13/06/2021
🍂 USTADZ DHANU : AHLI IBADAH TAPI JUSTRU DIMASUKKAN KE NERAKA, KOK BISA... APA PENYEBABNYA? 🍂
Hadits tentang tiga golongan (ahli jihad, ahli ilmu, ahli sedekah) tapi dilemparkan ke Neraka pertama kali karena beramal bukan lillahi ta'ala
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ يُوسُفَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ: تَفَرَّقَ النَّاسُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، فَقَالَ لَهُ نَاتِلُ أَهْلِ الشَّامِ: أَيُّهَا الشَّيْخُ، حَدِّثْنَا حَدِيثًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: نَعَمْ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
" إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ: جَرِيءٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ، وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ، وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ، وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ، وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ، وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ: هُوَ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ، ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ "
Artinya :
(Imam Muslim berkata) Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Habib Al-Haritsi, (Dia - Yahya bin Habib Al-Haritsi telah berkata) Telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Al-Haritsi, (Dia - Khalid bin Al-Haritsi berkata) telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij, (Ibnu Juraij berkata) telah mengabarkan kepadaku Yunus bin Yusuf, dari Sulaiman bin Yasaar, Dia (Sulaiman bin Yasaar) berkata, Ketika orang-orang telah meninggalkan Abu Hurairah, maka berkatalah Naatil bin Qais al Hizamy Asy-Syamiy (seorang penduduk palestine beliau adalah seorang tabiin), "Wahai Syaikh, ceritakanlah kepadaku suatu hadits yang Engkau telah dengar dari Rasulullah Shollallahu'alaihi wassalam, Ya (Aku akan ceritakan - Jawab Abu Hurairah), Aku telah mendengar Rasulullah Shollallahu'alaihi wassalam bersabda :
Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya.
Allah bertanya kepadanya : Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu? Ia menjawab : Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.
Allah berfirman : Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (Malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam Neraka.
=×=×=×=
Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qur'an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya.
Kemudian Allah menanyakannya: Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu? Ia menjawab: Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca al-Qur'an hanyalah karena engkau.
Allah berkata : Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang 'alim (yang berilmu) dan engkau membaca al-Qur'an supaya dikatakan seorang qari' (pembaca al-Qur'an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (Malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam Neraka.
=×=×=×=
Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya).
Allah bertanya : Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu? Dia menjawab : Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.
Allah berfirman : Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (Malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam Neraka.
=×=×=×=
Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh : Muslim, Kitabul Imarah bab Man Qaatala lir Riya' was Sum'ah Istahaqqannar VI/47 atau III/1513-1514 no. 1905; An-Nasa-i, Kitabul Jihad bab Man Qaatala liyuqala : Fulan Jari', Sunan Nasa-i VI/23-24, Ahmad dalam Musnadnya II/322 dan Baihaqy IX/168. Derajat Hadits Shohih
Hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitab Az-Zuhud bab Ma Ja'a fir Riya' was Sum'ah no. 2382, Tuhfatul Ahwadzi VII/54 no. 2489, Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya no. 2482 dan Ibnu Hibban no. 2502-Mawariduzh Zham'an dan al-Hakim I/418-419.
=====
Acara Siraman Qolbu Ustadz Dhanu itu berfokus membenahi Akhlak dan menegakkan Tauhid sedangkan kesembuhan itu bonus, jadi jangan mengharapkan bonus kalau tidak mau membenahi Akhlak dan memahami Tauhid.
Banyak orang belum memahami makna lillahi ta'ala yang sebenarnya, mereka hanya sebatas memahami retorika bahasa dan bisikan hati, mereka mengaku ibadah dengan niat lillahi ta'ala tapi kenyataannya tujuannya masih belok-belok tidak murni hanya untuk Allah ta'ala.
