14/09/2016
Alami Tuhan dan Menyatakan Tuhan dalam Pekerjaan Sehari-Hari
Ayat bacaan: Titus 3:14
==================
"Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah."
Banyak dari kita yang ingin mengalami mukjizat luar biasa dari Tuhan. Kita ingin memiliki pekerjaan yang bisa membawa perubahan besar bagi dunia, berharap Tuhan mau bawa kita untuk mengalami sesuatu yang tidak biasa dan berbeda dengan apa yang dialami orang sehari-hari.
Bisakah Tuhan melakukan itu? Tentu. Hari ini mukjizat-mukjizat yang mengejutkan masih terus terjadi sebagai salah satu bukti dari eksistensi Tuhan yang tak terbatas kuasanya. Pertanyaannya, apakah Tuhan hanya menyatakan kuasaNya lewat sesuatu yang supranatural saja? Apakah orang baru bisa merasakan kebesaran Tuhan, kasih setiaNya dan keberadaanNya hanya lewat hal-hal ajaib saja? Mungkin kita akan segera berkata tidak. Tapi pada kenyataannya ada begitu banyak orang percaya yang menggantungkan imannya hanya pada keajaiban-keajaiban besar saja. Saat mengalami mukjizat kesembuhan, pemulihan, bahkan berkat-berkat diluar akal dan logika. Mereka hanya menanti sesuatu yang besar tapi mengabaikan fakta bahwa Tuhan pun sebenarnya bekerja lewat hal-hal biasa, aktivitas, pekerjaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak menyadarinya karena terlalu sibuk mencari atau menunggu sesuatu yang besar. Kalau itu tidak terjadi, kita merasa tidak mengalami campur tangan Tuhan dan kemudian kecewa. Ini adalah salah satu kekeliruan paradigma orang percaya hari ini.
Mari kita lihat ayat berikut: "Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah." (Titus 3:14). Orang-orang percaya, kata Paulus hendaklah belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik, doing what is good, agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok, in order to provide the daily needs, supaya hidup jangan sampai tidak berbuah, supaya kita jangan hidup tidak produktif, so we won't live unproductive lives.
Paulus mengingatkan kita bahwa kita sesungguhnya menyenangkan hati Tuhan saat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik, dengan kejujuran dan integritas sebagai warga Kerajaan Allah untuk mencukupi kebutuhan kita, keluarga dan tentu saja memberkati orang lain. Kita harus terus belajar untuk melakukan bagian kita sesuai panggilan kita masing-masing, dimanapun kita ditempatkan. Meski mungkin kita merasa pekerjaan kita itu biasa-biasa saja, bukan pekerjaan yang dianggap terpandang bagi dunia dan seolah tidak membawa dampak yang signifikan bagi lingkungan atau kota dimana kita bekerja, kita harus menyadari bahwa pekerjaan itu merupakan berkat Tuhan yang harus p**a kita syukuri. Terlebih dari itu, sudah merupakan kewajiban kita p**a untuk melakukan yang terbaik seperti melakukan untuk Tuhan (Kolose 3:23) dan memuliakan Tuhan di dalamnya. Dan jangan lupa bahwa apa yang kita pikir biasa saja bisa Tuhan pakai secara luar biasa kalau kita mau mengusahakannya dengan sebaik-baiknya dan melibatkan Tuhan di dalamnya.
Ada banyak di antara kita yang mungkin mulai merasa bosan dalam melakukan pekerjaan kita. Tapi Tuhan menggariskan bahwa kita harus belajar menyikapinya secara positif dan mulai menghargai itu sebagai sebuah anugerah besar yang harus disyukuri. Pertanyaan berikutnya: dimana Tuhan bekerja dalam rutinitas kita sehari-hari? Bukankah tidak ada mukjizat menggelegar, tidak ada kejadian ajaib, semua sepertinya berlangsung biasa-biasa saja? Tapi kalau kita jeli, bahkan dalam hal yang paling biasa sekalipun dalam rutinitas kita ada Tuhan di dalamnya. Sadarkah kita bahwa kalau kita melakukan pekerjaan biasa kita sehari-hari dengan setia, semangat dan integritas, kita bahkan bisa membawa orang untuk mengenalNya?
