SIB Petra Tawau

SIB Petra Tawau Pintu gereja akan dibuka pada 9.30 pagi. Ibadah bermula pada pukul 10.00 pagi-12.00 tengah hari.

10/09/2026

Teks: Ulangan 27: 17-19.
Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!
Terkutuklah orang yang membawa seorang buta ke jalan yang sesat. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!
Terkutuklah orang yang memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

Tema: Dosa-dosa yang melanggar perintah kedelapan.

✝️Kutuk Allah di sini dikenakan,

(1) Kepada seorang tetangga yang tidak adil yang menggeser batas tanah sesamanya (ay. 17 dan 19:14).

(2) Kepada seorang penasihat yang jahat, yang, ketika diminta nasihatnya, dengan maksud jahat mengarahkan temannya ke tempat yang dia ketahui akan berbahaya baginya, yang berarti membawa seorang buta ke jalan yang sesat, dengan berpura-pura menunjukkan jalan yang benar. Tidak ada hal lain yang lebih biadab atau lebih khianat daripada perbuatan itu (ay. 18). Barangsiapa menggoda orang lain untuk meninggalkan jalan Allah dengan menjauhi perintah-perintah-Nya, dan membujuk mereka kepada dosa, mendatangkan kutukan ini ke atas diri mereka sendiri, seperti yang telah dijelaskan oleh Juruselamat kita, jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang (Mat. 15:14).

(3) Kepada seorang hakim yang tidak adil, yang memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda, yang seharusnya dilindungi dan dibelanya (ay. 19). Orang-orang ini dianggap miskin dan tanpa teman, tidak ada untungnya berbuat baik kepada mereka, juga tidak ada ruginya mengabaikan mereka, dan karenanya para hakim bisa saja tergoda untuk berpihak kepada lawan-lawan mereka dengan melanggar kebenaran dan keadilan. Tetapi terkutuklah hakim-hakim yang demikian.



.KPR1:8.

10/09/2026

Teks: Ulangan 27: 20-25.
Terkutuklah orang yang tidur dengan isteri ayahnya, sebab ia telah menyingkapkan punca kain ayahnya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!
Terkutuklah orang yang tidur dengan binatang apa pun. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah atau anak ibunya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! Terkutuklah orang yang tidur dengan mertuanya perempuan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin Terkutuklah orang yang membunuh sesamanya manusia dengan tersembunyi. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin Terkutuklah orang yang menerima suap untuk membunuh seseorang yang tidak bersalah. Dan seluruh bangsa itu harus berkata: Amin!

Tema: Dosa² yang melanggar perintah.

✝️Dosa² yang melanggar perintah Ketujuh. Perzinahan antara sesama anggota keluarga adalah dosa yang terkutuk, dengan saudara perempuan, isteri ayah, atau mertua perempuan (ay. 20, 22-23). Kejahatan² ini tidak hanya memperhadapkan orang kepada pedang hakim (Im. 20:11), tetapi juga, yang lebih mengerikan lagi, kepada murka Allah. Demikian p**a dengan tidur dengan binatang (ay. 21).

✝️Dosa² yang melanggar perintah keenam. Dua macam pembunuhan yang paling kejam disebutkan secara khusus di sini:

(1) Pembunuhan yang tidak terlihat, yaitu ketika seseorang menyerang sesamanya bukan sebagai musuh yang seimbang, dengan memberinya kesempatan untuk membela diri, tetapi membunuhnya dengan tersembunyi (ay. 24), seperti dengan diracun atau dengan cara lain, ketika sesamanya tidak melihat siapa yang melukai dirinya. Lihat 8-9. Meskipun pembunuhan² yang tersembunyi seperti itu bisa jadi tidak pernah terungkap dan dijatuhi hukuman, namun kutuk Allah akan terus mengejarnya.

(2) Pembunuhan dengan dalih hukum, yang merupakan penghinaan terbesar kepada Allah, sebab hal yang demikian membuat ketetapan-Nya menjadi pelindung bagi para penjahat yang paling keji, dan merupakan kejahatan terbesar terhadap sesama kita, sebab hal tersebut menghancurkan kehormatannya dan juga hidupnya. Oleh karena itu, terkutuklah orang yang mau diupah atau disuap untuk menuduh, atau menyatakan bersalah, atau menghukum, dan dengan begitu untuk membunuh seseorang yang tidak bersalah (ay. 25 dan Mzm. 15:5).



.KPR1:8.