Allah ta'ala berfirman :
قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
Artinya : "Katakanlah (Wahai Muhammad) : Sesugguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam." (QS. Al-An'am 6: Ayat 162)
• Beribadah seperti sholat, puasa, zakat, sedekah, haji, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersholawat, dan lainnya itu niat dan tujuannya wajib lillahi ta'ala. Jangan sampai diniatkan dan ditujukan Liddunyawi (kepentingan dunyawi) seperti : biar untuk ngusir jin, untuk berlindung dari DAJJAL, biar sembuh, biar dapat jodoh, biar dapat anak sholeh, biar dipuji atau biar dianggap sholeh/alim/pintar/dermawan (riya'), untuk penglaris, untuk mahabbah/PELET, biar sakti, biar kebal, dan lainnya.
• Jika seseorang beramal dengan amalan disamping ditujukan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga ditujukan kepada yang selain-Nya, maka itu sudah tergolong dalam atau dan itu termasuk dalam urutan . Sebagaimana telah dijelaskan dalam beberapa hadis tentang bahayanya Syirik Kecil, diantara :
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ قَالَ : خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ . فَقَالَ : أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِندِي مِنَ المَسِيحِ الدَّجَّالِ ؟ قَالَ , قُلْنَا : بَلَى . فَقَالَ : الشِّرْكُ الخَفِيُّ , أَنْ يَقُوْمَ الرَّجُلُ يُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ . ( رواه ابن ماجه )
Artinya : "Sayyidina abu sa’id berkata bahwa Rasulullah telah keluar (dari rumahnya) datang berjumpa kami sedangkan kami sedang membahas perkara berkenaan dengan DAJJAL. Lalu beliau Rasulullah bersabda : Maukah kalian saya memberitahu tentang perkara yang lebih aku takuti menimpa kalian daripada Fitnah DAJJAL?... Kami menjawab : Ya Rasulullah... Lalu beliau Rasulullah bersabda : Syirik yang tersembunyi (Syirik Khofy), yaitu (salah satu contohnya ialah) seseorang berdiri untuk menunaikan sholat dan dia memperbagus sholatnya karena ada orang yang melihat dia sholat (niat dan tujuannya bukan lillahi ta’ala)". (HR. Ibnu Majah).
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ : بَشِّرْ هَذِهِ الأُمَّةَ بِالسِّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِيْنِ فِي الأَرْضِ . فَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الأَخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الأَخِرَةِ نَصِيْبٌ . ( رواه احمد )
Artinya : "Sayyidina Ubai bin Ka’ab berkata bahwa Rasulullah bersabda : Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan kemuliaan, ketinggian, pertolongan, dan kekuasaan Allah di muka bumi (nikmat-nikmat tersebut akan didapati oleh umat ini secara ijtima’i, sedangkan perlakuan Allah terhadap umatnya itu tergantung kepada niat masing-masing umat tersebut). Lantaran itu, barang siapa yang membuat amalan-amalan akhirat dengan tujuan menghasilkan manfaat dunyawi maka dia tidak akan mendapat apa-apa bagian di akhirat". (HR. Ahmad)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ؛ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ". (رواه مسلم وكذلك ابن ماجه)
Artinya : "Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a beliau berkata, telah bersabda Rasulullah : Telah berfirman Allah yang Maha Suci dan Maha Luhur : Aku adalah Dzat Yang Maha Mandiri, Yang Paling tidak membutuhkan sekutu; Barang siapa beramal sebuah amal menyekutukan Aku dalam amalan itu, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya." (HR. Muslim dan begitu juga oleh Ibnu Majah)
Bahkan sebegitu besarnya dosa syirik kecil sehingga Allah memasukkan pelakunya ke Neraka dalam keadaan hina. Sebagaimana telah dijelaskan dalam beberapa ayat dalam al-Qur'an, diantaranya :
Allah ta'ala berfirman :
مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ الْعَا جِلَةَ عَجَّلْنَا لَهٗ فِيْهَا مَا نَشَآءُ لِمَنْ نُّرِيْدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهٗ جَهَنَّمَ ۚ يَصْلٰٮهَا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرًا (١٨) وَمَنْ اَرَا دَ الْاٰ خِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُ ولٰٓئِكَ كَا نَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا (١٩)
Artinya : "Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (dunyawi), maka Kami segerakan baginya (di dunia), apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) Neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 18-19)
