Haedar Nashir

Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2027
(2)

Selamat atas terpilihnya KH Miftahul Ahyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU periode 2...
31/08/2026

Selamat atas terpilihnya KH Miftahul Ahyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

Semoga kepengurusan baru PBNU dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta sukses melaksanakan keputusan-keputusan Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Semoga momentum ini semakin memperkuat ukhuwah, silaturahmi, dan kerja sama antara NU, Muhammadiyah, serta seluruh organisasi kemasyarakatan keagamaan dan kemasyarakatan di Indonesia.

Kolaborasi antarkomponen bangsa merupakan kekuatan penting untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat, masyarakat, dan bangsa.

Muhammadiyah senantiasa membuka ruang sinergi dan kerja sama dengan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadirkan Indonesia yang maju, berkeadaban, dan berkemajuan.

Selamat mengemban amanah. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan tugas untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

27/08/2026

Selamat Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama

Semoga berjalan lancar dan dimudahkan Allah SWT, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.

Menerima Penghargaan Bidang Pemikiran Sosial dalam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 pada Rabu (26/8) m...
26/08/2026

Menerima Penghargaan Bidang Pemikiran Sosial dalam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 pada Rabu (26/8) malam di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Penghargaan ini bukanlah pencapaian pribadi. Penghargaan ini bentuk apresiasi terhadap Muhammadiyah dan kerja panjang persyarikatan bagi masyarakat dan bangsa.

Banyak kerja Muhammadiyah berlangsung jauh dari sorotan. Namun, melalui jalan tersebut Muhammadiyah terus bergerak membebaskan, memberdayakan, memajukan, dan mendampingi masyarakat dengan spirit Islam Berkemajuan.

Sejalan dengan pentingnya wasathiyah atau posisi umat tengahan. Sikap tersebut tidak berarti menjauh dari kehidupan bersama, tetapi mendorong keterbukaan, persaudaraan, dan kerja sama dengan berbagai komponen bangsa.

Bagi Muhammadiyah, nilai wasathiyah menjadi dasar untuk membangun kehidupan yang seimbang sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah kemajemukan bangsa.

Pandangan itu juga menjadi bagian dari Islam Berkemajuan yang dikembangkan Muhammadiyah. Islam tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan melalui kerja pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan, dan kemanusiaan.

26/08/2026

Maulid Nabi: Jalan Menegakkan Moral Publik dan Praksis Kemanusiaan

Maulid Nabi Muhammad selalu diperingati sebagai seremonial keagamaan. Secara syariat maulid Nabi bukan perintah ajaran Islam. Meski begitu, perayaan maulid tidak berhenti di seremonial. Perayaan Maulid itu harus membekas dan mewujud dalam kehidupan umat yang merayakannya dengan menjadikan Nabi Muhammad sebagai uswah hasanah yang luhur.

Uswah hasanah adalah role-model terbaik dari Nabi Muhammad yang niscaya dipratikkan oleh segenap kaum muslimin dalam kehidupan. Keteladanannya dari hal sehari-hari hingga segala urusan besar dalam bermuamalah-dunyawiyah di level keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta yang berorientasi rahmatan lil-‘alamim.

Karenanya, jadikan perayaan maulid sebagai delivery nilai dari risalah dan keteladanan Nabi Muhammad dalam kehidupan dengan menjadikan Rasul akhir zaman itu betul-betul sebagai teladan utama. Nilai ajaran Islam yang sempurna maupun keteladanan utama Nabi Muhammad yang mulia tidak akan berjalan sendiri tanpa diaktualisasikan dalam kehidupan nyata umat Islam saat ini.

Jika Nabi sebagai uswah hasanah atau teladan terbaik dalam seluruh kehidupannya, sehingga akhlak beliau dimaklumatkan Allah sebagai “al-khuluq al-‘adhim” yakni akhlak yang agung, maka para tokoh dan umat Islam niscaya menjadikan keagungan sikap hidup baginda Nabi sebagai akhlak sehari-hari. Bagaimana para tokoh dan umat muslim berpikir, berkata, dan bertindak yang serba luhur ke dalam praktik hidup diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan relasi antar manusia di ranah semesta.

