PD IPARI Wonosobo

PD IPARI Wonosobo forum media dan dakwah Penyuluh Agama Wonosobo

KHUTBAH JUMATTema: “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”Memperingati Hari Lanjut Usia NasionalJumat, 2...
29/05/2026

KHUTBAH JUMAT
Tema: “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”
Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional
Jumat, 29 Mei

Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِحْسَانِ إِلَى الْوَالِدَيْنِ، وَجَعَلَ تَوْقِيْرَ الْكَبِيْرِ مِنْ شِيَمِ الْمُؤْمِنِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Pada hari ini, Jumat 29 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Lanjut Usia Nasional dengan tema:
“Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya.”

Tema ini mengingatkan kepada kita bahwa para lansia bukanlah beban masyarakat, melainkan sumber hikmah, teladan kehidupan, dan penjaga nilai-nilai keluarga serta bangsa.

Islam adalah agama yang sangat memuliakan orang tua dan kaum lansia. Allah SWT berfirman:
﴿وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا﴾
Artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ayat ini menunjukkan bahwa ketika orang tua memasuki usia lanjut, mereka membutuhkan perhatian yang lebih besar. Masa tua seringkali ditandai dengan melemahnya fisik, berkurangnya pendengaran, penglihatan, bahkan terkadang rasa kesepian.

Namun Islam mengajarkan bahwa memuliakan lansia adalah bagian dari iman.
Rasulullah SAW bersabda:
«لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا»
Artinya:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
«إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللّٰهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ»
Artinya:
“Sesungguhnya termasuk bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan muslim yang telah beruban (lansia).” (HR. Abu Dawud)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya” juga mengandung pesan penting bahwa para lansia harus tetap diberi ruang untuk hidup sehat, aktif, produktif, dan bermartabat.

Banyak lansia yang masih menjadi sumber ilmu, penasehat keluarga, tokoh masyarakat, bahkan penguat spiritual di lingkungan sekitar. Jangan sampai usia tua membuat seseorang merasa tidak berguna.

Kita perlu menciptakan keluarga dan masyarakat yang ramah lansia:
⏭️Menghormati dan mendengarkan mereka,
⏭️Menjaga kesehatan dan kebutuhannya,
⏭️Menemani kesepiannya,
⏭️Mengajak mereka tetap aktif dalam kegiatan sosial dan ibadah,
⏭️Serta tidak menganggap mereka sebagai beban.

Karena sesungguhnya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati orang tuanya dan memuliakan para sesepuhnya.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hari ini kita melihat ada sebagian orang tua yang hidup sendirian, kurang diperhatikan, bahkan dititipkan tanpa kasih sayang.

Padahal dulu merekalah yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh pengorbanan.
Dulu ketika kita belum bisa berjalan, mereka menuntun kita.

Ketika kita sakit, mereka begadang semalaman. Ketika kita gagal, mereka menguatkan. Namun ketika mereka menua, jangan sampai kita justru menjauh. Jangan sampai kesibukan dunia membuat kita lupa bahwa ridha Allah tergantung ridha kedua orang tua.

Rasulullah SAW bersabda:
«رِضَا الرَّبِّ فِيْ رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِيْ سَخَطِ الْوَالِدِ»
Artinya:
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
«رَغِمَ أَنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ». قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قَالَ: «مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ»
Artinya:
“Celaka, celaka, celaka.” Para sahabat bertanya: “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya dalam usia lanjut, tetapi ia tidak masuk surga karena gagal berbakti kepada keduanya.” (HR. Muslim)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mari kita jadikan momentum Hari Lansia Nasional ini untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua, kakek-nenek, dan para sesepuh di sekitar kita.

Hormati mereka selagi masih ada.
Temani mereka sebelum penyesalan datang.
Peluk mereka sebelum waktu memisahkan.
Karena suatu saat nanti, kita pun akan menjadi lansia dan berharap dihormati oleh generasi setelah kita.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Usia 3 tahun mungkin masih muda, tetapi semangat IPARI harus terus tumbuh dan mengakar kuat untuk Indonesia.Mari jadikan...
26/05/2026

Usia 3 tahun mungkin masih muda, tetapi semangat IPARI harus terus tumbuh dan mengakar kuat untuk Indonesia.

Mari jadikan IPARI sebagai rumah besar penyuluh agama yang:
⏭️Menguatkan spiritual umat,
⏭️Mencerahkan masyarakat dengan literasi,
⏭️Dan menjaga bumi dengan gerakan ekoteologi.