Allah ta'ala berfirman :
اَفَمَنْ وَّعَدْنٰهُ وَعْدًا حَسَنًا فَهُوَ لَا قِيْهِ كَمَنْ مَّتَّعْنٰهُ مَتَا عَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
Artinya : "Maka apakah sama orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (Surga) lalu dia memperolehnya, dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi; kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam Neraka)?" (QS. Al-Qasas 28: Ayat 61)
Allah ta'ala berfirman :
سَنُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَاۤ اَشْرَكُوْا بِا للّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا ۚ وَمَأْوٰٮهُمُ النَّا رُ ۗ وَ بِئْسَ مَثْوَى الظّٰلِمِيْنَ
Artinya : "Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang ingkar, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah Neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 151)
=====
Akibat Salah Sudut Pandang & Salah Persepsi Tentang Makna Syifa' Dalam Al-Qur'an Bisa Jadi Musyrik
Tujuan dan Fungsi Al-Qur'an diturunkan ke dunia diantaranya yaitu :
1. Al-Qur'an sebagai Syifa' (Penyembuh dalam artian yang hakiki) maksudnya adalah penyembuh penyakit yang ada di dalam dada manusia seperti : penyakit iri, dengki, benci, dendam, dholim, akidah rusak, dan akhlak yang buruk lainnya.
2. Al-Qur'an sebagai Petunjuk untuk menjalankan perintah-perintah Allah yang ada dalam Al-Qur'an agar tidak tersesat di jalan saat mencari ridho dan rahmat Allah Ta'ala.
Allah ta'ala berfirman :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya : "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar (dari kesesatan) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim (yakni orang-orang yang Kafir dan Musyrik) selain kerugian (dikarenakan kekafiran mereka)" (QS. Al-Isra' 17: Ayat 82)
Allah ta'ala berfirman :
يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
Artinya : "Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian (berupa Alkitab yang di dalamnya dijelaskan hal-hal yang bermanfaat dan hal-hal yang mudarat bagi diri kalian, yaitu berupa kitab Al-Qur'an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada di dalam dada (yakni penyakit akidah yang rusak, kebodohan, dan keragu-raguan) dan petunjuk (dari kesesatan) serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus 10: Ayat 57)
Allah ta'ala berfirman :
وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيدٍ
Artinya : "Dan sekiranya Al-Qur'an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya? Apakah patut (Al-Qur'an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (Rasul), orang Arab? Katakanlah, Al-Qur'an adalah petunjuk (dari kesesatan) dan penyembuh (dari kebodohan) bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan (yang membuat mereka tidak faham) dan itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh." (QS. Fussilat 41: Ayat 44)
=====
Banyak orang yang salah faham tentang makna As-Syifa' (penyembuh) dalam Al-Qur'an, sehingga umat islam secara garis besar terbagi menjadi 2 golongan, antara golongan yang menyimpang dengan golongan yang lurus, diantaranya :
▪ 1. Orang-orang Musyrik, para Dukun, dan para Orang Pintar berkedok Syar'iyyah, memaknai dalil al-Qur'an sebagai penyembuh secara sembrono dan tekstual, yaitu jika ayat dan surat dibaca akan menjadi penyembuh, inilah yang salah dalam Aqidah dan Tauhid mereka. Mereka menyalahgunakan fungsi al-Qur'an untuk hal-hal dunyawi bukan untuk ibadah kepada Allah, mereka tidak mau berdoa langsung kepada Allah akan tetapi lewat perantara ayat dan surat, mereka tidak sadar telah menuhankan ayat dan surat sebagai penolong mereka, seperti halnya orang-orang Nasrani yang menuhankan Nabi ISA sebagai Anak Allah, yang salah bukan Al-Qur'an dan Nabi ISA-Nya tapi akidah orang-orang Musyrik tersebut yang salah, mereka merasa jauh dari Allah sehingga mereka menyepelekan sebuah doa yang dipanjatkan langsung kepada Allah, mereka hanya menggunakan dalil yang membolehkan ruqyah pakai ayat sesuai ego dan kepentingan dunyawi mereka. Bahkan Allah telah memberi peringatan dan menolak dengan tegas apapun alasan yang dilakukan oleh orang-orang Musyrik tersebut. Hal ini sesuai dengan surat Az-Zumar ayat 3, yang berbunyi :
