234 Zona Ukhuwah

234 Zona Ukhuwah Tiada kenikmatan kalau tidak bersama, tiada kekuatan kalau tidak berjamaah.

06/10/2016

Adakah amalan khusus di bulan Muharram?

Mendapati bulan Muharram merupakan kenikmatan tersendiri bagi seorang mukmin. Karena bulan ini sarat dengan pahala dan ladang beramal bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan dari esoknya. Memulai awal tahun dengan ketaatan, agar pasti dalam melangkah dan menatap masa depan dengan optimis.

Abu Utsman an-Nahdi [Lihat biografinya dalam Tahdzibut Tahdzib 6/249 oleh Ibnu Hajar.] mengatakan: “Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram”.[Lathoiful Ma’arif hal.80]

Berikut ini amalan-amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan ini:

Pertama: Puasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram.[HR.Muslim: 1982]

Hadits ini sangat jelas sekali bahwa puasa sunnah yang paling afdhol setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Maksud puasa disini adalah puasa secara mutlak. Memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini, utamanya ketika hari ‘Asyura (10 Muharram) sebagaimana akan datang penjelasannya pada postingan berikutnya di Muslim.Or.Id.

Akan tetapi perlu diingat tidak boleh berpuasa pada seluruh hari bulan Muharram, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada Ramadhan [HR.Bukhari: 1971, Muslim:1157] [Syarah Shahih Muslim, an-Nawawi 8/303]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Ini adalah puasa yang paling afdhol bagi orang yang hanya berpuasa pada bulan ini saja, sedangkan bagi yang terbiasa berpuasa terus pada bulan lainnya yang afdhol adalah puasa Daud”.[Kitab as-Siyam Min Syarhil U’mdah, Ibnu Taimiyyah 2/548]

Kedua: Memperbanyak amalan shalih

Sebagaimana perbuatan dosa pada bulan ini akan dibalas dengan dosa yang besar maka begitu p**a perbuatan baik. Bagi yang beramal shalih pada bulan ini ia akan menuai pahala yang besar sebagai kasih sayang dan kemurahan Allah kepada para hambanya.

Ini adalah keutamaan yang besar, kebaikan yang banyak, tidak bisa dikiaskan. Sesungguhnya Allah adalah pemberi nikmat, pemberi keutamaan sesuai kehendaknya dan kepada siapa saja yang dikehendaki. Tidak ada yang dapat menentang hukumnya dan tidak ada yang yang dapat menolak keutamaanNya.[at-Tamhid, Ibnu Abdil Barr 19/26, Fathul Bari, Ibnu Hajar 6/5]

Ketiga: Taubat

Taubat adalah kembali kepada Allah dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi. Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Taubat adalah tugas seumur hidup.[Lihat hukum-hukum seputar taubat dalam risalah Hady ar-Ruuh Ila Ahkam at-Taubah an-Nasuh, Salim bin Ied al-Hilali.]

Maka kewajiban bagi seorang muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya, karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemput. Dan juga perbuatan jelek biasanya akan mendorong untuk mengerjakan perbuatan jelek yang lain. Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan, maka dosanya akan besar p**a, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya. Maka bersegeralah bertaubat kepada Allah [Lihat Majmu Fatawa 34/180 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah].

