Bethel International Church - BIC Den Haag

Bethel International Church - BIC Den Haag Reviving Europe through prayers, praise and worship, and discipleship.

Bethel International Church (BIC) Den Haag
Sunday Service at Robijnhorst 197, 2592 TS Den Haag, Netherlands
From 10AM to 12PM
Call +31 6 43238233

Yuk bergabung bersama memuji Tuhan....
06/01/2026

Yuk bergabung bersama memuji Tuhan....

Follow us!
31/10/2021

Follow us!

*King's Sword*Kamis, 23 September 2021Bacaan Setahun:Luk 23:26-56Pkh 10-12Via Audio:https://youtu.be/wxpZumHT19Yhttps://...
23/09/2021

*King's Sword*
Kamis, 23 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 23:26-56
Pkh 10-12

Via Audio:
https://youtu.be/wxpZumHT19Y
https://youtu.be/dJ25NxFsWm8
https://youtu.be/DUjspjlPAT4
https://youtu.be/-UqImU4_00g

*GIANNIS YANG MANIS*

“_Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal_” Ayub 42:2

Setiap orang memiliki kehidupan yang berbeda. Jalan kehidupan setiap orang juga berbeda. Kita tak dapat menilai kehidupan seseorang dari masa lalunya. Bahkan kita juga tak berhak mengambil kesimp**an tentang kehidupan semua orang berdasarkan kebiasaan masa lalunya. Mengapa demikian? Sebab setiap orang diberi kesempatan oleh TUHAN untuk berubah. Selama kita masih hidup, masih ada kesempatan untuk berubah. Demikian p**a dengan seorang pria yang bernama Giannis Antetokounmpo. Mungkin sebagian besar dari anda tidak mengenal dia. Giannis yang lahir di Athena, Yunani pada tanggal 6 Desember 1994 adalah seorang pebasket setinggi 2,11 meter berkebangsaan Yunani dan memenangkan NBA Championship 2021 bersama Milwaukee Bucks. Apa yang bisa kita pelajari dari kehidupan Giannis ini?

Mari kita belajar dari kehidupan Giannis. Yang pertama, masa lalu bukan penentu masa depan. Masa kecil Giannis dihabiskan dengan perihnya kehidupan di bawah garis kemiskinan. Ia pernah merasakan kelaparan saat menjalani kehidupan di Yunani. Orang tua Giannis adalah imigran dari Nigeria yang tinggal di Yunani. Bersama kakaknya yang bernama Thanasis, ia harus membantu ekonomi keluarga sejak masa kecil mereka dengan menjual jam tangan, tas dan kacamata di pinggir jalan. Upaya mereka berdua rupanya tidak terlalu membantu ekonomi keluarganya. Ada saatnya mereka mengalami kelaparan karena tidak ada makanan di rumah mereka, bahkan harus menjual barang yang ada di rumah agar mereka sekeluarga bisa makan. Keadaan mereka diperparah karena adanya xenophobia (ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain atau yang dianggap asing) di Yunani saat itu. Apakah mereka tetap hidup dalam kemiskinan? Tentu tidak.

Yang kedua, selalu ada kesempatan untuk berubah. Ternyata ada kelebihan yang menjadi sarana mereka keluar dari kemiskinan. Giannis yang memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih tinggi di atas rata-rata membuatnya berkenalan dengan dunia olahraga. Awalnya ia bermain sepakbola. Namun pada tahun 2008 di usia 13 tahun, Giannis ditemukan oleh Spiros Velliniatis yang merupakan pelatih basket dari tim lokal Filathlitikos untuk menjadi pemain bola basket. Karir Giannis mulai menanjak sehingga ia masuk tim senior di klub basket di Filathlitikos (2011-2013). Pada awal musim pertandingan NBA tahun 2013, Milwaukee Bucks merekrutnya pada NBA Draft. Sekalipun Giannis tidak memiliki kewarganegaraan sejak masa kecil, namun akhirnya ia mendapatkan surat kewarganegaraan Yunani sebelum ia direkrut oleh Bucks. Mari belajar melihat masalah kehidupan sebagai kesempatan untuk mengubah kehidupan kita. Yang ketiga, pertahankan dan kembangkan kehidupan yang benar. Di tahun 2013 keadaan Giannis belum seperti sekarang di mana ia meraih juara NBA 2021 dan menjadi MVP Regular Musim dan MVP Final serta pemain bertahan terbaik. Saat itu ia masih harus berjalan atau berlari dari tempat tinggalnya di Lake Drive sejauh 11 km untuk berlatih dan bertanding basket di Bradley Center karena keuangannya masih minim sekali. Saat ini kontrak barunya di Bucks bernilai Rp 661 Miliar per tahun atau Rp 3,3 Triliun untuk 5 tahun (2020-2025). Banyak orang mulai mengenal Giannis yang manis dan berjuluk '_Greek Freak_' ini. Apa yang menjadi kelebihan dan nilai positif dalam hidup anda? Pertahankan, kembangkan dan maksimalkan dengan benar dari sekarang. (DW)

Question:
1. Apakah anda sudah mengenali kelebihan dan kekurangan anda?
2. Mengapa kita harus mengembangkan dan memaksimalkan dengan benar kelebihan kita?

Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau mengembangkan dan memaksimalkan kelebihan dalam hidupnya.

Kingdom Quote:
_Masa lalu bukanlah penentu kehidupan masa depan kita_.

PENGKHOTBAH 12 - Audio Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan BaruSumber Audio: https://audio.sabda.orgIlustrasi Gambar : https://holyordinary.blogs.cor.org/is-...

*King's Sword*Rabu, 22 September 2021Bacaan Setahun:Luk 23:1-25Pkh 7-9Via Audio: https://youtu.be/73QIY1oPAZAhttps://you...
22/09/2021

*King's Sword*
Rabu, 22 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 23:1-25
Pkh 7-9

Via Audio:
https://youtu.be/73QIY1oPAZA
https://youtu.be/KA3Bgs5KAZA
https://youtu.be/k5cDe7EcAZA
https://youtu.be/RZRjPluGTRY

*CORONA, UJIAN ATAU AZAB*

“_Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia
sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri_.” Galatia 6:2-3

Bencana alam ataupun wabah, seringkali menunjukkan wajah asli 'siapa diri kita sebenarnya' Saat wabah Covid merebak sekarang ini, kita bisa melihat banyak orang mengumpulkan makanan, atau obat- obatan secara berlebihan. Lalu mulai terjadi perilaku mencari kesempatan di dalam kesempitan, yaitu mengambil keuntungan di saat orang lain mengalami kesusahan. Sebuah refleksi naluri sifat manusia berdosa yang mempertahankan kehidupan secara egois. Manusia terlupa dan kehilangan rasa 'kemanusiaannya' padahal Yesus mengajarkan 'kasihi sesamamu seperti dirimu sendiri' sebagai hukum yang utama.
Mengapa perilaku menolong tanpa pamrih, justru ditunjukkan oleh orang 'Samaria', yaitu pedagang atau profesional yang sama sekali tak terpandang dan yang tak berjubah agama? (Seperti cerita perumpamaan Yesus tentang orang Samaria yang baik hati).

Benarkah agama justru membutakan nurani kita? Benarkah kita merasa bahwa akibat taat beribadah kita telah memperoleh Sorga, sehingga tak perlu berkorban bagi sesama? Bukankah kita sedang menipu diri sendiri? Sorga apa yang sedang kita perjuangkan jika saat hidup di dunia 'egois dan tak dapat merasakan penderitaan orang lain'. Sorga macam apa yang sedang kita perjuangkan, kalau kita yang sedang mengalami bencana kita katakan 'ujian', sedang kalau bencana di alami orang lain kita bilang 'azab'. Bukankah bencana alam tak mengenal agama, seperti juga matahari bersinar cerah tak memilih tempat, apakah itu kota maksiat atau kota suci.

Bencana alam dan wabah pandemi Covid-19, seharusnya menyatukan kita yang sering membedakan antara Kita dan Mereka Ataupun Aku dan Kamu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, bukannya sekadar toleransi, tapi budaya asli Sorga.

Di tengah wabah dan bencana, bisakah kita manusia melahirkan budaya Sorga, yaitu berkorban dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri? Dan mencampakkan budaya dan agama, yang melabeli antara siapa yang menerima azab dan siapa yang menerima ujian, karena hal ini mendorong kita mengutuki dan tak perlu menolong yang 'terazab'. Sesungguhnya melabeli orang lain terkena 'azab' adalah tipuan cerdas iblis yang menyamar sebagai malaikat terang, yaitu mengilhami budaya egois yang berasal dari neraka. Anda mengerti? (DD)

Question:
1. Bagaimana menurut Anda apakah pandemi Corona adalah Azab (hukuman) Allah ?
2. Hal apa yang seharusmya kita pratekkan saat ini?

Values:
Mengambil kesempatan di atas kesempitan yaitu di atas kesusahan orang lain adalah jelas bukan budaya Kerajaan Sorga.

Kingdom Quote:
_Di tengah bencana kita bisa menjumpai, manusia pengirim berkat berhati malaikat, atau manusia egois berhati iblis_.

PENGKHOTBAH 9 - Terjemahan Baru Alkitab SuaraSumber Audio: https://audio.sabda.orgIlustrasi Gambar : https://news.nationalgeographic.com/news/2010/07/100727-...

