Masjid Mihara

Masjid Mihara Masjid Mihara, 宗教関連施設, 13-24 Saizakikuwaki, Mihara-shiの連絡先情報、マップ、方向、お問い合わせフォーム、営業時間、サービス、評価、写真、動画、お知らせ。

03/11/2019

Surat Yasin*)

قَالَ أَبُو عِيسَى التِّرْمِذِيُّ: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ وَسُفْيَانُ بْنُ وَكِيع، حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الرُّؤاسي، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ هَارُونَ أَبِي مُحَمَّدٍ، عَنْ مُقَاتِلِ بْنِ حَيَّانَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس. ومَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ".

Abu Isa Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah dan Sufyan ibnu Waki', telah menceritakan kepada kami Humaid ibnu Abdur Rahman Ar-Rawasi, dari Al-Hasan ibnu Saleh, dari Harun alias Abu Muhammad, dari Muqatil ibnu Hayyan, dari Qatadah, dari Anas Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda: Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai kalbu (inti) dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Dan barang siapa membaca surat Yasin, maka Allah mencatat baginya karena bacaan surat Yasin itu pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, kami tidak mengenalnya melainkan melalui hadis Humaid ibnu Abdur Rahman. Dan Harun alias Abu Muhammad adalah seorang syekh (guru) yang tidak dikenal. Dalam hal ini ada sebuah hadis yang diriwayatkan melalui Abu Bakar As-Siddiq, tetapi sanadnya tidak sahih karena daif (lemah). Diriwayatkan p**a melalui Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, tetapi masih diragukan kesahihannya.

Hadis Abu Bakar diriwayatkan oleh Al-Hakim At-Turmuzi di dalam kitabnya Nawadirul Usul, sedangkan hadis Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Bazzar. Ia mengatakan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْفَضْلِ، حَدَّثَنَا زَيْدُ -هُوَ ابْنُ الْحُبَابِ-حَدَّثَنَا حُميد -هُوَ الْمَكِّيُّ، مَوْلَى آلِ عَلْقَمَةَ-عَنْ عَطَاءٍ -هُوَ ابْنُ أَبِي رَبَاحٍ-عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس".

Telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnul Fadl, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepada kami Humaid Al-Makki maula keluarga Alqamah, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda: Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai kalbu, dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin

Kemudian Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, "Kami tidak mengenal ada seseorang yang meriwayatkannya selain Zaid ibnu Humaid."

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو يَعْلَى: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ، حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ زِيَادٍ، عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ. وَمَنْ قَرَأَ: "حم" الَّتِي فِيهَا الدُّخَانُ أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ"

Al-Hafiz Abu Ya'la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Abu Israil, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad, dari Hisyam ibnu Ziad, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda: Barang siapa yang membaca surat Yasin di malam hari, pada keesokan harinya ia diampuni. Dan barang siapa yang membaca Ha Mim yang di dalamnya disebutkan Dukhan (surat Ad-Dukhan), pada pagi harinya diampuni.

Sanad hadis ini jayyid (baik).

قَالَ ابْنُ حِبَّانَ فِي صَحِيحِهِ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ -مَوْلَى ثَقِيفٍ-حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ شُجَاعِ بْنِ الْوَلِيدِ السَّكُونِيُّ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ خَيْثَمة، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن جُحَادة، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ جُنْدَب بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ، غُفِرَ لَهُ".

Ibnu Hibban di dalam kitab sahihnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq ibnu Ibrahim maula Saqif, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Syuja' ibnul Walid As-Sukuni, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ziad ibnu Khaisamah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Jahadah, dari Al-Hasan, dari Jundub ibnu Abdullah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda:
"Barang siapa yang membaca surat Yasin di malam hari karena mengharapkan rida Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka diberikan ampunan baginya (dari dosa-dosanya)."

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَارِمٌ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَار، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "الْبَقَرَةُ سِنام الْقُرْآنِ وذِرْوَته، نَزَلَ مَعَ كُلِّ آيَةٍ مِنْهَا ثَمَانُونَ مَلَكًا، وَاسْتُخْرِجَتْ {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [الْبَقَرَةِ: 255] مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ فَوُصِلَتْ بِهَا -أَوْ: فَوُصِلَتْ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ-وَيس قَلْبُ الْقُرْآنِ، لَا يَقْرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيدُ اللَّهَ والدار الآخرة، إلا غفر له، واقرؤوها عَلَى مَوْتَاكُمْ".

Imam Amad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Arim, telah menceritakan kepada kami Mu'tamir, dari ayahnya, dari seorang lelaki, dari ayahnya, dari Ma'qal ibnu Yasar Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda:
"Al-Baqarah adalah punuk Al-Qur'an dan merupakan puncaknya, diturunkan bersamaan dengan tiap ayatnya sebanyak delapan puluh malaikat,
dan ayat yang mengatakan, "Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya) " (Al-Baqarah: 255) dikeluarkan dari bawah Arasy maka aku hubungkan atau aku gabungkan dengan surat Al-Baqarah ayat tersebut.
Dan Yasin adalah kalbu Al-Qur’an; tidak sekali-kali seseorang membacanya karena mengharapkan pahala Allah dan hari kemudian, melainkan diberikan ampunan baginya,
dan bacakanlah surat Yasin buat Orang-orang mati kalian."