21/05/2016

HADITS-HADITS TENTANG FADLILAH AMALAN NISHFU SYA'BAN.
~
Banyak diantara kaum muslimin yang mengamalkan amalan-amalan tertentu pada malam nishfu Sya'ban, misalnya : berkumpul di masjid-masjid sesudah shalat Maghrib, lalu berdo'a dengan do'a-do'a tertentu, mohon dipanjangkan umurnya, banyak rezqinya, mohon ditetapkan iman, serta mati dalam husnul khotimah.
Ada lagi yang melakukan shalat-shalat tertentu pada malam nishfu Sya'ban. Namun setelah kita pelajari, dalil-dalil amalan pada malam nishfu Sya'ban tersebut ternyata hadits-haditsnya dla'if, bahkan palsu.
~
Oleh karena itu berikut ini kami ketengahkan diantara hadits-hadits tersebut, agar kita terhindar dari amalan-amalan yang tidak dilandasi dengan dalil-dalil yang kuat.
~
Dari 'Ali bin Abu Thalib, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Apabila datang malam nishfu Sya'ban, shalatlah kalian pada malamnya, dan puasalah kalian pada siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya'ban sejak matahari terbenam. Allah berfirman, "Adakah orang yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya. Adakah orang yang memohon rezqi kepada-Ku, maka Aku akan memberinya rezqi. Adakah orang yang sakit yang memohon kesembuhan kepada-Ku, maka Aku akan menyembuhkannya. Adakah orang yang demikian…., Adakah orang yang demikian..…", hingga terbit fajar". [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 444, no. 1388]
~
Keterangan :
~
Hadits tersebut dla'if, bahkan palsu, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Ibnu Abi Sabrah, yang nama aslinya adalah Abu Bakar bin 'Abdullah bin Muhammad bin Abu Sabrah. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Ma'in berkata, "yadlo'ul hadits" (ia memalsu hadits).
~
Dari Muhammad bin Marwan, dari Ibnu 'Umar, (ia mengatakannya dari Nabi SAW), "Barangsiapa pada malam nishfu Sya'ban membaca "Qul huwalloohu ahad" 1.000 X, dalam shalat 100 rekaat, maka ia tidak keluar dari dunia sehingga Allah mengutus dalam tidurnya 100 malaikat, 30 malaikat memberikan khabar gembira kepadanya bahwa ia akan masuk surga, 30 malaikat memberikan khabar kepadanya bahwa dia aman dari neraka, yang 30 malaikat menjaganya dari berbuat dosa kesalahan, dan yang 10 malaikat menjaganya dari orang yang memusuhinya. [Al-La-aaliul Mashnuu'ah oleh Imam Jalaaluddin 'Abdur Rahman As-Suyuthiy juz 2, hal. 50] Keterangan : Hadits ini maudlu' (palsu), kebanyakan para perawinya orang-orang majhul (tidak dikenal).
~`
Dari Mujahid, dari 'Ali bin Abu Thalib, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, "Hai 'Ali, barangsiapa shalat 100 reka'at pada malam nishfu Sya'ban, pada setiap reka'at membaca Al-Fatihah dan Qul huwalloohu ahad 10 X", Nabi SAW bersabda, "Hai 'Ali, tidaklah seorang hamba yang melaksanakan shalat-shalat ini, melainkan Allah 'Azza wa Jalla akan mengabulkan segala keperluannya yang ia minta pada malam itu". Lalu ada shahabat yang bertanya, "Ya Rasulullah, jika Allah Ta'aalaa telah menetapkannya orang itu celaka, apakah Allah akan menjadikannya bahagia ?". Nabi SAW menjawab, "Demi Tuhan yang mengutusku dengan haq, hai 'Ali, meskipun orang itu telah tertulis di Lauh Mahfudh bahwasanya si Fulan bin Fulan diciptakan sebagai orang yang celaka, maka Allah akan menghapusnya, lalu menjadikannya orang yang bahagia, dan Allah akan mengirim kepadanya 70.000 malaikat yang akan mencatat kebaikan-kebaikan untuknya, menghapus keburukan-keburukan darinya dan mengangkat derajat-derajatnya hingga awwal tahun. Dan Allah akan mengutus 70.000 malaikat atau 700.000 malaikat di surga 'Adn untuk membuatkan kota-kota, istana-istana dan menanam pohon-pohon untuknya, yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan belum pernah terlintas di hati para makhluq keindahannya seperti taman-taman surga ini. Pada setiap surga seperti yang aku terangkan pada kalian, ada kota-kota, istana-istana dan pohon-pohon. Dan apabila ia meninggal dunia pada malamnya sebelum lewat setahun, maka ia mati syahid. Dan Allah Ta'aalaa akan memberi kepadanya pada setiap huruf dari Qul huwallohu ahad yang dibaca pada malam nishfu Sya'ban dari yang demikian itu dengan 70.000 bidadari, setiap bidadari diikuti oleh pelayan laki-laki dan perempuan, 70.000 pelayan-pelayan muda, 70.000 anak-anak muda, 70.000 penjaga rumah, dan 70.000 penjaga pintu. Dan setiap orang yang membaca Qul huwalloohu ahad pada malam (nishfu Sya'ban) itu, Allah mencatat untuknya pahala 70 orang yang mati syahid, dan akan diterima shalatnya yang ia lakukan sebelum itu dan akan diterima p**a shalatnya yang akan ia lakukan sesudahnya. Dan jika kedua orang tuanya itu berada di neraka, kalau ia mendo'akannya, maka Allah akan mengeluarkan kedua orang tuanya itu dari neraka, selama kedua orang tuanya itu tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu, sehingga keduanya akan masuk surga. Setiap orang dari keduanya itu akan memberi syafa'at 70.000 orang hingga akhir". Rasulullah SAW mengatakan demikian tiga kali. Nabi SAW bersabda, "Demi Tuhan yang mengutusku dengan benar, sesungguhnya orang itu tidak akan keluar dari dunia sehingga melihat tempatnya yang telah Allah ciptakan untuknya di surga, atau akan diperlihatkan kepadanya. Demi Tuhan yang mengutusku dengan benar, sesungguhnya pada setiap saat dari saat malam maupun siang, yaitu 24 saat, Allah 'Azza wa Jalla mengutus 70.000 malaikat yang akan mengucapkan salam kepadanya, berjabat tangan dan mendo'akannya hingga ditiupnya terompet pada hari qiyamat. Dan pada hari qiyamat Allah akan mengumpulkannya bersama dengan Al-Kiroomul Baroroh (orang yang mulia lagi berbhakti), dan Allah akan memerintahkan kepada para malaikat pencatat, "Jangan kalian catat keburukan-keburukan pada hamba-Ku ini, dan catatlah kebaikan-kebaikan untuknya hingga setahun". Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang melaksanakan shalat (nishfu Sya'ban) ini dengan mengharapkan kehidupan akhirat, maka Allah akan menjadikan (memberikan) untuknya bagian dari sisi-Nya pada malam itu". [Al-La-aaliul Mashnuu'ah juz 2, hal. 49]
~
Keterangan :
~
Hadits ini maudlu' (palsu), kebanyakan para perawinya orang-orang majhul (tidak dikenal). َ
~
Dari Ibrahim,ia berkata : 'Ali bin Abu Thalib RA berkata : Aku melihat Rasulullah SAW pada malam nishfu Sya'ban beliau berdiri shalat 14 rekaat, setelah selesai kemudian duduk, lalu membaca Al-Fatihah 14 X, Qul huwalloohu ahad 14 X, Qul a'uudzu birobbil falaq 14 X, Qul a'uudzu birobbinnaas 14 X, ayat kursi 1 X, dan Laqod jaa-akum rosuulum min anfusikum 'aziizun 'alaihi maa 'anittum, hariishun 'alaikum bil mu'miniina rouufur rohiim. (Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaum kalian, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. QS. At-Taubah : 128). Setelah beliau selesai dari shalatnya, aku bertanya tentang apa yang aku lihat dari apa yang telah beliau lakukan. Maka beliau bersabda, "Barangsiapa yang melakukan seperti apa yang kamu lihat ini, maka dia mendapatkan pahala seperti 20 hajji mabrur dan seperti pahala shalat yang diterima selama 20 tahun, lalu jika di pagi harinya ia berpuasa, maka ia seperti puasa selama 2 tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang". [Al-Maudluu'aat oleh Abul Faraaj, 'Abdur Rahman bin 'Aliy bin Al-Jauziy juz 2, hal. 130]
~
Keterangan :
~
Ini hadits palsu, pada sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Muhaajir. Ibnu Hanbal berkata "Yadlo'ul hadits". (ia memalsu hadits).
~
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, "Telah datang kepadaku malaikat Jibril pada malam nishfu Sya'ban, lalu berkata, "Ya Muhammad, pada malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat dibuka. Maka berdirilah dan kerjakanlah shalat, kemudian angkatlah kepalamu serta dua tapak tanganmu ke langit". Aku bertanya, "Hai Jibril, apa arti malam ini ?". Jibril menjawab, "Pada malam ini telah dibuka tiga ratus pintu rahmat. Maka Allah Ta'aalaa mengampuni semua orang yang tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatupun, kecuali tukang sihir, dhukun, orang yang s**a bermusuhan, peminum khamr, orang yang selalu berzina, pemakan harta riba, orang yang durhaka kepada kedua orang tua, orang yang s**a mengadu domba dan orang yang memutuskan tali persaudaraan, maka sesungguhnya mereka itu tidak akan diampuni sehingga mereka itu mau bertaubat dan mau meninggalkan perbuatannya. Maka Nabi SAW keluar, kemudian shalat, dan beliau menangis di dalam sujudnya, sambil berdo'a (yang artinya), "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu dan kemurkaan-Mu, aku tidak bisa menyanjung dan memuji-Mu sebagaimana Engkau menyanjung dan memuji diri-Mu, bagi-Mu segala puji sehingga Engkau ridla". [Durratun Naasihiin oleh 'Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-Khaubawiy hal. 207]
~
Keterangan :
~
Hadits ini juga maudlu' (palsu), karena tidak didapati sanadnya. Demikianlah diantara hadits-hadits tentang nishfu Sya'ban, yang ternyata hadits-haditsnya dla'if, bahkan palsu.

