Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia

Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia, Religious organisation, West Jakarta.

YDPABI di didirikan dalam rangka memenuhi ketentuan UU Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan junto Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010 tentang Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib,yang dapat dikurangkan dari Penghasilan Bruto

16/04/2023
Selamat & SuksesAtas dilantiknyaDr. Triroso, S.Ag., S. Pd., MMSebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyaraka...
04/01/2023

Selamat & Sukses
Atas dilantiknya
Dr. Triroso, S.Ag., S. Pd., MM
Sebagai
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Agama Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia


Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 untuk saudara-...
24/12/2022

Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 untuk saudara-saudara yang merayakan.


Selamat hari ibuUntuk para ibu dan segenap perempuan di Indonesia. Terima kasih, engkau telah menjaga kami dengan baik. ...
22/12/2022

Selamat hari ibu
Untuk para ibu dan segenap perempuan di Indonesia.

Terima kasih, engkau telah menjaga kami dengan baik.




Penyerahan Bantuan Pengobatan Awal sebesar Rp. 30.000.000,- yang diterima keluarga Upa. Berlim, S.Pd.B pada tanggal 5 Ok...
07/10/2019

Penyerahan Bantuan Pengobatan Awal sebesar Rp. 30.000.000,- yang diterima keluarga Upa. Berlim, S.Pd.B pada tanggal 5 Oktober 2019. Bantuan tersebut langsung disetorkan kepada pihak Rumah Sakit sebagai vicilan pembayaran.

Bantuan ini disampaikan langsung oleh Sekwil Sangha Agung Indonesia Prov. Aceh dan Sumatera Utara, perwakilan PD MBI Prov. Sumatera Utara didampingi oleh Ketua PD WBI Prov. Sumatera Utara dan Sekber PMVBI Prov. Sumatera Utara.

Sanghadana Kathina 2019Keluarga Buddhayana IndonesiaSabtu, 9 November 2019.PINDAPATA Pukul. 06.30 - 07.30 WIBTempat : Jl...
02/10/2019

Sanghadana Kathina 2019
Keluarga Buddhayana Indonesia

Sabtu, 9 November 2019.
PINDAPATA
Pukul. 06.30 - 07.30 WIB
Tempat : Jl. Boulevard, Pantai Indah Kapuk
(Depan Gedung Tzu Chi - P*K) - Jakarta Utara

SANGHADANA
Pukul: 09:00 - 11:00 WIB
Tempat : Prasadha Jinarakkhita
Jl. Kembangan Raya
Blok JJ, Puri Indah.
Jakarta Barat ( https://goo.gl/maps/DvvS7zgQ2HE2 )

Khotbah Dhamma:
Y.M. Dharmasurya Bhumi, Mahathera

Dihadiri oleh:
77 Biksu dan Biksuni
Sangha Agung Indonesia

Paket dana berupa:
Dana Jubah lengkap:
Rp. 1.500.000
Dana Perawatan Wihara
Rp. 500.000
Dana Obat-obatan:
Rp. 300.000
Dana Pembelian Tanah:
Rp. 150.000/M2
Dana Makanan:
Rp. 100.000

Derma dapat di transfer ke rekening:
A.N. Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia
BCA : 288-6076-808
BRI : 1118-01-000366-30-5
Dengan kode angka 14
Contoh:
Berderma kepada Sangha:
Jubah lengkap, Rp. 1.500.014
atas nama Dhammika.

Atau bisa di link ini http://bit.do/kuponkathinakbi2019

Setelah melakukan derma dengan batin bebas dari kekikiran, orang bijaksana yang kaya dalam keyakinan, terlahir kembali di alam bahagia, alam surga (A. iii. 337). Dana Pembelian Tanah digunakan untuk membeli tanah seluas 6.864 M2 guna pembangunan Buddhayana Buddhis Centre di Tenggarong - Kalimantan Timur (Harga Tanah Rp. 150.000/M2)

Informasi hubungi:
Sekretariat Sagin
WA 0812-8098-9262
Sekretariat PP MBI
WA 0812-9363-3432
Sekretariat YDPABI
WA 0877-8096-8555

*Kisah Pemberian Dana Yang Tiada Taranya*Suatu saat raja memberi dana makanan kepada Sang Buddha dan bhikkhu-bhikkhu lai...
26/07/2019

