ROCK Kuching Sarawak

ROCK Kuching Sarawak To be Representative of Christ's Kingdom

👑 **KING’S SWORD | KAMIS, 3 SEPTEMBER 2026** # # # **MILIK TUHAN — DALAM HIDUP DAN MATI**> *“Sebab jika kita hidup, kita...
03/09/2026

👑 **KING’S SWORD | KAMIS, 3 SEPTEMBER 2026**

# # # **MILIK TUHAN — DALAM HIDUP DAN MATI**

> *“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.”*
> **— Roma 14:8 (TB)**

📖 **Bacaan Setahun:**
• Yesaya 3:1 – 5:7
• 2 Korintus 6:3–18; 7:1
• Mazmur 105:12–22

---

💭 **Kita sering ingin membuktikan bahwa pendapat kita benar. Tapi, apakah kita sedang berusaha memenangkan perdebatan—atau memenangkan hati sesama?**

Jemaat di Roma pernah menghadapi perdebatan tentang makanan, hari-hari tertentu, dan berbagai persoalan yang sebenarnya bukan inti dari kehidupan Kerajaan Allah. Mereka begitu fokus pada perbedaan hingga melupakan sesuatu yang jauh lebih penting: **mengasihi Allah dan mengasihi sesama.**

Paulus kemudian membawa mereka kembali kepada satu kebenaran yang mendasar:

**KITA ADALAH MILIK TUHAN.** 👑

“Jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.”

Artinya, hidup kita bukan lagi tentang memuaskan diri sendiri, mempertahankan ego, atau memenangkan setiap perdebatan. Seluruh hidup kita berada di bawah otoritas Kristus.

Bahkan kematian tidak dapat mengubah siapa kita.

**Dalam hidup, kita milik-Nya.
Dalam kematian, kita tetap milik-Nya.**

Kristus telah menebus kita dengan darah-Nya dan menjadikan kita umat kepunyaan-Nya. Identitas kita tidak ditentukan oleh keadaan, prestasi, pendapat orang lain, atau perasaan kita hari ini.

Ketika kita benar-benar menyadari bahwa kita adalah milik Tuhan, kita tidak akan mudah menghakimi orang lain hanya karena perbedaan yang bukan merupakan inti iman.

Sebaliknya, kita belajar untuk memilih **kasih daripada ego, kerendahan hati daripada kesombongan, dan membangun daripada menjatuhkan.** 🤍

👑 **Paradigma Kerajaan mengajarkan:**
Kita tidak dipanggil untuk selalu memenangkan perdebatan. Kita dipanggil untuk **memuliakan Sang Raja.**

Apa pun keadaan kita hari ini—saat semuanya baik, saat kita sedang menghadapi pergumulan, bahkan ketika masa depan terasa tidak pasti—satu hal tetap tidak berubah:

# # # **Kita adalah milik Tuhan.**

Dan tidak ada keadaan apa pun yang dapat membatalkan identitas kita di dalam Kristus. 🙏

---

🔎 **RENUNGKAN:**

**1.** Apakah saya lebih sibuk mempertahankan pendapat daripada membangun kasih kepada sesama?

**2.** Apakah keputusan dan cara hidup saya setiap hari menunjukkan bahwa saya benar-benar milik Kristus?

---

💎 **KINGDOM VALUE**
*Orang yang tahu dirinya milik Tuhan tidak lagi hidup untuk memenangkan perdebatan, tetapi untuk memuliakan Sang Raja.*

👑 **KINGDOM QUOTE**
*“Kasih adalah bukti bahwa kita hidup di bawah pemerintahan Raja, bukan di bawah kekuasaan ego.”*

---

🙏 **Doa hari ini:**
*Tuhan, ajar kami untuk hidup bukan bagi ego dan kepentingan diri sendiri, tetapi bagi-Mu. Tolong kami untuk menunjukkan kasih, kerendahan hati, dan ketaatan dalam setiap hubungan dan keputusan kami. Biarlah hidup kami menjadi cerminan bahwa kami adalah milik-Mu. Amin.*

✨ **Selamat merenungkan dan mempraktikkan Firman Tuhan hari ini.**

⚔️ **KING’S SWORD** ⚔️📖 *Jumat, 28 Agustus 2026***Bacaan Setahun:**📚 2 Tawarikh 31:2–33:20📚 2 Korintus 1:23–2:11📚 Amsal ...
28/08/2026