10/04/2016

HATI-HATI AMALAN PALSU DI BULAN RAJAB

Hadits-hadits tentang fadlilah amalan di bulan Rajab

Banyak diantara kaum muslimin yang mengamalkan amalan-amalan bulan Rajab. Dan setelah kita pelajari, dalil-dalil amalan bulan Rajab tersebut ternyata hadits-haditsnya dla'if, bahkan palsu. Oleh karena itu di berikut ini kami ketengahkan diantara hadits-hadits tersebut, agar kita terhindar dari amalan-amalan yang tidak dilandasi dengan dalil-dalil yang kuat.

Puasa di bulan Rajab

عَنْ عَلِىِّ بْنِ اَبِى طَالِبٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ شَهْرَ رَجَبَ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، مَنْ صَامَ مِنْهُ يَوْمًا كَتَبَ اللهُ لَهُ صَوْمَ اَلْفِ سَنَةٍ، وَ مَنْ صَامَ يَوْمَيْنِ كَتَبَ اللهُ لَهُ صِيَامَ اَلْفَيْ سَنَةٍ، وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ اَيَّامٍ كَتَبَ اللهُ لَهُ صِيَامَ ثَلَاثَةِ اَلْفِ سَنَةٍ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ سَبْعَةَ اَيَّامٍ اُغْلِقَتْ عَنْهُ اَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَ مَنْ صَامَ مِنْهُ ثَمَانِيَةَ اَيَّامٍ فُتِحَتْ لَهُ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ اَيّهَا شَاءَ، وَ مَنْ صَامَ مِنْهُ خَمْسَ عَشْرَةَ يَوْمًا بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُهُ حَسَنَاتٍ وَ نَادَى مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: قَدْ غَفَرَ اللهُ لَكَ فَاسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ، وَ مَنْ زَادَ زَادَهُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ.

Dari 'Ali bin Abu Thalib RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang agung. Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah akan mencatat untuknya berpuasa 1000 tahun. Barangsiapa berpuasa dua hari pada bulan Rajab, maka Allah akan mencatatnya berpuasa 2000 tahun. Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, maka Allah mencatatnya berpuasa 3000 tahun. Barangsiapa berpuasa tujuh hari di bulan Rajab, maka ditutuplah pintu-pintu Jahannam darinya. Dan barangsiapa berpuasa delapan hari di bulan Rajab, maka dibukalah pintu-pintu surga yang delapan untuknya, yang dia boleh masuk dari pintu manasaja yang ia s**ai. Barangsiapa berpuasa lima belas hari di bulan Rajab, maka keburukan-keburukannya akan diganti dengan kebaikan-kebaikan, dan akan ada seorang penyeru dari langit yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah mengampuni kamu, maka mulailah lagi beramal". Dan barangsiapa menambah (puasa itu) maka Allah 'Azza wa Jalla akan menambah p**a kebaikan-kebaikan kepadanya". [Al-Maudluu'aat oleh Abul F***j, Abdur Rahman bin 'Aliy bin Al-Jauziy, juz 2, hal. 206]

Keterangan :

Hadits ini tidak sah dari Rasulullah SAW. Karena dalam sanadnya ada perawi bernama Harun bin 'Antaroh.Abu Hatim Ibnu Hibban berkata, "Tidak boleh berhujjah dengan Harun, karena dia banyak meriwayatkan hadits-hadits munkar.