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai di dalam kitab Al-'Yaum wal Lailah melalui Muhammad ibnu Abdul A'la, dari Mu'tamir ibnu Sulaiman dengan sanad yang sama.

ثُمَّ قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَارِمٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ -وَلَيْسَ بِالنَّهْدِيِّ-عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَعْقِل بْنِ يَسَار قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "اقرؤوها عَلَى مَوْتَاكُمْ" -يَعْنِي: يس

Kemudian Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Arim, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Sulaiman At-Taimi, dari Abu Usman, tetapi bukan An-Nahdi, dari ayahnya, dari Ma'qal ibnu Yasar Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda:
"Bacakanlah ia untuk orang-orang mati kalian." Yakni surat Yasin tersebut.

Imam Abu Daud dan Imam Nasai di dalam kitab Al-Yaum walLailah-nya —juga Ibnu Majah— telah meriwayatkan­nya melalui hadis Abdullah ibnul Mubakar dengan sanad yang sama, hanya di dalam riwayat Imam Nasai disebutkan dari Abu Usman dari Ma'qal ibnu Yasar Radhiyallahu Anhu

Mengingat banyaknya hadis-hadis yang membicarakan keutamaan surat Yasin ini, maka ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa di antara khasiat surat ini ialah tidak sekali-kali ia dibaca dalam suatu urusan yang sulit, melainkan Allah akan memudahkannya. Dan seakan-akan surat Yasin yang dibacakan untuk orang yang sedang menghadapi ajalnya dimaksudkan untuk memohon agar rahmat dan berkah diturunkan baginya, dan dimaksudkan agar rohnya keluar dengan mudah; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Safwan yang mengatakan bahwa para syekh mengatakan, "Apabila surat Yasin dibacakan untuk orang yang sedang menjelang kematiannya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan keringanan baginya berkat surat Yasin ini."

قَالَ الْبَزَّارُ: حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عِكْرِمَة، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَوَدِدْتُ أَنَّهَا فِي قَلْبِ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْ أُمَّتِي" -يعني: يس.

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Hakim ibnu Aban, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda:
"Sungguh aku menginginkan bila surat Yasin berada di dalam kalbu setiap orang dari umatku."

Yakni surat Yasin dihafal oleh setiap orang dari umat Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam

*) Tafsir Ibn Katsir

31/10/2019
Dari masa ke masa selalu ada perubahan. . . .
22/09/2019

Dari masa ke masa selalu ada perubahan. . . .

06/05/2019
09/03/2018

Kitab Sahih Muslim Hadis No. 4832.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
"يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي إِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً"

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ "وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا"

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Zuhair bin Harb - dan lafadh ini milik Qutaibah- mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata;
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Allah 'azza wajalla berfirman; 'Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku.
Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekump**an orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekump**an yang lebih baik dan lebih bagus darinya.
Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dengan sanad ini, namun dia tidak menyebutkan kalimat;
'Jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa.'

02/03/2018

عن أبي ذر جُنْدبِ بنِ جُنَادَةَ رضي الله عنه قَالَ:
قُلْتُ: يَا رسولَ الله، أيُّ الأعمالِ أفْضَلُ؟
قَالَ: ((الإيمانُ باللهِ وَالجِهادُ في سَبيلِهِ)).
قُلْتُ: أيُّ الرِّقَابِ أفْضَلُ؟
قَالَ: ((أنْفَسُهَا عِنْدَ أهلِهَا وَأكثَرهَا ثَمَنًا)).
قُلْتُ: فإنْ لَمْ أفْعَلْ؟
قَالَ: ((تُعِينُ صَانِعًا أَوْ تَصْنَعُ لأَخْرَقَ)).
قُلْتُ: يَا رَسُول الله، أرأيْتَ إنْ ضَعُفْتُ عَنْ بَعْضِ العَمَلِ؟
قَالَ: ((تَكُفُّ شَرَّكَ عَنِ النَّاسِ؛ فإنَّهَا صَدَقَةٌ مِنْكَ عَلَى نَفْسِكَ).

مُتَّفَقٌ عليه.

