Banser yon X23N

Banser yon X23N Akun resmi banser satkoryon X23N sukoharjo, sbg media informasi dan silaturahmi jg publikasi kegiata

04/01/2026

Dari tanah suci Bangkalan, di makam sang guru besar Nusantara Syaikhona Moh. Cholil, langkah sejarah dimulai lagi.
Gus Yahya hadir bukan hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai penyambung ruh.
Napak tilas ini adalah jalan mengingat: bahwa NU lahir bukan dari kesepakatan biasa, melainkan dari restu langit yang diantarkan melalui jejak para wali.

Dengan subuh berjamaah dan tahlil khidmat, setiap langkah dimulai dari doa.
Lalu tongkat dan tasbih pun bergerak dari tangan dzurriyah Kiai As’ad - Romo Yai Raden Azaim Ibrahimy, menyusuri estafet spiritual kepada dzurriyah KH Muhammad Hasyim Asy’ari, lalu ke Rais Aam, hingga akhirnya sampai ke tangan Ketua Umum PBNU.

Tasbih itu bukan sekadar benda. Itu adalah mandat: bahwa menjalankan organisasi sebesar NU harus tetap berpijak pada dzikir, ketenangan, dan kesadaran bahwa kita hanya penerus amanah para muassis.

Di sini, sejarah berbisik:
“Jangan hanya jalankan struktur.
Jalankan juga ruhnya.
Jaga sanadnya,
jaga restunya,
jaga niatnya.”

Melangkah dari Bangkalan hingga Jombang, kita diajak menghidupkan kembali ingatan kolektif bahwa NU adalah kisah tentang sambung-sanad, sambung-ruh, dan sambung-semangat yang tak boleh terputus.

Semoga napak tilas ini mengingatkan kita semua:
NU takkan pernah berjalan sendiri. Ia selalu digerakkan oleh doa dari masa lalu, dan diwariskan untuk masa depan.

13/12/2025
13/12/2025

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyebut Nahdlatul Ulama atau NU mengalami kemunduran jika tatanan beroganisasi diabaikan.

Menurut dia, kemunduran tersebut bahkan sampai ke era sebelum NU didirikan sebagai organisasi. Demikian pria yang akrab disapa Gus Yahya itu merespons dinamika yang terjadi di internal PBNU.

"Kalau tatanan organisasi ini diabaikan, maka itu mundur satu abad. Mundur sampai ke era sebelum NU didirikan,” kata Gus Yahya di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Baca selengkapnya https://www.kompas.tv/nasional/636880/gus-yahya-kalau-tatanan-organisasi-diabaikan-maka-nu-mundur-satu-abad

13/12/2025

Adem kan?

12/12/2025

𝐏𝐄𝐑𝐍𝐘𝐀𝐓𝐀𝐀𝐍 𝐒𝐈𝐊𝐀𝐏 𝐑𝐀𝐈𝐒 𝐒𝐘𝐔𝐑𝐈𝐘𝐀𝐇 𝐏𝐖𝐍𝐔 𝐉𝐀𝐖𝐀 𝐓𝐄𝐍𝐆𝐀𝐇 𝐃𝐀𝐍 𝐏𝐖𝐍𝐔 𝐃𝐈𝐘 (𝐘𝐎𝐆𝐘𝐀𝐊𝐀𝐑𝐓𝐀)

𝘉𝘪𝘴𝘮𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘳𝘢𝘩𝘮𝘢𝘯𝘪𝘳𝘳𝘢𝘩𝘪𝘮.

Pada hari ini, Kamis 11 Desember 2025 Masehi, bertempatan dengan 20 Jumadil Akhirah tahun 1447 Hijriah, bertempat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saya KH. Ubaidillah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, bersama Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta, Romo KH. Mas'ud Masduqi, menyatakan:

1. Menyuarakan kepada PBNU untuk islah sebagaimana dawah Masyayikh NU di Ploso dan di Tebireng demi kemaslahatan jamaah dan jamaiyyah.

2. Menegaskan kembali posisi Mandataris Muktamar NU ke-34 Lampung, KH. Miftahul Akhyar sebagai Rais ‘Aam, dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama - PBNU masa Khidmah 2021-2026.

3. Mengajak kepada seluruh PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk 𝘯𝘥𝘦𝘳𝘦𝘬 𝘥𝘢𝘸𝘶𝘩 Masyayikh NU dan senantiasa istighosah dan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk NU semakin kuat dan jaya demi kemaslahatan umat, kemajuan bangsa, dan rahmat bagi semesta.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan setelah menimbang berbagai keadaan 𝘥𝘢𝘸𝘶𝘩 Masyayikh serta keadaan umat yang ada di 𝘨𝘳𝘢𝘴𝘴𝘳𝘰𝘰𝘵𝘴 Nahdlatul Ulama.

Demikian pernyataan kami berdua semoga mendapatkan ridha dan barakah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

𝘞𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶𝘭 𝘮𝘶𝘸𝘢𝘧𝘧𝘪𝘲 𝘪𝘭𝘢 𝘢𝘲𝘸𝘢𝘮𝘪𝘵 𝘵𝘩𝘢𝘳𝘪𝘦𝘲
𝘞𝘢'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮 𝘸𝘢𝘳𝘢𝘩𝘮𝘢𝘵𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩𝘪 𝘸𝘢𝘣𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵𝘶𝘩.

Yogyakarta 11 Desember 2025

Tertanda
𝐊𝐇. 𝐔𝐛𝐚𝐢𝐝𝐢𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐒𝐡𝐨𝐝𝐚𝐪𝐨𝐡 (Rais Syuriyah Jawa Tengah)
𝐊𝐇. 𝐌𝐚𝐬'𝐮𝐝 𝐌𝐚𝐬𝐝𝐮𝐪𝐢 (Rais Syuriyah PWNU DIY)

Address

Wonosobo
56363

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Banser yon X23N posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share