04/12/2022
"NGINTERI"
(Minggu Wage, 4/12/2022). Matius 3:1 β 12
_βAlat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." (3:12)_
Waktu kelas enam SD, diadakan ujian praktek keterampilan atau prakarya. Macam-macam mata ujiannya, salah satunya adalah "nginteri" atau "napeni" beras atau "gabah."
Kerikil, jerami, sekam, akan terlempar ke luar karena lebih ringan, sedangkan beras atau gabah yang bernas tetap tinggal di tampah atau alat penampi.
Tujuan "nginteri" tiada lain untuk membersihkan segala kotoran, sehingga biji menjadi bersih dan tidak mengganggu atau menimbulkan sakit. Biji (beras, gabah, gandum, jagung, kedelai) bisa tetap tinggal di tampah karena berbobot. Berbobot artinya berisi, bermutu atau baik.
Menjalani penantian entah perayaan kelahiran Tuhan atau kedatangan Kristus di akhir zaman, yang tidak boleh dilupakan adalah 'pertama' selalu bertobat (membersihkan diri dari segala noda daki kehidupan), dan 'kedua' tekun menjadi pribadi yang berbobot, berisi, baik, bermutu dengan tekun melaksanakan ajaran Kristus.
Mereka yang datang pada Yohanes mengakui dosanya dan dibaptis. Selalu bertobat karena manusia 'kenggonan sifat salah, luput lan apes,' mudah menjadi anak yang hilang. Manusia mudah jatuh dalam dosa dengan pikiran, perkataan, perbuatan dan kelalaian.
Menjadi biji yang berisi berarti tekun beriman, tidak berhenti di tengah jalan, namun mengakhiri perjalanan dengan iman. Orang tekun melakukan ajaran Yesus dengan mutu kepribadian yang memiliki iman, harapan dan kasih.
Kapak sudah tersedia di akar pohon. Salah satu bentuk menjadi biji berisi adalah menjadi bagaikan akar, tekun mencari air, makanan untuk batang pohon dengan berani menembus tanah yang keras, bebatuan, bahkan beton sekalipun.
Kendati keadaan dunia sekarang ini seperti "gabah diinteri," semoga kita tetap tekun dalam pertobatan dan menjadi bagaikan beras, gabah, jagung, kedelai atau gandum yang bernas. β
(abakaeb, ppriyapr β simo).