20/05/2026
Cinta kepada Tuhan bukan ditunjukkan hanya melalui ekspresi emosi belaka, tapi melalui ketaatan. »Kathryn Kuhlman«
Seorang hamba Tuhan pernah memberikan nasihat, bahwa dalam melayani Tuhan kita harus memiliki 5 kesiapan;
1. Siap menyampaikan Firman Tuhan
2. Siap memimpin pujian
3. Siap diminta untuk berdoa
4. Siap menyampaikan kesaksian
5. Siap tidak disuruh apapun
Banyak orang berpikir, ketika mereka tidak berdiri di mimbar gereja, tidak ditugaskan, maka mereka sedang "tidak pelayanan".
Kisah Para Rasul 6:1
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
Ternyata, rasul-rasul pernah cukup kewalahan ketika pelayanan sehari-hari untuk janda-janda tidak terdistribusi dengan baik, sehingga mereka memutuskan untuk mengangkat beberapa orang untuk mengurus pelayanan yang kebanyakan berada di balik layar ini. Syarat untuk para pelayan yang dipakai untuk mengurus pelayanan meja ini adalah terkenal baik, penuh Roh Kudus dan hikmat, penuh iman.
Jadi, dengan kata lain, pelayanan meja/sehari-hari sama pentingnya dengan pelayanan mimbar, dan sama-sama memerlukan kehadiran dan pimpinan Roh Kudus.
Dimanakah pelayanan meja itu berlangsung?
Tidak selalu di gereja, bisa di rumah, atau di tempat-tempat tersembunyi. Yang penting menjadi berkat dan saksi bagi Kristus.
Pelayanan meja memang "mungkin" tidak dianggap orang dan disepelekan. Para pelayannya sering dianggap "tidak pelayanan". Tapi disitulah nilai seorang yang penuh Roh Kudus terlihat, dari kerelaan, kerendahan hati dan penyerahannya kepada Roh Kudus.
Siapapun saudara, apapun posisimu, pastikan hidupmu dikendalikan oleh Roh Kudus, karena pada hakikatnya kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang Allah yang telah Allah persiapkan (Efesus 2:10).
Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati.
https://www.youtube.com/live/JFFn-kKFs44?si=TLPz5guedjPTR1Rw