22/05/2024
๐๐ผ๐๐๐ ๐๐ฝ๐
Seorang pemuda dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah dilakukannya.
Raja kemudian memerintahkan dia untuk dipenjara dan menuntut dia dengan hukuman tidak dikasih makan dan minum selama lima belas hari.
Mendengar berita itu ibu dari pemuda malang ini menangis tak henti-hentinya dan memohon kepada raja untuk menunjukkan belas kasihan.
"Tolong, jangan biarkan anak saya kelaparan selama itu.
Aku mohon padamu, rajaku! Biarkan dia makan dan minum air walaupun hanya sedikit.
Tidak apa-apa jika dia hanya diberi makan dan minum sekali dalam dua hari.
Tolong, ampuni anakku yang malang, tolonglah rajaku pintanya.
Namun, semua permintaannya tidak digubris oleh Raja, bahkan Raja menjadi jengkel mendengar tangisan dan permohonan yang disampaikan ibu malang ini
Raja kemudian memerintahkan para pengawalnya untuk segera mengusirnya keluar.
Pagi berikutnya, sang ibu kembali ke istana Raja dengan semangkuk makanan dan secangkir air, dia berlutut dan menundukkan kepalanya ke lantai dan menangis di hadapan raja,
"Tolong, biarkan anak saya makan makanan yang saya bawakan untuknya, anakku pasti sangat lapar sekarang.
Tolong berikanlah dia belas kasihan, aku mohon kepadamu, rajaku.
Tidak perduli dengan keadaan putus asa dari ibu pemuda yang malang, Raja bertitah dalam kemarahan,
"Tidak! Dia harus dihukum sebagai penjahat, aku akan memastikan dia kelaparan dan menjadi kurus seperti bulu!
Dia masih memiliki tiga belas hari lagi untuk hidup tanpa makanan !
Raja memerintahkan ibunya untuk segera keluar meninggalkan istana dan tidak boleh kembali.
Namun, keesokan paginya, ibu yang putus asa itu kembali berada di istana dengan makanan dan air, memohon kepada Raja untuk dapat diberikan kepada anaknya.
Kali ini, raja sendiri yang menghantarnya pergi dan mengancam akan membunuhnya jika dia kembali datang membawa makanan ke istana.
Pada hari ketiga, sang ibu pergi ke istana, tetapi dengan membawa dua piring kosong dan pakaiannya basah kuyub.
Dia berkata kepada Raja,
"Aku tidak datang dengan makanan, aku hanya datang dengan piring kosong ini.
Raja menatapnya dengan marah, lalu bertanya,
Untuk apa piring-piring itu?
Sang ibu menjawab,
karena putra saya tidak diizinkan untuk makan, saya memohon Raja untuk membiarkan saya memberinya piring sehingga dia bisa menyentuhnya seakan ada makanan di atasnya, semoga itu akan membantu meringankan rasa laparnya.
Raja kemudian bertanya, mengapa pakaianmu basah kuyup seperti ini ?
Sang ibu berkata,
"Aku jatuh ke sungai dalam perjalanan dan terendam".
Raja mengizinkan sang ibu masuk ke dalam penjara untuk menemui putranya.
Para penjaga membawanya masuk dan menunggu di luar.
Begitu sang ibu melihat putranya, dia segera menyerahkan piring-piring itu kepadanya dan berbisik kepadanya,
"Nak, ibu membawakanmu makanan, ayo cepat dimakan sebelum para penjaga masuk. "
Pemuda yang kelaparan itu bertanya dengan tidak sabar,
mana makanannya ibu aku tidak melihat ibu membawa makanan ?
Sang ibu berbisik,
"Piring-piring ini adalah makanannya cepatlah dimakan, ibu membuat piring ini dari campuran gandum dan keju, mereka berpikir ini piring sungguhan, makanlah dan minumlah air.
Pemuda yang terkejut bertanya,
"Airnya dimana ibu ?
Ibunya pun berbisik,
sengaja ibu basahi pakaian ini agar ibu bisa menyimpan air untukmu, aku akan memerasnya supaya kau boleh minum air walau sedikit.
Air mata memenuhi mata pemuda itu, ia menangis melihat perjuangan ibunya.
Ibu kau sudah melakukan hal yang berbahaya bagi dirimu sendiri, kau telah mempertaruhkan hidupmu.
Sang ibu berucap dengan air mata mengalir di pipinya, "ibu baru bisa tidur tenang ketika ibu tahu anakku tidak lapar dan haus, apa pun caranya akan ibu lakukan untuk anakku.
โ Seorang ibu bukan hanya wanita yang melahirkan anak, dia adalah perwujudan cinta, perhatian, dan pengorbanan.
Tuhan memberkati semua ibu dimanapun berada.
Yohanes 16:21
Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
Efesus 6:1
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.