⚔️ **KING’S SWORD** ⚔️
📖 *Jumat, 28 Agustus 2026*

**Bacaan Setahun:**
📚 2 Tawarikh 31:2–33:20
📚 2 Korintus 1:23–2:11
📚 Amsal 21:5–16

👑 **DI BAWAH OTORITAS KERAJAAN ALLAH**

> *“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup.”*
> — **Kisah Para Rasul 1:3**

✝️ **Yesus hidup. Yesus bangkit. Dan Yesus adalah Raja.**

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus tidak langsung meninggalkan para murid. Selama **40 hari**, Ia berulang kali menampakkan diri dan memberikan banyak bukti bahawa Ia benar-benar hidup. Namun, ada satu hal penting yang terus Yesus ajarkan kepada mereka: **tentang Kerajaan Allah.**

Kerajaan Allah bukanlah kerajaan duniawi yang dibatasi oleh wilayah atau kekuasaan politik. Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah melalui Kristus—pemerintahan yang penuh **kasih, kebenaran dan keadilan.** 👑

Sebagai orang yang telah diselamatkan, kita bukan lagi hidup di bawah kuasa kegelapan. Kita telah dipindahkan ke dalam **Kerajaan Anak Allah yang terkasih.** Karena itu, hidup kita seharusnya mencerminkan siapa Raja kita.

Setiap hari kita diperhadapkan dengan pilihan.
👉 Apakah kita akan tunduk kepada "raja-raja" dunia—kesuksesan, kenikmatan, harta, atau pendapat orang lain?
👉 Atau kita memilih untuk tunduk sepenuhnya kepada **otoritas Kristus?**

💭 **Mari kita renungkan:**
**“Di bawah kerajaan siapakah aku sedang hidup hari ini?”**

Kiranya kita terus belajar menjadi warga Kerajaan Allah yang setia—membawa **terang, kasih, kebenaran dan pengharapan** di tengah dunia. ✨

# # # 💬 QUESTIONS TO REFLECT

1️⃣ Apa arti kebangkitan Yesus bagi Anda secara pribadi?
2️⃣ Di area kehidupan mana Anda masih lebih tunduk kepada "kerajaan dunia" daripada kepada otoritas Kristus?

👑 **KINGDOM VALUE**
*Kebangkitan tubuh Yesus adalah fondasi iman Kristen yang tak tergoyahkan—bukan sekadar cerita indah, melainkan kebenaran yang disaksikan oleh banyak orang.*

⚔️ **KINGDOM QUOTE**
*"Kerajaan Kristus adalah pemerintahan kasih, kebenaran dan keadilan Allah yang hadir dalam hidup orang percaya dan akan disempurnakan pada waktunya."*

🙏 **Selamat merenungkan. Tuhan memberkati!**

King's SwordSenin, 24 Agustus 2026Bacaan setahun:2 Tawarih 21:1 – 23:211 Korintus 15:50 – 16:4Amsal 20:25 – 21:4TAMPAR P...
24/08/2026

King's Sword
Senin, 24 Agustus 2026

Bacaan setahun:
2 Tawarih 21:1 – 23:21
1 Korintus 15:50 – 16:4
Amsal 20:25 – 21:4

TAMPAR P**I KANAN, BERIKAN P**I KIRI

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar p**i kananmu, berilah juga kepadanya p**i kirimu.” (Matius 5:39)

Ini adalah salah satu perkataan Yesus yang paling sulit diterima akal manusia. Terlalu absurd. Terlalu tidak manusiawi. Mana ada orang yang setelah ditampar p**i kanannya, dengan s**arela memberikan p**i kirinya? Secara naluriah, ketika disakiti, manusia pasti bereaksi: membalas, melawan, atau paling tidak menghindar. Karena itu banyak penafsir mengatakan bahwa perkataan Yesus ini hanyalah metafora. Sebab secara logika, hampir mustahil dilakukan manusia biasa.

Bukankah Firman Tuhan seharusnya relevan dengan realita hidup? Kecuali, yang menampar kita adalah anak kecil. Ketika seorang balita menampar wajah kita, kita tidak marah. Kita tidak tersinggung. Bahkan terkadang kita tertawa dan berkata, "Ayo sini, tambah lagi." Mengapa? Karena kita sadar: ia belum mengerti apa yang ia lakukan. Tamparannya tidak lahir dari kebencian, melainkan dari ketidakdewasaan.

