MWCNU Kecamatan Windusari

MWCNU Kecamatan Windusari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Windusari

29/04/2026
Kegelisahan Kami Sebagai Seorang Kader NUPolemik pro kontra perizinan pengelolaan tambang oleh PBNU memang menuai pro da...
12/06/2024

Kegelisahan Kami Sebagai Seorang Kader NU

Polemik pro kontra perizinan pengelolaan tambang oleh PBNU memang menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagai kader NU, berikut adalah curhatan yang mewakili kami sebagai kader NU di bawah akan kegelisahan yang dirasakan melihat tudingan dan cercaan yang ditujukan kepada organisasi yang menjadi rumah tercinta perjuangan dan berkhidmah ini.

Bukan rakus atau haus kekuasaan, melainkan sebuah ikhtiar untuk meraih kemajuan demi kemaslahatan umat secara luas. Bukankah setelah sekian lama dimiskinkan dan dipinggirkan, NU pun berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk membangun bangsa?

Simak catatan Wakil Katib PWNU DIY Yai Fajar Abdul Bashir ini dengan kepala dingin. Semoga dapat menambah perspektif kita dalam menyikapi polemik yang terjadi.

NU Tidak Boleh Maju?
NU Harus Miskin?
Itulah kira-kira anggapan orang-orang yang ribut dan mempersoalkan izin pengelolaan tambang oleh PBNU. Anehnya, banyak orang NU juga ikut ribet seperti kesambet. Coba orang-orang NU yang ikut ribet itu dikasih tahu bahwa ada gedung Madrasah Ma'arif yang hampir roboh dan minim fasilitas, apakah mereka akan ramai-ramai berdonasi membangun gedung Madrasah Ma'arif tersebut? Jawabannya tidak. Malah tambah mencela, "Pendidikan NU tidak bermutu dan tidak maju."

Ironisnya, ungkapan ini sering muncul dari orang-orang NU sendiri. Nah, sekarang NU akan berikhtiar mencari solusi pembiayaan melalui pengelolaan tambang. Mereka berteriak keras dengan alasan yang tidak jelas. Kenapa tidak menolak pengelolaan tambang sejak dulu ketika dikelola oleh pihak asing dan para konglomerat?

NU itu dulu sudah mati-matian memperjuangkan bangsa Indonesia. Pasca Soekarno, NU dikebiri selama 32 tahun di masa Orde Baru. NU sama sekali tidak diberi kesempatan sedikitpun "menikmati" kemerdekaan. NU sengaja dimiskinkan, tidak ada sekolah, apalagi perguruan tinggi. Kalaupun toh ada sekolah Ma'arif, itupun dibuat la yamutu wala yahya. Satu-satunya yang bisa berkembang adalah pesantren, karena pesantren NU dulu dibuat bersama-sama masyarakat, itupun dengan fasilitas yang serba terbatas.

Setelah Orde Baru runtuh, NU mulai bangkit dan diberi kesempatan untuk ikut andil, bukan andil utama, ke dalam sistem pengelolaan negara. Perlahan-lahan NU mulai membangun fasilitas pesantren dan pendidikan umum.

Nah, sekarang baru mau sedikit menikmati tanah airnya sendiri dengan diberi kesempatan mengelola tambang, sudah banyak yang berteriak keras. Bahkan tidak sedikit orang-orang NU sendiri juga terhasut ikut berteriak tidak karuan.

Saya ingatkan, NU itu sudah terbiasa "puasa" dan insyaAllah tidak haus kekuasaan dan materi. Kesetiaan NU untuk bangsa Indonesia tidak diragukan. Namun, saat ini PBNU hanya ingin berikhtiar dan meminta haknya sebagai warga negara untuk ikut membangun bangsa. Tapi kalian sudah berteriak keras seolah NU rakus, NU politis, NU kadunyan, dan lain-lain. Saya katakan "Tidak". NU tidak seperti yang kalian bayangkan. Jangan hanya tambang, jiwa dan ragapun diserahkan untuk bangsa ini. Apa yang dilakukan PBNU saat ini semata berikhtiar demi kemaslahatan umat secara keseluruhan. Dalam hal ini, saya salut terhadap Ketum Gus Yahya yang terus berjalan maju dan tidak memperdulikan riuh-riuh orang-orang yang tidak ingin NU "Jaya".

Terus maju PBNU! Saya berani mengatakan NU wajib ikut mengelola tambang selama perizinan IPAL-nya sesuai undang-undang dan keperuntukannya demi kemaslahatan umat.

Fajar Abdul Bashir
(Wakil Katib PWNU DIY)

07/02/2023

Dahsyat, merinding ...