*King's Sword*Selasa, 21 September 2021Bacaan Setahun:Luk 22:47-71Pkh 4-6Via Audio:https://youtu.be/fdBURsgiRz4https://y...
21/09/2021

*King's Sword*
Selasa, 21 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 22:47-71
Pkh 4-6

Via Audio:
https://youtu.be/fdBURsgiRz4
https://youtu.be/Dr3xN1xk_cQ
https://youtu.be/jv84S-8taTc
https://youtu.be/NRUyecOg8S0

*HIPNOTIS*

“_Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah_.” Markus 14:38

Seringkali kita mendengar berita kejahatan, yang korbannya mengaku ditipu dengan cara dihipnotis, atau biasa disebut gendam. Menurut berita tersebut, hanya dengan sekali tepuk maka apapun yang diminta sang penipu akan diberikan. Uang, kalung, cincin, handphone dan semua perhiasan 'raib' karena diberikan sendiri. Apakah hal ini bisa terjadi juga pada Warga Kerajaan Sorga di bumi?

Secara sederhana, hipnotis dalam keilmuan ilmiah (bukan ilmu sihir) dapat diartikan sebagai pemberian sugesti melalui alam bawah sadar seseorang. Sugesti tersebut bisa begitu kuat sehingga orang yang terpengaruh hipnotis bisa menggerakkan bagian tubuhnya tanpa sadar. Sebab hipnotis mempengaruhi bagian otak yang memproses pergerakan tubuh. Akibat dari hipnotis, bagian otak yang seharusnya memerintahkan pengerakan tubuh mengabaikan input, dan justru mendengarkan perintah dari pemberi perintah hipnotis.

Berikut adalah tips yang membuat Warga Kerajaan terhindar dari kejahatan menggunakan hipnotis. Yang pertama, percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya, karena seluruh proses hipnotis adalah proses “self hypnosis” (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penghipnotis. Percayalah bahwa Tuhan bersama Anda, dan perlindungan Tuhan selalu ada. Jangan biarkan diri Anda takut terhadap hipnotis jalanan. Yang kedua, waspadalah pada orang yang baru Anda kenal dan berusaha mendekati Anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif, melalui pembicaraan yang menarik perhatian. Biasanya seputar sesuatu yang Anda inginkan di alam bawah sadar Anda, seperti memiliki uang lebih banyak dengan cepat, atau memiliki barang yang bagus, dan sebagainya.

Yang ketiga, jangan biarkan pikiran Anda kosong, karena pada saat pikiran kosong (bengong), bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti. Yang keempat, hilangkan kebiasaan latah! karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Kelima, hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni Anda tanpa suatu hal yang jelas, kadang hipnotis dilakukan secara berkelompok, seolah-olah saling tidak mengenal. Terakhir, jika Anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segera perintahkan diri Anda agar sadar dan normal kembali, dengan berkata, “Saya sadar dan normal sepenuhnya!”.
Waspadalah, sebab penderitaan kadang datang karena kecerobohan kita yang tidak berjaga-jaga dan berdoa! (JB)

Question:
1. Menurut Anda, apakah Warga Kerajaan Allah dapat dipengaruhi oleh hipnotis?
2. Apa tindakan Anda supaya tidak dapat dipengaruhi oleh hipnotis?

Values:
Waspada dan tidak “mudah percaya” akan menghindari Anda dari segala macam penipuan.

Kingdom Quote:
_Hipnotis dapat bekerja jika orang yang dihipnotis “mudah percaya” atau mau melakukan perintah tanpa pertimbangan_.

PENGKHOTBAH 6 - Audio Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan BaruSumber Audio: https://audio.sabda.orgIlustrasi Gambar : https://holyordinary.blogs.cor.org/is-y...

*King's Sword*Senin, 20 September 2021Bacaan Setahun:Luk 22:24-46Pkh 1-3Via Audio:https://youtu.be/crBHpcIsN9Ehttps://yo...
20/09/2021

*King's Sword*
Senin, 20 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 22:24-46
Pkh 1-3

Via Audio:
https://youtu.be/crBHpcIsN9E
https://youtu.be/2WZ4PVv68Gg
https://youtu.be/ydUmSsmPcXM
https://youtu.be/eoFNcTFQFzo

*PENGHARAPAN ESKATOLOGIS*

_Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberi keadilan kepada orang- orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!_ Mazmur 72:2-4

