Gereja Bala Keselamatan Korps Langensari

Gereja Bala Keselamatan Korps Langensari Peresmian Gereja Bala Keselamatan, Korps Langensari ini sejak tanggal 01 September 1997, yang dulunya adalah Pos Luar. Ditetapkan oleh KPT Bandung,

Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik." (Amsal 15:3). Tidak ada satupun tempat di dunia ...
21/03/2017

Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik." (Amsal 15:3).

Tidak ada satupun tempat di dunia bahkan di jagat raya ini yang berada di luar jangkauan penglihatan Tuhan. Dia tahu apa yang kita lakukan, baik atau buruk, tak ada yang tersembunyi bagiNya.

Semua ini menunjukkan bagaimana mata Tuhan tidak pernah gagal menjangkau segala sudut dari hidup kita. MataNya ada dimana-mana, di segala tempat, mengawasi yang jahat dan yang baik, memeriksa kita sampai bagian yang terdalam, apakah ada niat-niat buruk yang masih bercokol atau tidak.

Bagi orang hidup benar, mengasihi Tuhan dan rajin melakukan kehendakNya ini tentu merupakan sebuah kabar yang menggembirakan. Dengan mengetahui hal ini kita tahu sekarang bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia ada bersama kita dalam setiap waktu, baik dalam keadaan s**a maupun duka, dalam keadaan tenang maupun penuh gejolak. Tidak ada satupun yang luput dipantauNya, kita selalu ada dalam jarak pandangNya.

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3...
21/03/2017

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
(Kolose 3:23)

Tuhan menghendaki kita untuk serius dalam melakukan segala hal, baik dalam bekerja, belajar maupun melayani. Apalagi jika menyangkut tanggung jawab yang dibebankan, maka itu harus dipandang sebagai amanah yang dipegang dengan komitmen tinggi.

Ayat ini secara jelas mengingatkan kita bahwa kita harus memberi yang terbaik dalam apapun yang kita kerjakan seolah-olah kita melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Itu harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab tanpa memandang besar tidaknya pendapatan atau kompensasi yang diterima. Itulah tingkatan yang seharusnya dilakukan oleh orang percaya.

Berikan yang terbaik dari Anda, penuhi tangung jawab Anda dengan sebaik-baiknya. Selama itu Anda kerjakan dengan sungguh-sungguh seperti untuk Tuhan, Dia pasti akan memperhitungkan itu. Percayalah bahwa segala sesuatu yang Anda lakukan untuk Tuhan tidak akan pernah berakhir sia-sia.

16/03/2017

"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Lukas 6:36

15/03/2017

"Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik p**a buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik p**a buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal."
(Matius 12:33)

14/03/2017

"Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.

Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Mazmur 50 : 22 - 23

10/03/2017

"ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku."
Habakuk 3:19

Dasari hidup dengan iman yang teguh, jangan pernah putus harapan. Percayalah sepenuhnya pada Tuhan dengan segenap hati. Tuhan mampu memperlengkapi kita untuk mampu menghadapi segala masalah, segala ketidakpastian dalam hidup, karena Tuhan adalah Sumber Kekuatan kita.

SELASA, 18 OKTOBER 2016SULIT TIDUR ?Ayat bacaan: Mazmur 4:9====================="Dengan tenteram aku mau membaringkan di...
17/10/2016

SELASA, 18 OKTOBER 2016

SULIT TIDUR ?

Ayat bacaan: Mazmur 4:9
=====================
"Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman."

Siapapun kita pasti butuh tidur. Bukan cuma sekedar tidur, tapi tidur nyenyak yang berkualitas. Kalau handphone anda butuh di charge, tubuh kita pun butuh. Tidur dibutuhkan agar tubuh kita dapat berfungsi dengan baik dan maksimal, baik secara fisik maupun mental. Kurang tidur bikin tubuh kita tidak fit, mudah sakit dan jadi tidak produktif. Secara mental orang yang kurang tidur biasanya emosinya labil, kurang konsentrasi dan sulit fokus. Coba perhatikan ketika kita kurang tidur. Selain tubuh terasa lemas dan gemetar, biasanya emosi juga terganggu, menjadi gampang kesal dan marah. Ketika tidur, ada proses regenerasi dan perbaikan sel-sel dalam tubuh yang dilakukan oleh hormon-hormon yang diproduksi tubuh. Selain itu anggota-anggota tubuh pun mendapatkan waktu untuk istirahat.

