07/04/2026
GEREJA TANPA MISI ADALAH GEREJA YANG KEHILANGAN IDENTITAS ROHANI
Yogyakarta, Indonesia – Pdt. Soleman Samuel, S.Th, Pendiri Yayasan Rumah Buah Hati, Gembala Livingstone Community, dan Ketua BPD Central Kristen Indonesia Yogyakarta, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi banyak gereja masa kini yang dinilai mulai menjauh dari panggilan utamanya, yaitu melaksanakan Misi Lintas Budaya sebagai bagian dari Missio Dei (Misi Allah).
Dalam pernyataannya, Pdt. Soleman menegaskan bahwa gereja tidak dipanggil hanya untuk menjalankan aktivitas internal seperti ibadah rutin, pujian penyembahan, kegiatan sosial, maupun program seremonial lainnya. Menurutnya, ketika gereja lebih berfokus pada urusan internal dan pengelolaan persembahan semata, maka gereja berisiko kehilangan arah dan identitas ilahinya.
“Matius 28:19-20 dengan jelas memerintahkan gereja untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus.
Jika gereja tidak lagi bergerak keluar, maka gereja sedang melupakan alasan keberadaannya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kisah Para Rasul 1:8 menegaskan panggilan gereja untuk menjadi saksi hingga ke ujung bumi, bukan hanya di lingkungan sendiri.
Oleh karena itu, gereja yang tidak bermisi berpotensi menjadi aktif secara lahiriah, tetapi tidak dikenal di hadapan Tuhan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pdt. Soleman menyampaikan enam langkah rohani dan strategis yang dapat dilakukan oleh jemaat ketika gereja lokal belum bergerak dalam misi lintas budaya:
1. Kembali kepada Hati Tuhan
Misi adalah kehendak Allah sendiri.
(1 Timotius 2:4)
2. Menjadi Penggerak dari Dalam
Jemaat dipanggil menjadi terang dan memulai perubahan.
(Matius 5:14)
3. Mengingatkan dan Mengajar Gereja
Dengan hikmat dan kasih, jemaat perlu menyuarakan kembali Amanat Agung.
(2 Timotius 4:2)
4. Memulai Gerakan Misi Lintas Budaya
Tidak menunggu, tetapi mulai dari apa yang ada.
(Matius 9:37)
5. Berpikir Universal, Bukan Denominasi
Misi adalah untuk tubuh Kristus secara global.
(Yohanes 17:21)
6. Tetap Setia Walau Ditolak
Ketaatan kepada Tuhan lebih utama dari penerimaan manusia.
(Kisah Para Rasul 5:29)
Lebih lanjut, ia mengajak gereja untuk keluar dari pola pikir sempit dan kembali kepada panggilan ilahi sebagai gereja yang diutus.
Mengakhiri pernyataannya, Pdt. Soleman menegaskan bahwa gereja sejati bukan hanya gereja yang berkumpul, tetapi gereja yang diutus.
“Yohanes 20:21 berkata: ‘Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.’ Gereja harus kembali kepada panggilannya: menjangkau jiwa, lintas budaya, sampai ke ujung bumi,” tutupnya.
Tentang Penulis:
Pdt. Soleman Samuel, S.Th adalah Pendiri Yayasan Rumah Buah Hati, Gembala Livingstone Community, serta Ketua BPD Central Kristen Indonesia Yogyakarta, yang aktif dalam pelayanan misi, penggembalaan, dan pemberdayaan komunitas.