Salah satu jenis mazmur yang harus kita pahami adalah yang kita sebut dengan mazmur mesianis. Mazmur ini menubuatkan tentang kedatangan Sang Raja dengan kerajaan-Nya di muka bumi ini dan keagungan kerajaan-Nya yang kekal dan tak terkalahkan. Di sepanjang mazmur ini terdapat gambaran mengenai seorang raja yang ideal, dengan demikian mazmur ini memiliki makna mesianis. Dalam tradisi penafsiran Yahudi maupun Kristen yang terpengaruh oleh nubuat-nubuat dalam kitab Yesaya, juga Mazmur 9:5; 11:1 dst; Zakharia 9:8 dst. Mazmur 72 ini merupakan lambang raja Mesias di masa mendatang, yang masa pemerintahan-Nya dilukiskan sebagai masa keadilan, kejujuran, damai dan kemakmuran berlimpah serta kesejahteraan umat-Nya. Apabila bangsa Israel dalam Perjanjian lama mempunyai pengharapan mesianis yaitu akan kehadiran Mesias, dan kita tahu bahwa Sang Mesias telah hadir yaitu Yesus Kristus yang telah mereka salibkan. Mereka menolak Sang Mesias. Sementara kita sudah menerima kehadiran Sang Mesias, namun kita juga menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali. Inilah yang kita kenal dengan pengharapan eskatologis. Paulus kerapkali berbicara tentang kedatangan Kristus yang kedua kali dan
menjadi pengharapan serta penghiburan bagi kita semua.

Paulus menuliskan suratnya kepada jemaat di Tesalonika, “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (1 Tesalonika 4:14-18).
Mari kita letakkan pengharapan kita kepada masa depan kita bersama dengan Kristus.

Kalaupun saat ini kita menghadapi berbagai penderitaan selalu arahkan pandangan kita jauh ke depan kepada Kristus yang akan datang menjemput kita. Dan untuk saat ini kita menikmati penyertaan-Nya dan kebaikan-Nya. (DH)

Question:
1. Mengapa kita perlu memiliki pengharapan eskatologis?
2. Bagaimana caranya kita memiliki pengharapan ini?

Values:
Kedatangan Kristus adalah sebuah kepastian yang tak terbantahkan.

Kingdom Quote:
_Orang Kristen normal pasti akan terhibur dan dikuatkan manakala mengingat akan kedatangan Tuhan yang kedua kali_.

PENGKHOTBAH 3 - Audio Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan BaruSumber Audio: https://audio.sabda.orgIlustrasi Gambar : https://holyordinary.blogs.cor.org/is-y...

*King's Sword*Minggu, 19 September 2021Bacaan Setahun:Luk 22:1-23Amsal 30-31Via Audio:https://youtu.be/fdBURsgiRz4https:...
19/09/2021

*King's Sword*
Minggu, 19 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 22:1-23
Amsal 30-31

Via Audio:
https://youtu.be/fdBURsgiRz4
https://youtu.be/r-9vLha3SyA
https://youtu.be/lGke54RGC-o

*BERJALAN DI ATAS AIR*

“_Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air_.” Matius 14:25

_Salah satu kisah menarik mengenai mujizat yang dilakukan Yesus ketika Ia hidup di bumi adalah kisah ketika Ia berjalan di atas air. Kisah ini dicatatkan dalam kitab Matius, Markus dan Yohanes, namun yang lebih detail menceritakannya adalah kitab Matius. Kisah ini terjadi persis setelah Tuhan mengadakan mujizat pelipatgandaan, yaitu memberi makan lima ribu orang laki-laki_ (Matius 14:13-21).

Sudah menjadi kebiasaan dari Yesus bahwa Ia selalu menyempatkan diri untuk berdoa seorang diri, sementara murid-murid-Nya telah Ia suruh untuk pergi mendahului-Nya. Ini menunjukkan bahwa betapa Ia sangat menghargai waktu khusus untuk bisa berdoa kepada Allah Bapa seorang diri tanpa gangguan, bahkan sampai malam hari. Setelah selesai berdoa barulah Yesus mendatangi murid-murid-Nya yang saat itu masih berada di perahu di tengah danau.
Perahu murid-murid-Nya saat itu dalam keadaan yang tidak mengenakkan karena sedang diombang-ambingkan oleh gelombang akibat angin sakal, yaitu angin yang bertiup dari arah berlawanan dengan arah kapal, maksudnya dari arah haluan kapal, sehingga menyebabkan kapal tidak dapat maju. Lalu Yesus mendatangi mereka dengan berjalan di atas air, namun murid-murid- Nya menyangka Yesus sebagai hantu sampai mereka berteriak ketakutan. Yesus pun menenangkan mereka dengan menyatakan siapa diri-Nya dan agar mereka jangan takut.