Begitu pentingnya tidur bagi semua orang, namun tidak sedikit p**a dari kita yang mengalami kesulitan tidur dengan berbagai sebab. Mulai dari susah tidur yang tidak terlalu parah sampai menderita penyakit yang disebut dengan insomnia. Penyebabnya bisa beragam. Ada yang diakibatkan faktor pikiran. Rasa takut, khawatir, kegagalan-kegagalan, memikirkan pekerjaan dan sebagainya bisa mempengaruhi pikiran dan psikis kita. Stres dan depresi muncul akibat banyaknya tekanan bertubi-tubi sehingga membuat kita sulit tidur. Ada p**a yang terlalu sibuk bekerja sehingga lama-lama menjadi sulit untuk tidur. Selain itu bisa juga akibat faktor lingkungan yang tidak mendukung, atau akibat gaya hidup yang buruk. Bahkan rasa kesepian pun bisa membuat orang menjadi sulit tidur. Ada begitu banyak faktor yang bisa menyebabkan manusia sulit tidur. Kalau sekedar untuk tidur saja sulit, apalagi mendapatkan tidur yang berkualitas.

Saya termasuk orang yang mudah tidur. Menurut istri saya, saya hanya butuh kurang dari semenit untuk terlelap. Apakah itu artinya saya selalu tanpa masalah? Tentu saja tidak. Dahulu saya sempat susah untuk tidur, karena saya aslinya tipikal orang yang gampang kuatir dan cenderung berpikir terlalu jauh. Saya mudah cemas. Pikiran saya kerap mengembara jauh memikirkan hal-hal yang negatif yang belum terjadi, padahal kebanyakan dari yang saya takutkan tidak terjadi. Saya bisa butuh waktu lebih dari satu jam, hanya berputar-putar di tempat tidur tapi tidak kunjung terlelap. Setelah saya lahir baru, saya belajar dari sebuah ayat yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27). Rangkaian ayat dalam Matius 6:25-34 menguatkan saya dan membuat saya menyadari bahwa kekuatiran bukannya menambah umur tapi malah mengganggu kesehatan dan memperpendek hidup. Sejak saat itu saya hidup jauh lebih tenang, terus melatih diri saya agar tidak kuatir dan itu ternyata berpengaruh terhadap tidur saya.

Mari kita lihat kisah Daud. Perjalanan hidup Daud bukannya tanpa masalah. Daud berulang kali mendapatkan ancaman dan masalah. Ia manusia juga sama seperti kita yang bisa dicekam rasa takut pada saat-saat tertentu. Tapi lihatlah apa kata Daud pada ayat bacaan hari ini. "Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman." (Mazmur 4:9).

Meski Daud mengalami situasi-situasi sulit yang bahkan mengancam nyawanya, ia ternyata bisa tetap tidur dengan tentram dalam damai. Bagaimana rahasianya? Rahasianya sederhana saja, karena Daud tahu pasti ada Tuhan yang menjaga dirinya, memastikan bahwa hidupnya ada dalam keadaan aman. Pada ayat sebelumnya kita juga membaca bahwa Daud merasakan s**acita yang diberikan Tuhan kepadanya (ay 8), ada sinar cahaya wajah Tuhan menyinarinya (ay 7), perlunya mempersembahkan korban yang benar dan percaya sepenuhnya pada Tuhan yang mampu melepaskan dari jerat masalah seberat apapun (ay 6), tidak membawa emosi atau kemarahan berlarut-larut ke tempat tidur (ay 5). Daud juga menyadari bahwa Tuhan selalu mendengarkan orang yang berseru padaNya (ay 4) dan selalu siap memberikan kelegaan dalam kesesakan. (ay 2).

Singkatnya, Daud menyadari dengan sepenuhnya bahwa Tuhan penuh kasih setia menyertai anak-anakNya dan punya kuasa jauh lebih besar dari masalah terbesar sekalipun. Jika demikian, ia tidak perlu merasa sulit tidur. Daud pun bisa tidur nyenyak dengan tentram. Daud pun berkata: "Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!" (Mazmur 3:6).

