30/06/2021
MENGEJAR SINYAL
Friska Tosaleko adalah fasilitator penerjemah bahasa Padoe di Program Gugus Simar, Sulawesi Tengah. Bersama dengan tim nya Friska terus membuat kemajuan dalam program penerjemahan, tentunya dengan dukungan jarak jauh dari tim administrasi dan IT Kartidaya di Jakarta.
Biasanya, tim akan berkumpul di satu lokasi untuk memeriksa firman Tuhan yang telah diterjemahkan. Tetapi saat ini, selama masa pandemi COVID-19, tim bertemu secara virtual melalui Zoom dengan menggunakan laptop atau telepon seluler.
Suatu kali, Friska ada di salah satu ruang virtual, memeriksa bahasa Padoe. Tetapi sayang sekali, ia tidak dapat bekerja dengan baik di “ruang” yang ia gunakan karena di tempat tinggalnya sinyal yang diterima sangat lemah.
Namun Friska dan tim tidak kurang akal, agar pertemuan dapat berjalan lancar, mereka harus mengejar sinyal yang baik.
Daerah itu memang daerah susah sinyal sebenarnya, tetapi masyarakat yang tinggal di daerah itu, tahu persis dimana daerah yang kualitas sinyalnya kuat, di atas bukit.
Maka, di tengah terik matahari, Friska ditemani suaminya pergi ke bukit yang jaraknya kurang lebih 1 km dari lokasi tempat mereka bekerja. Dia bukan hanya berjalan membawa laptop, tapi ia juga menenteng kursi untuk duduk di lokasi sinyal tersebut dan juga tidak ketinggalan, membawa payung yang kemudian dipasang oleh suaminya di sebuah tiang untuk melindungi kepala karena cuaca yang sangat panas.
Peristiwa itu bukan hanya berlangsung sehari, tetapi juga di hari-hari berikutnya, Demi suku-suku, agar bertumbuh dalam firman yang mereka pahami, ia mengejar sinyal.