Hikmah Muslimah

Hikmah Muslimah Berisi berbagai kisah, artikel, pengalaman dsb untuk memberikan berbagai pelajaran berharga dalam kehidupan

04/09/2024

Blimbing wuluh ..

Sore nanti rencana sy pengen ambil ikan patin di kolam dan ingin sy masak dgn blimbing wuluh.

Maka pagi2 sehabis jalan pagi dilapangan minggiran dengan semangat 45 saya mampir ke warung langganan cari blimbing wuluh, tomat ijo dan daun kemangi.
Lah kok dilalah 3 macam itu nggak ada. Sy cuma dapat tomat merah.
"Yo wis mbak gpp" kata saya.
Saat saya masih pilih belanjaan seorang ibu jawil saya dari belakang ..
" bu ..bu siapa njih namanya ? Ini ada blimbing wuluh diasto mawon" katanya. Dan beliau langsung kembali ke motor beliau.
Menerimanya , berucap terimakasih sambil agak bengong . Saya jarang lihat ibu tersebuy belanja. Jadi kurang kenal. Kok bisa tiba2 kasolih seplatik kecil blimbing wuluh yang saya butuhkan.

Warung pagi mbak umi di cakruk minggiran ini memang ramai . Kadang ibu2 berhimpitan milih barang. Ambil2 baru dihitung. Mungkin beliau tadi mendengar saya cari blimbing wuluh. Trus ingat di rumahnya ada blimning wuluh. Pulang sebentar ambil blingbing trus ke warung lagi ngasih ke saya..

Sungguh saya terkesima dengan kebaikannya. Bukan masalah blimbing wuluhnya tapi kepekaannya atas kebutuhan orang lain. Rela war wer bolak balik naik motor dan ngasih ke saya, orang yang belum blio kenal..Ada rasa malu menyelinap di hati saya... rasanya saya belum sepeduli ibu itu...( sayang namanyapun saya nggak tahu. Moga2 besok2 ada rejeki ketemu di warung lagi sehinggabbisa kenalan).

Makasih bu. Insyaalloh blimbing wuluhnya beneran saya masak nanti untuk acara paksu nanti malam.

WiwikCH
Catatan pagi

22/11/2020

Berteman dgn sakaratul maut ..

Temans..mungkin sebagian kita banyak ya yang blm pernah berhubungan dengan jenazah. Baik menunggui seseorang yg sedang sakaratul maut, memandikan jenazah dan mengkafaninya. Semuabitu bagian dari fardhu kifayah dalam masyarakat kita.
Artinya memang harus ada sebagain dr masyarakat yg melakukan perawatan jenazah saat dibutuhkan.

Kali ini sy ingin menceritakan seorang teman yg masyaalloh , semoga kelak apa yg dilakukannya menjadi salah satu pemberat amal untuk nemperoleh jannahnya.

Bu lina, sebut saja begitu. Kawan saya seorang ibu bersahaja. Tinggal di salah satu perkamoungan pinggir sungai diyogyakarta. Boleh dibilang dia ibunya orang di kampung tersebut. Rajin mengkoordinir pengajian, forum pemberdayaan ekonomi dgn model simpan pinjam dan satu yang iatimewa menuntun orang yg sakaratul maut hingga merawat jenazahnya.

Suaru hari ketika beliau sedang bertamu di rumah sy, tiba 2 ada tetangganya yang telpon. Beliau serius menjawab memberi petunjuk kemudian bergegas p**ang. Setelah selesai menerima telepon saya bertanya kenapa beliau huru-buru p**ang. Ternyata ada tetangga beliau yy sakit sudah oarah dan sakaratul maut. Dan tetangga 2 menunggu beliau untuk menuntunnya. Masyaalloh..
Saya tanya " tiap ada yg sakaratul maut daj akan merawat jenazah pasti dihubungi ya mbak?". Dan mbaknlina mengiyakan. Saya membayangkan sudah berapa banyak orang yg dibimbing sebelum ajal menjemout, berapa yg dimandikan, dikafani. Jika semua itu dilakukan dgn penuj keikhlasan ...maka insyaalloh bekal amal beliau sdh jauh lebih banyak dibandingkan saya.

Kadang bukan hanya itu yang dilakukan. Tapi juga mendampingi tetangganya yang sakit di rumah sakit untuk mengurus surat suoaya bisa gratis.

Hidup ditengah masyarakat pinggir kali dengan rata-rata ekonomi menengah ke bawah , kehadirannya membimbing, memcarikan jalan keluar dari permasapahn mereka adalah amal sjolih yang luar biasa.

