20/08/2023
PUTUS ASA KERANA MISKIN
Musa bin ‘Imran berkata: “Wahai Tuhan, di mana aku mencari-Mu?” Allah menjawab: Carilah Aku di sisi orang-orang yang hancur hatinya.
Sesungguhnya Aku dekat dengan mereka setiap hari sejarak sekitar dua lengan. Jikalau tidak demkian, mereka pasti roboh binasa.
Lumrah manusia citakan kebahagiaan. Dan semua orang ada plan kehidupan yg tersendiri. Kita sering tenggelam dalam mengejar urusan, plan hidup yg fana ini.
Salah ke begitu? Tak salah. Allah ciptakan dunia untuk manusia. Selayaknya kita mengecapi bahagia dan nikmat yg ada di dunia.
Namun jangan sampai lupa siapa yg memberi nikmat dan bahagia. Siapa yg mengizinkan segala sesuatu yang berlaku dalam hidup ini.
Jika jiwa rohani kemas berpegang kepada penciptaNya. Manusia tak akan hilang pedoman hidup. Pahit atau manis hidup, jiwa tetap tenang dari gelora putus asa.
Syekh Hamzah Yusuf Hanson berkata:
Semua orang adalah mukmin ketika semuanya berjalan baik. Iman sejati adalah, ketika seseorang mampu bersabar dengan musibah yg menimpanya.
Manusia memiliki kadar bersabar yg berbeza. Tak semua orang kuat seperti Nabi Ayub yg tak pernah mengeluh bila menderita penyakit yg luar biasa buruk.
Sebab itu, Allah memerintahkan hambaNya yg lain untuk membantu mereka yg dalam kesakitan dan kedaifan. Supaya mereka tak putus asa dari rahmat Allah.
Rasulullah bersabda, Allah berfirman di hari kiamat:
Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kau tidak mau memberi-Ku minum. Orang itu bertanya: Wahai Tuhan, bagaimana caraku memberi-Mu minum, padahal Kau Tuhan yang Maha Kuasa?
Allah berfirman:
Apakah kau tidak tahu bahwa hamba-Ku, si Fulan, minta minum kepadamu tapi kau tidak mau memberinya minum. Sekiranya kau memberinya minum, pasti kau akan menemui balasannya di sisi-Ku.