عَنْ اَبِى ذَرٍّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبَ عَدَلَ صِيَامَ شَهْرٍ، وَ مَنْ صَامَ مِنْهُ سَبْعَةَ اَيَّامٍ غُلِّقَتْ اَبْوَابُ الْجَحِيْمِ السَّبْعَةُ، وَ مَنْ صَامَ مِنْهُ ثَمَانِيَةَ اَيَّامٍ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ، وَ مَنْ صَامَ مِنْهُ عَشْرَةَ اَيَّامٍ بَدَّلَ اللهُ سَيّئَاتِهِ حَسَنَاتٍ، وَ مَنْ صَامَ مِنْهُ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ يَوْمًا نَادَى مُنَادٍ اَنْ قَدْ غَفَرَ كُلَّ مَا مَضَى فَاسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ.

Dari Abu Dzarr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka dia seperti puasa satu bulan. Barangsiapa berpuasa tujuh hari di bulan Rajab, maka akan ditutup untuknya pintu-pintu neraka Jahiim yang tujuh. Barangsiapa berpuasa delapan hari di bulan Rajab, maka Allah akan membukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan. Barangsiapa berpuasa sepuluh hari di bulan Rajab, maka Allah akan mengganti keburukan-keburukannya dengan kebaikan-kebaikan. Dan barangsiapa berpuasa delapan belas hari di bulan Rajab, maka akan ada penyeru yang mengatakan, "Sungguh Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu, maka mulailah lagi beramal". [Al-Maudluu'aat juz 2, hal. 207]

Keterangan :

Hadits ini tidak sah, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Al-Furat bin Saaib. Yahya bin Ma'in berkata : Al-Furat bin Saaib laisa bi syai' (tidak ada apa-apanya). Bukhari dan Daraquthni berkata : matruuk (ia ditinggalkan haditsnya).

عَنْ اَبِى سَعِيْدِ الْخُدْرِىِّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: رَجَبُ شَهْرُ اللهِ وَ شَعْبَانُ شَهْرِى وَ رَمَضَانُ شَهْرُ اُمَّتِىْ، فَمَنْ صَامَ رَجَبَ اِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا اِسْتَوْجَبَ رِضْوَانَ اللهِ اْلاَكْبَرِ وَ اَسْكَنَهُ الْفِرْدَوْسَ اْلاَعْلَى، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ يَوْمَيْنِ فَلَهُ مِنَ اْلاَجْرِ ضِعْفَانِ وَ وَزْنُ كُلِّ ضِعْفٍ مِثْلُ جِبَالِ الدُّنْيَا، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ ثَلَاثَةَ اَيَّامٍ جَعَلَ اللهُ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ النَّارِ خَنْدَقًا طُوْلَ مَسِيْرَةِ ذ?لِكَ سَنَةٍ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ اَرْبَعَةَ اَيَّامٍ عُوْفِيَ مِنَ الْبَلَاءِ مِنَ الْجُنُوْنِ وَ الُجذَامِ وَ الْبَرَصِ وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ سِتَّةَ اَيَّامٍ خَرَجَ مِنْ قَبْرِهِ وَ وَجْهُهُ اَضْوَأُ مِنَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ سَبْعَةَ اَيَّامٍ فَاِنَّ لِجَهَنَّمَ سَبْعَةَ اَبْوَابٍ يُغْلِقُ اللهُ عَنْهُ بِصَوْمِ كُلِّ يَوْمٍ بَابًا مِنْ اَبْوَابِهَا، وَمَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ ثَمَانِيَةَ اَيَّامٍ فَاِنَّ لِلْجَنَّةِ ثَمَانِيَةَ اَبْوَابٍ يَفْتَحُ اللهُ لَهُ بِصَوْمِ كُلِّ يَوْمٍ بَابًا مِنْ اَبْوَابِهَا، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ تِسْعَةَ اَيَّامٍ خَرَجَ مِنْ قَبْرِهِ وَ هُوَ يُنَادِى لَا اِل?هَ اِلَّا اللهُ وَلَا يُرَدُّ وَجْهُهُ دُوْنَ الْجَنَّةِ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ عَشْرَةَ اَيَّامٍ جَعَلَ اللهُ لَهُ عَلَى كُلّ مِيْلٍ مِنَ الصِّرَاطِ فِرَاشًا يَسْتَرِيْحُ عَلَيْهِ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ اَحَدَ عَشَرَ يَوْمًا لَمْ يَرَ فِي الْقِيَامَةِ غَدَاءً اَفْضَلَ مِنْهُ اِلَّا مَنْ صَامَ مِثْلَهُ اَوْ زَادَ عَلَيْهِ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ اِثْنَيْ عَشَرَ يَوْمًا كَسَاهُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُلَّتَيْنِ: اَلْحُلَّةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَ مَا فِيْهَا، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ ثَلَاثَةَ عَشَرَ يَوْمًا يُوْضَعُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَائِدَةٌ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ فَيَأْكُلُ وَ النَّاسُ فِيْ شِدَّةٍ شَدِيْدَةٍ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ اَرْبَعَةَ عَشَرَ يَوْمًا اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِنَ الثَّوَابِ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا اُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، وَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْمًا يَقِفُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَوْقِفَ اْلآمِنِيْنَ.

