09/02/2021
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
โฅ"Kisah Cinta Rasulullah dan Saidatina Khadijah R.A"โฅ
SWARA IPMI
Ahlan Wa Sahlan,Marhaban fii zaumina hadza
ANA UHIBUKA LADZI AHBABTANI LAHUU
Alhamdulillaahโฆ..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.
`*โขYaa Rabbi...Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum..Aamiin ya Rabbal'alamin.
Siapakah khadijah?
Dia adalah Khadijah r.a,seorang wanita janda, bangsawan, hartawan, cantik dan budiman. Ia disegani oleh masyarakat Quraisy khususnya, dan bangsa Arab pada umumnya. Sebagai seorang pengusaha, ia banyak memberikan bantuan dan modal kepada pedagang-pedagang atau melantik orang-orang untuk mewakili urusan-urusan perniagaannya ke luar negeri.
Banyak pemuda Quraisy yang ingin menikahinya dan sanggup membayar mas kawin berapa pun yang dikehendakinya,namun selalu ditolaknya dengan halus kerana tak ada yang berkenan di hatinya.
Bermimpi melihat matahari turun kerumahnya
Pada suatu malam ia bermimpi melihat matahari turun dari langit,masuk ke dalam rumahnya serta memancarkan sinarnya merata kesemua tempat sehingga tiada sebuah rumah di kota Makkah yang luput dari sinarnya.
Mimpi itu diceritakan kepada sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal. Dia seorang lelaki yang berumur lanjut, ahli dalam mentakbirkan mimpi dan ahli tentang sejarah bangsa-bangsa purba. Waraqah juga mempunyai pengetahuan luas dalam agama yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu.
Waraqah berkata:โTakwil dari mimpimu itu ialah bahwa engkau akan menikah kelak dengan seorang Nabi akhir zaman.โ โNabi itu berasal dari negeri mana?โ tanya Khadijah bersungguh-sungguh. โDari kota Makkah ini!โ ujar Waraqah singkat. โDari suku mana?โ โDari suku Quraisy juga.โ Khadijah bertanya lebih jauh: โDari keluarga mana?โ โDari keluarga Bani Hasyim, keluarga terhormat,โ kata Waraqah dengan nada menghibur. Khadijah terdiam sejenak, kemudian tanpa sabar meneruskan pertanyaan terakhir: โSiapakah nama bakal orang agung itu, hai sepupuku?โ Orang tua itu mempertegas: โNamanya Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam. Dialah bakal suamimu!โ
Khadijah p**ang ke rumahnya dengan perasaan yang luar biasa gembiranya.Belum pernah ia merasakan kegembiraan sedemikian hebat.Maka sejak itulah Khadijah senantiasa bersikap menunggu dari manakah gerangan kelak munculnya sang pemimpin itu.
Lamaran dari khadijah kepada Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam..
Muhammad Al-Amiin muncul di rumah Khadijah. Wanita usahawan itu berkata
Khadijah: โHai Al-Amiin, katakanlah apa keperluanmu!โ (Suaranya ramah,bernada dermawan. Dengan sikap merendahkan diri tapi tahu harga dirinya)
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam berbicara lurus,terus terang,meskipun agak malu-malu tetapi pasti.
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam: โKami sekeluarga memerlukan nafkah dari bagianku dalam rombongan niaga.Keluarga kami amat memerlukannya untuk mencarikan jodoh bagi anak saudaranya yang yatim piatuโ
(Kepalanya tertunduk dan wanita hartawan itu memandangnya dengan penuh ketakjuban)
Khadijah: โOh, itukahโฆ.! Muhammad,upah itu sedikit, tidak menghasilkan apa-apa bagimu untuk menutupi keperluan yang engkau maksudkan,โ. โTetapi biarlah, nanti saya sendiri yang mencarikan calon isteri bagimuโ.(Ia berhenti sejenak,meneliti).
Kemudian meneruskan dengan tekanan suara memikat dan mengandung isyarat
Khadijah: โAku hendak mengawinkanmu dengan seorang wanita bangsawan Arab. Orangnya baik, kaya, diinginkan oleh banyak raja-raja dan pembesar-pembesar Arab dan asing, tetapi ditolaknya. Kepadanyalah aku hendak membawamuโ.
khadijah (Khadijah tertunduk lalu melanjutkan): โTetapi sayang, ada aibnyaโฆ! Dia dahulu sudah pernah bersuami. Kalau engkau mau, maka dia akan menjadi pengkhidmat dan pengabdi kepadamuโ.
