01/09/2026
SIAP MEMBERI PERTANGGUNGJAWABAN TENTANG IMAN
Di zaman sekarang, menjadi orang percaya tidak selalu mudah.
Kita hidup di tengah masyarakat yang memiliki banyak pandangan, nilai, dan keyakinan yang berbeda. Kadang-kadang iman kita dipertanyakan, dianggap terlalu fanatik, atau bahkan menjadi bahan ejekan.
Ketika hal itu terjadi, bagaimana seharusnya kita bersikap?
Firman Tuhan memberikan nasihat yang sangat jelas:
"Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu."
(1 Petrus 3:15)
Petrus tidak mengatakan bahwa kita harus memaksakan iman kepada orang lain.
Kita dipanggil untuk siap menjelaskan pengharapan yang kita miliki di dalam Kristus,
Artinya, kita perlu mengenal apa yang kita percayai.
Jangan menjadi orang Kristen hanya karena mengikuti keluarga, tradisi, atau lingkungan,
Miliki hubungan pribadi dengan Tuhan,
Kenali Firman-Nya,
Pahami dasar iman kita.
Ketika seseorang bertanya, "Mengapa kamu percaya kepada Yesus?", kita seharusnya mampu menjelaskan dengan sederhana bahwa pengharapan kita tidak dibangun di atas keadaan dunia, kekayaan, keberhasilan, atau kemampuan manusia, tetapi di atas Kristus.
Namun ada hal penting yang tidak boleh dilupakan,
Cara kita menyampaikan iman sama pentingnya dengan apa yang kita sampaikan.
Petrus melanjutkan:
"Tetapi lakukanlah itu dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni..."
(1 Petrus 3:16)
Ini sangat relevan dengan kehidupan saat ini;
Media sosial sering dipenuhi perdebatan,
Orang mudah menghina orang yang berbeda pandangan,
Diskusi tentang agama dapat berubah menjadi pertengkaran,
Bahkan terkadang orang Kristen membela kebenaran dengan perkataan yang kasar dan merendahkan,
Padahal kita dipanggil untuk menyampaikan kebenaran dengan lemah lembut dan hormat.
Kita tidak perlu menjadi kasar untuk menjadi tegas,
Kita tidak perlu menghina orang lain untuk mempertahankan iman,
Kita dapat berbeda pendapat tanpa kehilangan kasih,
Kita dapat mempertahankan kebenaran tanpa merendahkan orang lain,
Dan yang tidak kalah penting, kesaksian hidup kita harus mendukung perkataan kita.
Jangan sampai kita pandai menjelaskan iman, tetapi kehidupan kita justru menjadi batu sandungan.
Jika kita berbicara tentang kasih, biarlah hidup kita menunjukkan kasih.
Jika kita berbicara tentang kejujuran, biarlah kita hidup jujur.
Jika kita berbicara tentang pengampunan, biarlah kita juga belajar mengampuni.
Jika kita berbicara tentang Kristus, biarlah karakter Kristus terlihat dalam kehidupan kita.
Renungkanlah hari ini:
Jika seseorang bertanya mengapa saya percaya kepada Yesus, apakah saya mampu menjelaskan iman saya?
Apakah cara saya menyampaikan iman menunjukkan kelemahlembutan dan hormat?
Apakah kehidupan saya menjadi kesaksian yang mendukung apa yang saya katakan tentang Kristus?
Dunia bukan hanya mendengar apa yang kita katakan tentang Yesus, tetapi juga memperhatikan bagaimana kita hidup sebagai pengikut-Nya.
Karena itu, kenalilah iman kita, bersiaplah memberikan alasan tentang pengharapan kita, dan sampaikanlah kebenaran dengan kasih.
Jadilah orang percaya yang bukan hanya memiliki iman, tetapi juga memahami imannya; bukan hanya mampu berbicara tentang Kristus,
tetapi juga mampu menunjukkan Kristus melalui kehidupannya.
God Bless You