*Kisah Pemberian Dana Yang Tiada Taranya*
Suatu saat raja memberi dana makanan kepada Sang Buddha dan bhikkhu-bhikkhu lainnya dalam jumlah besar. Saingan-saingannya, yang bersaing dengannya, telah mengatur upacara pemberian dana yang lainnya dalam jumlah yang lebih besar dari raja. Jadi, raja dan para saingannya bersaing dalam pemberian dana. Akhirnya, ratu Mallika memikirkan sebuah rencana. Untuk melaksanakan rencana ini, ia meminta raja membangun sebuah paviliun besar. Berikutnya, ia meminta lima ratus buah payung putih memayungi lima ratus bhikkhu. Di tengah paviliun, mereka membuat sepuluh perahu yang telah diisi dengan wewangian dan d**a. Di sana juga terdapat dua ratus lima puluh orang putri, yang akan mengipasi ke lima ratus orang bhikkhu tersebut. Sedangkan saingan-saingan raja tidak memiliki putri-putri, payung-payung putih, ataupun gajah-gajah, mereka tidak lagi dapat bersaing dengan raja. Ketika semua persiapan telah selesai dilaksanakan, dana makanan diberikan. Setelah bersantap, raja mempersembahkan seluruh benda yang berada di paviliun, yang seharga empat belas crores.

Pada saat itu, dua menteri raja hadir. Salah seorang yang bernama Junha sangat senang dan memuji kemurahan hati raja atas pemberian dana kepada Sang Buddha dan para bhikkhu. Ia juga mengatakan bahwa pemberian yang sebesar itu hanya dapat dilakukan oleh seorang raja. Ia sangat senang karena raja akan membagi kebaikan atas perbuatan baiknya kepada semua mahluk. Dengan kata lain, menteri Junha bergembira atas kemurahan hati raja yang tiada taranya. Di lain pihak, menteri Kala berpikir bahwa raja hanya menghambur-hamburkan uang, dengan memberikan empat belas crores dalam sehari, dan karena setelah itu para bhikkhu akan kembali ke Vihara dan tidur.

Setelah bersantap, Sang Buddha menatap kepada orang-orang yang hadir dan mengetahui bagaimana perasaan menteri Kala. Kemudian, Beliau berpikir bahwa jika Ia menyampaikan khotbah panjang tentang pengertian, Kala akan bertambah kecewa, dan akibatnya akan lebih menderita dalam kehid**annya yang akan datang. Jadi, dengan perasaan kasihan terhadap Kala, Sang Buddha hanya menyampaikan khotbah singkat dan kembali ke Vihara Jetavana. Raja mengharapkan khotbah panjang tentang pengertian, oleh karena itu ia menjadi sangat sedih karena Sang Buddha hanya memberikan khotbah singkat. Raja berpikir bahwa ia telah gagal melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan, dan akhirnya ia pergi ke vihara.

Begitu melihat raja, Sang Buddha berkata, “Raja yang agung! Anda seharusnya bergembira karena berhasil mempersembahkan dana yang tiada taranya (asadisadana). Sebuah kesempatan yang jarang sekali datangnya; dan datang hanya sekali selama kemunculan setiap Buddha. Tetapi menteri Kala merasa bahwa hal itu hanyalah sebuah pemborosan, dan sama sekali tidak berharga. Jadi, jika saya memberikan khotbah panjang, ia akan menjadi kecewa dan tidak senang, dan akibatnya, ia akan sangat menderita pada kehid**annya yang sekarang maupun pada kehid**an-kehid**an berikutnya. Itulah mengapa Saya berkhotbah sangat singkat sekali. Kemudian Sang Buddha menambahkan,”Raja yang agung! Adalah suatu kebodohan tidak bergembira atas kemurahan hati yang telah diberikan oleh orang lain dan akan pergi ke alam yang rendah. Orang bijaksana bergembira atas kemurahan hati orang lain, dan melalui pengertian, mereka saling membagi keuntungan kebaikan dengan yang lainnya dan akan pergi ke tempat kediaman para dewa.”

Namo Sanghyang Adi Buddhaya Namo BuddhayaKepada bapak, ibu, saudara/i para dermawan. Berikut kami lampirkan laporan keua...
26/07/2019

Namo Sanghyang Adi Buddhaya
Namo Buddhaya

Kepada bapak, ibu, saudara/i para dermawan.
Berikut kami lampirkan laporan keuangan
Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia
nomor rekening BCA 288 6076 808
periode tahun Buku 31 Desember 2018

Maitricittena,
YDP-ABI

Address

West Jakarta
11610

Opening Hours

Monday 08:30 - 17:30
Tuesday 08:30 - 17:30
Wednesday 08:30 - 17:30
Thursday 08:30 - 17:30
Friday 08:30 - 17:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia:

Share