Petrus kemudian merasa tertantang bahwa jika itu benar gurunya maka ia pasti juga bisa berjalan di atas air seperti gurunya. Ia pun berseru agar Yesus menyuruhnya berjalan di atas air. Lalu Yesus menyuruh Petrus untuk mendatangi-Nya. Awalnya Petrus sempat menjejakkan kakinya dan berjalan di atas air, namun karena tiupan angin Petrus kembali menjadi takut dan mulai tenggelam. Untung saja ia sempat berseru minta pertolongan kepada Yesus, dan Yesus pun mengulurkan tangannya sehingga mereka bisa kembali naik ke perahu, lalu angin pun menjadi reda.

Dari kisah ini kita dapat memetik beberapa pelajaran penting, yaitu: pertama, kita harus selalu memiliki waktu khusus untuk bisa berdoa kepada Allah Bapa seorang diri tanpa gangguan. Seberapa hebat mujizat yang Yesus lakukan, Ia selalu pasti akan pergi berdoa sendirian, karena Ia tahu lewat doa Ia sedang membangun hubungan dengan Allah Bapa sang empunya mujizat. Kedua, kadang ketika sedang melakukan perintah Tuhan kita harus juga menghadapi “angin sakal”, yang membuat hidup kita tidak enak. Namun kita harus tahu bahwa Tuhan selalu hadir dan tidak pernah meninggalkan kita. Kehadiran-Nya membawa ketenangan di tengah badai.

Ketiga, sekalipun murid-murid Yesus selalu bersama Yesus, ternyata saat dalam badai dan kegelapan mereka menyangka Yesus sebagai hantu, sehingga Yesus kemudian menyatakan siapa diri- Nya. Kita butuh keintiman dengan Tuhan sehingga dalam keadaan badai sekalipun kita tetap tahu bahwa Ia hadir dan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Keempat, sebagaimana yang dialami Petrus, ketika kita harus melakukan sesuatu yang mustahil, seperti berjalan di atas air, akan ada angin yang bertiup yang membuat kita menjadi bimbang. Janganlah kita menjadi bimbang, tetapi pandanglah kepada Yesus agar kita tetap percaya kepada-Nya. Hanya dengan percaya saja maka kita dapat melakukan apa yang Ia perintahkah sekalipun nampak mustahil. Amin! (YMH)

Question:
1. Pernahkan saat melakukan perintah Tuhan Anda merasa sendirian terombang-ambing dalam badai?
2. Kapan Anda merasakan kehadiran Yesus yang menenangkan Anda?

Values:
Warga Kerajaan Allah yang sejati adalah pribadi yang siap untuk melakukan perintah sang Raja sekalipun harus melewati laut yang bergelombang.

Kingdom Quote:
_Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”_ (Matius 14:27)

AMSAL 31 - Terjemahan Baru Alkitab SuaraSumber Audio: https://audio.sabda.orgIlustrasi Gambar : https://news.nationalgeographic.com/news/2010/07/100727-who-w...

*King's Sword*Sabtu, 18 September 2021Bacaan Setahun:Luk 21:20-38Amsal 27-29Via Audio:https://youtu.be/sN9Qypl68f4https:...
18/09/2021

*King's Sword*
Sabtu, 18 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 21:20-38
Amsal 27-29

Via Audio:
https://youtu.be/sN9Qypl68f4
https://youtu.be/H8Zbd1r33UY
https://youtu.be/1b3VYECpNnE
https://youtu.be/Qv_VV1JDsDQ

*_NGONO YO NGONO NING OJO NGONO_*

“_Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah_.” 1 Korintus 8:9

Pernahkah Anda mendengar kalimat “_ngono yo ngono ning ojo ngono_” ini adalah ungkapan yang populer dalam bahasa Jawa yang arti hurufiahnya adalah: begitu ya begitu tetapi jangan begitu. Artinya kira-kira adalah “boleh kau lakukan itu tetapi jangan keterlaluan“. Misalnya ada seorang Ibu yang sudah berumur setengah abad lalu ikut mode mengikuti model anak muda saat ini, pakai hotpans pendek dengan model sobek-sobek, atau pakai baju yang pusarnya kelihatan. Ketika seorang melihat hal ini merasa risih, maka ia akan berkata “_ngono yo ngono ning ojo ngono_“, artinya mengikuti model yang modern boleh saja tapi ya jangan keterlaluan.