08/09/2026
Ibadah Umum SIB Petra TawauPimpin: Dkns. JeanKhotbah: Pst. Jail MGod bless
08/09/2026

Ibadah Umum SIB Petra Tawau
Pimpin: Dkns. Jean
Khotbah: Pst. Jail M

God bless

08/09/2026

Teks: Ulangan 27: 15-16.
Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan, suatu kekejian bagi TUHAN, buatan tangan seorang tukang, dan yang mendirikannya dengan tersembunyi. Dan seluruh bangsa itu haruslah menjawab: Amin! Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

Tema: Sekarang mari kita cermati dosa² tertentu apakah yg terhadapnya kutukan² dinyatakan di sini.

✝️Dosa-dosa yang melanggar perintah kedua. Pedang yang bernyala-nyala ini disiapkan pertama-tama untuk menjaga perintah tersebut (ay. 15). Di sini terkutuklah orang-orang yang tidak hanya menyembah patung-patung, tetapi juga yang membuat dan menyimpannya, jika patung-patung itu adalah seperti yang digunakan para penyembah berhala dalam beribadah kepada dewa-dewi mereka. Entah patung pahatan atau patung tuangan, semuanya sama saja, itu adalah suatu kekejian bagi TUHAN, meskipun patung itu tidak didirikan di tempat umum, melainkan di suatu tempat yang tersembunyi, meskipun patung itu tidak sungguh-sungguh disembah, tidak p**a dikatakan dirancang untuk disembah, tetapi disimpan di sana dengan hormat dan dengan demikian menjadi godaan terus-menerus. Orang yang berbuat demikian mungkin saja dapat terhindar dari hukuman manusia, tetapi dia tidak dapat luput dari kutukan Allah.

✝️Dosa-dosa yang melanggar perintah kelima (ay. 16). Penghinaan terhadap orangtua adalah dosa yang begitu keji hingga ditempatkan sesudah penghinaan terhadap Allah sendiri. Jika seseorang melecehkan orangtuanya, entah dengan perkataan atau perbuatan, dia bisa terkena hukuman seorang hakim, dan harus dihukum mati (Kel. 21:15, 17). Tetapi menghina mereka di dalam hatinya adalah hal yang tidak dapat diketahui oleh sang hakim, dan karenanya hal tersebut di sini ditempatkan di bawah kutuk Allah, yang mengenal hati. Terkutuklah anak-anak yang s**a mencemooh dan berperilaku kurang ajar terhadap orangtua mereka.



.KPR1:8.

07/09/2026

Teks: Ulangan 27:11-14.
Pada hari itu Musa memberi perintah kepada bangsa itu: "Sesudah kamu menyeberangi sungai Yordan, maka mereka inilah yang harus berdiri di gunung Gerizim untuk memberkati bangsa itu, yakni suku Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Yusuf dan Benyamin. Dan mereka inilah yang harus berdiri di gunung Ebal untuk mengutuki, yakni suku Ruben, Gad, Asyer, Zebulon, Dan serta Naftali. Maka haruslah orang-orang Lewi mulai bicara dan mengatakan kepada seluruh orang Israel dengan suara nyaring:

Tema: Kutukan-kutukan dari Gunung Ebal.

✝️Pada waktu hukum Taurat ditulis, untuk dilihat dan dibaca oleh semua orang, ganjaran² darinya harus diberitahukan. Dan untuk melengkapi khidmatnya upacara ikatan kovenan mereka dengan Allah, mereka harus menyatakan persetujuan mereka atas ganjaran² itu dengan penuh kesungguhan. Hal ini sudah diperintahkan untuk mereka lakukan sebelumnya (11:29-30), dan karenanya ketetapan itu di sini dimulai dengan agak tiba-tiba (ay. 12). Sepertinya di Kanaan, yaitu bagian yang selanjutnya jatuh menjadi milik pusaka Efraim (suku Yosua), ada dua gunung yang letaknya berdekatan, dengan sebuah lembah di antaranya, yang satu disebut Gerizim dan yang lain Ebal. Pada sisi kedua gunung ini, yang saling berhadapan, semua suku harus dipanggil untuk berbaris, enam suku di sisi yang satu dan enam suku lagi di sisi yang lain, sehingga di lembah itu, di kaki masing-masing gunung, mereka berkumpul bersama secara sangat berdekatan, begitu dekat sehingga para imam yang berdiri di antara mereka dapat didengar oleh orang-orang yang berada di sebelah mereka pada kedua sisi. Lalu ketika semua orang disuruh diam, dan memberi perhatian, salah satu dari para imam, atau mungkin lebih dari satu imam yang berjarak cukup jauh satu sama lain, menyerukan dengan suara lantang salah satu kutukan yang disebutkan selanjutnya di sini. Dan seluruh umat yang berdiri pada sisi dan kaki gunung Ebal berkata: Amin. Orang-orang yang berdiri lebih jauh melihat tanda dari orang-orang yang berdiri lebih dekat dan dapat mendengar seruan itu. Lalu berkat yang berlawanan dengan kutuk itu diserukan, “Diberkatilah orang yang tidak melakukan ini dan itu,” dan kemudian orang-orang yang berdiri pada sisi dan kaki gunung Gerizim berkata: Amin. Hal ini tidak bisa tidak pasti membuat mereka sangat tergerak dengan segala berkat dan kutukan, janji dan ancaman, dari hukum Taurat, dan tidak hanya membuat seluruh umat mengenal semuanya itu, tetapi juga mengajar mereka untuk menerapkannya pada diri mereka sendiri.

