04/04/2023
*KETERATURAN DAN KETERTIBAN PEKERJAAN ROH KUDUS DI TENGAH IBADAH JEMAAT*
*—---------------*
Roh Kudus tidak anti keteraturan. Justru Roh Kudus adalah Roh yang sangat s**a jika segala sesuatu diatur dengan sopan, tertib, dan penuh hikmat Tuhan.
1 Korintus 14:40 (TB) Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Dalam ayat ini Firman Tuhan menegaskan 2 hal tentang pekerjaan Roh Kudus, yaitu:
1. Pasti sopan
2. Pasti teratur
Oleh sebab itu, Roh Kudus pasti mengajar dan memberi kita hikmat tentang bagaimana mengatur segala sesuatu agar berjalan dan berlangsung secara sopan, tertib dan berketeraturan, khususnya dalam pertemuan-pertemuan ibadah yang harus diatur sesuai jenisnya.
Jadi, jika berdasarkan hikmat Tuhan kita mengatur jalannya sebuah ibadah, dan kita menyusun susunan acaranya agar sopan dan teratur, itu tidak bertentangan dengan Roh Kudus, bahkan justru memberi ruang bagi Roh Kudus untuk bekerja tanpa terjadi kekacauan, tanpa harus ada kasak-kusuk yang diakibatkan karena kita menjalankan acara semau hati kita sendiri.
Mari kita lihat bagaimana Roh Kudus menghendaki keteraturan dalam ibadah.
*1.* *Semua orang harus diberi kesempatan menjadi saluran berkat sesuai karunia yang Roh Kudus berikan padanya.*
1 Korintus 14:26 (TB) Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
Perhatikan kata "TIAP-TIAP" orang. Itu artinya tanpa terkecuali, TIAP ORANG harus diberi kesempatan menyampaikan sesuatu di dalam sebuah acara pertemuan.
Oleh sebab itu, perkumpulan yang menjadi tempat melakukan hal tersebut harus diatur agar tidak boleh terlalu banyak orang. Karena kalau terlalu banyak orang, maka sharingnya akan membutuhkan waktu yang lama sekali baru selesai. Makanya ayat ini tidak bisa dilakukan dalam ibadah raya yang berjumlah besar, apa lagi yang jumlah kehadirannya sampai ribuan orang. Tidak mungkin ribuan orang diberi kesempatan agar satu persatu bisa sharing dalam sebuah pertemuan. Berapa hari baru selesai?
Oleh sebab itu kita mengadakan sistem pertemuan kelompok kecil atau kelompok sharing dengan jumlah orang yang tidak banyak. Pertemuan jenis ini harus diatur berbeda dengan ibadah raya. Susunan acaranya harus berbeda. Bukan ibadah raya yang diduplikasi menjadi ibadah kecil. Pertemuan kelimpok kecil adalah sebuah sistem pendukung lanjutan agar apa yang didapatkan di ibadah raya bisa dijadikan proyek bersama dalam kelompok kecil. Jadi, bukan mengulangi ibadah raya dalam bentuk ibadah kecil, yang polanya masih sama.
Karena ada sharingnya, entah itu bernama Family Altar, Mezbah Keluarga, komsel, kompak, atau apalah namanya itu, kita harus mengatur durasi waktu sharingnya, masing-masing dengan waktu yang terbatas, agar semua mendapat kesempatan menjadi saluran Roh.
*2.* *Saling membangun atau menjadi berkat.*
Dalam ayat 26 itu juga kita diingatkan bahwa tanda bahwa sesuatu yang kita persembahkan itu adalah dari Roh Kudus adalah terjadi saling membangun atau saling menguatkan. Dengan kata lain, jika apa yang kita sampaikan ternyata tidak menjadi berkat, justru merendahkan orang, menghakimi orang, atau kita hanya mau pamer supaya kelihatan rohaninya hebat, dapat dipastikan apa yang kita persembahkan tidak akan membangun atau memberkati. Hanya orang2 yang pro dengan kita, yang tidak enak hati dengan kita saja, atau yang s**a menjilat kita saja yang akan mengaku bahwa ia diberkati, padahal dia sesungguhnya hanya tidak enak saja untuk menentang kita, sehingga dia memilih menentang Roh Kudus dari pada menentang kita.
*3.* *Khusus untuk bahasa Roh yang berbentuk karunia bahasa Roh, yang bisa ditafsirkan, aturannya adalah 2 atau 3 orang.*
1 Korintus 14:27 (TB) Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Kita harus membedakan 3 jenis bahasa roh.
1). Ada bahasa Roh seperti yang terjadi di Kamar loteng Yerusalem, ketika Roh Kudus dicurahkan. Pada waktu itu semua yang hadir berbahasa Roh. Isi dari bahasa Roh itu adalah memuji-muji dan memuliakan Allah. Peristiwa itu ditulis dalam Kis. 2.