Tiba-tiba saya teringat doa Yesus di atas kayu salib: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34) Kalimat itu sekarang terasa sangat dalam, Yesus tidak sedang membela tindakan mereka. la tidak mengatakan bahwa penyaliban itu benar. Tetapi Yesus memandang para pembenci-Nya sebagai manusia-manusia yang belum dewasa secara rohani. Mereka mungkin dewasa secara umur, memiliki jabatan agama, memahami hukum Taurat, bahkan dihormati masyarakat. Namun secara spiritual, mereka masih seperti anak-anak. Sebab orang yang dewasa rohani tidak akan menikmati ketidakadilan. Tidak akan memelihara kebencian. Tidak akan bers**acita melihat orang lain dihancurkan.

Di mata Yesus, para imam kepala dan ahli Taurat yang bersekongkol menyalibkan-Nya meskipun la terbukti tidak bersalah tetaplah jiwa-jiwa yang belum mengerti apa yang mereka lakukan. Itulah sebabnya Yesus tidak membalas. Padahal la mampu. la bisa memanggil bala tentara sorga. la bisa menghancurkan mereka dalam sekejap. Tetapi kasih selalu melihat lebih dalam daripada sekadar tindakan luar. Kasih melihat luka. Kasih melihat kebutaan rohani. Kasih melihat ketidakdewasaan jiwa manusia. Karena itu Yesus memilih memaklumi. Yesus memilih mengampuni. Yesus memilih mengasihi.

Mungkin inilah makna terdalam dari "memberikan p**i kiri", yaitu bukan menikmati penderitaan atau membiarkan kejahatan merajalela, melainkan memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita menyerahkan keadilan kepada Tuhan, sementara hati kita tetap dipenuhi kasih. Hanya orang yang benar-benar dewasa rohani yang mampu melakukan itu. Orang yang dewasa rohani tidak mudah membalas. la mampu mengendalikan dirinya karena la melihat manusia dengan belas kasihan, seperti Kristus melihat manusia. (DD)

Questions:
1. Saat disakiti, mampukah kita melihat orang lain dengan belas kasihan seperti Kristus
2. Apakah saya sudah dewasa secara rohani dalam cara saya memperlakukan orang lain?

Kingdom Value:
Warga Kerajaan yang dewasa rohani tidak mudah membalas. Ia mampu mengendalikan dirinya karena ia melihat manusia dengan belas kasihan, seperti Kristus melihat manusia.

Kingdom Quote:
“Memberikan p**i kiri” bukan tanda kelemahan, tetapi tanda bahwa kasih Kristus lebih besar daripada ego, luka, dan keinginan untuk membalas.

🌱 **MENANAM GENERASI, MEMBANGUN MASA DEPAN**📖 *“...nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada an...
19/08/2026

🌱 **MENANAM GENERASI, MEMBANGUN MASA DEPAN**

📖 *“...nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian...”*
— **Mazmur 78:5-6 (TB)**

Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk **mengenal Firman-Nya**, tetapi juga untuk **mewariskannya kepada generasi seterusnya.** Iman yang kita hidupi hari ini seharusnya menjadi benih yang bertumbuh dalam kehidupan anak-anak dan generasi yang akan datang. 🌱

Di tengah dunia yang semakin dipenuhi pelbagai pengaruh, anak-anak dan generasi muda memerlukan lebih daripada sekadar pendidikan dan kejayaan. Mereka memerlukan **akar iman yang kuat, teladan hidup, kasih, kebenaran, dan pengenalan akan Tuhan.**

Jika kita tidak menanam Firman Tuhan dalam hati mereka, dunia akan dengan senang hati menanam nilai-nilainya sendiri.

💭 **Jadi, apa yang sedang kita tanam hari ini?**

Bukan hanya rumah, harta, kerjaya atau pencapaian yang menjadi warisan kita. Warisan terbesar ialah **iman yang hidup kepada Kristus**—iman yang terus dikenali, dihidupi dan diteruskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Setiap doa yang kita panjatkan.
Setiap Firman yang kita ajarkan.
Setiap teladan yang kita tunjukkan.