Saat ini di negeri tercinta masih meluas kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan, perusakan alam, narkoba, serta berbagai kejahatan dan masalah sosial yang merugikan kehidupan bersama. Korupsi bahkan makin parah karena meluas melibatkan para aktor di lembaga pendidikan tinggi. Begitu p**a dengan dunia media sosial yang masih diwarnai narasi-narasi hoaks, kebencian, saling hujat, kata-kata kotor, dan permusuhan.

Kunci kehidupan sebenarnya terletak pada manusianya. Jika manusianya baik maka baiklah sistem kehidupan, begitu p**a sistem akan rusak di tangan manusianya yang rusak secara moral. Berbagai masalah sosial yang masif tersebut memerlukan patokan nilai moral yang jelas tentang mana yang baik dan mana yang buruk untuk dijadikan standar hidup publik yang konkret. Di sinilah pentingnya para tokoh dan umat beragama di berbagai lembaga publik, memberi teladan nilai luhur, bagaimana menjadikan agama secara nyata sebagai dasar moral pencerahan akhlak kolektif di ruang publik. Yakni akhlak yang menyambung garis lurus antara kata dan tindakan di dunia nyata, bukan akhlak dalam khazanah normatif dan retorika teologis belaka.

Ajaran Kemanusiaan

Maulid Nabi juga penting dijadikan wahana transfer nilai ajaran kemanusiaan. Jadikan maulid sebagai jalan melakukan pemihakan terhadap masalah-masalah kemanusiaan. Sebutlah dalam melakukan tanggap dan mitigasi sosial akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memerlukan kepedulian sosial seluruh masyarakat, khususnya umat Islam di negeri tercinta.

Berbagai bencana fisik sering terjadi di negeri ini seperti gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, gunung merapi, dan sebagainya. Memang menjadi kewajiban konstitusional bagi pemerintah untuk melakukan usaha pencegahan, rehabilitasi, dan mitigasi bencana. Peran masyarakat juga sangat diperlukan, termasuk dari organisasi keagamaan yang melibatkan para tokoh dan umat beragama dalam melakukan tugas kemanusiaan tersebut.

Peran kemanusiaan mesti dilakukan dengan jiwa luhur sebagai panggilan Ilahi dalam orientasi kesalehan yang otentik, bukan hasil pencitraan sosial keagamaan yang simbolis. Nabi bersabda yang artinya, “Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim). Al-Ma’un dalam Al-Quran mengajarkan kepedulian sosial tertinggi sebagai parameter keberagamaan dalam membela orang-orang miskin, yatim, dan mereka yang lemah dan teraniaya melalui gerakan sosial kemanusiaan yang nyata.

Bukti para tokoh dan umat muslim yang tinggi kesalehannya diuji selain dalam menegakkan moralitas publik juga dalam melakukan praksis kemanusiaan membela mereka yang lemah (dhu’afa), tertindas (mustadh’afin), dan mengalami masalah atau menderita dalam hidupnya. Bukankah parameter kebajikan beragama yang diajarkan Nabi ialah amaliah yang berdampak nyata sebagaimana hadis Nabi yang artinya, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad).

Kesalehan dan kebajikan utama keberagamaan tidak terletak pada kebesaran jumlah mayoritas, tetapi pada kekuatan kualitas, termasuk saat ini dalam menegakkan moral dan praksis sosial adiluhung di ruang publik. Agama dan keberagamaan tidak dijadikan alat komodifikasi yang di tengah buaian narasi-narasi teologis di dunia maya. Agama mesti dibumikan sebagai praksis nilai pembebasan, pemberdayaan, kemajuan, dan segala tindakan luhur kehidupan bersama di dunia nyata.