Semoga IPARI semakin solid, profesional, dan terus menjadi cahaya bagi negeri.
“Satu Hati, Satu Gerak, Merawat Negeri.”

✨ Selamat & Sukses ✨Atas Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS Penyuluh Agama Islamdi lingkunganKantor Kementerian Agama...
21/05/2026

✨ Selamat & Sukses ✨

Atas Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS Penyuluh Agama Islam
di lingkungan
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo

🎉 Kepada:
Fahmi Alwi, S.Hum
Ulin Nafisah, S.Ag
Hasyim Wisnu Wardhana, S.H

Semoga amanah dalam menjalankan tugas, senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, keikhlasan, dan keberkahan dalam mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara. 🤲

“Jadilah Penyuluh Agama yang profesional, berintegritas, dan menginspirasi untuk terwujudnya masyarakat religius dan moderat.”

📍 PD IPARI Wonosobo

KHUTBAH JUM’AT“Menghormati dan Mendoakan Jamaah Haji”Khutbah Iاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْف...
15/05/2026

KHUTBAH JUM’AT
“Menghormati dan Mendoakan Jamaah Haji”
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pada hari-hari ini kita menyaksikan saudara-saudara kita bersiap memenuhi panggilan Allah menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Mereka meninggalkan rumah, keluarga, pekerjaan, bahkan kenyamanan hidup demi memenuhi seruan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:
وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا
“Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.”
(QS. Ali ‘Imran: 97)

Ibadah haji adalah ibadah agung yang mengandung pengorbanan harta, tenaga, waktu, dan kesabaran. Karena itu orang yang berangkat haji disebut sebagai tamu Allah.

Rasulullah SAW bersabda:
الْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُ، وَسَأَلُوْهُ فَأَعْطَاهُمْ
“Orang yang haji dan umrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka lalu mereka memenuhi panggilan-Nya. Mereka memohon kepada Allah lalu Allah mengabulkannya.”
(HR. Ibnu Majah)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Karena mulianya orang yang berhaji, maka masyarakat dianjurkan menghormati dan mendoakan mereka. Ketika ada tetangga, saudara, atau keluarga berangkat haji, jangan hanya datang untuk formalitas, tetapi hadirkan doa yang tulus.

Di tengah masyarakat kita terdapat doa indah yang dibacakan saat mengantar jamaah haji:
اَللّٰهُمَّ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ، وَرُدَّهُمْ إِلَى أَهْلِهِمْ سَالِمِيْنَ غَانِمِيْنَ
“Allāhumma hajjan mabrūran, wa sa‘yan masykūran, wa dzanban maghfūran, wa tijāratan lan tabūr, wa ruddahum ilā ahlihim sālimīna ghānimīn.”
Artinya:
“Ya Allah, anugerahkanlah haji yang mabrur, usaha yang diterima, dosa yang diampuni, dan kehidupan yang tidak merugi. Serta kembalikan mereka kepada keluarganya dalam keadaan selamat dan penuh keberkahan.”

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Tradisi saling mendoakan ini mengajarkan kepada kita bahwa keberangkatan haji bukan hanya urusan pribadi, tetapi kebahagiaan bersama umat Islam.

Dan bagi jamaah haji sendiri, hendaknya menjaga niat dengan ikhlas. Jangan sampai ibadah haji berubah menjadi ajang mencari pujian manusia, gelar sosial, atau kebanggaan dunia.

Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ حَجَّ لِلّٰهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Barang siapa berhaji karena Allah, lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia pulang seperti hari ketika dilahirkan ibunya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga saudara-saudara kita yang berangkat haji diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan ibadah, serta memperoleh haji yang mabrur.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

*Melebihi Jarak, Menembus Waktu**_“Dinamika Misi dalam Kenaikan Kristus”_*(Lukas 24:44–53)Peristiwa kenaikan Yesus serin...
13/05/2026

*Melebihi Jarak, Menembus Waktu*
*_“Dinamika Misi dalam Kenaikan Kristus”_*
(Lukas 24:44–53)

Peristiwa kenaikan Yesus sering kali dipahami sebagai sebuah perpisahan yang menyedihkan—seolah-olah Yesus meninggalkan para murid sendirian untuk memikul tugas pengutusan yang berat.

Namun, ketika kita menggali Lukas 24:44–53, kita menemukan perspektif yang berbeda. Kenaikan Kristus bukanlah tentang absennya Tuhan, melainkan tentang perubahan cara Tuhan hadir.

*_1. Dari Lokal Menuju Maha Hadir_*

Saat Yesus hadir dalam rupa manusia di tanah Yudea, kehadiran-Nya terbatas oleh ruang dan waktu. Melalui kenaikan-Nya, Yesus melepaskan keterbatasan fisik tersebut dan naik ke takhta kemuliaan supaya Ia menjadi Maha Hadir.

