17/08/2026
USULAN PCINU MALAYSIA UNTUK MUKTAMAR NU: MEMBERDAYAKAN NAHDLIYYIN PASCA BEKERJA DI MALAYSIA
Muktamar NU ke-35 akan dilaksanakan pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Muktamar bukan sekadar forum organisasi, tetapi menjadi momentum untuk merumuskan arah dan kebijakan NU dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi warga Nahdliyyin.
Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah masa depan warga NU yang bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri, khususnya di Malaysia.
Selama ini, kita banyak berbicara tentang perlindungan pekerja migran ketika mereka berada di luar negeri. Namun, ada satu persoalan yang tidak kalah penting:
Bagaimana ketika mereka pulang ke Indonesia?
Banyak pekerja migran memiliki pengalaman kerja, keterampilan, jaringan, bahkan tabungan. Namun tanpa persiapan yang baik, modal tersebut belum tentu dapat menjadi usaha produktif setelah kembali ke tanah air.
Karena itu, saya mengusulkan agar Muktamar NU memberikan perhatian terhadap program kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi bagi Nahdliyyin di luar negeri sebagai persiapan untuk mandiri setelah kembali ke Indonesia.
Usulan Program: “Siap Pulang, Siap Usaha”
Program ini dapat dimulai sejak warga NU masih berada di luar negeri melalui:
• Kelas kewirausahaan bagi Nahdliyyin dan pekerja migran.
• Pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, keuangan dan e-commerce.
• Pemetaan potensi usaha sesuai keterampilan, modal dan daerah asal masing-masing.
• Pendampingan usaha sebelum dan setelah kembali ke Indonesia.
• Membuka akses kepada pembiayaan usaha melalui koperasi, BMT, perbankan syariah maupun program pemerintah.
• Membangun jaringan pemasaran antara PCI NU di luar negeri dengan NU di daerah asal.
• Membentuk inkubator usaha Nahdliyyin bagi mereka yang telah kembali ke Indonesia.
Dengan demikian, warga NU yang bekerja di luar negeri tidak hanya dipandang sebagai tenaga kerja yang mencari penghasilan, tetapi juga sebagai calon entrepreneur, investor dan penggerak ekonomi di daerah asalnya.
Dari PMI Menjadi Pengusaha
Kita ingin membangun sebuah ekosistem:
Bekerja di luar negeri → Belajar berwirausaha → Menyiapkan usaha → Pulang ke Indonesia → Mendapat pendampingan → Mendapat akses modal → Membuka usaha → Menciptakan lapangan pekerjaan.
Di sinilah NU dapat mengambil peran strategis.
PCINU di luar negeri dapat menjadi jembatan persiapan, sedangkan PCNU dan MWCNU di daerah asal dapat menjadi pendamping setelah kepulangan.
Saya berharap gagasan ini dapat menjadi salah satu rekomendasi yang dibahas dalam Muktamar NU 27–31 Agustus 2026 di Tambakberas.
Bukan hanya bagaimana warga NU mencari nafkah di luar negeri, tetapi bagaimana pengalaman mereka di luar negeri dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi di tanah air.
Dari pekerja migran menjadi pengusaha.
Dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Dari diaspora menjadi penggerak ekonomi umat.
Oleh:
Ustaz Ihyaul Lazib Mustain
Rais Syuriyah PCINU Malaysia