Bukankah sebaik-baik manusia adalah yg paling banyak memberi manfaat pada sesamanya.

Tinggal diri ini merenung ..apa bekal saya..

Wiwik ch

04/06/2020

Menanam yook mak

Selama pandemic dan banyak di rumah , saya lihat banyak wall fb teman-teman yang berisi berbagai aktifitas menanam di rumahnya. Ada yang mulai belajar menanam sayuran, ada yang berlajar hidroponik, ada yang menata halamannya jadi indah dengen aneka bunga. Nampaknya salah satu sisi positif pandemic adalah mulainya mak-mak s**a dengan tanaman.
Saya sendiri dari dulu s**a menanam. Maklum wong ndeso. Pernah bercita-cita pengen punya rumah dengan pekarangan luas, Alhamdulillah Alloh kasih rumah di tengah kota dengan halaman mungil . Tetap besyukur meski mungil tetap bisa di tanami.
Suatu saat ketika membaca buku saya nemu sebuah hadist yang membuat kes**aan menanam saya seperti memperoleh cass baru. (maklum memang semangatnya naik turun, sampai sekarang juga masih begitu ha ha). Hadist ini adalah sebuah percakapan antara Rasululloh dengan seorang muslimah yang memiliki profesi sebagai seorang petani, namanya Ummu Mubasysyir.
“ Dari Jabir dikatakan bahwa Nabi SAW bertemu dengan Ummu Mubasysyir , wanita Anshor , di dalam kebun kurma miliknya , lalu Nabi Saw berkata kepadanya,”Siapa yang menanam pohon kurma ini, orang Islam atau orang kafir?” Ummu Mubasysyir berkata :”orang Islam”, Nabi SAW berkata :”Tidak menanam seorang muslim akan suatu tanaman atau tumbuh-tumbuhan , lalu hasilnya dimakan manusia, hewan atau sesuatu , kecuali hal itu menjadi sedekah bagi yang menanamnya,” (HR Muslim).
Hadist lain yang mirip adalah sebagai berikut :
Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ‘Anhu dia bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا أَكَلَتِ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةً وَ لاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً
“Tidaklah seorang muslim menanam suatu pohon melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits no.1552)
Dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا, أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيْمَة ٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak p**a menanam tanaman kemudian pohon/ tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari hadits no.2321)
Bagaimana mak rasanya setelah membaca hadist diatas? Pasti pengen nanam-nanam kan. Bagaimana tidak , menanam itu nggak ada ruginya. Baik ketika jadi bagus dan kita panen, atau ketika di perjalanan di makan hama, di makan ayam atau dimakan burung. Semua jadi pahala sodaqoh kita.
Nah sejak baca hadist 2 diatas saya s**a menanam yang menghasilkan. Pernah nanam markisa sampai sampai banyak yang dibagi, Tapi sekarang sdh wassalam. Sekarang sedang seneng-senengnya nanam sayur meski kadang panennya keduluan sama belalang, ulat atau bekicot karena lupa merawat. Rugi? ..nggak lah, kah sudah jadi shodaqoh yang tidak terasa seperti hadist diatas meskipun dimakan hewan.
Siapa yang belum menanam di rumah? Moga-moga setelah baca hadist diatas jadi pengen nanam ya. Atau masih ada tetapinya? Pengen sih tapi saya nggak punya halaman, pengen sih tapi masih punya krucil-krucil nggak sempat merawatnya. Pengen sih tapi tetangga punya ayam,ntar Cuma di makan ayam, pengen sih tapi nggak punya waktu…pengen sih ..tapi ..pengen sih ..tapi.
Jujur mak …sebenarnya alas an-alasan diatas tetep bisa disiasati sih. Kalau mau dibahas satu persatu bisa. Tapi nanti kepanjangan. Pasti si mak malas baca tulisan saya.
Baiklah saya akhiri saja deh dengan mencoba mendata manfaat menanam biar tambah pada pengen.
Nih menanam itu :
- Bikin kita sehat karena berkeringat (kecuaali nanamnya di musim dingin ha ha)
- Membuat udara rumah kita tambah segar
- Membuat pemandangan lebih indah
- Membuat kita senang saat panen
- Membuat kita dapat pahala kalau panennya dibagi atau diperjalanan dimakan ulat, bekicot, ayam atau sebangsanya..
- Membuat kita tambah mesra sama suami. Lho? Ya iya kalau nanamnya bareng suami atau karena sering panen kita jadi hemat uang belanja dari suami . ya kan mak.
- Apalagi ya… sialhkan panjangin sendiri deh.
Yook ah mak … selamat menanam. Boleh juga tuh sambil menanam sambil sholawat atau dzikir siapa tahu tanaman jadi tambah subuh.

