikat Allah.

Manusia jenis begini akan hilang perasaan hati nuraninya ,akan hilang pertimbangannya,hilang Fikiran baiknya dan juga hilang Akal yang menyebabkan benih benih iman didalam dirinya bakot dan mati berangan.

Bila sahaja benih benih imannya mati maka seseorang manusia tersebut akan menjadi sesat dan lupa diri serta lupa pada tugas utama dengan Penciptanya maka jadilah ia seekor bangkai bernyawa ataupun tiong berupa manusia.

Bak kata Pantun orang orang tua Tok Nenek Moyang dahulu pada Anak cucu

Buah salak buah kedondong
Buah berangan didalam baldi
Bukanlah nasib tidak Beruntung
Salah sendiri tidak mengenal diri

Hati itulah sebenarnya Nur Kalbun
Terbit memancar Nur dari Jantung
Amalan berzikir itu menjadi Sabun
Menyuci Hati Empunya Diri sangat beruntung

Sumber Rujukan
Karangan
Tuan Guru Haji Ahmad Laksmana
Bab Jalan Kewalian
Hakikat Insan Mengenal Diri Mengenal Allah
Semoga bermanfaat

TENAGA / HAYAT /NYAWATenaga zikir adalah tenaga dari Illahi, iaitu mempunyai cahaya yang hebat bersumber dari Yang Maha ...
23/08/2020

TENAGA / HAYAT /NYAWA

Tenaga zikir adalah tenaga dari Illahi, iaitu mempunyai cahaya yang hebat bersumber dari Yang Maha Esa. Energi zikir akan menyucikan segala kotoran pada qalbi sehingga qalbinya sentiasa hidup dalam mengingati Allah.
Cahaya ini akan bersinar dan meningkatkan frekuensi cahaya jiwanya. Cahaya ini juga akan bergerak menguatkan Ruh Sultani iaitu cahaya akal sehingga akalnya mempunyai daya ketahanan yang kuat, berfikiran tajam dan kreatif. Getaran cahayanya yang tinggi ini juga akan menguatkan Ruh Jasmani atau tenaga dalam atau gelombang elektromagnet yang bergerak aktif dalam tubuhnya. Gelombang atau tenaga inilah yang mengawal segala fungsi dan organ dalam tubuh manusia.
Apabila tenaga ini terganggu atau lemah, maka ia akan mendedahkan seseorang itu kepada serangan pelbagai penyakit. Tenaga dalam badan ini juga mewujudkan medan magnetik yang juga disebut aura. Ia mengelilingi seluruh badan dan menjadi benteng pertahanan diri seseorang dan dapat mengesan gelombang-gelombang di sekelilingnya sama ada positif atau negatif. Semakin kuat tenaga elektromagnet dalam tubuh, semangkin kuatlah medan magnet atau benteng dirinya.

Zikir Nafas
Zikir yang digabungkan dengan teknik pernafasan yang betul, atau disebut oleh ahli Tasawuf sebagai zikir nafas, akan memberikan kesan yang lebih hebat. Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan cara menahan nafas akan mempercepatkan proses penyucian hati (membakar mazhumah). Pernafasan yang betul akan memaksimumkan penyerapan oksigen yang amat penting dalam kehidupan dan kesihatan manusia. Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang terdedah kepada pelbagai penyakit.

