Tawadhu Dan Tabayyun Aswaja

Tawadhu Dan Tabayyun Aswaja Jangan lupakan sejarah perjuangan negeri ini : pesan Mbah Hasyim Ashari dan para kiyai ulama sesepuh NU Belajar Tawadhu Dan Tabayyun

Dulu, di desa atau dikampung setiap ba'da magrib anak anak kecil bawa ini untuk ngaji, kalau anak2 sekarang rata2 pakai ...
18/11/2018

Dulu, di desa atau dikampung setiap ba'da magrib anak anak kecil bawa ini untuk ngaji, kalau anak2 sekarang rata2 pakai IQRO
Kalau di kampung saya ini namanya TURUTAN, di kampung dulur2 namanya apa ?

12/03/2018

Cadar atau niqob adalah kain penutup wajah, Cadar adalah budaya bukan syariat

ORANG YG TAK TERSENTUH API NERAKA 😔Rasulullah SAW bersabda :"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersen...
09/03/2018

ORANG YG TAK TERSENTUH API NERAKA 😔

Rasulullah SAW bersabda :
"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?"

Para sahabat berkata: "Mau, wahai Rasulullah!"

Baginda menjawab: "(yang Haram tersentuh api neraka adalah) Orang yang Hayyin, Layyin, Qorib, Sahl."
(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).

1. Hayyin
Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin.Tidak mudah memaki, melaknat serta tenang jiwanya..

2. Layyin
Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak ikut hawa nafsu sendiri. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk
sesama manusia

3. Qorib
Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Dan murah senyum jika bertemu.

4. Sahl
Orang yang tidak mempersulit sesuatu.
Selalu ada cara untuk selesaikan setiap permasalahan.

Fiqih dakwah.**************Wahai Guru.....Apa ciri yg menandai dan membedakan orang yg pintar dg orang yg arif dlm berda...
02/01/2018

Fiqih dakwah.
**************
Wahai Guru.....
Apa ciri yg menandai dan membedakan orang yg pintar dg orang yg arif dlm berdakwah

1. Orang pintar berorientasi pada proses (yg penting di kerjakan, kaku dan tidak kreatif)
Orang arif berorientasi pada hasil( bagaimana agar apa yg ia usahakan itu berhasil mll multi methoda dan media)

Ingat wali songo..

Mereka berusaha spt dlm falsafah jawa:"kenek iwake ojo sampek buthek banyune"/dapat ikannya tapi tdk sampe keruh airnya.

Tidak sebaliknya "gak kenek iwake tapi kadung butkek banyune" /airnya sdh terlanjur keruh tapi ikan yg mau ditangkap justru lepas

2..Orang pintar dalam tindakannya cendurung bersifat reflektoris(sepontan, reaksioner, tdk terprogram dan kurang terkontrol)

Orang arif biasa bertindak strategis(terencana dlm jangka panjang, menengah dan pendek, terpogram, proaktif dan terkontrol)

3.Dalam menghadapi kendala atau problem orang pintar cendurung melakukan kompleksifikasi (masalah kecil di besar2kan,yg sederharna di bikin kompleks dan ruwet akibatnya memecahkan masalah malah menimbulkan masalah)

Orang yg arif sebaliknya condong melakukan simplifikasi(menyederhanakan masalah dan memecahkannya secara proporsional dan tuntas. Ngono wae kok repot kata Gus dur. )

4. Orang pintar dlm evaluasi hasil s**a ekstrofeksi(kalau ada kegagalan sll menyalahkan orang lain termasuk menyalahkan lawan)

Orang bijak terbiasa introsfeksi(mengoreksi kekuarangan dan atau kesalahan diri sendiri) untuk kemudian diperbaiki.

(KH. Dhiyauddin K)

Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering ju...
28/12/2017

Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering juga mernahake (bahasa Salik nya adalah mentarbiyyah/membimbing) para muhibbin (pecinta) beliau. Salah seorang muhibbinnya dipanggil beliau dan dikasih uang.