2). Ada bahasa Roh yang berbentuk keluhan-keluhan, yang merupakan bahasa doa yang duberikan oleh Roh Kudus, yang tidak dimengerti oleh manusia, tetapi Allah mengerti, bahkan Allah mengabulkan doa dengan bahasa yang seperti itu.
Roma 8:26-27 (TB) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
*BAHASA ROH ITU ADALAH BAHASA RAHASIA YANG ORANG ITU TIDAK TAHU DAN TERUTAMA IBLIS TIDAK TAHU. OLEH SEBAB ITU, TANPA SADAR MELALUI BAHASA ROH ITU KITA TERNYATA MENDOAKAN HAL2 RAHASIA YANG AMAT SANGAT PENTING YANG PASTI DIJAWAB OLEH ALLAH.*
1 Korintus 14:2 (TB) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
3). Bahasa Roh yang berbentuk karunia Roh yang memerlukan penafsiran melalui karunia penfasiran.
Karena perlu ditafsirkan melalui karunia menafsirkan apa maksud bahasa Roh itu, maka aturannya adalah bahwa khusus untuk bahasa Roh seperti ini hanya dibatasi 3 orang.
1 Korintus 12:10 (TB) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
Jadi, kita lihat, ini aturan dari Roh Kudus sendiri. Ini bukan untuk membatasi Roh Kudus. Justru aturan ini justru Roh Kudus berikan untuk menjaga agar tertib dan teratur, tidak senak kita sendiri.
*3.* *Karunia kenabian dari seorang nabi sekalipun harus tunduk pada aturan. Dibatasi hanya 3 orang juga.*
1 Korintus 14:29 (TB) Tentang nabi-nabi — baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.
Walaupun ada 10 nabi yang hadir dan merasa bahwa ada pesan Tuhan melaluinya, Roh Kudus menetapkan bahwa paling banyak hanyak 3 orang saja yang boleh berbicara bergiliran. Makanya harus ada batas waktu juga, supaya ketiga-tiga bisa dapat giliran berbicara mebyampaikan pesan kenabian. Jadi, sekali lagi, bukan semau-maunya kita sendiri. Ini khusus pesan kenabian, bukan soal share berkat Firman yang memberkati kita.
*4.* *Aturan berikutnya adalah KETUNDUKAN pada aturan.*
Jika kita tidak memiliki KETUNDUKAN dan mau seenak kita sendiri, dapat dipastikan bahwa bukan Roh Kudus yang sedang bekerja dalam diri kita, tetapi roh pemberontakan, roh lusifer, yang akibatnya hanya menimbulkan kasak-kusuk, kekacauan, blok-blokan dan perpecahan dalam jemaat
1 Korintus 14:32-33 (TB) Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.
Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
Karunia nabi sekalipun tidak boleh sok rohani. Jangan karena merasa dirinya nabi, lalu tidak lagi memiliki roh ketundukan. Ada otoritas di atasnya yang kepadanya ia harus tunduk.
Orang yang memiliki hati yang tidak tunduk, yang selalu protes dan penuh pemberontakan tidak mungkin diurapi Tuhan, karena justru orang seperti ini adalah penentang aturan Roh Kudus.
*5.* *Orang yang menentang aturan Roh Kudus ini dengan tegas Paulus katakan orang seperti itu tidak perlu diindahkan. Artinya dia tidak perlu didengarkan.*
1 Korintus 14:37-38 (TB) Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.
Orang yang memiliki spirit berlawanan dengan otoritas rohani, pasti menimbulkan kekacauan di tengah jemaat. Pasti menularkan dan menabur benih2 pemberontakan kepada orang lain dalam jemaat.
Walaupun kata²nya terdengar rohani, tetapi karena hatinya sedang penuh dengan protes, kata-kata yang keluar dari mulutnya pasti bercampur dengan hal-hal negatif, bahkan bercampur racun yang bisa merusak hati orang lqin. Akibatnya, jika saudara seiman yang diajak ngobrol itu tidak waspada, tanpa ia sadari hatinya menjadi teracuni.
Tentu masih banyak aturan² lainnya yang bisa kita telusuri dalam Alkitab tentang bagaimana kita bekerja sama dengan Roh Kudus dalam membangun jemaat dan membangun tubuh Kristus.
Tulisan di atas hanya untuk menegaskan bahwa Roh Kudus bukan Roh yang anti aturan. Roh Kudus adalah Roh yang s**a akan keteraturan dan ketertiban.