Perhatikanlah bayi dan anak yang masih sangat kecil. Lihat bagaimana mereka bisa tidur dengan damai saat digendong orang tua atau orang yang mereka kenal baik. Bagaimana mereka bisa tidur nyenyak seperti itu? Itu karena mereka merasa tenang dan aman karena berada dalam tangan orang yang mereka sayang dan percaya. Bayi tidak punya pikiran rumit seperti kita. Mereka menyerahkan atau menggantungkan hidup mereka kepada orang-orang yang mereka anggap pasti melindungi dan menyayangi mereka. Kalau kita sayang dan percaya kepada Tuhan, bukankah kita seharusnya pun sama seperti bayi? Tuhan selalu siap menggendong anak-anakNya, menjaga anak-anakNya agar tetap selamat dalam kondisi seperti apapun. Kalau kita menyadari hal ini, seharusnya kita tidak perlu harus mengalami masalah sulit tidur dan seharusnya bisa memiliki pikiran yang tenang bersama Tuhan yang akan selalu ada bersama kita.

Dimanapun, kapanpun, kita bisa berhadapan dengan masalah. Meski demikian, ingatlah bahwa Tuhan punya kuasa yang jauh melebihi apapun itu. Yesus sendiri berkata "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28). Ada jaminan dari Tuhan untuk terus menopang kita. Masalah boleh hadir, namun janganlah masalah itu membebani pikiran kita secara berlebihan sehingga membuat kita sulit tidur dan akhirnya justru mengalami lebih banyak masalah. Ketakutan yang terus dibiarkan berlarut-larut, rasa cemas, kuatir akan sesuatu termasuk akan hari depan bisa merampas s**acita dan membuat kita kehilangan pengharapan. Bagaimanapun juga tidur sehat berkualitas itu sangat kita butuhkan.

Jika di antara teman-teman ada yang mengalami timbunan masalah, beban pikiran, gangguan secara psikologis dan sebagainya, ingatlah ada Tuhan Yesus yang selalu siap memberi kelegaan dan mampu menjaga anda. Berserahlah kepadaNya dan ijinkan Dia berkerja dalam diri anda. Malam ini datanglah padaNya dan rasakan jamahan Tuhan memberi anda kelegaan. Lepaskan beban pikiran dan lain-lain yang membuat anda sulit beristirahat. Selamat beristirahat, sweet dream.

Jangan ijinkan pikiran mengganggu anda. Tidurlah dengan nyenyak dalam damai Tuhan