Dari Abu Zar, yaitu Jundub bin Junadah Rhadiallahu 'anhu., katanya:
"Saya berkata: Ya Rasulullah, amalan manakah yang lebih utama - banyak fadhilahnya?"
Beliau Shallallahu 'alaihi wassalam. menjawab: "yaitu beriman kepada Allah dan berjihad untuk membela agamaNya."
Saya bertanya lagi: "Hamba sahaya manakah yang lebih utama?"
Beliau Shallallahu 'alaihi wassalam. menjawab: "yaitu yang dipandang terindah bagi pemiliknya serta yang termahal harganya."
Saya bertanya p**a: "Jikalau saya tidak dapat mengerjakan itu -yakni berjihad fi-sabilillah ataupun memerdekakan hamba sahaya yang mahal harganya, maka apakah yang dapat saya lakukan?"
Beliau Shallallahu 'alaihi wassalam. bersabda: "Berilah pertolongan kepada seseorang pekerja - shani' - atau engkau mengerjakan sesuatu kepada seseorang yang kurang pandai bekerja - akhraq." Saya berkata p**a: "Ya Rasulullah, bukankah Tuan telah mengetahui, jikalau saya ini lemah sekali dalam sebahagian pekerjaan?" Beliau Shallallahu 'alaihi wassalam. bersabda:
"Tahanlah keburukanmu, jangan sampai mengenai orang banyak, amalan sedemikian itu pun merupakan sedekah daripadamu untuk dirimu sendiri - yakni tidak mengganggu orang lain."
(Muttafaq 'alaih)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Jalan-jalan kepada kebaikan sangat banyak.
2- Keutamaan beriman kepada Allah dan berjihad fisabilillah.
3- Anjuran untuk mempersembahkan amalan yang terbaik.
4- Selalu bersedia membantu kepada yang membutuhkan sesuai kemampuan dan keahlian.
5- Menahan keburukan yakni tidak menggangu orang lain juga merupakan kebaikan.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Allah menganjurkan kepada mereka untuk mengerjakan kebaikan, dan Allah Swt. memberitahukan kepada mereka bahwa Dia Maha Mengetahuinya; kelak Allah akan memberikan balasan kepadanya dengan balasan yang berlimpah di hari kiamat nanti.

وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ

Dan apa yang kalian kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. (Al-Baqarah: 197)

===============================

28/02/2018

Kitab Sahih Muslim Hadis No. 4689.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّه ُ"

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Ja'far dari Al A'laa dari Bapaknya dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.
Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya.
Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya."

27/02/2018

ILMU GAIB
*Dr. Ahmad Junaidi.

Beriman kepada hal-hal yang gaib sebagaimana yang tercantum dalam rukun iman merupakan inti keberagamaan seseorang. Sesungguhnya eksistensi agama dibangun di atas iman atau kepercayaan terhadap hal-hal yang gaib atau 'tidak ada' ini. Sekaligus merupakan sebesar-besar pendorong untuk melakukan ketaatan, menjauhi larangan dan introspeksi diri (muhasabah).

Kemampuan percaya kepada sesuatu yang gaib atau 'tidak ada' merupakan sebentuk kecerdasan yang tidak semua orang bisa memilikinya. Tradisi Barat menyebutnya dengan Kecerdasan Imajinasi (al-Quwwah al-Khayaliyah) meskipun pembahasannya tidak identik dengan kajian dalam tradisi Islam.

Sebab ini p**a mengapa kaum Musyrikin dulu disebut kaum yang bodoh (Jahiliyah). Karena memang mereka tidak mampu memahami konsep Tuhan yang gaib. Mereka membutuhkan benda fisik atau patung untuk mempersonifikasikan Tuhan yang mereka sembah.

Kemampuan untuk mempercayai yang gaib ini sama sekali tidak berkorelasi positif terhadap penguasaan ilmu-ilmunya. Bisa jadi seseorang yang sangat menguasai ilmu-ilmu gaib secara teoretis dalam perilakunya tidak mencerminkan hal tersebut. Tak ayal lagi, kita sering menjumpai kontradiksi perilaku tersebut di lapangan.

Ada orang yang setiap hari mengajarkan perkara halal malah melakukan yang haram, mengajarkan akhlak malah melakukan maksiat, mengajarkan hukum malah dihukum, diberi amanah malah berkhianat, mengkaji teori-teori maslahah malah menjadi sumber mafsadah, dan sebagainya.

Al-Quran pun, sebagai kitab suci dan sumber ajaran umat Islam yang dibaca setiap hari oleh umatnya, isinya penuh dengan penjelasan-penjelasan tentang perkara gaib. Sebuah kitab yang tanpa keraguan di dalamnya meskipun menjelaskan hal-hal yang 'tidak ada'. Serta menjadi petunjuk bagi orang yang mempunyai kecerdasan imajinasi untuk memahaminya (al-muttaqin).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

(الم)
(ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ)
(الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)
(وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ)
(أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)

"Alif Lam Mim, Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

[Surat Al-Baqarah 1-5]
lewat

住所

13-24 Saizakikuwaki
Mihara-shi, Hiroshima
729-2251

アラート

Masjid Miharaがニュースとプロモを投稿した時に最初に知って当社にメールを送信する最初の人になりましょう。あなたのメールアドレスはその他の目的には使用されず、いつでもサブスクリプションを解除することができます。

事業に問い合わせをする

Masjid Miharaにメッセージを送信:

共有する

カテゴリー