Sebenarnya kalimat ini sangat relevan dipakai di kalangan Kristen, mengapa? Karena bagi orang Kristen tak ada hukum “Hitam Putih“, semua tergantung pada tujuan dan motivasinya. Ukuran “boleh dan tidak” untuk hal tertentu relatif, contoh tak ada makanan yang haram dan halal, semua boleh asal itu bermanfaat. Apalagi cara berpakaian, asal dalam batas kesopanan, semua sah-sah saja.
Beberapa waktu lalu ramai dibicarakan perihal “_pastor in style_“. Diawali pengamatan cara berpakaian para pendeta yang memakai pakaian dan asesoris super mahal. Gaya berpakaian pendeta ini secara diam- diam diambil dari instagram mereka, lalu diupload di sebuah instagram khusus yang diberi nama “_pastor in style_“. Segera terjadi hiruk pikuk tanggapan dan kebanyakan adalah tanggapan negatif, yang intinya adalah mempertanyakan apakah pantas seorang pendeta atau istri pendeta memakai, baju, tas, sepatu atau jam tangan mahal bak para selebritis, yang harganya bisa puluhan sampai ratusan juta? Bagi saya jawaban yang tepat adalah “_ngono yo ngono ning ojo ngono_“, senada dengan ayat Firman: “_Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!_” (Roma 14: 19-20)

Berdasarkan ayat Firman ini, segala sesuatu suci namun jika gaya hidup kita (makanan atau pakaian) tidak mendatangkan damai sejahtera, dan menjadikan orang yang lemah imannya jadi tersandung, maka sebaiknya gaya hidup orang Kristen “tidak gemerlapan”. Lalu kalau ditanya batasannya apa? Jawabnya “_ngono yo ngono ning ojo ngono_“. Anda mengerti? (DD)

Question:
1. Bagaimana pendapat anda dengan gaya berpakaian '_pastor in style_'?
2. Apa batasan tidak menjadi 'batu sandungan'?

Values:
Walau tidak sejaman, sebagai warga Kerajaan kita harus mengikuti teladan sang Raja dan para rasul-Nya.

Kingdom Quote:
_Kehidupan yang bernilai tidak ditentukan oleh nilai dari busana yang kita pakai_.

AMSAL 29 - Terjemahan Baru Alkitab SuaraSumber Audio: https://audio.sabda.orgIlustrasi Gambar : https://news.nationalgeographic.com/news/2010/07/100727-who-w...

🇰 🇮 🇳 🇬 '🇸  🇸 🇼 🇴 🇷 🇩Kamis 16 September 2021Bacaan Setahun:Luk 20:27-47Amsal 22-24Via Audio:https://youtu.be/3ng_hgHKw-U...
16/09/2021

🇰 🇮 🇳 🇬 '🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Kamis 16 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 20:27-47
Amsal 22-24

Via Audio:
https://youtu.be/3ng_hgHKw-U
https://youtu.be/BO4cHUIUVa8
https://youtu.be/L5jMymMGIqk
https://youtu.be/nrXHL-_jY7E

*PASIEN YANG MENJENGKELmenj

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Yakobus 1:22

Saya punya teman semasa SMA dulu yang sudah jadi dokter spesialis penyakit dalam. Pada waktu kami ketemu di reuni tahun 2019 sebelum pandemi covid-19, dia bercerita kepada teman-temannya seperti berikut, ”Tahukah kamu, pasien yang paling menjengkelkan adalah pasien yang tidak mengikuti perintah-perintah dokter yang merawatnya”. Pasien semacam itu datang ke ruang praktek dokter dengan suatu keluhan, lalu minta diperiksa dan mendengarkan perintah dokter tentang apa yang harus ia lakukan supaya sembuh. Namun ia tidak melakukan diet yang dianjurkan dokter, tidak minum obat dan tidak menghindari hal-hal yang tidak boleh dilakukan atau dimakan. Tetapi bulan berikutnya, ia datang lagi dengan keluhan yang sama.
Demikian juga Tuhan mempunyai ”pasien-pasien yang menjengkelkan” yaitu orang-orang Kristen yang mendengar firman-Nya, mengerti, tetapi tidak melakukan. Seberapa seringnya kita menjadi seperti ”pasien-pasien yang menjengkelkan” itu? Beruntung sekali kita mempunyai Tuhan yang sangat panjang sabar, tetapi Ia juga tidak diam begitu saja melihat kita seperti itu. Ia tidak ingin melihat kita menjadi ”pasien yang terus menerus menjengkelkan”, sehingga Ia mendidik dan menghajar kita untuk kebaikan kita. ”Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?” (Ibrani 12:7-9)
Bapa menghajar dan mendidik kita, supaya kita menjadi anak yang taat dan bukan anak-anak gampangan. Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Karena itu marilah kita menjadi pasien atau anak yang taat, sehingga kita dapat menyenangkan hati Bapa, dengan melakukan segala firman-Nya, bukan hanya sekedar menjadi pendengar saja. Niscaya kita bisa turut mengambil bagian dalam kekudusan-Nya, amin. (AU)

Questions:
1. Sudahkah Anda hidup taat terhadap firman-Nya?
2. Ketaatan apa yang hari-hari ini Tuhan tuntut dalam hidup Anda? Bagaimana hasilnya?

Values:
Bapa menghajar dan mendidik kita, supaya kita menjadi anak yang taat dan bukan anak-anak gampangan.