Pemuda Al-Amiin tidak menjawab. Mereka sama-sama terdiam, sama-sama terpaku dalam pemikirannya masing-masing. Yang satu memerlukan jawapan, yang lainnya tak tahu apa yang mau dijawab. Khadijah r.a tak dapat mengetahui apa yang terpendam di hati pemuda Bani Hasyim itu, pemuda yang terkenal dengan gelaran Al-Amiin (jujur). Pemuda Al-Amiin itupun mungkin belum mengetahui siapa kira-kira calon yang dimaksud oleh Khadijah r.a.
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam minta izin untuk p**ang tanpa sesuatu keputusan yang ditinggalkan.Ia menceritakan kepada Pamannya.
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam: โAku merasa amat tersinggung oleh kata-kata Khadijah r.a. Seolah-olah dia memandang enteng dengan ucapannya ini dan itu โanu dan anuโฆ.โ Ia mengulangi apa yang dikatakan oleh perempuan kaya itu.
โAtiqah juga marah mendengar berita itu.Dia seorang perempuan yang cepat naik darah kalau pihak yang dinilainya menyinggung kehormatan Bani Hasyim. Katanya: โMuhammad, kalau benar demikian, aku akan mendatanginyaโ.
โAtiqah tiba di rumah Khadijah r.a dan terus menegurnya: โKhadijah, kalau kamu mempunyai harta kekayaan dan kebangsawan, maka kamipun memiliki kemuliaan dan kebangsawanan. Kenapa kamu menghina puteraku, anak saudaraku Muhammad?โ
Khadijah r.a terkejut mendengarnya.Tak disangkanya bahwa kata-katanya itu akan dianggap penghinaan. Ia berdiri menyabarkan dan mendamaikan hati โAtiqah:
Khadijah :โSiapakah yang sanggup menghina keturunanmu dan sukumu? Terus terang saja kukatakan kepadamu bahwa dirikulah yang kumaksudkan kepada Muhammad SAW. Kalau ia mau, aku bersedia menikah dengannya; kalau tidak,aku pun berjanji tak akan bersuami hingga matiโ.
Pernyataan jujur ikhlas dari Khadijah r.a membuat โAtiqah terdiam. Kedua wanita bangsawan itu sama-sama cerah. Percakapan menjadi serius. โTapi Khadijah, apakah suara hatimu sudah diketahui oleh sepupumu Waraqah bin Naufal?โ tanya โAtiqah sambil meneruskan: โKalau belum cobalah meminta persetujuannya.โ โIa belum tahu, tapi katakanlah kepada saudaramu, Abu Thalib, supaya mengadakan perjamuan sederhana. Jamuan minum, dimana sepupuku diundang,dan disitulah diadakan majlis lamaranโ, Khadijah r.a berkata seolah-olah hendak mengatur siasat. Ia yakin Waraqah takkan keberatan karena dialah yang menafsirkan mimpinya akan bersuamikan seorang Nabi akhir zaman.
โAtiqah p**ang dengan perasaan tenang, puas.Pucuk dicinta ulam tiba. Ia segera menyampaikan berita gembira itu kepada saudara-saudaranya: Abu Thalib,Abu Lahab, Abbas dan Hamzah. Semua riang menyambut hasil pertemuan โAtiqah dengan Khadijah โItu bagus sekaliโ, kata Abu Thalib, โtapi kita harus bermusyawarah dengan Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam lebih dulu.โ
Khadijah yang cantik
Sebelum diajak bermusyawarah,maka terlebih dahulu ia pun telah menerima seorang perempuan bernama Nafisah,utusan Khadijah r.a yang datang untuk menjalin hubungan kekeluargaan.Utusan peribadi Khadijah itu bertanya:
Nafisah : โMuhammad,kenapa engkau masih belum berfikir mencari isteri?โ
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam menjawab: โHasrat ada, tetapi kesanggupan belum ada.โ
Nafisah โBagaimana kalau seandainya ada yang hendak menyediakan nafkah? Lalu engkau mendapat seorang isteri yang baik, cantik, berharta,berbangsa dan sekufu p**a denganmu, apakah engkau akan menolaknya?โ
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam: โSiapakah dia?โ tanya
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam.