14/09/2016

Alami Tuhan dan Menyatakan Tuhan dalam Pekerjaan Sehari-Hari
Ayat bacaan: Titus 3:14
==================
"Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah."
Banyak dari kita yang ingin mengalami mukjizat luar biasa dari Tuhan. Kita ingin memiliki pekerjaan yang bisa membawa perubahan besar bagi dunia, berharap Tuhan mau bawa kita untuk mengalami sesuatu yang tidak biasa dan berbeda dengan apa yang dialami orang sehari-hari.
Bisakah Tuhan melakukan itu? Tentu. Hari ini mukjizat-mukjizat yang mengejutkan masih terus terjadi sebagai salah satu bukti dari eksistensi Tuhan yang tak terbatas kuasanya. Pertanyaannya, apakah Tuhan hanya menyatakan kuasaNya lewat sesuatu yang supranatural saja? Apakah orang baru bisa merasakan kebesaran Tuhan, kasih setiaNya dan keberadaanNya hanya lewat hal-hal ajaib saja? Mungkin kita akan segera berkata tidak. Tapi pada kenyataannya ada begitu banyak orang percaya yang menggantungkan imannya hanya pada keajaiban-keajaiban besar saja. Saat mengalami mukjizat kesembuhan, pemulihan, bahkan berkat-berkat diluar akal dan logika. Mereka hanya menanti sesuatu yang besar tapi mengabaikan fakta bahwa Tuhan pun sebenarnya bekerja lewat hal-hal biasa, aktivitas, pekerjaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak menyadarinya karena terlalu sibuk mencari atau menunggu sesuatu yang besar. Kalau itu tidak terjadi, kita merasa tidak mengalami campur tangan Tuhan dan kemudian kecewa. Ini adalah salah satu kekeliruan paradigma orang percaya hari ini.
Mari kita lihat ayat berikut: "Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah." (Titus 3:14). Orang-orang percaya, kata Paulus hendaklah belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik, doing what is good, agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok, in order to provide the daily needs, supaya hidup jangan sampai tidak berbuah, supaya kita jangan hidup tidak produktif, so we won't live unproductive lives.
Paulus mengingatkan kita bahwa kita sesungguhnya menyenangkan hati Tuhan saat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik, dengan kejujuran dan integritas sebagai warga Kerajaan Allah untuk mencukupi kebutuhan kita, keluarga dan tentu saja memberkati orang lain. Kita harus terus belajar untuk melakukan bagian kita sesuai panggilan kita masing-masing, dimanapun kita ditempatkan. Meski mungkin kita merasa pekerjaan kita itu biasa-biasa saja, bukan pekerjaan yang dianggap terpandang bagi dunia dan seolah tidak membawa dampak yang signifikan bagi lingkungan atau kota dimana kita bekerja, kita harus menyadari bahwa pekerjaan itu merupakan berkat Tuhan yang harus p**a kita syukuri. Terlebih dari itu, sudah merupakan kewajiban kita p**a untuk melakukan yang terbaik seperti melakukan untuk Tuhan (Kolose 3:23) dan memuliakan Tuhan di dalamnya. Dan jangan lupa bahwa apa yang kita pikir biasa saja bisa Tuhan pakai secara luar biasa kalau kita mau mengusahakannya dengan sebaik-baiknya dan melibatkan Tuhan di dalamnya.
Ada banyak di antara kita yang mungkin mulai merasa bosan dalam melakukan pekerjaan kita. Tapi Tuhan menggariskan bahwa kita harus belajar menyikapinya secara positif dan mulai menghargai itu sebagai sebuah anugerah besar yang harus disyukuri. Pertanyaan berikutnya: dimana Tuhan bekerja dalam rutinitas kita sehari-hari? Bukankah tidak ada mukjizat menggelegar, tidak ada kejadian ajaib, semua sepertinya berlangsung biasa-biasa saja? Tapi kalau kita jeli, bahkan dalam hal yang paling biasa sekalipun dalam rutinitas kita ada Tuhan di dalamnya. Sadarkah kita bahwa kalau kita melakukan pekerjaan biasa kita sehari-hari dengan setia, semangat dan integritas, kita bahkan bisa membawa orang untuk mengenalNya?
Dalam 1 Korintus pasal 12 kita menemukan pesan Paulus mengenai menjadi bagian atau anggota dari satu tubuh Kristus. Masing-masing dari kita punya perannya masing-masing sesuai panggilan. Kita melakukan bagian kita, umatNya yang lain melakukan bagian mereka."Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. " (1 Korintus 21-22). Kita tidak mungkin bisa melakukan semuanya sendirian, tapi saat pekerjaan kita yang 'biasa' itu bersatu dengan panggilan-panggilan lainnya yang sama-sama mengatasnamakan kemuliaan Tuhan di dalamnya, itu bisa membawa dampak luar biasa lebih dari yang kita bayangkan. Apakah ini hanya berbicara mengenai pekerjaan melayani? Tentu saja tidak. Apapun yang kita lakukan di dunia sekuler, selama itu merupakan "pekerjaan yang baik" seperti yang disebutkan dalam ayat bacaan kita hari ini, disana kita akan berbuah. Berbuah bagi kita, keluarga kita maupun buat orang lain. Dan saat kita berintegrasi dengan orang percaya lainnya dalam harmoni, kita bisa berbuah jauh lebih dari yang kita kira.
Banyak orang mengira bahwa apa yang dilakukan dalam akivitas biasa sehari-hari tidak akan pernah bisa berdampak. Kita berpikir, lewat pekerjaan yang biasa seperti ini, mana mungkin ada orang yang memperhatikan? Apalagi kalau berharap bisa menjadi saluran memperkenalkan Kristus kepada orang lain. Penghasilan kecil, pekerjaan yang biasa dan tidak istimewa, ya sudah lakukan secukupnya saja. Itu tidak benar. Sebenarnya, saat kita melakukan dengan kesetiaan dan ketaatan pada Tuhan, lalu melakukan pekerjaan dengan mindset untuk memuliakan Tuhan, kita akan mengalami banyak perubahan. Kita menjadi terlatih untuk berpikir positif, pekerjaan kita akan jadi lebih efisien, hasil yang kita peroleh pun menjadi lebih signifikan. Dan saya tidak sedang berbicara hanya mengenai pendapatan materi saja. Kita akan mulai mengalami kepenuhan dan merasakan campur tangan Tuhan di dalamnya. Kalau sudah begitu, orang akan melihat betapa pentingnya dan nyatanya Tuhan bagi kita serta mulai mendapatkan pengenalan akan Tuhan secara benar.
Apa yang tidak kalah penting adalah keharusan kita untuk bekerja. Ada banyak orang yang berpikir bahwa mereka cukup berdoa tidak putus-putus tanpa harus bergerak melakukan sesuatu. Bekerja dan berdoa seharusnya berjalan beriringan. Dan hanya menanti mukjizat dengan turunnya berkat secara instan pun bukanlah hal yang benar menurut prinsip Kerajaan. Yang terbaik adalah saat kita melakukan pekerjaan yang baik sambil terus menempatkan dan melibatkan Tuhan di dalamnya. Tuhan tidak s**a terhadap orang malas. FirmanNya akan hal ini cukup keras: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10). Jadi, tidak mau bekerja, terlalu pilih-pilih pekerjaan atau menilai pekerjaan hanya sebatas besar upah atau untung rugi, itu adalah keliru.
Untuk bisa mengalami dan menyatakan Tuhan tidaklah hanya bergantung pada kuasa mukjizat besar yang ajaib. Sebaliknya yang kerap terjadi adalah, karena kita mengejar hal-hal yang besar tersebut kita malah lupa untuk memuji Tuhan dalam pekerjaan atau aktivitas kita sehari-hari. Kita harus sadar bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya berbicara melulu mengenai pengalaman-pengalaman mencengangkan atas keajaiban kuasa Tuhan, tetapi juga tergambar lewat kehidupan rutin sehari-hari yang dipenuhi dengan ketaatan, melakukannya dengan maksimal dan memuliakan Tuhan di dalamnya.
Anda merasa pekerjaan anda biasa-biasa saja dan tidak ada yang patut dibanggakan? Ayat bacaan kita kali ini hendaknya menyadarkan anda. Ada kalanya Tuhan melakukan pekerjaan-pekerjaan supranatural yang besar, tapi Tuhan pun s**a memakai hal-hal biasa yang kita lakukan setiap hari untuk menjadi saluran berkatNya. Pikirkanlah. Saat kita bekerja dengan disiplin dan etos yang baik dan menerima gaji atau imbalan atasnya, bukankah itupun merupakan berkat Tuhan juga? Saat kita berprestasi karena bekerja dengan baik lantas menerima peningkatan-peningkatan dalam karir, bukankah itu juga merupakan berkat dari Tuhan? Saat kita bisa mencukupi kebutuhan keluarga, semua sehat-sehat, kehidupan yang layak, anak-anak bisa bersekolah secara baik, keluarga yang penuh s**acita dan kompak, bukankah itupun berkat dari Tuhan?
Lakukan sebaik-baiknya agar kita bisa menghasilkan buah-buah yang ranum, baik bagi kita, keluarga maupun orang lain. Whatever good work you are doing today, do your best in it. God can, and will always pour His blessings over it.
We all can make a difference and be proud of whatever work we are in if there's God in it
GOD BLESS YOU ALL.