*Ketaatan Anda terhadap perintah-Nya menyenangkan-Nya, dan itu diperhitungkan-Nya sampai kekekalan.*

AMSAL 24 - Terjemahan Baru Alkitab SuaraSumber Audio: https://audio.sabda.orgIlustrasi Gambar : https://news.nationalgeographic.com/news/2010/07/100727-who-w...

*King's Sword*Rabu, 15 September 2021Bacaan Setahun:Luk 20:1-26Amsal 19-21Via Audio:https://youtu.be/vEtC_WnJNtYhttps://...
15/09/2021

*King's Sword*
Rabu, 15 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 20:1-26
Amsal 19-21

Via Audio:
https://youtu.be/vEtC_WnJNtY
https://youtu.be/rjQRwov_Ebo
https://youtu.be/DTbKp7RlHoM
https://youtu.be/p1b-hSUXOmk

*TUHAN SUMBER KEMENANGAN*

Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukannya di Aram-Damsyik. Orang-orang Aram itu menjadi hamba Daud dan wajib memberikan upeti kepadanya. TUHAN memberikan kemenangan kepada Daud ke mana pun dia pergi…. Dia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom sehingga semua orang Edom menjadi hamba Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun dia pergi_” 1 Tawarikh 18:6, 13 (AYT)

Kalau kita membaca pasal ini maka 2 kali disebutkan bahwa Tuhan memberikan kepada Daud kemanapun dia pergi. Pertanyaannya adalah mengapa disebutkan kalimat ini bahkan sampai 2 kali?

Dalam gaya penulisan bahasa Ibrani maka pengulangan itu menunjukkan penekanan yang penting. Jika dikatakan bahwa Tuhan memberikan kemenangan kepada Daud kemanapun dia pergi sampai dua kali maka itu berarti bahwa dibalik kemenangan Daud ada Tuhan yang bekerja. Ada alasannya! Tentu saja, karena Daud adalah pilihan Tuhan dan ia adalah orang yang berkenan kepada Allah. Dan juga Allah telah mengikatkan diri-Nya pada perjanjian yang kekal dengan Dia bahwa keturunan-Nya yaitu Kristus akan duduk di tahta-Nya selamanya.

Amsal 21:31 berkata, “_Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN_.” Tangan yang diurapi diberkati serta dipimpin Tuhan akan menghasilkan kemenangan. Jangan bergantung kepada kecakapan, pengalaman diri sendiri atau orang lain karena suatu saat semuanya itu tidak akan bisa menolong. Bahkan uang yang selama ini menjadi andalan banyak orang menjadi tidak berdaya bahkan menghadapi virus kecil yang bernama Covid-19. Kalaupun orang yang mengandalkan duit mampu membeli rumah sakit, namun toh banyak yang tidak berdaya serta harus “berangkat” terlebih dahulu.

Karena itu andalkan dan libatkan Tuhan dalam setiap hal yang kita lakukan. Tangan-Nya yang perkasa akan memberikan kemenangan dalam hidup kita.

Sadarkah kita bahwa jika sampai saat ini kita masih hidup berjalan bersama Tuhan maka ada kalimat penting yang harus kita pahami bahwa kekuatan kita bukan dari diri kita tetapi dari Tuhan. Kita dimampukan di dalam anugrah-Nya untuk bertahan menghadapi badai kehidupan. Sebab Allah telah mengikatkan dirinya melalui Kristus yang mati di kayu salib dan bangkit buat kita maka Dia menyertai kita dan memampukan kita untuk menjalani kehidupan ini. Kiranya kita dikuatkan dengan kebenaran ini dan selalu semangat menjalani kehidupan kita. (DH)

Question:
1. Mengapa Daud selalu menang dalam peperangan?
2. Dalam peristiwa apakah Daud pernah mengalami kekalahan? Mengapa?

Values:
Orang yang hebat itu adalah yang tidak mengklaim bahwa kekuatannyalah yang melakukannya.

Kingdom Quote:
_Peperangan tanpa Tuhan adalah kekalahan mutlak._

Roma 10:17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.Yuk kita mendengarkan pembacaan Alkitab setiap hari.Follow atau add juga...