I. Menyangkut upacara ini, ada sesuatu yang harus dilaksanakan, secara umum, dan itu harus dilaksanakan hanya sekali dan tidak boleh diulangi, tetapi akan terus dibicarakan hingga kepada keturunan-keturunan yang akan datang.

1.Allah telah menetapkan suku-suku mana yang harus berdiri di atas gunung Gerizim dan suku-suku mana di gunung Ebal (ay. 12-13), untuk mencegah pertengkaran yang bisa saja timbul seandainya mereka dibiarkan mengaturnya sendiri. Enam suku yang ditunjuk untuk mengucapkan berkat adalah semuanya anak-anak dari perempuan merdeka, sebab kepada merekalah janji itu diberikan (Gal. 4:31). Lewi di sini ditempatkan di antara semua suku yang lain, untuk mengajar para hamba Tuhan agar mereka menerapkan pada diri mereka sendiri berkat dan kutuk yang mereka khotbahkan kepada orang lain, dan agar dengan iman mengucapkan amin juga untuk menyetujuinya.

2.Tentang suku-suku yang harus berkata amin untuk menyetujui berkat-berkat itu dikatakan, mereka berdiri untuk memberkati bangsa itu, tetapi tentang suku-suku yang lain dikatakan, mereka berdiri untuk mengutuki, tanpa menyebutkan bangsa itu, karena enggan menduga bahwa siapa saja dari bangsa ini, yang telah diambil Allah sebagai milik-Nya sendiri, akan tertimpa kutukan itu. Atau mungkin, cara pengungkapan yang berbeda itu menyiratkan bahwa hanya ada satu berkat yang harus diserukan secara umum atas bangsa Israel, sebagai bangsa yang berbahagia, dan bahwa keadaannya akan selalu demikian, jika mereka menurut. Dan untuk menyetujui berkat ini suku-suku yang ada di atas gunung Gerizim harus berkata: Amin. “Berbahagialah engkau, hai Israel, dan kiranya engkau selamanya demikian.” Tetapi kemudian kutukan-kutukan masuk sebagai pengecualian dari aturan umum, dan kita tahu bahwa exceptio firmat regulam – pengecualian membuktikan adanya aturan. Israel adalah suatu umat yang diberkati, tetapi, jika bahkan di antara mereka ada orang-orang tertentu yang berbuat hal-hal yang dilarang seperti yang disebutkan, hendaklah mereka tahu bahwa tidak ada bagian atau hak mereka dalam perkara ini, tetapi bahwa mereka berada di bawah kutuk. Hal ini menunjukkan betapa siapnya Allah untuk menganugerahkan berkat. Jika ada yang jatuh di bawah kutukan, itu salah mereka sendiri, mereka menimpakannya ke atas kepala mereka sendiri.

3.Kaum Lewi dan para imam, yaitu orang-orang dari mereka yang telah ditunjuk untuk keperluan itu, harus menyerukan segala kutukan dan juga berkat tersebut. Mereka ditahbiskan untuk memberkati (Ul. 10:8), dan para imam melakukannya setiap hari (Bil. 6:23). Tetapi mereka harus memisahkan antara yang berharga dan yang hina. Mereka tidak boleh memberikan berkat itu secara sembarangan, tetapi harus menyatakannya kepada orang-orang yang berhak mendapatkannya, supaya jangan sampai mereka yang tidak berhak atasnya berpikir bahwa mereka ikut berbagi di dalam berkat itu karena berada di dalam kerumunan umat. Perhatikanlah, hamba-hamba Tuhan harus memberitakan kengerian-kengerian hukum Taurat seperti juga penghiburan² Injil. Mereka tidak boleh hanya memikat umat untuk melakukan kewajiban mereka dengan janji-janji berkat, tetapi juga harus membuat umat ngeri dengan ancaman² kutukan, hingga umat mau melakukan kewajiban mereka.

