10/02/2026
๐ Daurah Fikih Puasa bersama AlMosaly ๐
๐ Pelajaran Kesepuluh (selesai)
๐ Hukum Penting tentang Mengganti Puasa Ramadan:
๐ Jika seseorang memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadan, disunnahkan melakukannya secara berurutan, terutama jika jumlah hari yang harus diganti lebih dari satu. Sebaiknya mulai mengganti puasa segera setelah hari raya Idul Fitri.
๐ Tidak diperbolehkan menunda qadha hingga Ramadan berikutnya tanpa uzur (seperti sakit). Jika hanya tersisa beberapa hari dari bulan Syakban yang cukup untuk mengganti puasa, maka wajib dilakukan secara berurutan.
๐ Jika seseorang menunda mengganti puasa karena uzur hingga lewat Ramadan berikutnya, dia hanya wajib mengganti puasanya tanpa fidyah (memberi makan).
๐ Namun, jika menunda tanpa uzur hingga lewat Ramadan berikutnya, dia berdosa tetapi tetap hanya wajib mengganti puasanya tanpa fidyah.
๐ Boleh berpuasa sunnah sebelum mengganti puasa jika waktunya masih panjang, tetapi mendahulukan qadha lebih utama.
๐ Jika seorang sakit yang masih ada harapan sembuh melewatkan Ramadan, puasa tetap wajib diganti setelah sembuh. Jika dia meninggal sebelum sempat mengganti, maka tidak ada kewajiban apa pun baginya.
๐ Jika seseorang sembuh tetapi meninggal dunia sebelum mengganti puasanya, maka wajib memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang terlewat. Fidyah ini dapat dibayarkan oleh ahli warisnya.
๐ Jika seseorang sakit yang tidak ada harapan sembuh kemudian Allah menyembuhkannya setelah sempat membayar fidyah, maka fidyah yang telah diberikan tetap sah, dan dia tidak diwajibkan puasa.
๐ Jika seseorang meninggal dan masih memiliki hutang puasa, ahli waris boleh memilih antara mengganti puasanya atau memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang terlewat.
๐ Jika ada kewajiban mengganti puasa dua bulan berturut-turut, maka ahli waris boleh menggantinya dengan berpuasa atau membayar fidyah untuk setiap hari yang terlewat.
๐ Bagi yang meninggalkan puasa selama bertahun-tahun tanpa alasan syarโi, tidak ada kewajiban menggantinya. Namun, dia wajib bertobat dengan sungguh-sungguh.
๐ Bagikan pelajaran ini kepada keluarga dan temanmu untuk meraih pahala, insya Allah.
Jika ada pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar ya.
๐ Sumber:
Syarhul Mumtiโ โAla Zadul Mustaqniโ (6/446-458)
Fatawa Ibnu Utsaimin (1/539-536)
๐ฒ Unduh aplikasinya sekarang:
https://almosaly.go.link/3taPM