Karenanya, mari wujudkan perayaan maulid Nabi untuk dijadikan jalan nyata dalam membuktikan kesalehan menegakkan moral publik dan praksis sosial kemanusiaan di negeri tercinta. Allah memberi peringatan keras dalam Al-Quran yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS Ash-Shaff: 2-3).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sabtu (22/8) menerima kunjungan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia Bidang Hal ...
23/08/2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sabtu (22/8) menerima kunjungan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia Bidang Hal Ehwal Agama, YB Dato’ Dr. Zulkifli bin Hasan, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.

Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Muhammadiyah dan Malaysia. Kita berbincang tentang banyak hal, mulai dari perilaku keagamaan generasi Z, pendidikan, hingga gerakan kemanusiaan.

Indonesia dan Malaysia adalah bangsa serumpun yang tidak hanya diikat oleh kedekatan budaya dan sejarah, tetapi juga oleh iman dan Islam yang kokoh. Kesamaan ini menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, termasuk di bidang pendidikan antara PTMA dan Universiti Antarabangsa MAIWP Malaysia, serta kolaborasi kemanusiaan.
Semoga silaturahmi ini menjadi awal dari semakin eratnya silatul ukhuwah, silatul fikri, dan silatul fi’li antara Muhammadiyah, Indonesia, dan Malaysia.

Ketika menyampaikan Pidato Kebangsaan pada Selasa (18/8) di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta, Say...
19/08/2026

Ketika menyampaikan Pidato Kebangsaan pada Selasa (18/8) di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta, Saya menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

Kemerdekaan tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan lahir dari pengorbanan fisik sekaligus perjuangan pemikiran dan intelektual para tokoh bangsa.

Kecintaan terhadap bangsa harus diwujudkan melalui pengabdian, tanggung jawab, dan kesediaan menjaga kepentingan rakyat, bukan justru mengambil keuntungan dari negara.

Muhammadiyah yang sejak didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912 mengembangkan pendidikan Islam modern dengan memadukan agama, ilmu pengetahuan, dan orientasi kebangsaan. Gerakan tersebut kemudian berkembang melalui pendirian sekolah, rumah sakit, poliklinik, media, kepanduan Hizbul Wathan, hingga organisasi perempuan ‘Aisyiyah.

Berbagai gerakan tersebut pada hakikatnya merupakan bagian dari upaya menyiapkan masyarakat Indonesia agar menjadi bangsa yang sehat, terdidik, dan cerdas sehingga mampu mengisi kemerdekaan.

Saya juga menekankan bahwa kecintaan kepada Indonesia harus diwujudkan dalam sikap memberi, bukan meminta apalagi mengambil dari negara. Bagi seorang pemimpin, politisi, pengusaha, maupun warga negara, kecintaan terhadap bangsa harus mendorong jiwa luhur untuk menjalankan semua kewajiban, serta menghindari tindakan yang merugikan negara dan kepentingan umum.

Cinta itu hakikatnya memberi, bukan menuntut apalagi mencuri.

Indonesia Milik BersamaIndonesia merdeka berusia 81 tahun. Berbagai pemerintahan silih berganti dengan dinamika dan bahk...
17/08/2026

Indonesia Milik Bersama

Indonesia merdeka berusia 81 tahun. Berbagai pemerintahan silih berganti dengan dinamika dan bahkan gejolak masing-masing. Namun Indonesia tetap bertahan dan senantiasa menunggu, bangsa dan negeri tercinta ini mau dibawa ke mana oleh para pemegang mandat rakyat.

Pemegang amanat rakyat yang sah seperti eksekutif, legislatif, yudikatif, dan berbagai institusi pemerintahan lainnya tentu mengerti betul Indonesia harus dibawa ke mana. Indonesia wajib dibawa menjadi negara dan bangsa yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagai tujuan nasional yang diletakkan oleh pendiri Indonesia dan termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 secara terang benderang.