Allah ta'ala berfirman :
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى اللَّهِ زُلْفٰىٓ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ
Artinya : "Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari Syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (orang-orang Musyrik berkata) : Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami (perantara) kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. (Lalu Allah menolak alasan mereka) : Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 3)
▪ 2. Ustadz Dhanu dan orang-orang yang faham Tauhid, memaknainya secara hakikat dan kandungan ayat al-Qur'an (kontekstual), maksudnya jika seorang muslim mau menaati perintah dan menjauhi larangan yang dilarang oleh Allah yang ada dalam Al-Qur'an (berbuat baik kepada siapapun, sholat, baca al-Qur'an, zakat, puasa dan lainnya dengan niat dan tujuan lillahi ta'ala) maka Allah akan selalu bersama kita dan menyayangi kita sehingga doa apapun yang kita panjatkan insya'allah akan diijabah oleh Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Hadis Qudsy Ke 25 :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا، فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ عَبْدِي الْمُؤْمِنِ، يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ" (رواه البخاري)
Artinya : "Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah : Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla berfirman, siapapun yang memusuhi seorang kekasihku (Wali-ku), maka Aku menyatakan perang kepadanya, dan tiada mendekat kepadaku seorang hambaku, dengan sesuatu yang lebih kus**ai daripada melaksanakan kewajibannya, dan selalu hambaku mendekat kepadaku dengan melakukan sunah-sunah sehingga Aku s**ai, maka apabila Aku telah kasih kepadanya, Akulah yang menjadi pendengarannya, dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepadaku pasti kukabulkan dan jika berlindung kepadaku pasti kulindungi." (HR. Bukhari)
=====
Jika butuh pertolongan untuk urusan dunyawi maupun ukhrowi cukup berdoa kepada Allah karena kita sudah disuruh untuk memohon langsung kepadanya. Berdoa boleh pakai doa dari Al-Quran (tidak semua ayat Al-Qur'an mengandung arti doa), dari Hadis, maupun doa dari bahasa sendiri asal tidak melanggar ketentuan syariat.
Allah ta'ala berfirman :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya : "Dan Tuhan kalian (Allah) berfirman : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (Sombong tidak mau berdoa kepada-Ku dan mempunyai sifat Ujub dalam hatinya) akan masuk Neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina". (QS. Al-Mu'min/Ghafir 40: Ayat 60)
Allah ta'ala berfirman :
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (٥٥) وَلَا تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلٰحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ (٥٦)
Artinya : "Berdoalah kepada Tuhan kalian (Allah) dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (maksudnya jangan melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta tidak melanggar syari’at islam). Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi (dengan melakukan kemusyrikan dan perbuatan maksiyat), sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (terhadap siksanya) dan dengan penuh harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". (QS. Al-A'raf 7: Ayat 55-56)
Allah ta'ala berfirman :
وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَيَزِيدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهِۦ ۚ وَالْكٰفِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ
Artinya : "Dan Dia (Allah) memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (amal shaleh) serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras." (QS. Asy-Syura 42: Ayat 26)
• Ingat kalimat doa atau ayat itu tidak ada yang sakti atau hebat, jadi jangan sampai menuhankan ayat atau kalimat doa sebagai penolong selain Allah, karena itu tergolong Syirik Khofy/Kemusyrikan yang tersembunyi.
• Doa itu hanya sebagai bentuk sopan santun dan sarana menyampaikan permohonan kita kepada Allah, karena terkabulnya doa itu tergantung IMAN dan AMAL SHOLEH. Amal Sholeh itu ibadah yang dilakukan dengan cara dan niat yang benar.