'' Ji ... ini duit buat kamu. Buat beli Fortuner, ya? '' Kata Habib Ja'far.
'' Njih, bib '' Kata Pak Kaji sambil menghitung jumlah uang pemberian Habib. Totalnya cuma 400 ribu rupiah.
Melihat uang pemberiannya dihitung, Habib Jakfar berkata ' jangan dihitung, Ji. Harus ikhlaaas, ''

Ini pelajaran pertama dari habib ja'far, bahwa pemberian Allah baik berupa uang ataupun harta yang lain tidak boleh dilihat materi / barangnya. Juga berapa jumlahnya. Tetapi lihatlah siapa gerangan Dzat yang memberinya. Yakni Allah Ta'ala . Saputangan harganya murah. Tetapi saputangan pemberian kekasih, tidak ternilai harganya.

Beberapa waktu kemudian, Habib Jakfar mengajak dia ke tepi laut. Beliau berkata, '' Jii ....ini duit dalam tas semua, ayoh dibuang ke lauuut. Diniati shadaqah Sir/rahasia, yaa? Diniati shadaqah Sir yaa? ''

Bersama salah satu khadim/pembantu, pak Kaji tersebut membuang lembaran - lembaran uang kelaut. Dia perkirakan tidak kurang dari 20 juta rupiah uang yang dibuang. Muhibbin itu berpikir keras apa makna perbuatan ini, serta apa konteknya dengan dirinya?

Ini pelajaran kedua untuk dirinya, bahwa bagi seorang Arif billah, antara uang dan tanah liat nilainya tidak ada bedanya . Yang membuat berbeda adalah kecintaan hati kepada salah satu dari keduanya. Jika tidak ada cinta, (karena yang dicinta hanyalah Allah) emas, uang atau yang lain tidak lagi berharga sehingga tidak layak diuber-uber apalagi dicinta.

Perbuatan membuang uang kelaut, pernah menjadi sasaran kritik Ibnul Qayyim kepada kaum Sufiyyah yang melakukannya. Karena perbuaan tersebut secara fikih dhahir hukumnya haram disebabkan tadzyi'ul maal / mensia-siakan harta. Namun Ba'dhul Arifien Quddisa Sirruh, menjawabnya banyak . Diantaranya :

''Kaum Sufiyyah membuang Harta ke laut, saat mereka mulai merasa hatinya tertambat dengan Harta tersebut. Dan bagi seorang Sufi haram hukumnya mencintai harta dunia, dan bahayanya cinta dunia itu lebih dahsyat dari dosanya mensia-siakan Harta. Jika ditanya, mengapa tidak disedekahkan saja? Dijawab bahwa, terhadap sosok Sufi seperti diri mereka sendiri saja, mereka tidak mempercayai untuk menyerahkan 'dunia', apalagi terhadap orang lain? Tuhmah (kekhawatiran) tersebut membuat mereka terpaksa membuangnya ke laut. ''

Apa yang dilakukan Habib Ja'far juga selaras dengan hal diatas, dimana beliau ingin mengajari Muhibbinnya, supaya tidak cinta dunia. Dan beliau peraktekkan sendiri didepan matanya, membuang uang berjuta-juta ketengah laut, seperti berkata : '' Ji, jangan kedunyan (cinta dunia). Duit itu bagi seorang yang ' mengerti ' , tidak ada nilainya ''

Kemudian saat akan pulang, Habib memanggilnya kembali : '' Ji, kamu punya tanaman dalam pot di pojok Rumah? ''
Pak Kaji menjawab :" Bener, Bib ''
''Sampai rumah, Cabuten ae, '' kata beliau.

Pak Kaji langsung tercenung. Bukan heran, Habib Ja'far bisa tahu dia punya tanaman itu, karena hal-hal kasyaf model begitu sudah biasa dia jumpai dalam diri Habib Jakfar. Tetapi dia tercenung karena dia baru sadar , ini pelajaran penting untuk dirinya dari Habib, karena beberapa waktu belakangan ini dia sangat s**a merawat tanaman tersebut.

'' Harganya mahal. Saya membelinya 7 juta rupiah '' Kata Pak Kaji.

Tampaknya, dia diajari oleh Habib ja'far: '' Ji, ji ..... Bebaskan hatimu dari ta'alluq condong dengan tanaman berharga jutaan. Bersihkan hatimu dari s**a mobil Fortuner. Bersihkan hatimu dari kicauan Lovebird. Bersihkan hatimu dari akik Bacanmu . Bersihkan hatimu dari wajah Ayu istrimu dan gemesinnya anak-anakmu ...bersihkan ...bersihkan ...bersihkan .... ''

POHON KRISTEN??“Kang, tolong pohon Kristen di samping pesantren itu ditebang !”, pinta Kiai Bakar tiba-tiba pada seorang...
26/12/2017

POHON KRISTEN??