Adapun kewajiban utama Pemerintah Negara Indonesia adalah untuk “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Diktum-diktum mendasar inilah yang penting untuk dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan kebangsaan oleh penyelenggara negara dan seluruh warga negara.

Di era Orde Lama perwujudan mencapai tujuan nasional dilakukan melalui Pembangunan Semesta Berencana, namun akhirnya gagal sebab perjalanan bangsa saat itu banyak dihadapkan pada berbagai gejolak politik yang tinggi dan berakhir tragis tahun 1965. Pada masa Orde Baru selama tiga dekade menuju perwujudan tujuan nasional dilaksanakan melalui Pembangunan Jangka Pendek dan Jangka Panjang yang sebagian cukup berhasil, meski banyak menyisakan masalah.

Kedua era tersebut terputus karena sistem kekuasaan Presiden yang sangat besar yang melahirkan rezim otoriter yang sarat masalah. Suatu gejolak politik dan masalah kebangsaan yang tidak boleh terjadi karena pemerintahan dikendalikan berdasarkan asas kekuasaan semata. Kemudian lahirlah reformasi membawa sistem demokrasi.

Di era reformasi terjadi demokratisasi yang sangat terbuka sebagai antitesis dari dua era sebelumnya. Namun arah Indonesia seperti kehilangan kepastian berkesinambungan karena ditumpukan pada visi-misi Presiden terpilih, yang sering terputus dari satu periode ke periode berikutnya dalam kepemimpinan yang berbeda. Sementara format kekuasaan secara substantif cenderung kembali pada executive heavy, sebab sepenuhnya mendapat mandat rakyat. Adapun check and balances sebagai topangan utama demokrasi tidak menguat karena koalisi politik di pemerintahan.

Selain itu, agenda strategis yang harus dipastikan ialah bagaimana visi-misi hasil politik elektoral melalui serangkaian program dan kebijakan nasional menjadi proses pembangunan yang berkelanjutan untuk terwujudnya tujuan nasional. Kunci utamanya ialah terwujudnya tujuan nasional melalui berbagai program dan kebijakan-kebijakan pemerintah setiap periode. Karenanya, pastikan keseluruhan program dan kebijakan itu betul-betul penting, strategis, dan mengarah secara benar dan tepat sasaran pada tujuan nasional.
Kesadaran para pemegang mandat dan jabatan dalam pemerintahan mesti bersatu-padu dan sehaluan dalam membawa Indonesia pada tujuannya. Kekuasaan yang dijalankan oleh eksekutif, legislatif, yudikatif, dan institusi pemerintahan lainnya mesti dibangun di atas azas demokrasi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” untuk terwujudnya “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” sebagaimana nilai luhur Pancasila.

Di sinilah pentingnya aspirasi, pandangan, dan suara rakyat mengawal setiap pelaksanaan kebijakan dan langkah penting eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta lembaga pemerintahan lainnya agar semakin memastikan sekaligus mengawal jalannya pemerintahan untuk menuju terwujudnya tujuan nasional.
Manakala seluruh institusi pemerintahan sehaluan sekaligus terbuka pada aspirasi publik yang mewakili suara rakyat yang jernih maka Indonesia akan memiliki kekuatan bersama menuju tujuan nasional. Sebaliknya bila terjadi kesenjangan maka akan berat membawa negeri tercinta ini menuju tujuan menjadi bangsa dan negara yang dicita-citakan.

Hal yang penting dibangun saat ini ialah kesadaran kolektif yang menyeluruh di seluruh institusi kenegaraan dan kebangsaan bahwa Indonesia itu milik bersama. Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa mesti berjalan bersamaan dalam membawa Indonesia ke tujuan nasional. Jangan sampai atas nama mandat rakyat setiap pihak berjalan sendiri-sendiri dan merasa mampu sendiri.