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Rajab adalah bulannya Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadlan adalah bulannya ummatku. Maka barangsiapa berpuasa Rajab karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah), ia pasti mendapatkan ridla Allah yang Maha Besar, dan Allah akan menempatkannya di surga Firdaus yang tinggi. Barangsiapa berpuasa dua hari di bulan Rajab, maka ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat, dan setiap kelipatan seberat gunung-gunung di dunia. Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, maka Allah akan membuatkan antara dia dengan neraka berupa parit penghalang sepanjang perjalanan tahun itu. Barangsiapa berpuasa empat hari di bulan Rajab, maka ia akan diselamatkan dari bala' bencana, dari penyakit gila, kusta dan lepra, dan dari fitnah Masiihid Dajjaal dan dari siksa qubur. Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Rajab, maka ketika keluar dari quburnya wajahnya akan bersinar lebih terang daripada bulan purnama. Barangsiapa berpuasa tujuh hari di bulan Rajab, neraka Jahannam itu mempunyai tujuh pintu yang Allah akan menutupkan darinya, setiap puasa satu hari ditutuplah satu pintu dari pintu-pintu Jahannam itu. Barangsiapa puasa delapan hari di bulan Rajab, surga itu mempunyai delapan pintu yang Allah akan membukakan untuknya, setiap puasa satu hari dibukakan satu pintu dari pintu-pintu surga tersebut. Barangsiapa berpuasa sembilan hari di bulan Rajab, maka ia akan keluar dari quburnya dengan mengucapkan "Laa ilaaha illallooh" (Tidak ada Tuhan selain Allah), dan wajahnya tidak dihadapkan selain ke surga. Barangsiapa berpuasa sepuluh hari di bulan Rajab, Allah akan membuatkan tempat tidur di setiap mil dari shirath (jalan) yang ia bisa beristirahat padanya. Barangsiapa berpuasa sebelas hari di bulan Rajab, pada hari qiyamat ia tidak melihat makanan yang lebih baik darinya melainkan orang yang berpuasa seperti dia atau lebih banyak lagi. Barangsiapa berpuasa dua belas hari di bulan Rajab, maka di hari qiyamat Allah 'Azza wa Jalla akan memakaikan kepadanya dengan dua pakaian, yang satu pakaian itu lebih baik daripada dunia seisinya. Barangsiapa berpuasa tiga belas hari di bulan Rajab, maka di hari qiyamat Allah akan memberikan hidangan di bawah lindungan 'Arsy yang ia bisa memakannya, sedangkan orang-orang pada waktu itu mengalami kesulitan yang sangat. Barangsiapa berpuasa empat belas hari di bulan Rajab, maka Allah Ta'aalaa akan memberikan pahala kepadanya dengan apa-apa yang mata belum pernah melihatnya, telinga belum pernah mendengarnya dan belum pernah terlintas di hati seseorang. Barangsiapa puasa lima belas hari di bulan Rajab, maka pada hari qiyamat Allah akan menghentikannya pada tempat berhentinya orang-orang yang aman". [Al-Maudluu'aat, juz 2, hal. 205]

Keterangan :

Ini hadits palsu, dalam sanadnya ada perawi bernama Al-Kasaaiy, ia tidak dikenal, dan Muhammad bin Al-Hasan An-Naqqoosy, ia tertuduh dusta.





