24/10/2025
KHUTBAH JUM'AT
HARI JUM'AT WAGE, 24 OKTOBER 2025 M / 2 JUMADIL AWWAL 1447 H
TEMA KHUTBAH: "HAKIKAT ISTIQAMAH MENURUT SANAD ULAMA' AHLUSSUNAH WAL JAMA'AH"
Oleh: Al-Habib Prof.Dr.KH.R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini. SAg.,BN.,MA.,MN.,DN.,PhD.
KHUTBAH I
اَلْحَمْدُ للّٰهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (فصلت: ٣٠)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dari atas mimbar khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara melaksanakan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Definisi Istiqamah Menurut Al-Qur’an
Kata Istiqamah berasal dari akar kata:
قَامَ – يَقُوۡمُ – اِسۡتَقَامَ – اِسۡتِقَامَةً
Artinya: tegak, lurus, konsisten, tetap di atas sesuatu tanpa menyimpang.
Dalam Kitab Lisan al-‘Arab, Ibn Manzhur (juz 12, hlm. 503), Definisi Istiqamah secara umum adalah:
الاسْتِقَامَةُ: الاعْتِدَالُ، وَلُزُومُ الطَّرِيقِ الْمُسْتَقِيمِ
“Istiqamah adalah keadaan lurus dan tetap berada di jalan yang lurus.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Perintah Istiqamah ditegaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an dalam beberapa ayat:
1. Surah Fushshilat [41]: 30
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka Istiqamah (komitmen) terhadap wahyu-wahyu Allah (Al-Qur'an) yang di turunkan kepada Malaikat Jibril, hendaknya mereka jangan takut, jangan sedih, dan berikan kabar gembira dengan surga yang dijanjikan Allah kepada mereka".
2. Surah Asy-Syura [42]: 15
فَلِذَٰلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ
“Beristiqamahlah sebagaimana engkau diperintahkan, maksudnya tetaplah pada dakwah kepada Allah sebagaimana engkau berada saat ini.”
3. Surah al-Jinn [72]: 16
وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا
“Seandainya mereka istiqamah di atas jalan itu, maksudnya agama Islam dan ketaatan kepada Allah.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dari beberapa Hadits, Baginda Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga mendefinisikan bahwa Istiomah adalah:
Hadits 1
عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ، ثُمَّ اسْتَقِمْ.
“Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqāmahlah.” (HR. Muslim, no. 38)
Hadits 2
إِسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا
“Beristiqamahlah kalian, namun kalian tidak akan mampu (sempurna melakukannya).” (HR. Ahmad, no. 22176; Ibnu Majah, no. 3972)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Para Sahabat Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga menjelaskan tentang Istiqamah.
1. Abu Bakr Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu meriwayatkab dalam Tafsir Al-Qur'an Al-‘Azhim (juz 7, hlm. 166), karya Ibnu Katsir:
قَالَ أَبُو بَكْرٍ: الِاسْتِقَامَةُ أَنْ لَا تُشْرِكَ بِاللَّهِ شَيْئًا
Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu berkata: “Istiqamah adalah tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.”
Dalam Kitab Ma‘alim At-Tanzil (juz 7, hlm. 123), karya Al-Baghawi, Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu berkata tentang Istiqamah:
الِاسْتِقَامَةُ أَنْ تَسْتَقِيمَ عَلَى الْأَمْرِ وَالنَّهْيِ وَلَا تَرُوغَ رَوْغَانَ الثَّعْلَبِ
“Istiqamah ialah tetap teguh di atas perintah dan larangan Allah tanpa berpaling seperti rubah.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Para Tabi‘in menjelaskan tentang pentingnya Istiqamah
1. Al-Ḥasan Al-Bashri (w. 110 H), menjelaskan Istiqamah Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dalam Tafsir Ibn Abi Hatim (juz 10, hlm. 3302):
ِإِسْتَقَامُوا عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ، فَلَمْ يَرْغَبُوا عَنْهَا إِلَى غَيْرِهِ
“Mereka istiqamah di atas ketaatan kepada Allah, tidak berpaling darinya kepada selain-Nya.”
