02/11/2024
Seorang Muslim yang beretos kerja tidak hanya bermodal semangat tapi harus memiliki orientasi ke masa depan. Ia bekerja berdasarkan perhitungan dan rencana yang matang untuk terciptanya masa depan yang lebih baik. Sebagaimana dijelaskan al-Qur’an dalam surat Al-Hasyr ayat 18,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. al-Hasyr/59: 18).
Artinya, sebagai seorang muslim, orientasi kerjanya tidak hanya terbatas pada kehidupan di dunia tapi juga demi membangun kehidupan akhirat. Seluruh aktifitas kerja di dunia harus disadari sebagai perjalanan menuju kehidupan akhirat yang hakiki.
Seorang Muslim yang beretos kerja memang harus berorientasi masa depan. Tetapi jika orientasinya terbatas di dunia, maka akan melahirkan sikap-sikap yang kontraproduktif dari kesungguhan bekerja. Sikap ini hanya akan melahirkan para pekerja-pekerja keras yang berjiwa sekuler. Bahkan bukan mustahil cenderung serakah, dan egois.
Untuk itu lakukan yang terbaik dalam pekerjaan hari ini. Kerjakan rencana satu per satu untuk masa depan yang lebih baik lagi.
Tetap semangat dalam bekerja dan beraktivitas apapun yaa...