Shalat di bulan Rajab

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: رَجَبُ شَهْرُ اللهِ وَ شَعْبَانُ شَهْرِى وَ رَمَضَانُ شَهْرُ اُمَّتِى. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا مَعْنَى قَوْلِكَ رَجَبُ شَهْرُ اللهِ ؟ قَالَ: لِاَنَّهُ مَخْصُوْصٌ بِالْمَغْفِرَةِ، وَ فِيْهِ تُحْقَنُ الدّمَاءُ، وَ فِيْهِ تَابَ اللهُ عَلَى اَنْبِيَائِهِ، وَ فِيْهِ اَنْقَذَ اَوْلِيَاءَهُ مِنْ يَدِ اَعْدَائِهِ. مَنْ صَامَهُ اِسْتَوْجَبَ عَلَى اللهِ تَعَالَى ثَلَاثَةَ اَشْيَاءَ: مَغْفِرَةٌ لِجَمِيْعِ مَا سَلَفَ مِنْ ذُنُوْبِهِ، وَ عِصْمَةٌ فِيْمَا بَقِيَ مِنْ عُمُرِهِ، وَ اَمَانًا مِنَ الْعَطَشِ يَوْمَ الْعَرَضِ اْلاَكْبَرِ. فَقَامَ شَيْخٌ ضَعِيْفٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنِّى لَاَعْجِزُ عَنْ صِيَامِهِ كُلِّه، فَقَالَ ص: اَوَّلَ يَوْمٍ مِنْهُ، فَاِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ اَمْثَالِهَا، وَ اَوْسَطَ يَوْمٍ مِنْهُ، وَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْهُ، فَاِنَّكَ تُعْطَى ثَوَابَ مَنْ صَامَهُ كُلَّهُ، ل?كِنْ لَا تَغْفَلُوْا عَنْ اَوَّلِ لَيْلَةٍ فِي رَجَبَ، فَاِنَّهَا لَيْلَةٌ تُسَمِّيْهَا الْمَلَائِكَةُ الرَّغَائِبَ، وَ ذ?لِكَ اَنَّهُ اِذَا مَضَى بِكَ اللَّيْلُ لَا يَبْقَى مَلَكٌ مُقَرَّبٌ فِي جَمِيْعِ السَّم?وَاتِ وَ اْلاَرْضِ اِلَّا وَ يَجْتَمِعُوْنَ فِي الْكَعْبَةِ وَ حَوَالَيْهَا، فَيَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ عَلَيْهِمْ اِطْلَاعَةً فَيَقُوْلُ: مَلَائِكَتِي سَلُوْنِى مَا شِئْتُمْ، فَيَقُوْلُوْنَ يَا رَبَّنَا حَاجَتُنَا اِلَيْكَ اَنْ تَغْفِرَ لِصَوَّامِ رَجَبَ، فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ: قَدْ فَعَلْتُ ذ?لِكَ. ثُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: وَمَا مِنْ اَحَدٍ يَصُوْمُ يَوْمَ الْخَمِيْسِ اَوَّلَ خَمِيْسٍ فِيْ رَجَبَ، ثُمَّ يُصَلّى فِيْمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ وَ الْعَتَمَةِ، يَعْنِى لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً، يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ اْلكِتَابِ مَرَّةً، وَ اِنَّآ اَنْزَلْنَاهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ مَرَّةً، يَفْصِلُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ بِتَسْلِيْمَةٍ، فَاِذَا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ صَلَّى عَلَيَّ سَبْعِيْنَ مَرَّةً، ثُمَّ يَقُوْلُ: اَللّ?هُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِيِّ وَ عَلَى آلِهِ، ثُمَّ يَسْجُدُ فَيَقُوْلُ فِي سُجُوْدِهِ: سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَ الرُّوْحِ سَبْعِيْنَ مَرَّةً، ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيَقُوْلُ: رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَ ارْحَمْ وَ تَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ اْلاَعْظَمُ سَبْعِيْنَ مَرَّةً، ثُمَّ يَسْجُدُ الثَّانِيَةَ فَيَقُوْلُ مِثْلَ مَا قَالَ فِي السَّجْدَةِ اْلاُوْلَى، ثُمَّ يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى حَاجَتَهُ، فَاِنَّهَا تُقْضَى. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: وَ الَّذِى نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ عَبْدٍ وَلَا اَمَةٍ صَلَّى ه?ذِهِ الصَّلَاةَ اِلَّا غَفَرَ اللهُ تَعَالَى لَهُ جَمِيْعَ ذُنُوْبِهِ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ وَ عَدَدَ وَرَقِ اْلاَشْجَارِ، وَ شَفَعَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي سَبْعِمِائَةٍ مِنْ اَهْلِ بَيْتِهِ، فَاِذَا كَانَ فِي اَوَّلِ لَيْلَةٍ فِيْ قَبْرِهِ جَاءَهُ ثَوَابُ ه?ذِهِ الصَّلَاةِ، فَيُجِيْبُهُ بِوَجْهٍ طَلْقٍ وَ لِسَانٍ ذَلْقٍ، فَيَقُوْلُ لَهُ: حَبِيْبِيْ اَبْشِرْ فَقَدْ نَجَوْتَ مِنْ كُلِّ شِدَّةٍ، فَيَقُوْلُ: مَنْ اَنْتَ، فَوَ اللهِ مَا رَأَيْتُ وَجْهًا اَحْسَنَ مِنْ وَجْهِكَ، وَلَا سَمِعْتُ كَلَامًا اَحْلَى مِنْ كَلَامِكَ، وَلَا شَمَمْتُ رَائِحَةً اَطْيَبَ مِنْ رَائِحَتِكَ، فَيَقُوْلُ لَهُ: يَا حَبِيْبِيْ اَنَا ثَوَابُ الصَّلَاةِ الَّتِىْ صَلَّيْتَهَا فِي لَيْلَةِ كَذَا فِي شَهْرِ كَذَا، جِئْتُ اللَّيْلَةَ لِاَقْضِىَ حَقَّكَ، وَ اُوْنِسَ وَحْدَتَكَ، وَ اَرْفَعَ عَنْكَ وَحْشَتَك، فَاِذَا نُفِخَ فِي الصُّوْرِ اَظلَلْتُ فِي عُرْصَةِ الْقِيَامَةِ عَلَى رَأْسِكَ، وَ اَبْشِرْ فَلَنْ تَعْدَمَ الْخَيْرُ مِنْ مَوْلَاكَ اَبَدًا