Semuanya adalah **benih**. 🌱

Mungkin kita tidak melihat hasilnya hari ini, tetapi Tuhan dapat menggunakan benih kecil yang kita tanam untuk menghasilkan buah yang besar bagi Kerajaan-Nya.

Mari kita menjadi generasi yang bukan hanya menerima iman, tetapi **menanam iman.**
Bukan hanya mengenal Tuhan, tetapi **memperkenalkan Tuhan kepada generasi seterusnya.**

❤️ **Kekuatan generasi adalah kekuatan gereja.**

📖 **Bacaan Setahun:**
Kidung Agung 5:1–8:14
1 Korintus 12:27–13:13
Mazmur 100:1–5

💬 Renungan hari ini:

1. Sudahkah kita dengan konsisten menanam Firman Tuhan dalam kehidupan generasi seterusnya?
2. Apakah satu langkah kecil yang boleh kita lakukan minggu ini untuk membangun iman mereka?

✨ *“Kerajaan Allah hadir melalui benih yang kecil lalu bertumbuh menjadi besar.”*

LEBIH DARI SEKADAR TAHU NAMA-NYA“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-dombaKu mengenal Aku...
30/07/2026

LEBIH DARI SEKADAR TAHU NAMA-NYA

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-dombaKu mengenal Aku." (Yohanes 10:14 - TB)

Banyak orang tahu nama Yesus. Tetapi tahu nama seseorang sangat berbeda dengan mengenalnya. Yesus tidak berkata, "domba-domba-Ku tahu tentang Aku."la berkata, “domba-domba-Ku mengenal Aku." Dalam bahasa Yunani, kata yang dipakai adalah ginoskó — sebuah pengenalan yang bersifat personal, mendalam, dan relasional. Bukan pengetahuan tentang fakta, melainkan kedekatan yang hidup. Ini adalah bahasa perjanjian, bahasa kasih, bahasa yang menggambarkan hubungan antara gembala dan dombanya yang ia jaga satu per satu.

Inilah yang membuat pernyataan Yesus begitu mengguncang: keselamatan bukan ditentukan oleh seberapa rajin kita hadir di gereja, melainkan oleh seberapa dalam kita dikenal Tuhan dan kita mengenal-Nya. Bukan aktivitas rohani yang menjadi ukurannya, melainkan relasi yang sejati.

Relasi dengan Kristus sebagai Gembala Agung bukanlah relasi satu arah. Ada timbal balik di dalamnya. Sang Gembala mengenal kita la tahu nama kita, pergumulan kita, bahkan kelemahan kita yang paling dalam. Dan sebagai respons, kita pun dipanggil untuk mengenal-Nya. Bukan sekadar mengakui-Nya di mulut, tetapi hidup di bawah otoritas-Nya.

Di sinilah banyak orang berhenti di tengah jalan. Mereka mengakui mengenal Kristus, tetapi tidak ada yang berubah dalam cara mereka hidup, memilih, dan mengasihi. Padahal, mengenal Kristus dengan sungguh selalu menghasilkan buah bukan karena buah itu yang menyelamatkan, tetapi karena pengenalan yang sejati dengan sendirinya membawa ketaatan, ketundukan, dan transformasi karakter. Domba yang mengenal gembalanya akan mengikuti suara gembalanya (Yohanes 10:27).

Seseorang bisa hafal seluruh isi Alkitab dan tetap asing bagi Kristus. Sebaliknya, seseorang yang sungguh mengenal-Nya tidak akan bisa tetap sama. Pertanyaannya bukan, “Apakah kamu tahu tentang Yesus?" Melainkan, “Apakah Yesus mengenalmu dan apakah hidupmu membuktikannya?"

Mengenal Kristus bukanlah perjalanan satu kali, melainkan hubungan yang terus dibangun setiap hari. Semakin kita dekat dengan-Nya, semakin hati kita diubahkan untuk menyerupai-Nya. Biarlah hidup kita benar-benar tinggal di dalam-Nya, mendengar suara-Nya, mengikuti kehendak-Nya, dan berjalan setia bersama-Nya sampai akhir. Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukanlah seberapa banyak kita berbicara tentang Tuhan, tetapi apakah kita sungguh hidup sebagai domba yang mengenal Sang Gembala. (DH)

Questions:
1. Adakah area dalam hidup Anda yang masih Anda pertahankan dari otoritas Kristus sebagai Gembalamu?
2. Jika seseorang melihat cara hidup Anda minggu ini, apakah mereka akan menyimpulkan bahwa Anda mengenal sang Gembala?