Dalam disiplin ilmu tenaga dalam, memang ada silibus pernafasan terarah. Maksudnya, ada kiraan detik dalam setiap helaan nafas atau degupan jantung (detik). Contohnya;
1. Menarik nafas 8 detik, tahan nafas 4 detik, turun nafas 8 detik dan tahan nafas 4 detik atau;
2. Menarik nafas 6 detik, tahan nafas 6 detik, turun nafas 6 detik dan tahan nafas 6 detik atau; selama mana yang terdaya oleh kita.
Ilmu tenaga dalam memang terkenal dan boleh dipelajari oleh sesiapa sahaja, baik orang Islam mahupun orang bukan Islam. Sudah tentunya yang terbaik adalah orang Islam yang mengamalkan zikir yang disertai dengan teknik pernafasan yang betul (mengikut petua guru) yang dinamakan zikir nafas.
Zikir Nafas adalah proses dzikir yang diikuti dengan irama naik-turun nafas kita. Kebanyakan para sufi dan wali menamakannya zikir nafas karena mereka yakin bahwa setiap unsur diri kita harus melakukan zikir. Sehingga zikir tidak hanya dilakukan oleh lisan dan qalb (zikir qauliah dan qalbiyah), tetapi nafas juga harus melakukan zikir, otak juga melakukan zikir, mata, telinga, tangan dan kaki, semuanya harus melaksanakan zikir... Para sufi membagi zikir kedalam tiga jenis: zikir lisan (dilakukan oleh lidah), zikir khofy (dilakukan oleh hati) dan zikir nafas (diikuti dengan nafas). Sebagian sufi yang lain melengkapinya dengan zikir sirri, zikir yang dirahsiakan dan zikir fi’li yaitu zikir yang dilakukan dengan perbuatan...
Zikir Nafas dapat merawat gangguan halus sama ada dari sihir atau pun jin ialah dengan mengeluarkan penyakit dari diri serta memastikan pesakit mempunyai sistem pertahanan yang kuat agar segala iblis atau sihir tidak dapat menembusinya semula setelah ia sembuh. Rawatan energi zikir juga akan menumpukan pengump**an tenaga zikir pada qalbi (jantung) untuk mengeluarkan syaitan dari dalam darah. Apabila tenaga zikir terkumpul di jantung, maka ia akan menghantar tenaga itu keseluruh badan melalui sistem peredaran darah, seterusnya menghancurkan segala tenaga yang rendah (jin dan syaitan) tidak kira di mana ia berada dalam tubuh pesakit.
Terdapat empat pembahagian nafas iaitu ; Nafas, Ampas, Tanafas dan Nupus. Ada yang keluar masuk tubuh, ada yang masuk dan tidak keluar dari tubuh, ada yang tidak pernah keluar dan tidak pernah masuk (sudah memang sedia ada di dalam tubuh) dan ada yang keluar dan tidak masuk lagi (hembusan nafas yang terakhir). Allah menyempurnakan manusia dengan "meniupkan" ruh ke dalam jasad...
Manfaat zikir nafas ini sangat besar. Dalam praktik muraqabah, nafas diyakini sebagai jalan menuju konsentrasi terhadap makna zikir. Zikir nafas bermanfaat demi ketenangan batin, keluasan dada dan pencerahan fikiran. Zikir jika diikuti dengan nafas maka zikir tersebut akan mengalir di seluruh aliran darah dan di setiap detak jantung. Membuat kita berkekalan dengan zikrullah, selain itu zikir nafas juga membangkitkan energi murni (inner power) yang bermanfaat untuk pengubatan dan perlindungan.
Menurut pengalaman perguruan, zikir nafas juga berimbas pada pengendalian emosi yang lebih positif dan pengendalian hawa nafsu. Di samping itu juga meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga fikiran tetap konsisten, membuat tubuh menjadi tegak dan lebih berani dalam menghadapi musuh-musuh Islam.

23/08/2020

TUJUH MARTABAT TINGKATAN NAFSU MANUSIA DI DALAM AL QURAN

1.Ada pun nafsu manusia yang tercatat di dalam kitab Suci Alquran mempunyai 7 tingkatan bergantung pada tahap Kerohanian ,kekuatan Iman Dan kesucian hati seseorang manusia

2.Puasa Dan Zikir adalah senjata utama untuk menekan nafsu yang buruk untuk mencapai tahap tingkatan nafsu yang baik sehingga mencapai tahap
( Keamanan Dalaman ) iaitu
nafsu mutmainnah yang di sebut Allah dalam Alquran suroh Al Fajr Ayat 28 iaitu " Hai jiwa jiwa yang tenang "

3.Nafsu dari seni kata An Nafs dalam bahasa Arab yang bermaksud diri atau jiwa Dan di dalam Alquran suroh as syams juga memberitahu bahawa sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada jiwa itu dua jalan iaitu jalan kefasikkan dan jalan ketakwaaan. Maka beruntunglah Dan berjayalah orang orang yang menyucikan jiwanya Dan rugi Dan kecewalah orang orang yang mengotorkan jiwanya sendiri "

4.Berikut adalah tingkatan tingkatan nafsu yang mesti di capai Dan di tembusi dalam diri seseorang manusia yang ingin benar benar menyucikan dirinya Dan memakrifatkan dirinya pada Allah seterusnya mencapai pengcahayaan Hidup
( Insan Kamil Mukamil) :

1.Nafsu Ammarah - Jiwa Kebinatangan
2.Nafsu lawammah - Jiwa yang menyesal
3.Nafsu Mulhimmah- Jiwa yang di ilhamkan
4.Nafsu Mutmainnah - Jiwa yang tenang
5.Nafsu Radhiah - Jiwa yang redha
6.Nafsu Mardhiah - Jiwa yang di redhaiNya
7.Nafsu Kamilah - Jiwa yang Paling Sempurna