• Pahami perbedaan fungsi doa dengan fungsi amal. Doa itu untuk meminta kepada Allah (boleh minta dunyawi dan akhirat). Sedangkan amal itu hanya untuk ibadah mencari ridho Allah, jangan disalah gunakan untuk dunyawi... Saya ibaratkan do’a adalah sebuah makanan untuk dimakan. Sedangkan amal ibadah adalah sebuah bahan bangunan untuk membangun sebuah gedung. Jangan dibalik, bahan bangunan justru dikira makanan, itu bukannya kenyang justru akan jadi penyakit... Jadi jangan sampai salah niat, penggunaan dan penempatan.
=====
• Tolong fahami nasehat Ustadz Dhanu dengan ilmu tauhid jangan cuma ilmu syari'at doang. Biar tidak gagal faham.
Adab berdoa itu diawali dengan : -(1). Membaca Basmalah -(2). Memuji Allah (Hamdalah atau lainnya) -(3). Membaca Sholawat Nabi -(4). Mengagungkan Allah dengan menyebut Asma'ul Husna, seperti Ya Allah Ya Rohman, Ya Allah Ya Ghoffar, atau lainnya -(5). Membaca DOA -(6). Selesai Doa ditutup dengan Hamdalah. Itu semua adalah sesuai tuntunan Rasulullah.
• Sahabat nabi pernah mendoakan pakai Al-fatihah hanya sampai ayat : Iyyaaka Na'budu Wa Iyyaaka Nasta'iin (hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepadamu kami meminta pertolongan) itu hanya dipakai untuk adab berdoa sebagai tanda kelemahan seorang hamba kepada Tuhannya, lalu dilanjutkan dengan doa biasa sesuai masalah yang dihadapi lalu ditutup dengan hamdalah, tanpa aneh-aneh... Jadi jika ada orang-orang yang terlihat seperti agamis yang memodifikasi merukiyah pakai air, pakai daun, pakai batasan hitungan jumlah itu ciri-ciri Orang Pintar berkedok Syar'iyyah.
CATATAN :
=========
🔽 Kunci selamat dunia dan akhirat itu adalah taat kepada Allah (menjalan perintah yang ada dalam Al-Qur'an) dan taat kepada Rasul-nya (menjalankan Sunnah Nabi Muhammad). Jika ada Sunnah atau Hadis Nabi yang bertentangan dengan Al-Qur'an maka ada 2 kemungkinan, diantaranya :
▪ Pertama, Hadisnya Benar cuma orang yang memahaminya menyimpang atau ngawur.
▪ Kedua, Hadisnya Palsu atau Hadisnya telah dimodifikasi tapi dishohihkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Allah sangat murka dan melaknat orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan yang mengubah maknanya tidak sesuai kebenarannya. Hal ini sesuai dengan firman-firmannya dalam Al-Qur'an diantaranya :
Allah ta'ala berfirman :
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِينَ
Artinya :
"Katakanlah (Wahai Muhammad kepada Umat-Mu dan lainnya) : Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya (mengenai ketauhidan yang diperintahkan-Nya). Jika kalian berpaling (menyimpang dari ketaatan) maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang ingkar." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 32)
Allah ta'ala berfirman :
وَمَنْ كَانَ فِى هٰذِهِۦٓ أَعْمٰى فَهُوَ فِى الْأَاخِرَةِ أَعْمٰى وَأَضَلُّ سَبِيلًا
Artinya :
"Dan barang siapa yang di alam ini (di dunia ini) buta (tidak dapat melihat perkara yang hak) niscaya di akhirat nanti ia akan lebih buta lagi dan lebih tersesat jalannya (lebih jauh dari jalan yang hak)." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 72)
Allah ta'ala berfirman :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ
Artinya :
"Apabila dikatakan kepada mereka: Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul. Mereka menjawab: Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya. Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (p**a) mendapat petunjuk?" (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 104)
Allah ta'ala berfirman :
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُو نَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (١١٦) إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١١٧)
Artinya :
"Dan jika kamu (Muhammad) menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira saja. Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk". (QS. Al-An’am 6: Ayat 116-117)
Allah ta'ala berfirman :
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيثٰقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قٰسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهِۦ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوا بِهِۦ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَآئِنَةٍ مِّنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya :
"(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka s**a mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 13)