(wiwik. Ch)

02/06/2020

TAUBATNYA SANG PENCURI

Suatu hari mengahdaplah seorang pencuri ke hadapan seorang Ustadz. Sang pencuri mengutarakan keinginannya untuk bertaubat. Tentu saja sang ustad dengan senang hati menyambutnya. Setelah ngobrol dan mendengarkan nasehat sang Ustad, mantan maling itu bekata :
“Ustad apa yang harus saya lakukan setelah saya bertaubat? Saya ingin menjadi orang yang berarti.”
Sang Ustadpun menanyakan kemampuan yang dimiliki oleh sang mantan maling. “carilah kemampuan , kepandaian, ketrampilan atau apapun yang kau miliki dan pakailah itu di jalan jalan Alloh. Jika tidak ada harga maka bisa juga tenaga”.
Betapa senangnya sang mantan maling. Apapun bisa disumbangkan untuk berjuang di jalan Alloh. Maka dia mulai berpikir, Bagaimana kalau dia menyumbangkan hartanya yang masih ada. Tapi tiba-tiba dia bersedih. Dia ingat bahwa harta yang dimiliki hampir semuanya berasal dari pekerjaan haramnya sebagai pencuri. Mana mungkin harta yang dimiliki itu di sumbangkan di jalan Alloh. Lantas apa-kemampuan lain yang bisa disumbanglan. Jika tidak ada harta maka ingin siapa tahu dia bisa menyumbangkan ketrampilan yang dimiliki. Tapi lagi-lagi dia tercenung sedih.
“Uatadz, harta saya hasil pencurian. Dan ternyata saya tidak memiliki ketrampilan lain yang bisa diandalkan kecuali ketrampilan mencuri. Dengan malu-malu dia sampaikan hal itu kepada sang Ustadz. Meski agak terkejut, sang ustadz tetap tersenyum mafhum.”ketrampilan mencurimu insyaalloh bermanfaat untuk umat” kata sang ustada tersenyum simpul.
Hampir tersedak sang mantan maling mendengarnya. Bagaimana mungkin ketrampilan mencurinya bisa bermanfaat untuk ummat? Mungkin ustadz sedang bergurau, batinnya. Tetapi ketika dia mengangkat mukanya dan melikat wajah sang ustadz yang tersenyum teduh , dia tahu kalau sang ustadz tidak sedang bergurau.
“Betulkah ustadz? Apa yang harus saya lakukan ustadz?” tanyanya sumringah .
“Bergabunglah dengan pas**an rakyat yang menhendaki negeri ini bebas. Ketrampilanmu akan sangat berguna. Ambillah hak kita, hak rakyat negeri ini kembali dari tangan penjajah. Jika kau mampu maka curilah senjata-senjata dari gudang mereka . Supaya para pejuang kita bisa memeperjuangkan kemerdekaan negeri ini dengan senjata-senjata itu” ujar sang ustadz serius…
Sang mantan pencuri itu terkesima. Tidak mengira bahwa jalan kebaikan akan cepat terbuka lebar di hadapannya dengan ketrampilan yang dia miliki. Ketrampilan yang tadinya dia pakai untuk kemaksiatan. . Untuk mengabdi pada negerinya yang masih terjajah dengan “satu-satunya” keahlian yang sangat dia kuasai, mencuri,
Sejak saat itu sang mantan pencuru bergabung dengan pas**an kemerdekaan, dengan spesialisasi mencuri persenjataan musuh .

Apa hikmah dari kisah diatas? Ada beberapa hal menurut saya. Yang pertama bahwa siapapun orangnya Alloh telah memberikan bekal kemampuan yang jika diasah dengan baik maka akan bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Yang kedua, ketika seseorang itu berniat untuk bejalan di dalam kebaikan, ingin berkontribusi dalam kebaikan maka Alloh akan memudahkan jalannya. Seperti dibukakannya pintu-pintu kebaikan yang kadang kita sendiri terkagum-kagum dengan jalan yang dibukakan. Tinggal setelah itu kita berusaha untuk istiqomah melaluinya.

03/04/2019

MASJID AL BURAQ

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al Isra' :1).

