08/04/2017
PCPM WONOSOBO MELAWAN PUTUS ASA
Sudah hampir 3 tahun (2014-2017) musibah kebakaran Pasar Induk Wonosobo (PIW) sebagai jantung perekonomian masyarakat wonosobo sampai hari ini tak kunjung terselesaikan.
Hampir 3000 lebih pedagang yg menggantungkan jalan rezekinya melalui PIW. Kini nasib mereka beserta keluarga di belakangnya, entah seperti apa.
Setelah barang dagangan ludes terbakar. Menunggu tarik ulur proses pembangunan yg telah memakan waktu hingga 3 tahun. Dan, jika hari ini di ketok palu proses pembangunan pun masih harus menunggu pengerjaan pembangunan, 2 atau 3 tahun yg akan datang baru dapat menempati.
Artinya 5 sampai 6 tahun para pedagang yg nota bene pedagang mikro kecil harus bersabar selama itu. Sabar memang tak ada batasnya, tapi soal perut, ada batasnya. Rasa putus asa pun mulai menyeruak dalam benak mereka.
Dan. Selama itu p**a ekonomi wonosobo akan stagnan. Karena pasar merupakan denyut nadi kehidupan, carut marut nya PIW menjadikan pasar berkembang tidak komunal. Nah, ketidak siap an para pedagang / masyarakat membangun pasar non komunal, kondisi ini disambar oleh para pengusaha kapitalis. Maka tak heran, seiring proses tarik ulur pembangunan PIW, tiga tahun ini justru mart-mart kapitalis seolah berlomba berdiri dimana-mana.
Siapa tanggungjawab?
Jelas Pemerintah. Kalo tak mau tanggungjawab jelas ini melanggar konstitusi. Bukankah yg berhubungan dgn hajad hidup masyarakat banyak pemerintah harus turun tangan. Ini adalah amanat konstitusi tak boleh dilanggar.
Nah, lambatnya pemerintah untuk menangani ini membuktikan keseriusannya. Maka, PCPM Wonosobo seyogyanya tidak akan tinggal diam. Karena ini bagian dari dakwah amar makruf nahi munkar. Mari kita dorong pedagang pasar untuk tak putus asa, dan desak pemerintah segera selesaikan dgn segera pembangunan PIW. Untuk masyarakat wonosobo dan khususnya kaum muslim dapat sejahtera yg diberkahi Alloh.
Allohuakhbar...!
Fastabiqual khairat.
Sunarno Eko Supranoto
Ketua Umum PCPM Wonosobo