Banseerrr!!
Fatayat... Muslimaaat!!
Pagar Nusa, Ishariii!!
IPNU IPPNU ...
Kader-kader NU...!!!
Selamat Datang di Abad Kedua Nahdlatul Ulama!

Bersama sambut Abad Kedua Nahdlatul Ulama NU yg akan tumbuh semakin kokoh, menjadi teladan dalam keberislaman yang moderat, memberikan contoh hidup adab Islam yang baik, menjunjung akhlakul kharimah dan adat ketimuran, tata karma, ungah ungguh, etika yang baik ,dan adab yang baik.

Abad Kedua merupakan penanda kebangkitan baru bagi organisasi Nahdlatul Ulama yang diharapkan terus memperkokoh keislaman dan keindonesiaan, meningkatkan kesejahteraan umat, serta membangun masa depan Indonesia yang maju dan bermartabat.

07/02/2023
05/02/2023

Hadratus Syekh Satu Abad

Apa yang Panjenengan pikirkan dan gelisahkan saat 100 tahun lalu hendak mendirikan Jam’iyah ini? Tongkat dan tasbih dari Syaikhona sudah diberikan, tapi mengapa Panjenengan masih terus saja bermunajat menunggu isyarat langit?

Apakah saat itu Panjenengan tengah memikirkan dan merasakan apa yang akan dihadapi Jam’iyah ini seratus tahun kemudian?

Dari pelosok desa di Nusantara sampai di Melbourne dan kota-kota besar lainnya di berbagai belahan dunia, Jam’iyah ini telah berdiri. Puas dan tenangkah Panjenengan sekarang?

Atau Panjenengan masih juga gelisah menyaksikan gerak langkah Jam’iyah selama satu abad ini? Jama’ah masih banyak yang berada di garis kemiskinan, kami masih sibuk saling sikut dan sindir menyindir sesama warga, kami masih membanggakan jumlah kami yang mayoritas secara kuantitas tapi selalu mengadahkan tangan kepada penguasa dan pengusaha karena kami tak berdaya secara sumber daya.

Jama’ah yasinan dan santri pesantren sejatinya akan terus berjalan tanpa kehadiran Jam’iyah ini. Lantas apa makna kehadiran Jam’iyah selama satu abad ini? Sudahkah Jam’iyah ini menjadi rumah bersama dan pesantren besar bagi jama’ahnya?

Hadratus Syekh yang kami hormati,

sudahkah p**a kami ber-akhlak sesuai dengan apa yang Panjenengan ajarkan dan teladankan kepada kami? Kami malu melihat prilaku kami sendiri

Sungguhpun demikian, Jam’iyah ini akan terus menjaga Aswaja dan NKRI sebagaimana yang Panjenengan wasiatkan. Bola dunia di lambang kami yang dilewati huruf dhad menunjukkan kami pun bagian dari peradaban global.

Ketika akhirnya Panjenengan ridha untuk mendirikan Jam’iyah ini seratus tahun lalu, kami yakin Allah dan Rasul-Nya pun telah ridha.

Semoga kami semua tetap diakui sebagai santri-santri Panjenengan.

Al-Fatihah 🙏

Tabik,

Nadirsyah Hosen

(Ket Lukisan: karya Nashrul Haqqi, Salatiga)

Mari seluruh Nadliyin yang akan hadir pada Puncak Satu Abad NU di Deltras Sidoarjo untuk bersama-sama membaca Niat yg di...
05/02/2023

Mari seluruh Nadliyin yang akan hadir pada Puncak Satu Abad NU di Deltras Sidoarjo untuk bersama-sama membaca Niat yg ditulis oleh Katib 'Aam PBNU Romo KH. Ahmad Said Asrori.



Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya, Jawa Timur pada...
27/01/2023

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya, Jawa Timur pada Senin (6/2/2023). Kegiatan tersebut digelar sebagai puncak dari rangkaian 250-an serial Halaqah Fiqih Peradaban yang sudah digelar sejak Agustus 2022 lalu dalam rangka 1 Abad NU.

Setidaknya, ada 300 ulama dari dalam dan luar negeri yang akan mengikuti Muktamar Internasional Fiqih Peradaban itu. Mereka terdiri dari ulama yang mewakili institusi lembaga maupun m***i di negaranya.

27/01/2023

Jum'at Sayyidul Ayyam penuh berkah. mari perbanyak Sholawat.

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ📿

Address

MWC NU Kecamatan Windusari
Windusari
56152

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MWCNU Kecamatan Windusari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to MWCNU Kecamatan Windusari:

Share