24/08/2016

Maukah Anda menjadi bijaksana?

Ayat bacaan: Amsal 1:5
=================
"The wise also will hear and increase in learning, and the person of understanding will acquire skill and attain to sound counsel [so that he may be able to steer his course rightly]" (English Ampilified)

Seorang presiden di negara manapun tentu tidak bisa memimpin sendirian. Mereka butuh pembantu-pembantu, baik menteri maupun kepala berbagai jawatan atau dewan penasihat agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Raja pun demikian, mereka biasanya punya tim penasihat yang memberi mas**an setiap diperlukan. Tidak ada seorang pun yang menguasai seluruh bidang, tahu segalanya. Agar keputusan-keputusan bisa diambil dengan bijaksana, mereka butuh mendengar dari orang lain terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu. Pemimpin yang bijaksana bahkan perlu mendengar suara rakyatnya agar tahu apa yang terjadi di bawah, apa yang menjadi keluhan dan kesulitan mereka. Dalam bekerja pun kita sebaiknya seperti itu. Kita tidak boleh berhenti belajar baik dari literatur maupun narasumber atau orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Belajar lewat membaca dan mendengar akan membuat kita semakin tahu dan dengan demikian tentu semakin bijaksana.

Kalau anda lihat gambar-gambar kartun orang yang bijaksana, kebanyakan akan memakai tokoh orang tua yang terlihat kalem, lembut dan senyum. Tokoh tua biasanya dipilih karena mereka sudah banyak makan asam garam dalam hidup, bukan sekedar melalui tapi terus belajar sepanjang perjalanannya itu. Karena itulah wajah mereka terlihat teduh. Wajah orang yang bijaksana akan terlihat berbeda dengan yang tidak. Tidak akan ada riak emosi, wajah panik, cemas, tegang dan sejenisnya. Dan orang pun biasanya akan s**a berada dekat mereka.