2. Mujahid (w. 104 H), menjelaskan tentang Istiqamah Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Jami‘ Al-Bayan (juz 24, hlm. 73):
إِسْتَقَامُوا عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ حَتَّى مَاتُوا
“Mereka beristiqamah di atas ketaatan kepada Allah hingga mereka wafat.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Para Tabi‘ut Tabi‘in, seperti Sufyan Ats-Tsauri (w. 161 H) juga menjelaskan tentang Istiqamah, Diriwayatkan oleh Abu Nu‘aim dalam Ḥilyat Al-Awliya (juz 6, hlm. 390):
الِاسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ
“Istiqamah lebih baik daripada seribu karamah.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Para Ulama' terkemuka Ahlussunah Wal Jamaah juga menjelaskan pentingnya Istiqamah.
1. Imam Al-Qusyairi (w. 465 H) dalam Kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah, hlm. 86:
الِاسْتِقَامَةُ مَقَامٌ عَظِيمٌ، بِهَا تَكْمُلُ أَحْوَالُ الْعَبِيدِ وَتَتِمُّ أُمُورُهُمْ
“Istiqamah adalah maqam yang agung; dengan istiqamah keadaan para hamba menjadi sempurna dan urusan mereka terselesaikan.”
2. Imam Al-Ghazali (w. 505 H) dalam Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin (juz 4, hlm. 424):
الِاسْتِقَامَةُ أَنْ يَكُونَ الْبَاطِنُ كَالظَّاهِرِ فِي الِالْتِزَامِ بِالطَّاعَةِ
“Istiqamah ialah kesesuaian antara batin dan lahir dalam komitmen ketaatan kepada Allah.”
3. Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Kitab Syarḥ Shahih Muslim (juz 2, hlm. 98):
الِاسْتِقَامَةُ هِيَ الِاعْتِدَالُ فِي الطَّاعَةِ عَلَى دِينِ اللَّهِ
“Istiqamah adalah keseimbangan dan keteguhan dalam ketaatan di atas agama Allah.”
4. Ibnu ‘Atha’illah As-Sakandari (w. 709 H) dalam Kitab Al-Ḥikam Al-‘Atha’iyyah, hikmah no. 20:
كُنْ رَجُلَ الِاسْتِقَامَةِ، وَلَا تَكُنْ رَجُلَ الْكَرَامَةِ، فَإِنَّ نَفْسَكَ مُتَحَرِّكَةٌ فِي طَلَبِ الْكَرَامَةِ وَرَبُّكَ يَطْلُبُ مِنْكَ الِاسْتِقَامَةَ
“Jadilah orang yang beristiqamah, bukan pemburu karamah; sebab nafsumu mencari karamah, sementara Tuhanmu menuntut istiqamah darimu.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Istiqamah adalah salah satu tonggak yang sangat penting bagi sebuah bangsa atau umat agar bisa berjaya, menempati posisi yang mulia dan memimpin lajunya peradaban dunia. Suatu umat atau sebuah bangsa yang kehilangan permata istiqamah ini akan kehilangan arah dan mudah dikalahkan oleh musuh-musuhnya. Karena dengan hilangnya istiqamah, moral akan rusak, perbuatan keji dan hina akan menyebar, kerusakan akan merajalela, kekacauan akan merata dan umat akan dihantui oleh rasa hasud, dengki dan permusuhan. Sebaliknya istiqamah akan memberikan buah yang manis di tengah-tengah umat yang berpegang teguh dengannya. Seorang warga atau individu yang istiqamah akan hidup tenang, damai, taat dan tunduk kepada Allah, tidak menyakiti orang lain, bersabar ketika disakiti orang lain, selalu berperan serta dalam melakukan perbaikan-perbaikan di tengah masyarakat dan membimbing orang yang tersesat ke jalan yang benar.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Jadi istiqamah adalah suatu keniscayaan bagi setiap individu dari sebuah umat atau bangsa, lebih-lebih para pemimpin. Pemimpin dalam skala besar ataupun kecil. Pemimpin dalam lingkup yang luas ataupun unit yang paling kecil. Mulai dari pemimpin suatu negara, pemimpin daerah, pemimpin perusahaan, sampai kepala rumah tangga.
