29/05/2026
KHUTBAH JUMAT
Tema: “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”
Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional
Jumat, 29 Mei
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِحْسَانِ إِلَى الْوَالِدَيْنِ، وَجَعَلَ تَوْقِيْرَ الْكَبِيْرِ مِنْ شِيَمِ الْمُؤْمِنِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Pada hari ini, Jumat 29 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Lanjut Usia Nasional dengan tema:
“Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya.”
Tema ini mengingatkan kepada kita bahwa para lansia bukanlah beban masyarakat, melainkan sumber hikmah, teladan kehidupan, dan penjaga nilai-nilai keluarga serta bangsa.
Islam adalah agama yang sangat memuliakan orang tua dan kaum lansia. Allah SWT berfirman:
﴿وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا﴾
Artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ayat ini menunjukkan bahwa ketika orang tua memasuki usia lanjut, mereka membutuhkan perhatian yang lebih besar. Masa tua seringkali ditandai dengan melemahnya fisik, berkurangnya pendengaran, penglihatan, bahkan terkadang rasa kesepian.
Namun Islam mengajarkan bahwa memuliakan lansia adalah bagian dari iman.
Rasulullah SAW bersabda:
«لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا»
Artinya:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.” (HR. Tirmidzi)
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
«إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللّٰهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ»
Artinya:
“Sesungguhnya termasuk bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan muslim yang telah beruban (lansia).” (HR. Abu Dawud)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya” juga mengandung pesan penting bahwa para lansia harus tetap diberi ruang untuk hidup sehat, aktif, produktif, dan bermartabat.
Banyak lansia yang masih menjadi sumber ilmu, penasehat keluarga, tokoh masyarakat, bahkan penguat spiritual di lingkungan sekitar. Jangan sampai usia tua membuat seseorang merasa tidak berguna.
Kita perlu menciptakan keluarga dan masyarakat yang ramah lansia:
⏭️Menghormati dan mendengarkan mereka,
⏭️Menjaga kesehatan dan kebutuhannya,
⏭️Menemani kesepiannya,
⏭️Mengajak mereka tetap aktif dalam kegiatan sosial dan ibadah,
⏭️Serta tidak menganggap mereka sebagai beban.
Karena sesungguhnya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati orang tuanya dan memuliakan para sesepuhnya.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hari ini kita melihat ada sebagian orang tua yang hidup sendirian, kurang diperhatikan, bahkan dititipkan tanpa kasih sayang.
Padahal dulu merekalah yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh pengorbanan.
Dulu ketika kita belum bisa berjalan, mereka menuntun kita.
Ketika kita sakit, mereka begadang semalaman. Ketika kita gagal, mereka menguatkan. Namun ketika mereka menua, jangan sampai kita justru menjauh. Jangan sampai kesibukan dunia membuat kita lupa bahwa ridha Allah tergantung ridha kedua orang tua.
Rasulullah SAW bersabda:
«رِضَا الرَّبِّ فِيْ رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِيْ سَخَطِ الْوَالِدِ»
Artinya:
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
«رَغِمَ أَنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ». قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قَالَ: «مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ»
Artinya:
“Celaka, celaka, celaka.” Para sahabat bertanya: “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya dalam usia lanjut, tetapi ia tidak masuk surga karena gagal berbakti kepada keduanya.” (HR. Muslim)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mari kita jadikan momentum Hari Lansia Nasional ini untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua, kakek-nenek, dan para sesepuh di sekitar kita.
Hormati mereka selagi masih ada.
Temani mereka sebelum penyesalan datang.
Peluk mereka sebelum waktu memisahkan.
Karena suatu saat nanti, kita pun akan menjadi lansia dan berharap dihormati oleh generasi setelah kita.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.