Hari ini kita memperingati Isra' Mi'raj , sebuah perjalanan suci Rasululloh dr Masjidil haram ke Masjidil Aqsha kemudian dr Masjidil Aqsha ke sidratul Muntaha. Kembali ke masjidil Aqsha dan Masjidil Haram. Sungguh sebuah malam penuh berkah yg akal manusia saat itu blm bisa menjangkaunya. Tapi keimanan yang kokoh tetap membuat para sahabat Rasul meyakininya. "Jika itu yang dia katakan maka aku mempercayainya" begitulah ungkapan Abubakar ketika orang ramai membicarakan kabar perjalanan itu. Sebuah keyakinan agung yg tak goyah sedikitpun bahkan ketika akal sulit menjangkaunya.

Al Quds, masjid suci yang hingga kini masih dicengkeram penjajah Israel. Kompleks Masjid ini memiliki luas keseluruhan 14,4 hektar dengan banyak pintu masuk, banyak menara dan banyak masjid dan musholla di dalamnya. Sesuatu yg jarang kita ketahui karena kadang kita menganggap bahwa Al Quds = masjid Al Qibli atau masjid kubah Ash shakhrah. Padahal Al Quds adalah semua kompleks seluas 14.4 H. Selain 2 masjid diatas masih ada bbrp masjid dan mushallo lain yaitu Musholla Al Marwani, Masjid Al Aqsha al Qadim, masjid Buraq, masjid al Magharibah dan Masjid an Nisa.
Semua masjid itu memiliki sejarah istimewa.

Masjid Al Buraq mungkin blm banyak dikenal. Masjid ini terletak di bagian barat daya dalam kompleks Al Quds di bawah pintu al Magharibah.

Dinamakan al Buraq karena tempat ini diyakini sebagai tempat dimana Rasululloh SAW meletakkan kendaraannya Buraq pada malam Isra' Mi'raj . Di dalam masjid ini terdapat halkah (lingkaran besi) Ustmaniyah. Disebutkan bahwa disinilah tepatnya Rasululloh mengikatkan kendaraannya pada malam itu.

Inilah foto masjid Al buraq. Masjid yg kini hanya di buka di hari jum'at untuk ziarah.

Sayang sekali bahkan masyarakat Palestina pun kini tidak leluasa memasuki dan merawat masjid 2 di komplkes baitul maqdis (Al Quds ) ini. Penjajah Israel yg sangat represif dan menggunakan berbagai cara untuk melarang mereka masuk.
Blm lagi penghancuran secara sistematis komplek ini dengan berbagai alasan.

Isra' mi'raj selain mengingatkan kita pada perintah sholat yg di berikan Alloh kepada Rasululloh. Pada saat yang sama selalu mengingatkan kita kepada kenyataan pahit bahwa masjid suci ini masih dalam genggaman penjajah yahudi. Mengingatkan kewajiban kita ummat Islam seluruhnya bukan hanya bangsa Palestina untuk berkontribusi pada pembebasannya.

Ya Robb, beri kesempatan kami semua untuk memiliki andil dalam perjuangan Pembebasannya.

Wiwik Ch
KNRP DIY.

Sumber tulisan : Ensiklopedi mini MASJID AL AQHSA

Donasi via :
BSM 727 727 7217 a.n Komnas untuk Rakyat Palestina

Send a message to learn more

02/07/2015

copas tulisan bermanfaat dr seorang ibu.

Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak 53
(Dari Konsep Menikah Ala Shiddiq sampai Obrolan LGBT)
Oleh Kiki Barkiah