5. Sebahagian salafussoleh Terdahulu pernah berkata bahawa

" Manusia yang mampu mengalahkan nafsunya lebih kuat dari satu orang yang menaklukkan sebuah Kota "

Sehingga Nabi Muhammad bersabda pada para para sahabat selepas Memenangi Peperangan Badar Al Kubro pada 17 Ramadhan dengan sabdanya

" Janganlah kalian semua terlalu gembirs kerana Kita sebenarnya baru balik dari peperangan yang kecil menuju sebuah medan peperangan sangat besar disisi Allah "
Seorang dari para sahabat bertanya : Peperangan apakah yang Maha dasyat itu Ya Rasulullah ? Baginda pun menjawab :

" Perjuangan seorang hamba kepada Tuhannya iaitu perang dengan dirinya sendiri melawan nafsu Dan Godaan godaan duniawi"

Nabi Muhammad juga bersabda

" Sesiapa yang dapat tawan Dan Menguasai nafsu ,Dia adalah WIRA "

Semoga Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang menyihatkan Tubuh jasad Kita ,menyucikan hati batin diri kita ,keluarga kita Dan Sahabat Sahabat Kita Dan mengolongkan Kita semua dalam kalangan orang orang yang beriman Dan bertakwa selama lamanya hingga Akhirat
( Akhir Hayat )

In shaa Allah dengan izin Allah

Sekadar perkongsian semoga bermanfaat
Tiada yang lain melainkan untuk memperbaiki diri jua.

22/08/2020
22/08/2020

ZIKIR

Banyakkan Berzikir Boleh Menghidupkan Hati Dan Sentiasa Di Kasihi Allah.
Seorang pemuda bertanya kepada Rasulullah SAW : “Ya Rasulullah, sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak, tapi aku tak mampu melakukan seluruhnya. Beritahukanlah kepadaku nasihat apa yang dapat aku pegang teguh, nasihat yang singkat sehingga aku tidak mudah melupakannya.”Rasulullah SAW menjawab, “Basahlah lidahmu selalu dengan zikrullah.”(Hadis Riwayat Tirmizi)
Terdapat 15 Kebaikan Zikir :
1. Zikir menjauhkan syaitan dan melemahkan kekuatannya
2. Zikir menyebabkan Allah redha
3. Zikir menjauhkan dukacita daripada hati manusia
4. Zikir menggembirakan hati
5. Zikir menguatkan badan dan menyeronokan sanubari
6. Zikir memurahkan rezeki
7. Zikir adalah sinaran hati dan muka.
8. Zikir adalah membawa orang yang berzikir itu kepada kehebatan dan kegagahan yakni dengan memandang wajahnya seseorang merasa gentar
9. Zikir melahirkan cinta sejati kepada Allah kerana cinta itulah roh islam, jiwa agama, dan sumber kejayaan dan kebahagiaan. Zikrullah itu merupakan pintu cinta Ilahi.
10. Zikir adalah mendatangkan hakikat Muraqabah dan Muraqabah itu membawa seseorang kepada martabat ihsan. Dengan adanya martabat ihsan maka manusia dapat beribadat kepada Allah dalam keadaan yang seolah-olah ia melihatNya
11. Zikir membawa seseorang kepada penyerahan diri dengan sebulat-bulatnya kepada Allah. Dengan ini lama kelamaan maka setiap urusan dan dalam setiap keadaan Allah menjadi pelindung dan pembantu baginya.
12. Zikir adalah membawa seseorang kepada Takarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Jika zikir itu bertambah banyak maka dengan sendirinya ia bertambah dekat kepada Allah dan semakin bertambah lalai daripada berzikir maka dengan sendirinya ia bertambah jauh dari Allah.
13. Zikir adalah membuka pintu makrifat Allah.
14. Zikir melahirkan keagungan dan kehebatan Allah dan semangat merapatkan diri kepada Allah.
15. Zikir adalah menyebabkan Allah ingat kepada seseorang yang ingat kepada-Nya seperti mana disebutkan di dalam Al-Quran (surah Al Baqarah ayat 152) "Fazkuruunii azkurkum" ertinya; "kerana itu ingatlah kamu kepadaKu, nescaya Aku ingat p**a kepada mu".