Nafisah : โKhadijah!โ Nafisah berterus terang. โAsalkan engkau bersedia,sempurnalah segalanya. Urusannya serahkan kepadaku!โ
Usaha Nafisah berhasil. Ia meninggalkan putera utama Bani Hasyim dan langsung menemui Khadijah r.a, menceritakan kesediaan Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam. Setelah Muhammad SAW menerima pemberitahuan dari saudara-saudaranya tentang hasil pertemuan dengan Khadijah r.a, maka baginda tidak keberatan mendapatkan seorang janda yang usianya lima belas tahun lebih tua daripadanya.
Betapa tidak setuju, apakah yang kurang pada Khadijah? Ia wanita bangsawan,cantik, hartawan, budiman. Dan yang utama karena hatinya telah dibukakan Tuhan untuk mencintainya, telah ditakdirkan akan dijodohkan dengannya. Kalau dikatakan janda, biarlah! Ia memang janda umur empat puluh, tapi janda yang masih segar, bertubuh ramping, berkulit putih dan bermata jeli. Maka diadakanlah majlis yang penuh keindahan itu.
Hadir Waraqah bin Naufal dan beberapa orang-orang terkemuka Arab yang sengaja dijemput. Abu Thalib dengan resmi meminang Khadijah r.a kepada saudara sepupunya. Orang tua bijaksana itu setuju. Tetapi dia meminta tempoh untuk berunding dengan wanita yang berkenaan.
Pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah
Khadijah r.a diminta pendapat.Dengan jujur ia berkata kepada Waraqah: โHai anak sepupuku, betapa aku akan menolak Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam padahal ia sangat amanah, memiliki keperibadian yang luhur, kemuliaan dan keturunan bangsawan, lagi p**a pertalian kekeluargaannya luasโ. โBenar katamu, Khadijah, hanya saja ia tak berhartaโ, ujar Waraqah. โKalau ia tak berharta, maka aku cukup berharta. Aku tak memerlukan harta lelaki. Kuwakilkan kepadamu untuk menikahkan aku dengannya,โ demikian Khadijah r.a menyerahkan urusannya.
Waraqah bin Naufal kembali mendatangi Abu Thalib memberitakan bahwa dari pihak keluarga perempuan sudah bulat mufakat dan merestui bakal pernikahan kedua mempelai. Lamaran diterima dengan persetujuan mas kawin lima ratus dirham. Abu Bakar r.a, yang kelak mendapat sebutan โAsh-Shiddiqโ, sahabat akrab Muhammad SAW. sejak dari masa kecil,memberikan sumbangan pakaian indah buatan Mesir, yang melambangkan kebangsawaan Quraisy, sebagaimana layaknya dipakai dalam upacara adat istiadat pernikahan agung, apalagi karena yang akan dinikahi adalah seorang hartawan dan bangsawan p**a.
Peristiwa pernikahan Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam dengan Khadijah r.a berlangsung pada hari Jumโat,dua bulan sesudah kembali dari perjalanan niaga ke negeri Syam. Bertindak sebagai wali Khadijah r.a ialah pamannya bernama โAmir bin Asad.
Waraqah bin Naufal membacakan khutbah pernikahan dengan fasih, disambut oleh Abu Thalib sebagai berikut: โAlhamdu Lillaah, segala puji bagi ALLAH Yang menciptakan kita keturunan (Nabi) Ibrahim, benih (Nabi) Ismail,anak cucu Maโad,dari keturunan Mudhar. โBegitupun kita memuji ALLAH Yang menjadikan kita penjaga rumah-Nya, pengawal Tanah Haram-Nya yang aman sejahtera, dan menjadikan kita hakim terhadap sesama manusia.
โSesungguhnya anak saudaraku ini,Muhammad bin Abdullah, kalau akan ditimbang dengan laki-laki manapun juga, niscaya ia lebih berat dari mereka sekalian. Walaupun ia tidak berharta, namun harta benda itu adalah bayang-bayang yang akan hilang dan sesuatu yang akan cepat perginya. Akan tetapi Muhammad SAW, tuan-tuan sudah mengenalinya siapa dia. Dia telah melamar Khadijah binti Khuwailid. Dia akan memberikan mas kawin lima ratus dirham yang akan segera dibayarnya dengan tunai dari hartaku sendiri dan saudara-saudaraku.