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Rajab adalah bulannya Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadlan adalah bulannya ummatku". Lalu ada yang bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan perkataan engkau 'Rajab adalah bulannya Allah' ?". Nabi SAW menjawab, Karena bulan itu dikhususkan dengan ampunan, di bulan itu darah dilindungi (tidak boleh ada pertumpahan darah), pada bulan itu Allah menerima taubat Nabi-nabi-Nya, pada bulan itu Allah menyelamatkan wali-wali-Nya dari tangan-tangan musuh-musuhnya. Barangsiapa berpuasa padanya pasti akan mendapatkan tiga hal dari Allah Ta'aalaa. 1) ampunan untuk semua dosa-dosanya yang telah lalu, 2) akan terjaga pada apa yang tersisa dari umurnya, dan 3) aman dari rasa haus pada hari para makhluq dihadapkan di hadapan Allah". Lalu ada orang tua yang lemah bangkit dan berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya tidak kuat untuk berpuasa seluruhnya". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Puasalah pada hari pertama, karena satu kebaikan itu dibalas dengan 10 kali lipat, lalu puasalah pada hari pertengahan bulan, dan pada hari terakhir dari bulan Rajab, maka sesungguhnya kamu akan diberi pahala orang yang berpuasa sebulan penuh. Tetapi jangan kamu lewatkan malam tanggal 1 bulan Rajab, karena malam itu adalah suatu malam yang para malaikat menamakannya Ar-Roghooib (banyak kesenangan-kesenangan). Dan yang demikian itu karena apabila berlalu malam padamu , tidaklah ada seorang malaikatpun yang dekat kepada Allah di semua langit dan bumi melainkan mereka semua berkumpul di Ka'bah dan sekitarnya, lalu Allah 'Azza wa Jalla muncul pada mereka dengan berfirman, "Wahai para malaikat-Ku, mintalah kepada-Ku apasaja yang kalian kehendaki". Lalu para malaikat berkata, "Wahai Tuhan kami, yang kami hajatkan kepada Engkau adalah agar Engkau mengampuni untuk orang-orang yang banyak berpuasa Rajab". Maka Allah berfirman, "Sungguh telah Ku-lakukan yang demikian itu".

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seseorang yang berpuasa pada hari Kamis, yaitu Kamis yang pertama di bulan Rajab, kemudian shalat antara Maghib dan 'isyak, yaitu malam Jum'at sebanyak 12 reka'at, pada setiap reka'at membaca Al-Fatihah satu kali, innaa anzalnaahu fii lailatil qodr 3 kali, dan membaca Qul huwalloohu ahad 12 kali, melakukannya dengan dua reka'at salam, dua rekaat salam, dan apabila sudah selesai dari shalatnya lalu membaca shalawat untukku 70 kali, kemudian membaca "Alloohumma sholli 'alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi", kemudian sujud, dan dalam sujudnya membaca "subbuuhun qudduusun robbul malaaikati war ruuh" 70 kali, kemudian mengangkat kepalanya dari sujud, lalu membaca robbighfirlii warham wa tajaawaz 'ammaa ta'lamu, innaka antal 'aziizul a'dhomu" 70 kali, kemudian sujud yang kedua, lalu membaca seperti yang dibaca pada sujud yang pertama, kemudian ia memohon kepada Allah Ta'aalaa apa yang dibutuhkannya, maka apa yang dibutuhkannya itu akan dipenuhi.

Rasulullah SAW bersabda, "Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba laki-laki maupun perempuan yang melakukan shalat ini melainkan Allah Ta'aalaa akan mengampuni dosa-dosanya walaupun dosa-dosanya itu sebanyak buih di laut, dan sebanyak daun-daun pohon, dan pada hari qiyamat Allah akan memberi syafa'at beserta 700 orang dari keluarganya. Dan pada hari pertama ia di dalam quburnya, pahala shalat ini akan datang kepadanya, lalu menyambutnya dengan wajah yang berseri-seri dan dengan kata-kata yang manis, ia berkata, "Wahai kekasihku, bergembiralah kamu, karena kamu telah selamat dari segala kesulitan". Maka orang tersebut bertanya, "Siapakah engkau ? Demi Allah, aku belum pernah melihat wajah seindah wajahmu, aku belum pernah mendengar suara pembicaraan yang lebih manis daripada perkataanmu, dan aku belum pernah mencium aroma harum yang lebih harum daripada bau harummu". Maka ia menjawab, "Wahai kekasihku, aku adalah pahala shalat yang telah engkau lakukan pada malam demikian dan pada bulan demikian. Aku datang pada malam ini untuk memberikan hakmu, menghibur dirimu, dan menghilangkan kesepianmu. Dan apabila telah ditiup terompet pada hari qiyamat, aku akan menaungi di atas kepalamu dari panasnya hari qiyamat, dan bergembiralah, maka tidak akan ada habisnya kebaikan dari Tuhanmu selama-lamanya". [Al-Maudluu'aat juz 2, hal. 124]

Keterangan :

Hadits ini palsu yang diatasnamakan Rasulullah SAW, dan di dalam sanadnya ada perawi bernama Ibnu Juhaim Ash-Shufiy, para ahli hadits menganggapnya dia berdusta. [Al-Maudluu'aat juz 2, hal, 124]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ صَلَّى الْمَغْرِبَ اَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَهَا عِشْرِيْنَ رَكْعَةً، يَقْرَأُ فِي كُلّ رَكْعَةٍ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ مَرَّةً، وَ يُسَلّمُ فِيْهِنَّ عَشْرَ تَسْلِيْمَاتٍ، اَ تَدْرُوْنَ مَا ثَوَابُهُ ؟ فَاِنَّ الرُّوْحَ اْلاَمِيْنَ جِبْرِيْلَ عَلَّمَنِيْ ذ?لِكَ. قُلْنَا: اَللهُ وَ رَسُوْلُهُ اَعْلَمُ. قَالَ: حَفِظَهُ اللهُ فِي نَفْسِهِ وَ مَالِهِ وَ اَهْلِهِ وَ وَلَدِهِ وَ اُجِيْرَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ جَازَ عَلَى الصِّرَاطِ كَالْبَرْقِ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa shalat Maghrib pada malam tanggal 1 Rajab, kemudian sesudah itu shalat 20 reka'at, pada setiap reka'at membaca Al-Fatihah dan Qul huwalloohu ahad satu kali, dan membaca salam sepuluh kali salam, tahukah kalian apa pahalanya ?". Karena sesungguhnya Ruuhul Amiin Jibril mengajarkan kepadaku yang demikian itu". Kami (para shahabat) menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu". Nabi SAW bersabda, "Allah akan menjaga orang itu pada dirinya, hartanya, keluarganya dan anak-anaknya, dan dia akan dilindungi dari siksa qubur, dan akan melewati shirat secepat kilat, tanpa hisab dan tidak p**a mendapat 'adzab". [Al-Maudluu'aat juz 2, hal, 123]