Value:
Iman yang sejati bukan hanya percaya bahwa Allah ada, tetapi percaya bahwa Ia cukup — cukup untuk mengubah hidup kita.

Kingdom Quote:
Merasa mengenal Tuhan tanpa dikenal Tuhan bukanlah pengenalan yang benar.

PERKATAAN YANG MEMBANGUN“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihm...
25/07/2026

PERKATAAN YANG MEMBANGUN

“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Timotius 4:12b)

Begitu sering kita mendengar pelayan gereja mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas keluar dari mulut seorang percaya. Padahal, perkataan dapat menjadi berkat, atau sebaliknya. Karena itu, kita perlu berhati-hati dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut kita.

Firman Tuhan kepada Timotius berkata, “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu...." Namun kenyataannya, tidak sedikit orang Kristen yang ketika berada di luar gereja justru sulit mengendalikan perkataannya. Masih ada yang s**a mengumpat, berkata kasar, membicarakan kelemahan orang lain, atau bergosip.

Padahal, mulut kita memiliki pengaruh yang besar. Ada orang yang dikuatkan, dipulihkan, dan dibangkitkan semangat hidupnya karena mendengar perkataan yang baik. Sebaliknya, ada juga orang yang terluka, hancur, bahkan kehilangan harapan karena ucapan yang menyakitkan. Luka akibat perkataan sering kali tidak terlihat, tetapi dapat membekas sangat dalam.

Karena itulah, seorang pemimpin atau pelayan Tuhan tidak boleh dipilih sembarangan. la harus dapat dipercaya dan mampu membangun orang lain. Rasul Paulus mempercayakan pelayanannya kepada Timotius karena melihat iman Timotius yang tulus, kesetiaannya, kasihnya, kesuciannya, serta perkataannya yang membangun. Paulus memahami bahwa karakter seseorang terlihat dari cara ia berbicara dan memperlakukan orang lain.

Kolose 4:6 berkata, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." Perkataan yang penuh kasih adalah ucapan yang lahir dari hati yang dipenuhi kasih Tuhan sehingga dapat membangun, menghibur, dan menguatkan orang lain.

Efesus 4:29 juga mengingatkan, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." Artinya, setiap perkataan kita seharusnya membawa dampak yang baik bagi orang lain.

Hari ini, mari belajar menjaga mulut dan ucapan kita. Sebelum berbicara, tanyakan pada diri sendiri: apakah perkataan ini membangun atau justru melukai? Apakah ucapan ini membawa damai atau menambah luka? Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat, termasuk melalui kata-kata yang kita ucapkan setiap hari. Biarlah setiap ucapan yang keluar dari mulut kita menjadi berkat, membawa penghiburan, dan memuliakan nama-Nya. Amin. (AU)

Questions:
1. Apakah perkataan Anda selama ini lebih sering membangun atau melukai orang lain?
2. Adakah ucapan atau kebiasaan berbicara yang perlu Anda ubah di hadapan Tuhan?

Value:
Perkataan yang dipenuhi kasih dapat menjadi alat Tuhan untuk menguatkan, menghibur, dan membawa kehidupan bagi orang lain.

Kingdom Quote:
Perkataan yang keluar dari mulut kita mencerminkan keadaan hati kita.

🌿 Bukan Pujian Manusia, Tetapi Perkenanan Tuhan 🌿Di dunia ini, ramai yang mengejar pengiktirafan, kedudukan dan pujian d...
25/07/2026

🌿 Bukan Pujian Manusia, Tetapi Perkenanan Tuhan 🌿

Di dunia ini, ramai yang mengejar pengiktirafan, kedudukan dan pujian daripada manusia. Namun di mata Tuhan, yang paling berharga bukanlah mereka yang paling terkenal, tetapi mereka yang rendah hati dan rela melayani.

Yesus sendiri telah memberikan teladan yang sempurna. Walaupun Dia adalah Tuhan, Dia mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba demi menyatakan kasih-Nya kepada kita. Kerana ketaatan-Nya, Allah meninggikan Dia di atas segala nama.

