20/06/2026
JEMAAT YANG TIDAK MAU MENGABDI
Salah satu fenomena yang sering ditemukan dalam gereja adalah banyak orang ingin dilayani, tetapi tidak banyak yang bersedia melayani.
Mereka setia hadir dalam ibadah. Mereka menikmati pujian dan penyembahan. Mereka mendengarkan khotbah. Mereka menerima perhatian dari gereja. Namun ketika diajak terlibat dalam pelayanan, jawabannya sering kali adalah, "Belum siap", "Tidak ada waktu", atau "Biar orang lain saja."
Padahal gereja tidak dibangun hanya oleh segelintir orang yang terus bekerja tanpa henti. Gereja bertumbuh ketika setiap anggota tubuh Kristus mengambil bagian sesuai dengan karunia dan kemampuannya.
Tentu tidak semua orang dipanggil menjadi pendeta, pengkhotbah, atau pemimpin pelayanan. Namun setiap orang percaya dipanggil untuk melayani. Ada yang melayani melalui doa. Ada yang melayani melalui kunjungan. Ada yang melayani anak-anak.
Ada yang melayani dalam musik, administrasi, kebersihan, multimedia, atau berbagai bidang lainnya.
Masalahnya, sebagian orang memandang gereja seperti tempat menerima pelayanan, bukan tempat mengabdikan diri. Mereka datang sebagai penonton, bukan sebagai bagian dari tubuh yang aktif bekerja.
Akibatnya, beban pelayanan sering kali hanya dipikul oleh orang-orang yang sama dari tahun ke tahun. Sementara banyak yang menikmati hasil pelayanan tanpa pernah terlibat di dalamnya.
Perlu diingat bahwa mengabdi kepada Tuhan bukanlah semata-mata kebutuhan gereja. Mengabdi adalah bagian dari pertumbuhan rohani orang percaya. Melalui pelayanan, kita belajar mengasihi, berkorban, bekerja sama, rendah hati, dan menggunakan karunia yang Tuhan percayakan.
Karena itu, pertanyaan yang perlu kita renungkan bukanlah, "Apa yang sudah gereja berikan kepada saya?" tetapi, "Apa yang dapat saya berikan bagi Tuhan dan tubuh Kristus?"
Sebab gereja yang sehat bukan hanya dipenuhi oleh jemaat yang datang untuk menerima, tetapi juga oleh jemaat yang dengan s**acita bersedia memberi diri untuk melayani.
"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." (1 Petrus 4:10)