“Kang, tolong pohon Kristen di samping pesantren itu ditebang !”, pinta Kiai Bakar tiba-tiba pada seorang santri. Santri itupun bingung dan belum mengerti, ia melihat ke kanan kiri pesantren.

“Iya, pohon cemara itu. Tebang segera. Itu pohon Kristen !” tukas Kiai Bakar lebih tegas.

“Pohon Kristen? Apa maksudnya? Lagian itu pohon ditanam oleh Kiai Ahmad. Beliau sendiri yang menanam tiga tahun lalu,” gumam santri dalam hati.

“Sebelum menebang cemara itu, aku harus minta izin Kiai Ahmad dulu”.

“Punten Kiai. Kulo disuruh Kiai Bakar untuk menebang cemara yang ada di samping pesantren, Pripun ?”, kata santri pada Kiai Ahmad.

“Hah ! Cemara ditebang...? Wit-witan apik ngono arep ditebang, kenapa?”, ucap Kiai Ahmad kaget.
“Nganu Kiai... kata Kiai Bakar, pohon cemara itu pohon Kristen”, ujar si santri polos.

“Hah? Pohon Kristen ? Ada-ada saja Kiai Bakar itu, wit-witan nganggo agomo mbarang. Pohon Kristen lagi. Nggak ono iku. KTP saja dia tidak punya kok. Gak usah ditebang. Biar nanti saya yang menjelaskan ke Kiai Bakar.

***

"Punten Kiai, benar sampayan nyuruh santri untuk nebang pohon cemara itu ?", tanya Kiai Ahmad pada Kiai Bakar.

"Benar, Kiai..."

" Wit-witan apik ngono arep ditebang, kenapa ?"

"Itu pohon Kristen ", jawab Kiai Bakar.

"Waduh... sejak kapan pohon beragama, Kiai ?"

"Lha itu yang dibuat pohon natal atau duplikatnya itu kan cemoro, Kiai "

"Oh... Kalau begitu pohon kelapa yang sampeyan tanam di belakang pesantren mesti di tebang juga"
"Kok ?"

"Lha iya. Karena janur kelapa s**a dipakai untuk upacara adat agama Hindu. Berarti itu pohon Hindu ! ".

Kiai Bakar terdiam.

"Sekalian kerudung santri-santri putri yang bentuk segitiga itu dibakar semua ", lanjut Kiai Ahmad
"Kok ?"

"Lha iya. Karena segitiga itu simbol Yahudi".

Kiai Bakar terdiam lagi.

"Sekalian juga pesantren ini dirubuhkan saja", lanjut Kiai Ahmad lagi.

"Kok mbrentek tekan endi-endi,Kiai ?", ucap Kiai Bakar kaget.

"Lha iya. Karena kuda-kuda penyangga atap bentuknya palang paték seperti salib", jelas Kiai Ahmad.

Kembali Kiai Bakar terdiam.

"Mbok kita itu jangan membuat generalisasi suatu kasus yang tidak ada kaitannya. Yang penting itu substansinya; Cemara biso kanggo ijon-ijon ben seger ning mripat; jilbab sebagai penutup aurat; kuda-kuda bangunan bentuk salib sebagai penyangga atap gedung agar kuat... Apalagi pohon kelapa, banyak yang bisa kita manfaatkan dari pohon yang satu itu", tutur Kiai Ahmad menasehati.

Kiai Bakar tersenyum manggut-manggut sambil mengelus-ngelus jenggotnya. Kemudian dia berhenti mengelus-ngelus jenggot dengan raut wajah kaget, karena dia ingat kalau Santa Claus juga berjenggot. Namun segera Kiai Bakar tersenyum kembali, karena dia tahu kalau jenggot juga tidak beragama heheheheheeee......

Kyai Said lagi di Korea 🙏🙏🙏
03/12/2017

Kyai Said lagi di Korea 🙏🙏🙏

Address

Jalan Raya Utama Weleri
Weleri
51355

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tawadhu Dan Tabayyun Aswaja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share