The plan to build Kitakyushu Mosque has been initiated by the Muslim Association of Kitakyushu (MAKITA) more than ten years ago. MAKITA was founded by foreigner Muslims consisting of academics, businessmen and foreign students in Kitakyushu City. Until now, Muslims in Kitakyushu City were still scattered depend on their working/study location. They were asking the respective companies/universities to be able to lend a room for their activities. However, if the company is on holiday they don’t have a place to worship. Often we don’t have a choice to pray in the open space but we are afraid that we will get complaints from local residents or police officers. In addition, for Muslim students who have the status of students must make reservations every month to use the room from the universities, but if the room is booked by Japanese students we have to give away.
Pembelian gedung untuk menjadi Masjid Kitakyushu telah direncanakan oleh Muslim Association of Kitakyushu (MAKITA) lebih dari sepuluh tahun lalu. MAKITA dibentuk oleh warga muslim pendatang yang terdiri dari akademisi, pengusaha, dan mahasiswa luar negeri. Selama ini warga muslim di Kota Kitakyushu dan sekitarnya yang masih terpisah-pisah memohon kepada pihak perusahaan/universitas masing-masing untuk bisa meminjamkan ruangan. Akan tetapi bila perusahaan sedang libur mereka kehilangan tempat untuk beribadah dengan tenang. Seringkali kami terpaksa solat di ruang terbuka karena tidak ada pilihan. Sehingga komplain dari warga sekitar atau petugas keamanan tidak bisa kami hindari. Selain itu, untuk muslim yg berstatus mahasiwa harus melakukan reservasi setiap bulan untuk menggunakan ruangan, namun jika ruangan tersebut dipakai mahasiwa Jepang kami harus mengalah.
Since 2011, we are planing to buy a simple building close to the Muslim communities and to the downtown, which we still unable to decide due to many reasons. Until now the funds collected from the donation from international students and communities have reached 10 Million JPY (a combination of Tobata 5 Million JPY and Honjo regions 6 Million JPY). However, because the price of buildings is increasing in this area, to buy a used building, we must have at least 25 Million JPY. We hereby request the support of fellow countrymen and foreigners so that we can provide a place of worship together, and introduce the goodness of Islam in the northern part of the second most populous island in Japan, Kyushu.
Sejak 2011 kami berencana membeli sebuah bangunan sederhana terdekat dengan komunitas muslim paling banyak yang lokasi belum bisa kami tentukan. Hingga saat ini dana yang terkumpul dari usaha teman-teman pelajar luar negeri alhamdulillah sudah mencapai 1 milyar rupiah (gabungan dari wilayah Tobata dan Honjo. Akan tetapi, karena harga bangunan yang semakin mahal di area ini, untuk membeli sebuah bangunan sederhana bekas kami harus mempunyai paling sedikit 2 milyar rupiah. Dengan ini kami memohon dukungan teman-teman sebangsa setanah air maupun dari luar negeri agar kami bisa menyediakan tempat ibadah bersama, dan mengenalkan kebaikan Islam di bagian utara p**au terpadat kedua di negeri sakura ini, Kyushu. Kami sudah cukup lama berpindah-pindah tempat untuk solat berjamaah, solat jumat, bahkan sempat menyewa ruangan di sebuah apartemen, tapi karena keterbatasan dana, kami hanya bisa menggunakannya saat bulan romadhon kemarin.
The fundraising committee and member consists of Kitakyushu Muslims brothers and sisters from various countries such as Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Arab, Afghanistan, Syria, Palestine, Egypt, and Japan. Since our organization was established, more and more Japanese people were interested in participating in the events we held, until finally choose to embrace Islam as their way of life. As an illustration, we are targeting a minimum 2-storey building that we are targeting can accommodate 300-400 people. The first floor will be used for the Kitakyushu Islamic Cultural Center, halal food stores, and international activities. While the second floor will be used for prayers, recitation, Quran classes, and other introductory / religious activities. The management of this mosque will be held by Muslims who live in Kitakyushu, both Japanese and foreigners.
Panitia penggalangan dana terdiri dari muslim Kitakyushu dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Arab, Afganistan, Syiria, Palestina maupun Jepang. Sejak organisasi kami berdiri, semakin banyak orang Jepang yang tertarik mengikuti acara-acara yang kami selenggarakan, hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam sebagai jalan hidupnya. Sebagai gambaran kami menargetkan bangunan minimal 2 lantai yang kami targetkan bisa menampung 300-400 orang. Lantai pertama akan digunakan untuk Kitakyushu Islamic Cultural Center, toko makanan halal, dan kegiatan bersama. Sedangkan lantai kedua akan digunakan untuk tempat solat, pengajian, kelas alquran, dan kegiatan pengenalan/keagamaan lainnya. Kepengurusan masjid ini nantinya akan dipegang oleh warga muslim yang menetap di Kitakyushu baik orang Jepang maupun orang luar negeri.
From Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam said,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
"Whoever builds a mosque because of Allah, Allah will build a house for him in paradise."
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu p**a di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)
Semoga bantuan dari saudara-saudaraku dibalas oleh Allah SWT. Terima kasih.
Kitakyushu, 6 October 2016
Hormat kami mewakili teman-teman muslim di Kitakyushu,
Didit Novianto, Koordinator Tim Pembangunan Masjid Kitakyushu cab. Honjo dan Tobata, Kitakyushu
M. Husni Mubarok dan Ahmad Mudofar, Koordinator Tim Pembangunan Masjid Kitakyushu cab. Kanda Machi, Kitakyushu
email: [email protected]
Anggota Muslim Association of Kitakyushu untuk Masjid Kitakyushu dari Indonesia (2016):
Tibyani Hambali, Mukhamad Subkhan, Imam Sutrisno, Haris Murwadi, Taufiq Alif Kurniawan, Donny Koerniawan, Dian Sekartaji, Fritz Akhmad Nuzir, Beta Paramita, Yoni Rahardi, Munawir Adam, Agus Hariyadi, Yuyun Wabula, IB Ilham Malik, Faisal Budiman, Dewi Nurfitri Oktaviani, Reza Dano, Ira Rumiris Hutagalung, Indriyani Rachman, Mahfud Jiono, Guruh Adi Widodo, Mia Rizkinia, Khairudin Hasan, Abdullah Rajab, Panca Mudji Rahardjo, Icca Nur Azizah, M. Husni Mubarok, Ahmad Mudofar.
Our donation bank accounts are as follow: (Untuk yang berada di Jepang bisa transfer ke rekening:)
JP bank 17430-73189071 atas nama: ディディット ノヴィアント
Donation link (Indonesian): https://kitabisa.com/masjidkitakyushu
Laporan keuangan akan diperbaharui setiap saat melalui FP kami di https://www.facebook.com/makitadonation