Imam Rifa’i pernah menyatakan:
اِسْتَقِمْ بِنَفْسِكَ يَسْتَقِمْ بِهَا غَيْرُكَ، كَيْفَ يَكُوْنُ الظِّلُّ مُسْتَقِيْمًا وَالْعُوْدُ أَعْوَجُ
“Istiqamahkan dirimu maka orang lain akan menjadi istiqamah karenamu, bagaimana mungkin bayangan sebuah benda akan lurus jika bendanya bengkok?”
Oleh karenanya sebuah komunitas, perkumpulan atau institusi apa pun yang berharap baik dan merindukan kesuksesan dan kejayaan haruslah dimulai dari istiqamah pemimpinnya. Jika pemimpin dan yang dipimpin istiqamah, guru dan murid istiqamah, suami dan istri istiqamah, direktur dan karyawan istiqamah, pejabat dan rakyat istiqamah dan seluruh lapisan masyarakat di semua bidang dan lini senantiasa istiqamah, maka kebaikan dan kesalehan akan merata di tengah masyarakat kita.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita selalu istiqamah di jalan Allah meski zaman berubah, walaupun tahun telah berganti. Kita manfaatkan masa-masa hidup yang sementara ini untuk taat kepada Allah. Kehidupan kita di dunia ini adalah nikmat yang harus disyukuri dengan berupaya meraih kebaikan dunia dan akhirat. Kita diberi amanah berupa nikmat waktu, agar kita beramal tanpa ditunda-tunda lagi, tanpa kebingungan dan kehilangan arah. Hari-hari kita hidup di dunia, itulah umur kita. Orang yang tidak memanfaatkan umurnya maka umur itu yang akan melindasnya tanpa ia bisa meraih apa pun dari kehidupan yang fana ini. Al-Hasan al-Bashri pernah mengatakan:
ابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ، ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai manusia, engkau tidak lain adalah hari-hari yang terus berjalan, setiap lewat suatu hari maka sebagian dari dirimu telah hilang dan lenyap.”
Bahkan al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi sangat menyayangkan waktu yang berlalu begitu saja hanya untuk makan. Ia mengatakan:
“Waktu yang sangat aku sayangkan pergi begitu saja adalah saat aku makan.”
Kita mungkin tidak bisa mencapai tingkatan beliau. Tapi setidaknya apa yang beliau sampaikan menjadi cambuk bagi kita untuk selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita terus istiqamah. Kita rawat dan jaga keimanan kita dari hal-hal yang merusak dan memutuskannya. Kita konsisten dalam taat kepada Allah. Ketaatan kepada Allah adalah cahaya di alam kubur, penyelamat di atas jembatan shirath di hari kemudian dan keberuntungan di hari kebangkitan.
Marilah kita berdoa di hari yang penuh barakah ini. Mudah-mudahan kita dianugerahi kemampuan oleh Allah untuk istiqamah, melakukan semua jenis kebaikan dan menjauhi segenap dosa dan kemaksiatan di sepanjang kehidupan. Sehingga kita menjadi insan-insan yang saleh dan layak menjadi pilar-pilar masyarakat madani yang kita cita-citakan. Marilah kita berdoa dengan doa Imam al-Hasan al-Bashri:
اَللّٰهُـمَّ أَنْتَ رَبُّنَا فَارْزُقْنَا الْاسْتِقَامَةَ
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhan kami, maka karuniakanlah kepada kami istiqamah di jalan-Mu.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُـمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