WallahuAlam. Semoga Bermanfaat

21/08/2020

AQO'IDUL IMAN,Makna Tauhid

Adapun Aqa’idul Iman itu dibagi Lima :
1. Aqa’idul Iman 50, yaitu dengan ringkas untuk mengesahkan iman kita dan wajib diketahui bagi tiap-tiap orang islam yang baligh lagi beraqal laki-laki atau perempuan yang mula hendak mengerjakan ibadah kepada Allah Ta’ala, jikalau tiada kita mengetahui Aqa’idul Iman yang ringkas ini maka tiadalah syah ibadah kita kepada Allah Ta’ala yaitu 20 sifat yang wajib dan 20 sifat yang mustahil dan 1 sifat yang harus maka dijumlahkan jadi 41 dan 4 sifat yang wajib bagi rasul dn 4 sifat p**a yang mustahil dan 1 sifat yang jaiz pada rasul maka jadi 9, maka dijumlahkan dengan 41, jadi 50 Aqa’id
2. Aqa’idul Iman 60
3. Aqa’idul Iman 64
4. Aqa’idul Iman 66
5. Aqa’idul Iman 68

Adapun Aqa’idul Iman yang empat (4) kemudian ini untuk ma’rifat yaitu untuk membedakan dzat Allah Ta’ala dengan dzat yang baharu, dan membedakan sifat Allah Ta’ala dengan sifat yang baharu dan membedakan perbuatan Allah Ta’ala dengan perbuatan yang baharu, maka kesemuanya itu benar, hanya perselisihannya pada Rukun Iman sahaja, setengahnya tiada dimasukkan Rukun Iman yang 4 perkara, maka jadi 60, setengahnya dimasukkan Rukun Iman tetapi tiada dimasukkan lawannya, maka jadi 64, dan setengahnya dimasukkan Rukun Iman yang 4 perkara dan lawannya , maka jadilah 68 dan yang 66 tiada masyhur sebab tiada dimasukkan satu (1) sifat yang wajib bagi Rasul dan lawannya maka inilah sebab menjadi 66.

Maka baharulah jadi Syahadat itu dua (2) bahagi:
1. Syahadat Tauhid, yaitu Ashadu anllaa ilaha ilallah
2. Syahadat Rasul, yaitu Ashadu ana muhammadarrasuulullaah

Adapun Fardhu Syahadat itu dua perkara:
1. Diikrarkan dua kalimah itu dengan lidah
2. Ditasdiqkan makna itu kedalam hati

Syarat Syahadat itu empat perkara:
1. Diketahui apa isi didalam dua kalimah itu
2. Diikrarkan dua kalimah itu dengan lidah
3. Ditasdiqkan maknanya itu kedalam hati
4. Diyakinkan sungguh-sungguh didalam hati

Rukun Syahadat itu empat perkara:
1. Mengisbatkan dzat Allah Ta’ala dzat yang wajibal wujud
2. Mengisbatkan sifat Allah Ta’ala sifat yang kamalat atau sifat yang kesempurnaan
3. Mengisbatkan af’al Allah Ta’ala memberi bekas dan yang berlaku dalam alam ini semua perbuatannya
4. Mengisbatkan kebenaran Rasulullah dan Muhammad itu benar-benar pesuruh Allah

Kesempurnaan Syahadat itu empat (4) perkara:
1. Diketahui
2. Diikrarkan dengan lidah
3. Ditasdiqkan maknanya didalam hati
4. Diamalkan dari dalam hati hingga melimpah keseluruh anggota

Yang Membinasakan Syahadat itu empat (4) perkara:
1. Syak hatinya pada Allah Ta’ala
2. Menduakan Allah Ta’ala
3. Menyangkal dirinya dijadikan Allah Ta’ala
4. Tiada mengisbatkan dzat, sifat dan af’al Allah Ta’ala dan kebenaran Rasul

Adapun dzikir itu tiga (3) bahagian
1. Dzikir lidah yaitu: Laa ilaha ilallah
2. Dzikir hati yaitu: Allah
3. Dzikir sirr yaitu: Huwa

Adapun Laa ilaha ilallaah dzikir orang Syari’at
Adapun Allah… Allah… dzikir orang Tarikat
Adapun Huwa… Huwa… dzikir orang Hakikat
Laa ilaha ilallaah itu makanan Jasmani
Allah… Allah… itu makanan Qalbu
Huwa… Huwa… itu makanan Ruhani
ALLAH
Alif = Dzat
Lam = Sifat
Lam = Af’al
Ha = Asma’

Wallohu a'lam bisshowab..