*King's Sword*Selasa, 14 September 2021Bacaan Setahun:Luk 19:28-48Amsal 16-18Via Audio:https://youtu.be/gv9vN08DXbMhttps...
14/09/2021

*King's Sword*
Selasa, 14 September 2021

Bacaan Setahun:
Luk 19:28-48
Amsal 16-18

Via Audio:
https://youtu.be/gv9vN08DXbM
https://youtu.be/vAITINGGALK
https://youtu.be/IDfTINGGALK
https://youtu.be/VMJibZNxvhE

*APA YANG KITA TINGGALKAN*
“_Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah_.” Filipi 1:21-22a

Akhir-akhir ini kita seringkali dikejutkan dengan berita duka. Entah itu dari keluarga dekat, keluarga jauh, teman, ataupun kenalan lainnya yang meninggal akibat terpapar virus covid 19. Mereka meninggal direntang usia yang menurut kita belum waktunya. Jangan tertipu dengan usia muda karena syarat mati tidak harus tua. Jangan p**a terpedaya dengan tubuh yang sehat karena syarat mati juga tidak mesti sakit. Saat renungan ini dibuat, saya juga sedang menjalani masa karantina akibat terpapar virus covid 19.

Kematian bisa saja menghampiri kita setiap saat karena di dunia ini tidak ada satupun yang pasti kecuali kematian. Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan kematian sebab sebagai milik Kristus kita sudah tahu pasti kemana setelah kita mati. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah apakah yang akan kita tinggalkan setelah kita mati? Kita bisa saja meninggalkan sebuah kenangan, namun kenangan hanya bersifat sementara. Mau berapa lama orang-orang yang kita kasihi, keluarga, teman ataupun sahabat yang berkabung meratapi kematian kita? Atau selama hidup kita berhasil membangun sebuah bangunan megah, perusahaan yang maju, gedung bertingkat bahkan sebuah monumen untuk mengenang jasa-jasa kita, semuanya bisa rusak, lapuk dan hancur.

Mungkin kita juga bisa meninggalkan begitu banyak warisan harta dan keuangan yang berlimpah, tetapi warisan harta dan keuangan jika tidak dikelola dengan baik bisa habis dalam sekejab. Jadi apa yang bisa kita tinggalkan?
Tidak salah kita mempersiapkan harta dan keuangan bagi keturunan kita agar mereka dapat melajutkan hidup ketika kita tinggalkan apalagi peranan kita adalah pencari nafkah utama di dalam keluarga. Pencapaian akhir kehidupan kita sebagai orang percaya adalah harus meninggalkan sebuah _legacy_ (warisan rohani), karena sebuah warisan rohani (_legacy_) akan diteruskan kepada anak dan cucu bahkan kepada keturunan-keturunan selanjutnya yang sifatnya kekal.

Warisan Rohani (_legacy_) yang bisa kita tinggalkan adalah nama baik, sebab nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas (Amsal 22:1). Nama baik dibangun dari perbuatan baik yang mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Ketika kita dengan sungguh-sungguh menjaga nama baik dan meninggikan nama Tuhan, maka hidup kita juga akan memunculkan sebuah karakter baik yang berdampak bagi generasi-generasi kita selanjutnya.

Salah satu contoh orang yang tercatat dalam Alkitab yang mampu meninggalkan warisan rohani yang baik bagi generasinya adalah Obed Edom. Obed Edom sehari-hari bertugas sebagai penjaga pintu gerbang, dalam terjemahan lain disebutkan sebagai Janitor (tukang bersih-bersih). Ia juga melayani sebagai pemusik lapis kedua Bait Allah sebagai pengiring nyanyian. Sekalipun di bidang- bidang yang sederhana, Obed Edom melakukan tanggung jawabnya dengan tekun dan setia sehingga Tuhan melihat kesetiaan dan kesungguhan hatinya.

Kehidupan Obed Edom sangat diberkati Tuhan bukan saja secara finansial, tetapi melalui kehidupannya, ia melahirkan keturunan yang adalah pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa dan dipercaya untuk memegang pemerintahan. Keturunannya adalah pemimpin-pemimpin yang penuh hikmat, kuasa, kasih karunia, kepandaian dan kekayaan dan mereka semua adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Anda mengerti? (RSN)

Question:
1. Apa yang sudah kita persiapkan sebagai warisan bagi generasi kita selanjutnya?
2. Siapa saja yang merasakan buah-buah dari hidup kita?
Values:

Pencapaian akhir kehidupan seseorang bukan dinilai seberapa banyak harta yang ditinggalkan, tetapi siapakah keturunan (jasmani/rohani) yang telah kita bina.
Kingdom Quote:
_Pencapaian akhir kehidupan kita sebagai orang percaya adalah harus meninggalkan sebuah legacy yang bersifat kekal.

AMSAL 18 - Audio Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan BaruSumber Audio: https://audio.sabda.orgIlustrasi Gambar : https://www.ucg.org ...

Adres

Robijnhorst 197
The Hague
2592TS

Openingstijden

10:00 - 12:00

Meldingen

Wees de eerste die het weet en laat ons u een e-mail sturen wanneer Bethel International Church - BIC Den Haag nieuws en promoties plaatst. Uw e-mailadres wordt niet voor andere doeleinden gebruikt en u kunt zich op elk gewenst moment afmelden.

Delen