09/09/2024
IHWAL GEREJA YANG MOTIVASINYA: PERUT
Memang absurd, aneh "gereja bermotivasi perut" tapi itu terlihat pada diri orang banyak atau gereja yang katanya "mencari Yesus". Alkitab mencatatnya. Orang-orang itu mencari sesuatu di tempat yang salah. Karena motivasinya sudah salah sejak awal.
Ternyata mereka pun mencari Yesus dengan motivasi salah.
Inilah catatan penulis Injil Yohanes: ”Ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus” (Yoh. 6:24).
Orang banyak mencari Yesus. Artinya: mereka meninggalkan segala sesuatu untuk mendapatkan Yesus. Sang Guru dari Nazaret telah menjadi idola baru mereka. Bisa dikatakan Yesus telah menjadi pusat hidup mereka. Mencari berarti bahwa mereka hanya berorientasi kepada Yesus, orang Nazaret itu.
Sekilas gambaran yang dilukiskan penulis Injil Yohanes itu positif, bahkan sangat baik. Sekali lagi, bayangkan: mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ya, orang banyak mencari Yesus. Mereka ingin bertemu dengan Yesus. Mereka begitu bersemangat dalam usahanya. Mereka sangat antusias. Inilah ihwal yang sama yang menghasilkan fenomena FOMO mendorong kerumunan bersusah payah menemukan Yesus. Persis seperti goreng gorengan merchandise harga 50 ribu mendadak laris bahkan kehabisan stok padahal dibandrol seharga 5 juta. Karena FOMO.
MOTIVASI
Motivasi seseorang itu tak kasat mata, motivasi menyumbang bukan karena iba tapi supaya dicap peduli dan murah hati. Motivasi menikahi seseorang supaya karena calonnya anak orang kaya. Atau sekedar capek dicap perjaka tua? Nah ternyata satu-satunya alasan kerumunan mencari Yesus adalah perut. Itu tampak dalam percakapan saat mereka bertemu dengan Yesus. Dengan tegas Yesus membuka kedok mereka, ”Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti dan kamu kenyang.” (Yoh. 6:26).
Motivasi mereka adalah perut. Mereka mencari Yesus karena ingin dikenyangkan kembali. Mereka hanya tertarik pada roti. Di mata mereka, Yesus tak ubahnya tukang sulap yang murah hati. Mereka mencari Yesus agar perut kembali kenyang tanpa bayar roti beli di warung.
Pada titik ini sebenarnya mereka sendiri telah melanggar hukum alam, yang telah ditetapkan Allah. Jer besuki mawa beya adalah wisdom dari Tanah Jawa yang artinya ’tiada hasil tanpa keringat’. Kerumunan ini sedang cari cara agar tak perlu bekerja untuk mendapatkan makanan. Mereka lebih s**a mendatangi Yesus, tukang sulap yang murah hati itu, dan meminta makanan dari-Nya. Jadi, motivasi mereka, sekali lagi adalah perut, berdasarkan ide kemalasan diri sendiri. Mau enaknya.
Perut ada macam macam jenis. Perut yang secara harafiah, gereja yang bernuansa rohani dimanfaatkan sebagai media dagang, transaksi untuk dapat nafkah buat beli beras. Atau, Perut eksistensi diri: gereja tidak perlu titel, gelar akademik, atau syarat umum lain untuk jadi alat guna mendapat KEHORMATAN SEBAGAI ORANG SALEH misalnya menjadi pengurus.
Bukan karena mengerti hukum Allah manusia melayani.. tapi untuk mengenyangkan kepentingan pribadi.
Waspadalah...