Mau jadi orang bijaksana? Salomo bilang mendengarlah dan teruslah meningkatkan kerinduan untuk belajar. Meski anda orang yang berpendidikan, teruslah mendengar agar memperoleh bahan pertimbangan. Orang yang bijaksana hendaknya kaya dengan bahan pertimbangan dan tidak terlalu cepat menyimpulkan sesuatu hanya menurut pendapatnya sendiri. "baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan-" (Amsal 1:5). Dalam versi bahasa Inggris amplifiednya dikatakan "The wise also will hear and increase in learning, and the person of understanding will acquire skill and attain to sound counsel [so that he may be able to steer his course rightly]". Orang yang bijaksana akan mendengar dan terus belajar, dan orang yang berpengertian akan mengembangkan kemampuan dan memiliki pertimbangan, sehingga ia bisa mengarahkan tujuannya dengan benar. Ada banyak orang yang bingung menentukan masa depannya, kemana mereka harus melangkah, jurusan apa yang harus ia ambil sesuai talenta dan panggilannya. Salah langkah, maka akan banyak waktu terbuang sia-sia dan akan menderita banyak kerugian, baik rugi waktu, tenaga, uang, dan sebagainya. Selain itu masih ada begitu banyak hal yang belum kita ketahui, yang dapat menambah pengetahuan kita akan segala sesuatu, dan akhirnya bisa menjadikan kita sebagai orang dengan wawasan pemikiran luas serta bijaksana.

Orang yang bijaksana dalam menghadapi masalah mampu melihat dari berbagai sisi dengan lebih tenang. Kita seringkali hanya ingin mendapat jawaban yang cepat, tapi sesungguhnya untuk membuat hidup menjadi lebih kuat, kita membutuhkan lebih banyak lagi hikmat yang bisa kita peroleh dengan banyak mendengar dan mau tetap belajar. Tidak ada orang yang sudah tahu segalanya. Kita masih harus terus belajar selama kita masih mampu untuk itu. Jangan pernah gengsi untuk bertanya kepada orang lain. Kemudian dengarkan lawan bicara dengan baik, dan berilah kesempatan pada mereka untuk mengungkapkan ide, pola pikir, kebiasaan, pengalaman, nasihat, tips, trik dan lain-lain.

Ada kalanya kita perlu menyampaikan pendapat, ada kalanya kita harus memberi kesempatan pada orang lain untuk berbicara dan mendengar mereka baik-baik. Di saat kita diam dan mendengar, disana kita menghargai mereka dan memiliki kesempatan untuk menyerap dan memahami hal-hal baru. Memasang gengsi terlalu tinggi atau bersikap sok tahu hanya akan merugikan kita sendiri. Terhadap suara Tuhan pun demikian. Jangan berdoa hanya satu arah, hanya menjadikan doa sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai keinginan dan permintaan ini-itu saja, tapi pakailah doa sebagai saat-saat indah dalam hubungan dengan Tuhan, dimana kita mendengarkan apa kata Tuhan, pesan, nasihat maupun teguran dengan hati yang lapang. "..."Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!" (Ibrani 4:7).

Kitab Amsal sendiri berisi begitu banyak hikmat yang masih sangat-sangat relevan hingga hari ini. Baca dan renungkan baik-baik, karena Salomo sudah mengingatkan itu diperlukan "untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak." (Amsal 1:6). Kita perlu membaca atau mendengarnya secara serius agar bisa mengerti atau menyelami arti-arti yang tersembunyi di dalamnya.

Ingatlah bahwa sesungguhnya Tuhan terus berbicara mengingatkan diri kita agar jangan sampai tersesat dan terjatuh. Jangan sampai kita lalai,melewatkan banyak kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi orang bebal. "Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya." (Amsal 1:32). Mau menjadi orang bijak atau bijaksana? Banyak-banyaklah mendengar dan jangan berhenti belajar.

Orang bijaksana s**a mendengar mas**an dan pertimbangan

16/08/2016

Ayat bacaan: 1 Raja Raja 3:6
===================
"Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini."