Entah bagaimana mereka mengawali candaan di dalam kamar, tiba-tiba saya yang tengah memasak mencuri-curi dengar. Saat itu Shiddiq sedang bercerita hayalan panjang lebar tentang kisah seseorang yang menikah kemudian istrinya meninggal kemudian menikah lagi kemudian meninggal lagi. Namun lucunya konsep pernikahan ala Shiddiq dalam hayalannya itu menyebutkan beberapa benda seperti kucing, kambing, laptop, dll. Kakak- kakak tertawa terbahak-bahak, mereka berkomentar bahwa mana mungkin manusia bisa menikah dengan hewan atau barang karena menikah itu harus sesama satu spesies. Di sela-sela candaan itu saya mendengar Shiddiq berkata "and then he married with a boy, and the boy died too bla..bla.." Terdengar kakaknya berkomentar "How could men merried with men?", sambil saling tertawa semuanya. Ah..... !!! Alhamdulillah ini kesempatan emas bagi saya membuka pembicaraan tentang wacana fenomena LGBT kepada anak-anak, pikir saya.
Di malam hari usai berbuka puasa saya pun membuka pembicaraan
"Btw ummi denger cerita idiq tadi siang soal menikah terus mati terus menikah lagi, kok menikahnya sama laptop, kucing, kambing sih?" Saudara-saudaranya pun kembali tertawa "Shiddiq menikah itu cuma bisa dengan spesies satu jenis, manusia dengan manusia, kucing dengan kucing, kodok denga kodok" kata saya sedikit mengajarkan materi sains. Lalu Shiddiq berkomentar "So Ocean can married with ocean!!" Semua keluargapun tertawa "no married is just for living thing, ocean is non living thing" kata Aa Ali.
Saya pun menyampaikan bahwa menikah itu hanya bisa dilakukan oleh makhluk dengan spesies yang sama tetapi antara laki-laki dan perempuan, jantan dan betina. Pernikahan antara sesama jenis tidak bisa dan tidak boleh dilakukan.
"eh tapi ada lho kaum yang s**a menikah dengan sesama jenis, kaumnya nabi luth, siapa yang mau mendengar kisah nabi luth?" Ummi pun becerita singkat tentang kisah kaum nabi luth.
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.”(TQS. Al-A’raf [7]: 80-81).
Shiddiq: "Why they want to do that ummi?"
Ummi: "Ya karena mereka lebih memilih untuk ngikutin ajakan syeitan"
Saya menjawab dengan sangat abstrak karena bingung. Alhamdulillah guru asisten saya ikut membantu menjelaskan.
Ali: "syeitan always wanted to invite us to do the opposite of what Allah said, for example when the prophet saw commanded us to eat with our right hand, syeitan eat with the left hand. When people called by their father's name (example,Ali bin Abi Thalib), in the world of the jinn they called by their maother's name. That's why in the sihr they use the mother's name"
Shiddiq pun mengangguk-angguk
Ummi:"nah Shiddiq, kaum seperti kaum nabi luth yang di azab oleh Allah ini, sampai sekarang pun masih ada. Bahkan di Amerika banyaaaaaaaak sekali."
Shiddiq dan Shafiyah: "really???"
Bapak: " iya diq, mungkin kamu nanti liat di jalan ada bapak-bapak berdua jalan sama anaknya"
Ummi: "mungkin juga nanti idiq nemuin temen idiq yang orang tuanya dua-dua ibunya atau dua-duanga bapaknya, mereka itu orang yang gak mau nurutin perintah Allah dalam Al-quran padahal hal itu dilarang"
Shafiyah:"but, how they could have children if they are the same?"
Ali:"They addopt the children! They can't have their own children"
Ummi:"nah yang kayak begitu gak boleh dalam islam"
Pembicaraan dengan Shafiyah dan Shiddiq hanya difokuskan sampai mereka tahu keberadaan fenomena tersebut dan bahwa itu dilarang dalam islam. Sementara pembicaraan saya terhadap Ali masih berlanjut.
Ummi:" Aa sekarang orang-orang itu banyak ngajarin hal seperti itu sama anak-anak agar mereka merasa bahwa hal seperti itu menjadi biasa aja. Sekarang banyak lho komik-komik yang beredar di anak-anak Indonesia yang nyontohin kayak gitu."
Ali:"really??"
Ummi:"makanya aa gak bisa sembarangan baca apa yang lagi temen-temen aa baca, begitu juga nanti kalo kita lagi p**ang ke Indonesia. Aa harus tanya dulu sama ummi dan bapak, biar kita bisa pelajari reviewnya apakah buku itu baik atau nggak, bermanfaat atau nggak, kalo gak, ummi dan bapak akan carikan buku lain yang bermafaat dan aa juga s**a. Aa juga perlu lebih hati-hati kalo bertemen walau sama sesama jenis karena kita kan gak tau apa mereka punya pemikiran seperti kaum luth atau tidak. Kita kan gak tau buku apa yang mereka baca, film apa yang mereka tonton. Pokoknya kalo aa merasa ada perlakuan temen laki-laki aa yang dirasa gak wajar, ya aa harus hati-hati. Jaga aurat dan pandangan kamu gak cuma ke temen perempuan, tapi juga ke temen laki-laki"
Pembicaraan pun masih berlanjut di keesokan harinya. Setelah selesai salat subuh di masjid, saat adik-adiknya kembali tidur setelah sahur, saya meminta Ali menonton bersama wawancara syeikh Yasir Qodhi dalam the deen show tentang islam dan homosexual. Intinya syeikh yasir qodhi menerangkan beberapa point berikut ini:
1. Setiap manusia itu punya hasrat, seperti halnya beliau dan lelaki pada umumnya yang sangat tertarik jika melihat wanita cantik, namun apakah itu berarti bahwa kita berhak untuk mengikuti keinginan kita? Misal kita melihat barang, kita ingin sekali mencurinya, apakah dorongan itu berarti membolehkan kita mengikuti hawa nafsu kita? Perumpamaan ini yang beliau utarakan bagi mereka yang merasa bahwa hasrat menyukai lawan jenis merupakan fitrah bawaan, buka berarti kita harus mengikuti dan menyalurkannya. Ada perintah Allah yang membatasinya sehingga manusia harus berupaya melawan hasrat tersebut.
2. Menyukai sesama jenis tidak berarti membatalkan keislaman, seperti halnya seorang muslim yang meminum Alkohol tidak membatalkan keislaman. Namun terhadap orang seperti ini harus kita pahamkan bahwa mereka melanggar syariat islam.
Dalam ceramahnya syeikh Yasir Qodhi juga mengisahkan tentang seorang jamaah muslim yang berkonsultasi dengan beliau. Jamaah tersebut memiliki kecenderungan terhadapsesama jenis melebihi kecenderungannya terhadap lawan jenis. Namun karena ia mengerti tentang larangan Allah, ia berusaha untuk melawan keinginan tersebut ke.udian ia menikah dengan perempyan, dan masih baik sampai sekarang
Setelah mendengar ceramah, saya membuka kembali pembicaraan bersama Ali.
Ummi: "gimana tanggapan aa tentang ceramah tadi? "
Ali:"if everyone becomes a thief, does not mean we should be thieves also"
Ummi:"betul sekali Ali, dunia ini sudah mengerikan nak, kebenaran itu tidak lagi tergatung pada apa yang memang benar tertulis dalam al-quran atau sunnah. Jaman sekarang kalo semua orang mengangap itu benar, walaupun itu salah, orang akan menganggap yang salah itu menjadi benar. Dan menganggap orang-orang yang mempertahankan kebenaran sebagai orang yang aneh bahkan salah. Nah dulu dalam sejarahnya, di dunia kedokteran menyatakan bahwa perilaku homosexual ini merupakan suatu penyimpangan. Nah kemudian di era tahun 70an kalo gak salah, tiba-tiba hal ini tidak lagi terdapat dalam literatur kedokteran sebagai suatu penyakit, jadi hal ini dianggap wajar menjadi bagian dari jenis-jenis kepribadian manusia. Bahkan ianehnya jaman sekarang, bagi mereka yang menentang keberadaan homosexual justru dianggap aneh, dianggap tidak menghargai kesetaraan hak asasi manusia, dianggap mendiskriminasikan kelompok"
Pembicaraan dengan tema ini masih berlanjut pajang mendominasi suasana homeschooling bersama Ali hari itu. Ia menonton film harun yahya tentang becana kaum s***m, kemudian sesekali mendiskusikannya dengan saya. Seharian kami berdiskusi tentang bagaimana bergesernya nilai-nilai kebenaran yang dianut masyarakat khususnya remaja. Saya pun mengingatkan Ali untuk tetap percaya diri mempertahakan keyakinan yang ia anut meski ia akan sedikit merasa berbeda pada beberapa hal dengan teman-teman lainnya.
Di malam hari Ali menutup pembicaraan kami dengan sebuah pertayaan. "Ummi, Nouman Ali