Kenaikan adalah jembatan menuju Pentakosta. Tanpa kenaikan, Roh Kudus tidak dicurahkan; dan tanpa Roh Kudus, penyertaan Tuhan tidak akan bersifat universal. Kini, Kristus tidak hanya berdiri di samping murid-murid di Yerusalem, tetapi diam di dalam setiap orang percaya di seluruh penjuru bumi melalui kuasa Roh Kudus.

*_2. Ketangkasan Rohani dalam Gerak Misi_*

Lukas mencatat bahwa Yesus “membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci” (ay. 45). Ini adalah momen transformasi rohani.

Tuhan tidak memanggil kita menjadi umat yang statis atau sekadar menjaga tradisi. Kita dipanggil memiliki ketangkasan rohani—kepekaan untuk mengikuti gerak misi Allah yang dinamis.

Para murid yang sebelumnya hidup dalam ketakutan dan berorientasi pada pemulihan kerajaan politis Israel, kini diubah menjadi saksi tentang pertobatan dan pengampunan dosa bagi segala bangsa (ay. 47–48). Mereka tidak lagi berpusat pada kepentingan diri atau kelompok, tetapi pada karya keselamatan Allah bagi dunia.

Menjadi tangkas secara rohani berarti:
📍peka terhadap tuntunan Roh Kudus,
📍tidak terjebak dalam zona nyaman,
📍berani melangkah dalam iman, dan
📍siap mengikuti arah gerak Allah.

Semua itu dimungkinkan karena ada _“kekuasaan dari tempat tinggi”_ (ay. 49) yang menyertai.

*_3. Sukacita dalam Pengutusan_*

Hal yang menarik, setelah Yesus terangkat ke surga, para murid justru kembali ke Yerusalem dengan _“sangat bersukacita” (ay. 52)._ Ini tampak paradoks: berpisah secara fisik, tetapi dipenuhi kegembiraan.

Mengapa?
Karena mereka sadar bahwa tugas pengutusan ini bukanlah beban yang harus dipikul dengan kekuatan sendiri.

Kenaikan Kristus memberikan kepastian bahwa Tuhan tetap berkuasa dan Roh-Nya terus bekerja menyertai mereka.

Sukacita itu lahir dari keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Kristus yang naik ke surga tetap hadir melalui Roh Kudus, memberi keberanian, pengharapan, dan energi baru untuk bergerak menghadirkan keselamatan bagi dunia.

*Refleksi*

Apakah hidup kita saat ini masih statis, ataukah kita sudah memiliki ketangkasan rohani untuk mengikuti gerak dinamis misi Allah?

Kenaikan Yesus memanggil kita untuk berhenti hanya memandang ke langit secara pasif, lalu mulai melangkah ke dunia dengan keberanian dan kasih. Ia tidak meninggalkan kita; justru Ia menyertai kita dengan cara yang lebih dahsyat daripada sebelumnya.

Kenaikan Kristus juga mengajarkan bahwa untuk benar-benar hadir secara bermakna di dunia, kita perlu melepaskan keterikatan pada ego, rasa aman, dan kenyamanan diri. Kita diutus bukan sebagai yatim piatu rohani, melainkan sebagai pribadi-pribadi yang digerakkan oleh Roh Kudus untuk membawa damai sejahtera bagi sesama.

*Menjaga Nilai Kemanusiaan Tetap Hidup dalam Diri*الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ،...
07/05/2026

*Menjaga Nilai Kemanusiaan Tetap Hidup dalam Diri*

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَهَدَاهُ بِفَضْلِهِ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الْعِظَامِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى جَزِيْلِ الْفَضْلِ وَالْإِكْرَامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، رَبُّ الْأَنَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ صَلَّى وَصَامَ، وَأَفْضَلُ مَنْ رَحِمَ الْأَيْتَامَ وَأَغَاثَ الْكِرَامَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Pertama-tama, marilah kita bersyukur kepada Allah atas napas dan kesehatan yang masih diberikan kepada kita. Marilah kita tingkatkan takwa, karena hanya takwa yang menjadi bekal kita saat menghadap Allah nanti.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia yang diutus untuk membawa kasih sayang bagi seluruh alam.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Hari ini tanggal 8 Mei, kita memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia. Temanya sangat indah: "*_Keeping Humanity Alive"_* atau dalam bahasa kita: "Menjaga Kemanusiaan Tetap Hidup."