โDemi ALLAH,sesungguhnya aku mempunyai firasat tentang dirinya bahwa sesudah ini, yakni di saat-saat mendatang, ia akan memperolehi berita gembira (albasyaarah) serta pengalaman-pengalaman hebat. โSemoga ALLAH memberkati pernikahan iniโ. Penyambutan untuk memeriahkan majlis pernikahan itu sangat meriah di rumah mempelai perempuan. Puluhan anak-anak lelaki dan perempuan berdiri berbaris di pintu sebelah kanan di sepanjang lorong yang dilalui oleh mempelai lelaki, mengucapkan salam marhaban kepada mempelai dan menghamburkan harum-haruman kepada para tamu dan pengiring.
Selesai upacara dan tamu-tamu bubar, Khadijah r.a membuka isi hati kepada suaminya dengan ucapan: โHai Al-Amiin, bergembiralah! Semua harta kekayaan ini baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, yang terdiri dari bangunan-bangunan, rumah-rumah, barang-barang dagangan,hamba-hamba sahaya adalah menjadi milikmu.Engkau bebas membelanjakannya ke jalan mana yang engkau redhai !โ
Itulah sebagaimana Firman ALLAH yang bermaksud: โDan Dia (ALLAH) mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kekayaanโ. (Adh-Dhuhaa:
Alangkah bahagianya kedua pasangan mulia itu,hidup sebagai suami isteri yang sekufu, sehaluan, serasi dan secita-cita.
Dijamin Masuk Syurga
Khadijah r.a mendampingi Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam.selama dua puluh enam tahun,yakni enam belas tahun sebelum dilantik menjadi Nabi dan sepuluh tahun sesudah masa kenabian. Ia isteri tunggal, tak ada duanya,bercerai karena kematian.
Tahun wafatnya disebut โTahun Kesedihanโ (โAamul Huzni).
Khadijah r.a adalah orang pertama sekali beriman kepada Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam. ketika wahyu pertama turun dari langit.Tidak ada yang mendahuluinya. Ketika Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam menceritakan pengalamannya pada peristiwa turunnya wahyu pertama yang disampaikan Jibril โalaihissalam,dimana beliau merasa ketakutan dan menggigil menyaksikan bentuk Jibril a.s dalam rupa aslinya,maka Khadijahlah yang pertama dapat mengerti makna peristiwa itu dan menghiburnya,sambil berkata:
โBergembiralah dan tenteramkanlah hatimu. Demi ALLAH yang menguasai diri Khadijah r.a, engkau ini benar-benar akan menjadi Nabi Pesuruh Allah bagi umat kita. โALLAH tidak akan mengecewakanmu.Bukankah engkau orang yang senantiasa berusaha untuk menghubungkan tali persaudaraan? Bukankah engkau selalu berkata benar? Bukankah engkau senantiasa menyantuni anak yatim piatu,menghormati tamu dan mengulurkan bantuan kepada setiap orang yang ditimpa kemalangan dan musibah?โ
Khadijah r.a membela suaminya dengan harta dan dirinya di dalam menegakkan kalimah tauhid,serta selalu menghiburnya dalam duka derita yang dialaminya dari gangguan kaumnya yang masih ingkar terhadap kebenaran agama Islam,menangkis segala serangan caci maki yang dilancarkan oleh bangsawan-bangsawan dan hartawan Quraisy.
Layaklah kalau Khadijah r.a mendapat keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita lain yaitu,menerima ucapan salam dari ALLAH. yang disampaikan oleh malaikat Jibril a.s kepada Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam.disertai salam dari Jibril a.s peribadi untuk disampaikan kepada Khadijah radiallahu โanha serta dihiburnya dengan syurga.
Kesetiaan Khadijah r.a diimbangi oleh kecintaan Nabi SAW kepadanya tanpa terbatas. Nabi SAW pernah berkata: โWanita yang utama dan yang pertama akan masuk Syurga ialah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad SAW.,Maryam binti โImran dan Asyiah binti Muzaahim, isteri Firโaunโ.