06/04/2015

Foto di online shop

Seorang teman berkata bahwa dia pernah beberapa kali belanja online. Ada yg puas tp ada juga yg menurutnya sangat mengecewakan. "Bumi langit foto dengan barang aslinya" katanya. Saya sendiri pengalaman beberapa kali belanja online baru 2 kali kecewa. Berbeda warna asli dengan barangnya. Tentu kalau sdh bgt akhirnya ya sdh nerima aja . Mkn sebagian mengambil sikap berbeda dgn mengembalikan barang. Dan tentu itu menjadi hak konsumen.

Jika diatas sy bercerita tentang kekecewaan konsulen online, tentu banyak sekali juga yang puas. Barang sm dgn spesifikasi yg digambarkan baik lewat pic maupun narasi produk. Jadi apa yg membuat konsumen tidak puas dan apa yg membuat konsumen puas. Menurut saya salah satunya selain harga dan pelayanan adalah kesesuaian kualitas barang antara yg di "pajang" dgn sekaligus narasinya dengan barang aslinya. Jika di transaksi konvesional pembeli melihat barang secara langsung, memegangnya, menyepakati harga kemudian deal melakukan transaksi maka di online shop pembeli tdk bs melihat langsung apalagi meraba. Maka tugas penjuallah untuk membuat foto maupun narasi barang yang dijual seperti barang aslinya. Bukankah Islam juga mengajarkan kejujuran dalam berdagang. Bahkan jika ada cacat dalam barang itupun harus disampaikan secara jujur untuk keabsahan jual beli.