4.Kutukan² itu dinyatakan di sini, tetapi berkat-berkatnya tidak. Sebab barangsiapa ada di bawah hukum Taurat berada di bawah kutukan, tetapi suatu kehormatan yang disediakan bagi Kristuslah untuk memberkati kita, dan dengan begitu melakukan bagi kita apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya. Dalam khotbah Kristus di bukit, yang merupakan gunung Gerizim yang sesungguhnya, kita hanya mendapatkan berkat-berkat saja (Mat. 5:3, dst.).

5.Untuk tiap-tiap kutukan itu umat harus berkata: Amin. Mudah untuk memahami arti dari kata amin bagi berkat. Orang Yahudi memiliki suatu pepatah untuk mendorong orang mengucapkan amin bagi doa-doa yang bersifat umum, barangsiapa menjawab amin kepada orang yang memberkati, maka dia menjadi seperti orang yang memberkati. Tetapi bagaimana mereka dapat berkata amin untuk kutukan-kutukan itu?

(1) Jawaban amin itu adalah pengakuan iman mereka akan kebenaran dari kutukan-kutukan itu, bahwa kutukan-kutukan ini dan kutukan-kutukan serupa bukanlah hantu jadi-jadian untuk menakut-nakuti anak-anak dan orang bodoh, melainkan pernyataan yang sungguh-sungguh akan murka Allah atas segala kefasikan dan kelaliman manusia. Dan tidak satu iota pun dari kutukan-kutukan itu akan jatuh sia-sia ke tanah.

(2) Jawaban amin itu adalah pengakuan akan adilnya kutukan-kutukan ini. Ketika mereka berkata amin, mereka pada dasarnya berkata, bukan hanya, sudah pasti akan terjadi demikian, melainkan juga, memang adil bahwa demikianlah yang harus terjadi. Orang-orang yang melakukan hal-hal seperti itu pantas untuk jatuh dan terbaring di bawah kutuk.

(3) Jawaban amin itu merupakan laknat yang begitu kuat atas diri mereka sendiri hingga mengharuskan mereka untuk tidak berurusan dengan perbuatan² jahat yang atasnya kutukan itu di sini ditimpakan. “Kiranya murka Allah jatuh menimpa kami jika kami sampai berbuat hal-hal yang demikian.” Kita membaca tentang orang-orang yang bersumpah kutuk dan bagi kita hal itu merupakan bentuk biasa dari sumpah yang khidmat untuk hidup menurut hukum Allah (Neh. 10:29). Bahkan, orang Yahudi berkata (seperti yang dikutip oleh cendekiawan Uskup Patrick), “Seluruh umat, dengan mengucapkan amin ini, menjadi terikat bagi satu sama lain, bahwa mereka akan berpegang pada hukum-hukum Allah. Melalui ikatan ini setiap orang diwajibkan, sebisa mungkin, untuk mencegah sesamanya melanggar hukum-hukum ini, dan untuk menegur orang-orang yang telah melanggar, supaya jangan sampai mereka menanggung dosa dan kutuk untuk orang-orang itu.”



.KPR1:8.

* *

Shalom! Selamat Pagi Selamat Beribadah bersama, Tuhan memberkati kita semua Amin. Seperti biasa Gereja di buka seawal ja...
05/09/2026

Shalom!
Selamat Pagi
Selamat Beribadah bersama, Tuhan memberkati kita semua Amin.

Seperti biasa Gereja di buka seawal jam 9.30am
Ibadah bermula jam10.00am

Sekiranya ada jemaat yg kebetulan berada di daerah Tawau boleh lah join ibadah bersama hari ini di SIB Petra Tawau.

05/09/2026

Kebaktian Umum 30/8/2026

05/09/2026

Kebaktian Umum 23/8/2026

05/09/2026

Teks: Ulangan 27: 5-7.
Juga haruslah kaudirikan di sana mezbah bagi TUHAN, Allahmu, suatu mezbah dari batu yang tidak boleh kauolah dengan perkakas besi. Dari batu yang tidak dipahat haruslah kaudirikan mezbah TUHAN, Allahmu, itu dan di atasnya haruslah kaupersembahkan korban bakaran kepada TUHAN, Allahmu. Juga haruslah engkau mempersembahkan korban keselamatan, memakannya di sana dan bers**aria di hadapan TUHAN, Allahmu.

Tema: Mereka harus mendirikan sebuah mezbah.