Orang yang berintegritas sering digambarkan sebagai orang-orang yang perbuatannya sesuai perkataan, bertindak konsisten dengan menjunjung nilai-nilai luhur, mampu mengemban tanggung jawab, mengamalkan kebenaran tanpa syarat dan berbagai nilai moral lainnya. Ada yang menyebutkan integritas sebagai keterpaduan antara kesempurnaan dan ketulusan. Dalam sebuah kamus integritas didefinisikan sebagai 'the quality of being honest and having strong moral principles; moral uprightness', yang artinya punya kualitas untuk hidup jujur, memiliki prinsip moralitas dengan standar tinggi dan lurus. Begitu banyak nilai baik yang terkandung dari sebuah pribadi berintegritas yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang diadopsi dari prinsip dunia dalam memandang kebahagiaan saat ini, sehingga sulit sekali mencari orang yang masih memilikinya di tengah kehidupan global yang semakin jauh dari akhlak mulia dan budi pekerti. Alasan harus memenuhi kebutuhan atau beban hidup yang semakin meningkat, takut kehilangan kesempatan dan sebagainya akan dengan mudah menggeser prinsip-prinsip moral untuk menyerah kepada sikap-sikap oportunis, cari aman dan keuntungan sendiri, berpusat pada diri pribadi bahkan tega mengorbankan orang lain untuk itu. Berbohong menjadi sesuatu yang wajar, berbohong itu biasa. Banyak orang bermimpi untuk menikmati dunia yang lebih baik, lebih damai dan lebih bersahabat, tapi lucunya tidak menyadari bahwa tanpa membangun pribadi-pribadi yang berintegritas itu akan sangat sulit diwujudkan atau malah akan berakhir sebatas utopia saja.

Di masa mudanya, Salomo menunjukkan bentuk hidup yang menaati ketetapan-ketetapan Daud dengan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan kasihnya kepada Tuhan. Tuhan ternyata terkesan dengan sikapnya, dan pada suatu kali menampakkan diri kepada Salomo saat ia tengah berada di Gibeon untuk mempersembahkan korban. Bukan hanya menampakkan diri, tapi Tuhan juga memberi hadiah istimewa buat Salomo dengan berjanji akan memenuhi permintaan Salomo. Ini dicatat dalam kitab Raja Raja pasal 3. Bagaimana reaksi Salomo? "Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini." (1 Raja Raja 3:6). Perhatikan bahwa meski Salomo bisa meminta sesuatu yang instan yang dipandang dunia merupakan ukuran kebahagiaan, Salomo tidak meminta itu. Ia justru meminta hikmat agar ia bisa menjadi raja yang adil dan bijaksana agar ia sanggup menengahi berbagai problema rakyatnya dan memiliki kemampuan untuk menimbang mana yang baik dan jahat. Menariknya, saat ia menjawab pemberian Tuhan ini, ia mengacu kepada integritas ayahnya, Daud, yang ia lihat sendiri mendatangkan kasih setia Tuhan dengan sangat besar.

Seperti apa bentuk integritas Daud yang dilihat oleh Salomo? Perhatikan kembali ayat tadi, maka disana ada tiga elemen dari integritas yang disebutkan Salomo sebagai gaya hidup atau sikap ayahnya, yaitu (1) setia, (2) benar dan (3) jujur. Dari contoh nyata Daud, orang yang menghidupi ketiga elemen penting ini akan mendapatkan kasih setia Tuhan yang besar, dan itu dikatakan p**a merupakan sebuah jaminan dari Tuhan. Setia, benar dan jujur merupakan elemen yang akan membentuk sebuah karakter berintegritas tinggi yang akan p**a menuai segala kebaikan dari Tuhan. Salomo tahu itu karena ia sudah melihat sendiri buktinya dari apa yang dialami oleh ayahnya.

Pertanyaannya, apakah Daud menyadari pentingnya hal ini sehingga ia menghidupinya secara nyata dengan sungguh-sungguh? Adakah ayat dimana Daud menyebutkan hal itu? Ada. Mari kita lihat pandangan Daud akan pentingnya sebuah integritas, sebuah kebenaran yang ia dapatkan sehingga ia bisa teguh mengamalkan elemen-elemen integritas ini dalam hidupnya. Semua itu terangkum dalam Mazmur 15 yang isinya sangat pendek. Cuma ada 5 ayat disana tetapi apa yang terkandung di dalamnya sesungguhnya bernilai sangat tinggi mengenai karakter orang yang berintegritas dan bagaimana hal tersebut dimata Tuhan. Mari kita lihat isinya dalam versi Bahasa Indonesia Sehari-hari.