Terkait dengan foto barang yg kita pajang di online shop menurut saya yg penting bukan semata bagusnya tapi ;
1. Foto itu menggambarkan kondisi barang. Misal dari sisi warna maupun bentuk.
2. Boleh difoto dengan bagus tetapi tidak kemudian membuat barang tersebut lebih bagus dari aslinya. Dalam hal ini pemilik toko online harus hati-hati dengan edit pic nya.
3. Disertai dengan narasi yang mendukung penggambaran yang lebih jelas terhadap barang aslinya.

Jadi teman foto di online shop menurut saya sekali lagi pic itu untuk menvisualkan barang aslinya bukan membuat barang kelihatan lebih bagus. Untuk barang-barang elektronik yg sudah spesifit barangnya mungkin lebih mudah. Atau juga buku akan sangat mudah. Apalagi kalau kita bs membuat resensinya. Mungkin yang harus lebih hati-hati adalah barang-barang fashion. Warna, spesifikasi barang sebaiknya jelas.

Nah temans selamat pagi. Yook memulai jualan kita dengan kejujuran. Terutama kejujuran lewat pic barang yang kita jual. Semoga dengan kejujuran itu usaha kita menjadi berkah.

22/03/2015

MKJJ (Muslimah Keren Jago Jualan)

-Sudah Thoyyib kah Makanan Halal Kita?-
(Dwi churnia H)

Semuanya berawal dari keinginan ibu-ibu yang tergabung dalam MKJJ, sebuah komunitas belajar bisnis bagi muslimah, untuk outing class. Kemudian diputuskanlah untuk berguru kepada pak Iskandar, seorang muslim asli Swiss, pemilik Bumi Langit yang terletak di Imogiri Bantul.

MasyaAllah, kemarin pagi kami mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Dimulai dari tour singkat di lahan pertanian Bumi Langit, didampingi seorang pemandu, kami belajar tentang sistem pertanian terpadu (permakultur). Sebuah kearifan alam dan juga pemanfaatan energi berbasis lingkungan.
Di lahan Bumi Langit seluas sekitar 2 hektar ini, berbagai tanaman ditanam dengan tanaman baik sayuran, buah ditanam dgn sistem permakultur. Semua menggunakan pupuk organik dan sesedikit mungkin dilakukan pencangkulan lahan pertanian. Tanaman yang ditan dalam satu lokasi beragam bukan hanya satu jenis.
Kebutuhan energi untuk kompor gas dan penerangan dilingkungan bumi langit dipenuhi menggunakan biogas dari kotoran sapi .

Puas berkeliling kami dijamu dengan keffir (olahan susu sapi) dan roti dari bahan biji-bijian lokal (hanya menggunakan 15% gandum).

Suguhan yang paling menghentak adalah diskusi kami dengan owner Bumi Langit yang ramah, pak Iskandar. Hampir 1 jam beliau bercerita.
"Semua ini berawal dari karunia Alloh yang memberikan hidayah Islam pada saya. Merenungkan ayat-ayatNya dan saya tersentak dengan perintah untuk memakan makanan yang halal dan thoyyib. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan sisi halalnya saja, tetapi tidak thoyyibnya.
Makanan kita hampir seluruhnya dihasilkan oleh industri dan hampir semua industri kapitalis itu tidak thoyyib, baik visi maupun prosesnya. Hasil industri meracuni diri kita dan anak-anak kita dengan makanan-makanan yg tidak thoyyib. Itulah yang mendorong saya mengembangkan Bumi Langit ini. Saya ingin mengembangkan sistem pertanian yang tidak dholim dan mengajak teman-teman untuk sangat selektif memilih makanan yang thoyyib".

Mungkin Pak Iskandar melihat kami yang datang membawa anak-anak kecil, sehingga beliau mengatakan bahwa ibu-ibu adalah benteng terakhir keluarga yang menentukan apakah makanan yang kita konsumsi sehari-hari halal dan thoyyib ataukah tidak.
"Bukankah makanan itu akan masuk ke dalam tubuh kita, menjadi darah dan daging kita, bahkan juga akan kita wariskan menjadi bagian dari anak cucu kita. Apakah kita mau mewariskan keburukan pada anak cucu kita?" kata beliau.
Deg. Skakmat!
Beliau yang menemukan Islam setelah dewasa begitu luar biasa pemikirannya.
Selain itu, Pak Iskandar juga menyampaikan tentang konsep harta. Bahwa uang bukanlah harta. Uang lahir dengan cacat. Karena itulah kita harus berhati-hati. Harta dalam pandangan Islam adalah lahan pertanian, ternak dan mungkin mentoknya adalah emas dan perak. Bukan uang.
Uang adalah sumber dari semua permasalahan di dunia. Menciptakan lingkaran yang merusak, sistem kapitalis. Uang, industri, riba.
"Kita telah larut dalam sistem itu dan kita merasa tidak sanggup untuk keluar. Padahal bisa, jika kita mau. Dan kami di sini, mencoba untuk keluar dari sistem kapitalis tersebut, berusaha mengembangkan sebuah sistem yang berkah".

