31/05/2026
Tokoh Diotrefes disebut dalam surat 3 Yohanes ayat 9–10. Ia digambarkan sebagai seseorang yang s**a menjadi yang terkemuka, menolak otoritas rasuli, menyebarkan perkataan jahat, dan tidak mau menerima saudara-saudara seiman. Karena sikapnya, ia justru menghambat pekerjaan Tuhan.
Pelajaran yang dapat kita ambil
1. Waspadai keinginan untuk menjadi yang paling penting Diotrefes lebih mengutamakan posisi dan pengaruh daripada kerendahan hati. Dalam pelayanan maupun kehidupan sehari-hari, kita perlu bertanya: Apakah saya melayani untuk memuliakan Tuhan atau untuk mencari pengakuan?
2. Terimalah nasihat dan koreksi Melalui suratnya, Rasul Yohanes menegur sikap Diotrefes. Hati yang mau diajar adalah tanda kedewasaan rohani. Orang yang menolak koreksi berisiko berjalan menurut kehendaknya sendiri.
3. Tunjukkan kasih melalui keramahtamahan Salah satu kesalahan Diotrefes adalah menolak menerima saudara-saudara yang melayani Tuhan. Kasih Kristen tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap menerima, menolong, dan mendukung sesama.
4. Jadilah teladan yang baik Setelah membahas Diotrefes, Yohanes mendorong jemaat untuk mengikuti yang baik, bukan yang jahat (3 Yohanes 1:11). Kita selalu memiliki pilihan: meniru teladan yang membangun atau yang merusak.