Agenda paling penting dan strategis untuk diwujudkan bersama setelah Indonesia merdeka 81 tahun ialah menciptakan kemakmuran untuk seluruh rakyat dalam kerangka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana sering disuarakan dan menjadi kehendak politik Presiden Prabowo Subianto saat ini. Karenanya mereka yang memiliki kekuatan politik dan ekonomi yang kuat mesti mau mengkhidmatkan diri sepenuhnya untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran rakyat tersebut.

Dalam rangka merenungkan kembali makna kemerdekaan bagi hajat hidup rakyat, alangkah baiknya dihayati pandangan pendiri Indonesia. Antara lain dikatakan Soekarno dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), bahwa “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara „semua buat semua", “satu buat semua, semua buat satu". Maka, jangan sampai ada kekuatan apa pun yang dominan dan menguasai Indonesia, sehingga negara dan bangsa tercinta ini kehilangan jiwa utamanya yakni Indonesia milik bersama.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Te...
15/08/2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan, serta memaksa ribuan warga meninggalkan rumah dan mengungsi.

Berdasarkan pembaruan data kebencanaan yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut telah mencapai 38 orang, sementara ribuan warga lainnya terdampak dan mengungsi. Data korban dan dampak bencana masih terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.

Semoga saudara-saudara yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kami turut mendoakan agar warga yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi darurat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang sedang menghadapi musibah.

Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan.

Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama.

MDMC telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT, sebagai bagian dari respons awal terhadap gempa bumi yang melanda wilayah Flores.

Pengaktifan Poskorwil tersebut menjadi langkah awal Muhammadiyah untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak dapat dipantau secara berkala, sekaligus memastikan kebutuhan kemanusiaan di lapangan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara terkoordinasi.

Kami mengapresiasi gerak cepat para relawan Muhammadiyah yang berada di wilayah terdampak serta mengajak seluruh jaringan Muhammadiyah untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Semoga para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan. Kita berharap proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.Dalam menghadapi bencana, kita harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. Semoga dari musibah ini lahir kekuatan kemanusiaan yang membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menata kehidupan.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad...
03/08/2026

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Senin (3/8).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sekaligus menjajaki kerja sama strategis di berbagai bidang.

Dubes Qatar menunjukkan komitmen yang kuat untuk membangun kolaborasi bersama Muhammadiyah. Peluang kerja sama yang ditawarkan mencakup pengembangan pendidikan, mulai dari bidang studi Islam hingga sains.

Khusus untuk kesehatan dan kedokteran, Dubes Qatar sangat menantikan lulusan dari Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk dapat datang ke Qatar.

Selama ini terdapat sekitar 30 ribu tenaga kesehatan dan perawat yang bekerja di sana, tetapi jumlah yang berasal dari Indonesia masih belum banyak. Karena itu, Qatar sangat berharap dapat menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah jalin kerja sama strategis dengan Kaikoukai Healthcare Corporation, Jepang, melalui pen...
18/07/2026

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah jalin kerja sama strategis dengan Kaikoukai Healthcare Corporation, Jepang, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan pada Sabtu (18/7).

Empat pilar kerja sama yang ditawarkan Kaikoukai, yaitu pengembangan layanan hemodialisis (cuci darah), rumah sakit, layanan bagi lanjut usia (lansia), dan program internasional, sejalan dengan arah pengembangan sektor kesehatan Muhammadiyah.

Jepang merupakan mitra yang dekat dengan Indonesia, baik dari sisi hubungan historis maupun nilai-nilai budaya. Budaya kerja masyarakat Jepang yang disiplin dan ramah memiliki banyak kesamaan dengan karakter masyarakat Indonesia sehingga menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi jangka panjang.

Muhammadiyah dan Kaikoukai telah beberapa kali melakukan pertemuan dalam beberapa tahun terakhir. Kerja sama ini tidak hanya membuka peluang kolaborasi di bidang kesehatan, tetapi juga memperluas jejaring Muhammadiyah dengan berbagai institusi di Jepang.

Address

Yogyakarta City

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+62274553132

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Haedar Nashir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Haedar Nashir:

Shortcuts

Share