Keterangan :

Hadits ini palsu, kebanyakan para perawinya orang-orang majhuul (tidak dikenal).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبَ وَ صَلَّى فِيْهِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، يَقْرَأُ فِي اَوَّلِ رَكْعَةٍ مِائَةَ مَرَّةٍ آيَةَ اْلكُرْسِيِّ، وَ فِى الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِائَةَ مَرَّةٍ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ، لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ اَوْ يُرَى لَهُ

Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, dan shalat empat rekaat padanya, rekaat pertama membaca ayat kursi 100 kali, pada rekaat kedua membaca Qul huwalloohu ahad 100 kali, maka ia tidak mati sehingga ia melihat tempat duduknya di surga, atau diperlihatkan kepadanya. [Al-Maudluu'aat juz 2, hal. 123]

Keterangan :

Hadits ini palsu yang diatasnamakan Rasulullah SAW, karena kebanyakan para perawinya orang-orang majhul (yang tidak dikenal), dan dalam sanadnya ada perawi bernama 'Utsman (bin 'Atho'), ia matruuk 'indal muhadditsiin (ditinggalkan oleh para ahli hadits)

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ رَجَبَ اَرْبَعَ عَشْرَةَ رَكْعَةً، يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ اَلْحَمْدُ مَرَّةً، وَ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ عِشْرِيْنَ مَرَّةً، وَ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبّ الْفَلَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَاِذَا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ صَلَّى عَلَىَّ عَشْرَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ يُسَبِّحُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يُكَبِّرُهُ وَ يُهَلِّلُهُ ثَلَاثِيْنَ مَرَّةً، بَعَثَ اللهُ اِلَيْهِ اَلْفَ مَلَكٍ يَكْتُبُوْنَ لَهُ الْحَسَنَاتِ وَ يَغْرِسُوْنَ لَهُ اْلاَشْجَارَ فِي اْلفِرْدَوْسِ، وَ مُحِىَ عَنْهُ كُلُّ ذَنْبٍ اَصَابَهُ اِلَى تِلْكَ اللَّيْلَةِ، وَ لَمْ يُكْتَبْ عَلَيْهِ خَطِئَةٌ اِلَى مِثْلِهَا مِنَ الْقَابِلِ، وَ يُكْتَبُ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ قَرَأَ فِي ه?ذِهِ الصَّلَاةِ سَبْعُمِائَةِ حَسَنَةٍ، وَ بُنِيَ لَهُ بِكُلِّ رُكُوْعٍ وَ سُجُوْدٍ عَشْرَةُ قُصُوْرٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ زَبْرَجَدَ اَخْضَرَ، وَ اُعْطِيَ بِكُلِّ رَكْعَةٍ عَشْرَ مَدَائِنَ فِي الْجَنَّةِ، كُلُّ مَدِيْنَةٍ مِنْ يَاقُوْتَةٍ حَمْرَاءَ، وَ يَأْتِيْهِ مَلَكٌ فَيَضَعُ يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ فَيَقُوْلُ: اِسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ فَقَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa shalat pada malam pertengahan bulan Rajab sebanyak 14 reka'at, setiap reka'at membaca Al-Fatihah satu kali, Qul huwalloohu ahad 20 kali, Qul a'uudzu bi robbil falaq 3 kali, Qul a'uudzu bi robbin naas 3 kali, dan apabila sudah selesai dari shalatnya lalu membaca shalawat untukku 10 kali, kemudian membaca tasbih, tahmid, takbir dan tahlil 30 kali, niscaya Allah mengirimkan kepadanya 1000 malaikat yang mencatat kebaikan-kebaikannya dan akan menanam untuknya pohon-pohon di surga Al-Firdaus, dan dihapus semua dosa-dosanya yang telah ia lakukan sampai malam itu, dan tidak akan dicatat untuknya kesalahan-kesalahan yang semisalnya pada waktu yang akan datang. Dan setiap huruf yang ia baca dalam shalat itu akan dicatat 700 kebaikan, dan dengan setiap ruku' dan sujudnya akan dibangunkan untuknya 10 istana di surga yang terbuat dari batu permata Zabrajad hijau . Dan dengan setiap reka'atnya akan diberikan 10 kota di surga, setiap kota terbuat dari permata Yaqut merah. Dan akan datang kepadanya seorang malaikat lalu meletakkan tangannya diantara dua pundaknya, lalu mengatakan, "Mulailah lagi beramal, sungguh Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu". [Al-Maudluu'aat juz 2, hal. 126]

Keterangan :

Hadits ini palsu, para perawinya orang-orang majhuul (tidak dikenal).

~oO[ @ ]Oo~



--------------------------------------------------------------------------------

Copyright (c) 140518

Address

Jalan Kyai Praga 33
Yogyakarta City

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when 234 Zona Ukhuwah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share