Dalam 1 Korintus pasal 12 kita menemukan pesan Paulus mengenai menjadi bagian atau anggota dari satu tubuh Kristus. Masing-masing dari kita punya perannya masing-masing sesuai panggilan. Kita melakukan bagian kita, umatNya yang lain melakukan bagian mereka."Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. " (1 Korintus 21-22). Kita tidak mungkin bisa melakukan semuanya sendirian, tapi saat pekerjaan kita yang 'biasa' itu bersatu dengan panggilan-panggilan lainnya yang sama-sama mengatasnamakan kemuliaan Tuhan di dalamnya, itu bisa membawa dampak luar biasa lebih dari yang kita bayangkan. Apakah ini hanya berbicara mengenai pekerjaan melayani? Tentu saja tidak. Apapun yang kita lakukan di dunia sekuler, selama itu merupakan "pekerjaan yang baik" seperti yang disebutkan dalam ayat bacaan kita hari ini, disana kita akan berbuah. Berbuah bagi kita, keluarga kita maupun buat orang lain. Dan saat kita berintegrasi dengan orang percaya lainnya dalam harmoni, kita bisa berbuah jauh lebih dari yang kita kira.
Banyak orang mengira bahwa apa yang dilakukan dalam akivitas biasa sehari-hari tidak akan pernah bisa berdampak. Kita berpikir, lewat pekerjaan yang biasa seperti ini, mana mungkin ada orang yang memperhatikan? Apalagi kalau berharap bisa menjadi saluran memperkenalkan Kristus kepada orang lain. Penghasilan kecil, pekerjaan yang biasa dan tidak istimewa, ya sudah lakukan secukupnya saja. Itu tidak benar. Sebenarnya, saat kita melakukan dengan kesetiaan dan ketaatan pada Tuhan, lalu melakukan pekerjaan dengan mindset untuk memuliakan Tuhan, kita akan mengalami banyak perubahan. Kita menjadi terlatih untuk berpikir positif, pekerjaan kita akan jadi lebih efisien, hasil yang kita peroleh pun menjadi lebih signifikan. Dan saya tidak sedang berbicara hanya mengenai pendapatan materi saja. Kita akan mulai mengalami kepenuhan dan merasakan campur tangan Tuhan di dalamnya. Kalau sudah begitu, orang akan melihat betapa pentingnya dan nyatanya Tuhan bagi kita serta mulai mendapatkan pengenalan akan Tuhan secara benar.
Apa yang tidak kalah penting adalah keharusan kita untuk bekerja. Ada banyak orang yang berpikir bahwa mereka cukup berdoa tidak putus-putus tanpa harus bergerak melakukan sesuatu. Bekerja dan berdoa seharusnya berjalan beriringan. Dan hanya menanti mukjizat dengan turunnya berkat secara instan pun bukanlah hal yang benar menurut prinsip Kerajaan. Yang terbaik adalah saat kita melakukan pekerjaan yang baik sambil terus menempatkan dan melibatkan Tuhan di dalamnya. Tuhan tidak s**a terhadap orang malas. FirmanNya akan hal ini cukup keras: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Jadi, tidak mau bekerja, terlalu pilih-pilih pekerjaan atau menilai pekerjaan hanya sebatas besar upah atau untung rugi, itu adalah keliru.
Untuk bisa mengalami dan menyatakan Tuhan tidaklah hanya bergantung pada kuasa mukjizat besar yang ajaib. Sebaliknya yang kerap terjadi adalah, karena kita mengejar hal-hal yang besar tersebut kita malah lupa untuk memuji Tuhan dalam pekerjaan atau aktivitas kita sehari-hari. Kita harus sadar bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya berbicara melulu mengenai pengalaman-pengalaman mencengangkan atas keajaiban kuasa Tuhan, tetapi juga tergambar lewat kehidupan rutin sehari-hari yang dipenuhi dengan ketaatan, melakukannya dengan maksimal dan memuliakan Tuhan di dalamnya.
Anda merasa pekerjaan anda biasa-biasa saja dan tidak ada yang patut dibanggakan? Ayat bacaan kita kali ini hendaknya menyadarkan anda. Ada kalanya Tuhan melakukan pekerjaan-pekerjaan supranatural yang besar, tapi Tuhan pun s**a memakai hal-hal biasa yang kita lakukan setiap hari untuk menjadi saluran berkatNya. Pikirkanlah. Saat kita bekerja dengan disiplin dan etos yang baik dan menerima gaji atau imbalan atasnya, bukankah itupun merupakan berkat Tuhan juga? Saat kita berprestasi karena bekerja dengan baik lantas menerima peningkatan-peningkatan dalam karir, bukankah itu juga merupakan berkat dari Tuhan? Saat kita bisa mencukupi kebutuhan keluarga, semua sehat-sehat, kehidupan yang layak, anak-anak bisa bersekolah secara baik, keluarga yang penuh s**acita dan kompak, bukankah itupun berkat dari Tuhan?
Lakukan sebaik-baiknya agar kita bisa menghasilkan buah-buah yang ranum, baik bagi kita, keluarga maupun orang lain. Whatever good work you are doing today, do your best in it. God can, and will always pour His blessings over it.
We all can make a difference and be proud of whatever work we are in if there's God in it
GOD BLESS YOU ALL.