Makna Tauhid
Telah berkata Al-Imam Al-Habib Al-Arif billlah, Sheikh Abdullah bin 'Alawi Al-Haddad r.a.:

Kami akan menerangkan tentang zahir dari makna "La Ilaha IllaLlah" (tiada Tuhan yang layak disembah melainkan Allah), kerana kita telah menjelaskan bahawa, makna batin dari kalimah Tauhid tersebut perlu didiamkan dari perbincangan umum.

Ketahuilah bahawa, Tiada Tuhan melainkan Allah bererti, Dialah wajibul wujud lizatihi (kewajibannya adalah wajib dari sudut akal, dan kewujudan-Nya tidak bergantung kepada yang lain). Dia Maha Esa, Maha Memiliki dan Maha Berkuasa. Dia Maha Hidup lagi Maha Mentadbir setiap perkara. Dia bersifat dengan Qodim, di mana tiada permulaan bagi kewujudan-Nya dan Dia juga Abadi yang tiada berakhir bagi kewujudan-Nya.

Dia mengetahui setiap sesuatu dan mampu melakukan setiap sesuatu. Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya, dan berhukum dengan apa yang Dia mahu. Dia tidak menyerupai sesuatupun, dan tidak mempunyai sebarang sekutu bagi-Nya. Dia tidak tertakluk di dalam taklukan masa dan tidak juga sibuk dengan sesuatupun. Dia juga tidak bertempat dan tidak p**a berhajat kepada perkara-perkara baharu. Dia tidak memerlukan sesuatupun.

Dari sudut yang lain p**a, setiap sesuatu selain-Nya, memerlukan-Nya. Dialah yang menciptakan setiap yang wujud. Dialah yang menciptakan perbuatan setiap makhluk tersebut, baik dan buruknya. Maha Suci Allah s.w.t. yang merupakan sebaik-baik Pencipta. Dialah yang memberi hidayah kepada seseorang dan Dialah jua yang menyesatkan sesiapa yang dikehendaki-Nya.

Dialah yang memberi dan Dialah jua yang menegah. Dialah yang mengampunkan dan Dialah jua yang mengazab sesiapa yang dikehendaki-Nya. Tidak ada sesiapapun yang layak mempersoalkan-Nya dan merekalah (makhluklah) yang akan dipersoalkan. Dialah yang menciptakan dan Dialah yang memberi rezeki.

Dialah yang menurunkan kitab-kitab sebagai wahyu dan Dialah yang mengutuskan para Rasul a.s., sebagai bukti kelembutan-Nya terhadap para hamba-Nya dan kemurahan-Nya terhadap mereka. Maka, wajib bagi para hamba-Nya untuk mentauhidkan-Nya (mengesakan-Nya) dan taat kepada-Nya dalam ibadah, dengan menyahut seruan para Rasul-Nya a.s., dan tidak ada sesuatupun yang wajib bagi-Nya untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya, kerana Dialah Raja dan Pemilik setiap sesuatu, dan menguruskannya. Setiap sesuatu selain-Nya tidak ada hak di sisi-Nya, untuk meminta hak mereka dari-Nya. Dialah yang menjanjikan ganjaran buat para solihin, kerana kemurahan-Nya, dan Dia juga yang menjanjikan azab buat orang-orang yang ingkar kerana keadilan-Nya.

Maka, perkataan TUHAN, meliputi seluruh sifat-sifat yang disebutkan, dan Dialah Allah yang tiada tuhan selain daripada-Nya, kerana setiap sifat tersebut jelas dimiliki oleh-Nya dan tidak dimiliki oleh selain daripada-Nya secara mutlak, samada bersifat dengan salah satu daripada sifat-sifat tersebut, apatah lagi untuk memiliki seluruh sifat-sifat tersebut.

Barangsiapa yang menafikan sifat-sifat ketuhanan dari Allah s.w.t., dan mengisbatkannya kepada selain Allah s.w.t., atau menyekutukan Allah s.w.t. pada sifat-sifat ketuhanan tersebut, maka ia merupakan suatu kedustaan dan akan ditimpa ke atasnya kerugian yang abadi. Merekalah orang-orang yang disebutkan oleh Allah s.w.t. di dalam Al-Qur'an yang bermaksud: "Kami telah memenuhkan neraka Jahannam dengan ramai dari kalangan jin dan manusia, kerana mereka memiliki hati tetapi tidak berfikir dan meneliti dengannya, mereka memiliki mata tetapi tidak mahu melihat (kebenaran) dengannya, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak mahu mendengar (kebenaran) dengannya. Mereka bagaikan binatang, bahkan lebih sesat dari binatang. Merekalah orang-orang yang lalai".

Address

Raffles Park

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hakikat Insan MDMT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Hakikat Insan MDMT:

Share