Menurut beliau, dunia ini ada dunia dua, yaitu dunia internal yang berada di dalam tubuh kita. Terdiri dari sistem yang sangat rumit. Yang kedua, dunia eksternal atau alam yang melingkupi kita. Keduanya harus dijaga. Kita tidak boleh mendholimi diri kita juga alam sekitar kita dengan mengambil yang lebih dari hak kita. Dan industri sudah melakukan itu, sehingga terjadilah kerusakan yang carut marut ini.
Sambil bergurau pak Iskandar berkata,"Hampir tiap hari kita memasukkan makanan buruk dalam tubuh kita dengan membaca basmallah dan mengakhirinya dengan hamdallah. Seharusnya sambil istighfar. Persis seperti orang merokok yang ketika menghembuskan asap rokoknya sambil berucap 'Alhamdulillah'. Salah itu."

Pembicaraan semakin mengalir dan membuat kami cukup banyak merenung. Betapa banyak peer yang harus segera kita kerjakan. Betapa banyak hal yang harus segera kita perbaiki. Demi diri, keluarga, umat, serta alam ini.

-Yogyakarta, 22Maret 2015-

16/03/2015

Sampaikan kekuranganmu

Salah satu akhlak seorang muslimah ketika ada seseorang yang datang untuk melamarnya adalah menyampaikan kekurangannya. Hal ini dicontohkan oleh Ummu Salamah ketika Rasululloh mengutus Hatib bin Abi. Takut kelemahannya sesuatu yang tidak dis**ai Rasululloh maka beliau menyampaikan dengan berterus terang. Dalam Sebuah hadist Riwayat Muslim , Ummu Salamah berkata:
"Rasululloh mengirim Hatim bin Abi Balta'ah kepadaku dengan maksud melamarku. MAka aku katakan kepada Hatib : "Sesungguhnya aku memiliki seorang putri dan aku sendiri seorang pencemburu". Lalu Rasululloh SAW berkata : "Adapun anak putrinya, kita doakan semoga dicukupkan oleh Alloh. Dan aku berdoa agar Allah menghilangkan sifat cemburunya" (HR. Muslim).

Lihatlah keterus terangan ummu Salamah menyampaikan kekurangannya, dia tidak menutupi sama sekali. Kefahaman bahwa sebuah pernikahan harus dimulai dengan kejujuran atas kekurangan membuatnya terbuka. Dan Rasululloh pun mendoakannya. Rasululloh tidak "lebay" dengan mengatakan "kuterima dirimu apa adanya dengan segala kekuranganmu" tapi Rasululloh mendoakan supaya Alloh menghilangkannya. Menurut saya 2 hal ibroh penting bs kita ambil dr hadist diatas:
1. Menyampaikan kekurangan diri pada lelaki yang mengkhitbah harus dilakukan, begitupun lelaki yg akan mengkhitbah seorang perempuan sebaiknya melakukan hal yang sama. Salah satu sisi positif dari hal ini adalah menyiapkan pasangan ketika sdh menikah untuk bisa lebih mengarahkan ketika karakter buruk itu muncul.
2. Tentu kesadaran akan kekurangan itu harus disertai dengan upaya memperbaiki. Doa Rasululloh untuk Ummu Salamah adalah proses awal perbaikan. Tentu setelahnya Ummu Salamah juga berusaha menekan sifat tersebut. Dan doa Rasululloh yang makbul memudahkan prosesnya.

Kejujuran , keterbukaan dan upaya keran berubah menjadi lebih baik menjadi salah satu kunci langgengnya sebuah pernikahan. Tentu sangat berbeda jika pernikahan hanya dimulai dengan menonjolkan kelebihan masing-masing dan baru terbuka kekurangan-kekurangannya ketika sudah menikah. Tentu kondisinya lebih tidak nyaman.

Address

Yogyakarta City
55153

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hikmah Muslimah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share