Mungkin kita bertanya, kenapa kemanusiaan harus dijaga? Kenapa harus dihidupkan? Karena terkadang, di tengah kesibukan kita mencari nafkah dan urusan dunia, kita sering lupa bahwa ada orang lain yang sedang menderita, kelaparan, atau tertimpa bencana.

Jamaah Jum'at Rahimakumullah
Islam mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan dilihat dari seberapa tinggi pangkatnya atau seberapa tebal dompetnya, tapi dari seberapa besar manfaatnya bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
_"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."_ (HR. Thabrani)

Menjadi bermanfaat itu sederhana. Tidak harus jadi kaya dulu. Memberikan setetes darah melalui donor darah, membantu tetangga yang sakit, atau mendoakan saudara-saudara kita yang sedang berjuang di daerah konflik, itu sudah termasuk menjaga kemanusiaan tetap hidup.

Allah SWT sangat memuliakan nyawa manusia. Di dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
_"Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan semua manusia."_ (QS. Al-Ma'idah ayat 32):

Ayat ini menyadarkan kita bahwa menolong satu orang saja pahalanya seperti menolong seluruh penduduk bumi. Inilah yang dilakukan oleh para relawan kemanusiaan. Mereka bekerja siang malam, menembus banjir, masuk ke reruntuhan gempa, bahkan ke garis perang, demi satu tujuan: menjaga agar nyawa manusia tidak hilang sia-sia.

Rasulullah SAW juga mengajarkan agar kita punya sifat kasih sayang kepada siapa pun. Beliau bersabda:

ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
_"Sayangilah penduduk bumi, maka penduduk langit (Allah dan Malaikat) akan menyayangimu."_ (HR. Abu Dawud)

Jangan sampai hati kita membatu. Jangan sampai kita menjadi orang yang cuek atau "masa bodoh". Ketika kita melihat saudara kita di belahan dunia lain menderita, hati kita harus ikut merasa sakit. Itulah tanda kemanusiaan kita masih hidup.

Jamaah Jum’at yang berbahagia,
Melalui mimbar ini, mari kita sampaikan penghargaan dan doa terbaik untuk para petugas medis, staf, dan relawan kemanusiaan yang bekerja di garis depan. Mereka adalah pahlawan yang seringkali tidak terlihat.

Mari kita dukung perjuangan mereka. Minimal, mari kita hidupkan rasa kemanusiaan di lingkungan terkecil kita, yaitu keluarga dan tetangga. Jangan biarkan "rasa kemanusiaan" di hati kita mati karena egois.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

*“Menjaga Bumi: Amanah dari Allah, Investasi untuk Akhirat”*Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah ﷻ yang...
22/04/2026

*“Menjaga Bumi: Amanah dari Allah, Investasi untuk Akhirat”*

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menciptakan bumi sebagai tempat tinggal yang indah dan penuh keberkahan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan terbaik dalam menjaga keseimbangan alam.

Hari ini kita diingatkan tentang pentingnya menjaga bumi. Dalam Islam, menjaga lingkungan bukan sekadar pilihan, tetapi amanah dari Allah.

Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”
(QS. Al-A’raf: 56)

Ayat ini menegaskan bahwa bumi sudah Allah ciptakan dengan sempurna. Tugas manusia adalah menjaga, bukan merusak.

Namun realitanya hari ini:
😔Hutan ditebang tanpa kendali
😔Sampah berserakan di mana-mana
😔Sungai tercemar
😔Udara semakin kotor

Padahal Rasulullah ﷺ memberikan teladan sederhana:
إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
“Jika kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit tanaman, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, maka tanamlah.”
(HR. Ahmad)

Subhanallah… bahkan di saat akhir kehidupan pun, kita tetap diperintahkan untuk menanam, bukan merusak.

Menjaga bumi bisa dimulai dari hal kecil:
✅Tidak membuang sampah sembarangan
✅Menanam pohon
✅Menghemat air dan listrik
✅Mengurangi plastik

Karena setiap kebaikan terhadap bumi adalah sedekah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, kecuali itu menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari)

Mari kita jadikan momentum Hari Bumi ini sebagai titik perubahan. Ingat…
🌱 Bumi ini bukan warisan dari nenek moyang,
tetapi titipan untuk anak cucu kita.

Dan lebih dari itu…
ini adalah amanah yang akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُحَافِظِينَ عَلَى نِعْمَتِكَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menjaga nikmat-Mu, dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang merusak bumi.”

Address

Kemenag Wonosobo
Wonosobo

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PD IPARI Wonosobo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to PD IPARI Wonosobo:

Share