Wanita Terbaik
Sanjungan lain yang banyak kali diucapkan Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam. terhadap peribadi Khadijah r.a ialah:โDia adalah seorang wanita yang terbaik, karena dia telah percaya dan beriman kepadaku di saat orang lain masih dalam kebimbanga, dia telah membenarkan aku di saat orang lain mendustakanku; dia telah mengorbankan semua harta bendanya ketika orang lain mencegah kemurahannya terhadapku; dan dia telah melahirkan bagiku beberapa putera-puteri yang tidak ku dapatkan dari isteri-isteri yang lainโ.
Putera-puteri Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam. dari Khadijah r.a sebanyak tujuh orang: tiga lelaki (kesemuanya meninggal di waktu kecil) dan empat wanita. Salah satu dari puterinya bernama Fatimah, dinikahkan dengan Ali bin Abu Thalib,sama-sama sesuku Bani Hasyim.Keturunan dari kedua pasangan inilah yang dianggap sebagai keturunan langsung dari Rasulullah SAW.
Perjuangan Khadijah
Tatkala Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua wanita itu berdiri di belakang daโwah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada pemimpinnya,Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam : Khadijah bin Khuwailid dan Fatimah binti Asad.Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia adalah Ummul Muโminin,sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya.
Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hiraโ. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya.Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa,harta dan keluarga. Peri hidupnya harum,kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan.
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam bersabda :โKhadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa.โ
Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini,padahal di hadapan kita ada โwanita terbaik di dunia,โ Khadijah binti Khuwailid, Ummul Muโminin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat menjadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.
Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga.Maka ALLAH membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan sebaik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam istananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hidupnya.
Ketika Jibril A.S.datang kepada Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam,dia berkata :โWahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan.''[HR.Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata:"Keshahihannya telah disepakati."]
Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ? Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Muโmin yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam. Khadijah r.a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama,berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.
Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi sejak awal kenabian.Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung,lalu menyuruhnya membaca ayat-ayat Kitab yang mulia,sesuai yang dikehendaki ALLAH. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam melihatnya,lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur.Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian,tiada penghibur, teman,pembantu maupun penolong.
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya,Khadijah berkata :โDari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi ALLAH,aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku.โ Maka Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a.
Khadijah r.a. berkata :โGembiralah dan teguhlah,wahai, putera pamanku.Demi ALLAH yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini.โ Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya,penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya.Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan,pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya.
Demikian hendaknya wanita ideal.
Itulah dia, Khadijah r.a.,yang ALLAH telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam seraya berkata kepadanya :โSampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam bersabda :โWahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu.โ Maka Khadijah r.a. menjawab :โALLAH yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan).โ
Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung daโwah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat ALLAH yang besar bagi Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam .Khadijah mendampingi Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam selama seperempat abad,berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah,menolongnya di waktu-waktu yang sulit,membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam bersabda :โKhadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia.โ [HR. Imam Ahmad dalam "Musnad"-nya, 6/118]
Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :โJibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :โWahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan.โ [Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya]
โฅ SEMOGA BERMANFAAT โฅ
Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...
Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah
Hak cipta adalah milik ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. semata.Ilmu adalah amanat ALLAH yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...
Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,
Kebenaran datangnya dari ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.
๐๐จ๐ง๐ญ๐ซ๐ข๐๐ฎ๐ฌ๐ข ๐๐ฅ๐๐ก ; IKATAN PEKERJA MUSLIM INDONESIA ( IPMI MALAYSIA OFFICIAL )
๐๐ข๐ฆ ๐๐๐๐๐ค๐ฌ๐ข; SWARA IPMI
๐๐ซ๐๐๐ญ๐จ๐ซ : ๐๐ถ- โ
#๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐๐ง๐๐ง๐ #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ ๐๐ซ๐๐ข #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐๐ง๐๐ข
#๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐ฉ๐จ๐ก #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐ฎ๐๐ซ #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐๐ฅ๐๐ค๐ #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐๐ฃ๐๐ง๐ #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐จ๐ซ๐ญ๐๐ฅ๐๐ง๐ #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐๐ง๐ญ๐จ๐ฌ๐ #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐ฅ๐๐ฆ๐๐๐ ๐๐ก #๐๐ฉ๐ฆ๐ข๐๐ข๐ฅ๐๐ข