📖 "Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba..."
Filipi 2:7-9

Marilah kita terus mengejar hati yang taat, rendah hati, dan setia melayani. Biarlah setiap yang kita lakukan bukan untuk mencari penghormatan daripada manusia, tetapi untuk memuliakan nama Tuhan.

🙏 Kejarlah ketaatan kepada Tuhan, bukan ketenaran daripada manusia.

Shalom selamat pagi semua.Hari ini diberikan Tuhan marilah kita  berbuat baik.🙏🙏HIDUP DIPENUHI HIKMATBanyak di antara ki...
21/07/2026

Shalom selamat pagi semua.Hari ini diberikan Tuhan marilah kita berbuat baik.🙏🙏

HIDUP DIPENUHI HIKMAT

Banyak di antara kita s**a cepat putus asa, stres dan tdk mengalami terobosan baru atau perubahan lebih baik dalam hidup.

Mengapa?

Karena pada saat menghadapi masalah dan ujian, kita merasa kurang puas menurut kehendak hati dan cenderung melihat apa yang di depan mata, sehingga kita mudah terpengaruh keadaan dan akibatnya kita makin terpuruk dan kalah.

2 Korintus 4:8
"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Kalau kita menyadari betapa besar pengorbanan YESUS, DIA rela mati bagi kita, kita tidak gampang kecewa dan mengeluh bila berada dalam persoalan, carilah hikmat dari DIA.

Hikmat adalah pemberian TUHAN ketika kita memiliki hubungan akrab dengan-Nya dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

Amsal 9:10
"Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian."

Hikmat yang sejati hanya dapat kita dapat dari hubungan akrab dengan TUHAN, karena DIA adalah Sumber Hikmat.

Kita sangat perlu petunjuk/Hikmat dari TUHAN, agar kita tidak tersesat.

Amsal 8:11
"...HIKMAT lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.

Dengan Hikmat, orang dimampukan untuk membuat keputusan dengan benar, dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak.

Memiliki hati bijaksana dan dipenuhi HIKMAT adalah hasil orang yang taat dan hidup dekat TUHAN

🌿 Setiap orang dikurniakan talenta yang berbeza, namun semuanya mempunyai tujuan yang sama, untuk memuliakan Tuhan dan m...
21/07/2026

🌿 Setiap orang dikurniakan talenta yang berbeza, namun semuanya mempunyai tujuan yang sama, untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat kepada sesama.

Tidak kira sekecil atau sebesar mana kemampuan yang kita miliki, apabila kita menyerahkannya kepada Tuhan, Dia mampu menggunakannya untuk membawa harapan, kasih, dan perubahan kepada kehidupan orang lain.

Kiranya kita terus setia menggunakan setiap anugerah yang Tuhan percayakan kepada kita demi kemuliaan nama-Nya.

📖 "Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya..." — Amsal 16:22

MENABUR KEBAIKAN, TUHAN PERSIAPKAN BERKAT UNTUK DITUAISeringkali kita menuntut TUHAN untuk memberkati hidup kita tapi ki...
20/07/2026

MENABUR KEBAIKAN, TUHAN PERSIAPKAN BERKAT UNTUK DITUAI

Seringkali kita menuntut TUHAN untuk memberkati hidup kita tapi kita tidak mau taat melakukan kehendak-Nya.

Jika kita tidak menabur apa², tidak mau membayar harga, jangan berharap kita akan menuai sesuatu.

jika kamu menanam kebaikan, kamu akan menuai kebaikan p**a.

Pengkotbah 6:11
"Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik."

Semisal kita menabur sebiji benih jagung di dalam tanah yang sudah diolah dengan baik, maka benih tersebut akan bertumbuh menjadi sebatang pohon jagung yang dapat menghasilkan buah jagung dalam jumlah lebih banyak lagi.

Galatia 6:9
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Ingin mengalami berkat TUHAN sampai ke anak cucu, lakulah hidup benar, Orang benar adalah orang yang takut akan TUHAN.

Mazmur 37:25-26
"Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat."

Prinsip dalam Firman TUHAN "apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai", artinya TUHAN lah yang menegaskan.

Terus menabur kebaikan, cara TUHAN sering tidak masuk akal, tapi ketika kita tetap taat dan sabar, perkara besar terjadi.

Address

2nd Floor, L6728, SL 61 Pines Square, Batu Kawa
Kuching
93250

Opening Hours

09:00 - 12:30

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ROCK Kuching Sarawak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share