Perjalanan Sufi Menuju Cinta Ilahi

Perjalanan Sufi Menuju Cinta Ilahi Perjalanan Kekasih Allah Puisi Munajat Kekasih Allah , Rabiah Al-Adawiyah Al-Basriah Wanita Sufi .

Mengenalkan Perjalan Tokoh Sufi dan Wali-Wali Allah dan sememangnya mereka berjalan di atas landasan Haq sebagaimana Al-Quran dan As-sunnah serta para Anbiya' , Dan Penghulu segala Wali,Ulama',Para Anbiya', dan Umat Islam ialah Nabi Muhammad SAW . Aku mengabdi diriku kepada Tuhan
bukan karena takut akan neraka
Bukan pula karena mengharapkan Syurga
Tetapi aku mengabdikan diriku,
Karena Cintaku kepa

da-Nya
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
karena takutkan neraka , bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
kerana mengharapkan syurga, haramkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata,Terimalah Daku dan Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan Wajah-Mu (ليس كمثله شيء) yang abadi padaku. (Rabiah Mengajar kita agar Ikhlas kepada Allah)

Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

Tuhanku
Tenggelamkan diriku ke dalam lautan
Keikhlasan mencintai-Mu
Hingga tak ada sesuatu yang menyibukkan Diriku
Selain berdzikir kepada-Mu

Perjalan Wali Allah yang kelihatan janggal , padahal Hakikatnya perjalan mereka benar-benar Suci , mereka terpana dalam Alam Hakikat dan Syuhud akan Dzat Allah .

Inginku Ke Puncak Matahari Terbit,Untuk Mencapai Sinar Cahaya,Namun Bukan Begitu Kehendak Sang Suria,Meskipun Aku Di Lem...
13/01/2023

Inginku Ke Puncak Matahari Terbit,
Untuk Mencapai Sinar Cahaya,
Namun Bukan Begitu Kehendak Sang Suria,
Meskipun Aku Di Lembah,
Sinarnya Tetap Memacar,
Hangatnya Tetap Terasa,
Alasanya Hanya Kerana Kasih Dan Cinta.

08/12/2022

TANDA-TANDA ORANG ARIF BILLAH
(Almarhum Waliyullah Assyahid ArifBillah Syeikh Ahmad Junaidin)

Seperti kata guruku, tanda-tanda orang Arifbillah (Wali Allah) itu adalah ;

1. Apabila kita duduk dengannya kita akan mendapat ilmu makrifat.

2. Apabila kita bersalaman dan berdakapan dengannya kita akan memperolehi limpahan rohani.

3. Apabila kita memandang dirinya akan terus mengingatkan kita kepada Wujud Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

4. Apabila kita mendengar perkataannya, kata-katanya itu dapat mengikis keaiban-keaiban seperti sombong, riak, takabur, ujub, hasad dengki dan marah dari perasaan dan hati kita yang terdalam.

5. Apabila sering bersamanya kita akan dapat merasakan ketenangan dan keberkatan cahaya yang keluar dari dirinya.

6. Apabila ada orang lain yang cuba memusuhi dan menyakitinya, diri kita juga akan sama terasa sakit dan dimusuhi.

7. Apabila kita berjauhan dengannya kita akan terasa begitu rindu dengannya dan segera ingin bertemu.

8. Apabila kita tiada bersamanya pada suatu ketika, kita akan merasa alam hidup kita ini sunyi dan kekosongan tanpanya.

9. Arifbillah itu tidak s**a mencela atau menghina ilmu-ilmu yang terdapat pada orang-orang sufi yang Haq.

10. Arifbillah itu termasuk golongan Auliya’ Allah, namun tidak semua Auliya’ Allah itu adalah di kalangan ulamak. Arifbillah atau Auliya’ Allah itu boleh jadi seperti orang biasa dalam kedudukan masyarakat kita yang tidak ada pangkat dan harta, dan sedikit sahaja orang mengenalinya, ada yang s**a hidup memencilkan diri dan dipinggirkan keluarga serta masyarakat.

11. Arifbillah atau Auliya’ Allah adalah terlalu sedikit jumlahnya yang ada di dunia ini berbanding ulamak yang jumlahnya terlalu ramai dan mudah dikenali.

12. Pada kebiasaannya, tanda-tanda seorang itu Arifbillah atau Auliya’ Allah bahwa dirinya sering menerima pelbagai ujian dari masyarakat awam yang tidak mengenali martabat kemuliaannya yang tersangat hampir di sisi Allah dan sebagai kekasih Allah (Habibullah). Masyarakat awam sering melemparkan kutukan dan kata-kata yang kesat, tuduhan dan fitnah, mengejek dan memperlikan ajaran-ajarannya serta kebaikan-kebaikan yang dilakukannya di jalan Allah.

13. Sesiapa yang memuliakan Arifbillah, Allah juga akan memuliakannya meskipun ia seorang ahli maksiat. Sesiapa yang memusuhi Arifbillah, Allah juga akan memusuhinya meskipun ia seorang ahli ibadat.

22/01/2022

Apabila berlaku sesuatu permasalahan janganlah kita menjadi penghukum. Dengarlah penjelasan dari kedua-dua belah pihak terlebih dahulu. Jadilah, kita orang di tengah-tengah, tanpa memihak kepada sesiapapun atas nama keadilan. Kebiasaanya, setiap pihak akan memenangkan dan membela dirinya. Hanya segelintir yg besar jiwanya sanggup, mengaku salah & silap dirinya sendiri.
Jika ada bukti atau saksi, maka lihatlah kepada keterangan saksi dan bukti-bukti. Maka, apabila sudah terbukti kebenaranya, pada ketika itu pilih lah untuk menegakan kepada kebenaran. Namun, jangan sesekali menghina yg salah, kerana kita juga manusia tidak lari dari salah & silap. Tetap, jagalah adab & tertib kita.
Adakalanya, membawa dan menegakan kebenaran itu, ibarat kita membakar diri kita sendiri. Mencari kebenaran itu, ibarat kita cuba mencari jalan yg lurus di dalam kegelapan. Kadangkala, kita teraba-raba ke kanan dan ke kiri sehinggalah adanya cahaya lampu membantu kita untuk menunjuk arah, membantu kita melihat ke hadapan.

Address

Bangi
43650

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perjalanan Sufi Menuju Cinta Ilahi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share