31/10/2023
Dalam Perang Diponegoro (1825-1830), 15.000 serdadu Belanda tewas dan Belanda nyaris bangkrut!
Tapi kita juga tahu, 200.000 penduduk Jawa tewas oleh pertempuran, penyiksaan, kelaparan, dan penyakit selama perang. Sekitar 2,5 juta warga Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, nyaris separuh pop**asi saat itu, terdampak.
Para buzzer penjajah zaman itu mengkampanyekan bahwa Diponegoro adalah pemberontak dan perusuh penyebab penderitaan rakyat.
Sebagian besar rakyat tetap mencintai beliau, tapi yang goyah dalam barisannya juga ada.
Setelah Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari memaklumkan Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, pecah pertempuran Surabaya.
Pasukan Sekutu Inggris dkk kehilangan 1600 prajurit. Korban pejuang dan penduduk Surabaya mencapai 20.000 orang, dan lebih dari 150.000 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Kita juga pasti tahu buzzer penjajah zaman itu habis-habisan menyebut B**g Tomo dkk yang memekikkan takbir dalam perjuangan sebagai teroris dan fanatik Islam penyebab penderitaan rakyat.
Hari ini G4ZA4 & P4L3S7INA bersama Gerakan perlawanan, bersama para pejuang.
H4M4S telah bergerak pada 7 Oktober 2023 sebagaimana Serangan Oemoem 1 Maret 1949 untuk membuktikan pada dunia bahwa perjuangan P4L3S7INA masih kokoh.
Beberapa bulan sebelumnya PM 1SR43L B. N3t4ny4hu telah mempresentasikan peta baru Timur Tengah dengan sepenuhnya negara 1SR43L tanpa P4L3S7INA dan telah meyakinkan negara-negara Arab bahwa normalisasi hubungan dengan Israel adalah keniscayaan.
Kini, klaim yang nyaris sukses itu terbantahkan dan negara-negara Arab punya alasan untuk menghindari normalisasi diplomatik dengan penjajah Z1ON15.
Maka meski banyak kobran jatuh, rakyat. P4L3S7INA insya Allah akan terus teguh berjuang. Sebagaimana dalam perang Diponegoro, dan perang Surabaya. Juga dalam Serangan Oemoem 1 Maret di Yogyakarta.
Bahwa terorisme 1SR43L harus dihentikan, iya. Karena kalau dia berhenti menyerang membabi buta, insya Allah menjadi keamanan bagi semua.
Tapi kalau pejuang P4L3S7INA yang disuruh berhenti bertempur, besok takkan ada lagi yang namanya P4L3S7INA.
*)Ust. Salim A. Fillah