"Mazmur Daud. TUHAN, siapa boleh menumpang di Kemah-Mu dan tinggal di bukit-Mu yang suci. Orang yang hidup tanpa cela dan melakukan yang baik, dan dengan jujur mengatakan yang benar; yang tidak memfitnah sesamanya, tidak berbuat jahat terhadap kawan, dan tidak menjelekkan nama tetangganya; yang menganggap rendah orang yang ditolak Allah, tetapi menghormati orang yang takwa; yang menepati janji, biarpun rugi dan meminjamkan uang tanpa bunga; yang tak mau menerima uang suap untuk merugikan orang yang tak bersalah. Orang yang berbuat demikian, akan selalu tentram." (Mazmur 15:1-5 BIS).

Lihatlah nilai-nilai yang terkandung disana. Ini adalah hasil perenungan Daud mengenai orang dengan pribadi seperti apa yang bisa tinggal dalam kemahNya dan dibukitNya yang suci. Dalam Bahasa Inggrisnya dikatakan: "LORD, WHO shall dwell [temporarily] in Your tabernacle? Who shall dwell [permanently] on Your holy hill?" (ay 1). Orang yang bisa memperoleh ini adalah orang yang hidupnya:
- tanpa cela
- melakukan yang baik
- jujur yang berkata benar
- tidak memfitnah orang lain
- tidak berbuat jahat
- tidak menjelekkan orang lain
- tidak ikut-ikutan berbuat seperti orang yang tidak berkenan bagi Allah melainkan menghormati orang yang takwa
- orang yang menepati janji sekalipun harus merugi karenanya
- yang tidak mengharapkan bunga kalau meminjamkan
- yang tidak menerima suap

Daud menjabarkan lebih rinci, tapi semua poin ini akan menuju kepada tiga hal seperti yang digambarkan Salomo di atas, yaitu: kesetiaan, kebenaran dan kejujuran. Daud jelas mengerti kriteria orang yang akan berhak berdiam dalam Kerajaan Allah yang kudus, karena itulah ia pun menghidupi nilai-nilai yang terkandung dalam integritas itu seperti apa yang telah ia ketahui. Tidak heran apabila kemudian Salomo kemudian menjadikan nilai-nilai yang dihidupi ayahnya sebagai sesuatu yang harus p**a ia adopsi dalam hidupnya. Inilah bentuk sebuah integritas, sebuah bentuk kehidupan yang berkenan di mata Tuhan.

Satu saja dari nilai-nilai itu tidak kita lakukan maka integritas pun hilang dari diri kita. Sekedar mengetahui saja tidak cukup, hanya mengatakan saya tidak cukup, kita harus p**a menyelaraskannya dengan perbuatan nyata dalam hidup kita. Jika kita merenungkan poin-poin di atas sesungguhnya membangun karakter yang berintegritas tidaklah mudah, dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari mungkin akan jauh lebih sulit lagi mengingat kita hidup di dunia yang punya prinsip bertolak belakang, penuh dengan orang-orang yang saling sesat menyesatkan. Tetapi sosok seperti inilah yang sesungguhnya diinginkan Tuhan untuk mewarnai kehidupan kita, orang-orang percaya. Untuk membangun pribadi yang berintegritas dan berkualitas maka Mazmur 15 ini penting untuk kita renungkan dan kemudian terapkan dalam hidup. Secara ringkas, setia, benar dan jujur merupakan hal mutlak yang tidak boleh kita abaikan kalau kita tidak mau kehilangan berkat-berkat Tuhan. Meski mungkin sulit, tetapi kita bisa mulai berkomitmen untuk menghidupinya mulai dari sekarang. Sebagai warga Kerajaan kita harus mampu p**a hidup dengan nilai-nilai Kerajaan. Orang yang berintegritas tinggi semakin lama semakin langka. Maka kita diharapkan mampu membawa perbedaan dan menunjukkan sebuah konsep gaya hidup berintegritas tinggi Siapkah anda tampil beda di dunia ini dengan menjadi sosok berintegritas yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kerajaan Allah?

Setia, benar dan jujur harus menjadi bagian hidup kita sebagai orang-orang berintegritas yang menuai segala kebaikan dari Tuhan

Address

Jalan Kalisari 25, RT 05/VI, Langensari Barat, Ungaran Barat
Ungaran
50518

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Bala Keselamatan Korps Langensari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja Bala Keselamatan Korps Langensari:

Share

Category