✝️Mereka harus mendirikan mezbah. Melalui perkataan hukum Taurat yang telah dituliskan di atas batu berkapur, Allah berbicara kepada mereka. Melalui mezbah, dan korban² yang dipersembahkan di atasnya, mereka berbicara kepada Allah. Dengan demikian persekutuan antara mereka dan Allah tetap terjaga. Firman dan doa harus berjalan beriringan. Meskipun mereka tidak boleh, atas keinginan mereka sendiri, mendirikan mezbah apa saja di samping mezbah yang ada di Kemah Suci, namun, atas ketetapan Allah, mereka boleh mendirikannya pada suatu kesempatan khusus. Elia membangun sebuah mezbah sementara dari dua belas batu yang tidak dipahat, yang mirip dengan batu ini, ketika dia membawa Israel kembali kepada kovenan yang sekarang sedang dibuat (1Raj. 18:31-32). Nah,

(1) Mezbah ini harus dibuat dari batu-batu yang mereka dapati tersedia di lapangan, bukan yang baru dipotong dari bukit, apalagi yang sengaja dibentuk: Tidak boleh kauolah batu itu dengan perkakas besi (ay. 5). Kristus, mezbah kita, adalah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia (Dan. 2:34-35), dan karenanya dibuang oleh tukang-tukang bangunan, sebab Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada. Namun Ia telah diterima oleh Allah Bapa, dan dijadikan sebagai batu penjuru.

(2) Korban bakaran dan korban keselamatan harus dipersembahkan di atas mezbah ini (ay. 6-7), supaya melalui korban-korban itu mereka dapat memuliakan Allah dan mendapatkan perkenanan-Nya. Di mana hukum ditulis, di dekatnya sebuah mezbah didirikan, untuk menandakan bahwa kita tidak dapat melihat hukum Taurat dengan hati yang terhibur, karena sadar bahwa kita telah melanggarnya, seandainya tidak ada korban agung yang melaluinya penebusan dosa diadakan. Dan mezbah didirikan di atas gunung Ebal, gunung tempat kedua belas suku Israel itu berdiri dan mengucapkan amin untuk menyetujui kutuk-kutuk hukum Taurat, untuk menyiratkan bahwa melalui Kristus kita telah ditebus dari kutuk hukum Taurat. Dalam Perjanjian Lama, perkataan hukum Taurat dituliskan beserta kutukannya, yang akan membuat kita diliputi dengan kengerian dan kekejutan seandainya kita tidak mendapati dalam Perjanjian Baru yang terjalin dengan Perjanjian Lama, sebuah mezbah yang didirikan di dekat hukum itu, yang memberi kita penghiburan abadi.

(3) Mereka harus makan di sana, dan bers**aria di hadapan TUHAN, Allah mereka (ay. 7). Hal ini menandakan,

[1] Persetujuan yang mereka berikan kepada kovenan itu. Sebab pihak-pihak yang berkepentingan dalam kovenan mengesahkan perjanjian itu dengan mengadakan perjamuan bersama. Mereka adalah orang-orang yang ikut ambil bagian dalam mezbah itu, yang merupakan meja Allah, sebagai hamba dan penyewa lahan-Nya, dan mereka memang mengakui diri mereka sebagai orang-orang seperti itu. Dan, karena sudah dibuat menduduki tanah yang baik ini, mereka mengikat diri untuk membayar uang sewa dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang telah disediakan oleh pemilik kerajaan.

[2] Penghiburan yang mereka dapatkan dalam kovenan itu. Beralasan bagi mereka untuk bers**aria dalam hukum Taurat, sebab mereka memiliki sebuah mezbah, yaitu hukum yang menyembuhkan, yang begitu dekat dengan hukum Taurat itu. Sungguh sebuah perkenanan yang besar bagi mereka, dan sebuah pertanda yang baik, bahwa Allah memberi mereka ketetapan-ketetapan-Nya. Dan bahwa mereka diakui sebagai umat Allah, dan anak-anak perjanjian, adalah alasan yang membuat mereka bers**aria, walaupun, ketika upacara ini hendak dilaksanakan, mereka belumlah secara penuh menduduki Kanaan. Tetapi Allah telah berfirman di tempat kudus-Nya, dan kemudian berkata, Aku hendak beria-ria, Gilead punya-Ku, Manasye punya-Ku. Semuanya punya-Ku.



.KPR1:8.

Address

Tawau

Opening Hours

09:00 - 12:00

Telephone

+60102121539

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SIB Petra Tawau posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to SIB Petra Tawau:

Shortcuts

Share

Category