01/10/2024
1 kali zikir sirr sebanding dengan 35 juta dzikir lisan
Jika asma Allah diucapkan sekali saja dengan lisan, itu disebut dengan dzikir (mengingat) lisan. Namun
jika nama Allah diingat dengan hati maka itu akan sebanding dengan 35 juta dzikir lisan. Itulah dzikir hati
atau dzikir sirr.
Ada 35 juta pembuluh darah dalam tubuh dan semua terhubung ke jantung. Jika nama Allah diucapkan
bahkan walau hanya sekali saja (dengan hati) maka semua yang mengalir mengucapkan (berdzikir) p**a.
Rasulullah bersabda:
“wahai Abu Dzar, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir khamilan!”
Abu Dzar bertanya: Ap aitu dzikir khamilan?
Rasulullah: Khafi (dalam hati) (mizan al-hikmah 3: 435)
Tahap pertama adalah dzikir lisan. Kemudian dzikir kalbu yang cenderung diupayakan dan dipaksakan.
Selanjutnya dzikir kalbu akan berlangsung secara lugas tanpa perlu dipaksakan.
Serta yang terakhir adalah Ketika Allah sudah berkuasa di dalam kalbu disertai sirnanya zikir itu sendiri.
Inilah rahasia dari sabda Nabi saw: “siapa ingin bersenang-senang di taman surge, perbanyaklah
mengingat Allah”.
Tanda bahwa sebuah dzikir sampai pada sirr (Nurani yang terdalam yang menjadi tempat cahaya
penyaksian) adalah Ketika pelaku dzikir dan objek dzikirnya lenyap tersembunyi. Dzikir sirr terwujud
Ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya. Tandanya, apabila engkau meninggalkan
dzikir tersebut tak pernah padam dan cahayanya tak pernah redup.
Namun engkau menyaksikan cahayanya selalu naik turun, sementara api yang ada disekitarmu
senantiasa bersih menyala. Dzikir yang masuk ke dalam sirr terwujud dalam bentuk diamnya si pelaku
dzikir seolah-olah lisannya tertusuk jarum. Atau, semua wajahnya adalah lisan yang sedang berdzikir
dengan cahaya yang mengalir darinya.
Ketahuilah, setiap dzikir yang disadari oleh kalbumu didengar oleh malaikat penjaga. Sebab perasaan
mereka Bersama perasaanmu. Di dalamnya ada sirr sampai saat dzikirmu juga gaib dari perasaan
mereka.
Kesimp**annya, berdzikir dengan ungkapan kata-kata tanpa hudhur (kehadiran hati) disebut zikir lisan.
Berdzikir dengan merasakan kehadiran kalbu Bersama Allah disebut dzikir kalbu, sementara berdzikir
tanpa menyadari kehadiran segala sesuatu selain Allah disebut dzikir sirr. Itulah disebut dengan dzikir
khafi.
Allah swt berfirman:
Dan berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika) dengan merendahkan dirimu dan rasa takut
dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah termasuk orang-orang
yang lalai”(QS. Al-Araf: 2050
Rezki lahiriah terwujud dengan Gerakan badan, rezki batiniah terwujud dengan Gerakan kalbu, rezki sirr
terwujud dengan diam, sementara rezki akal terwujud dengan fana dari diam sehingga seorang hamba
tinggal dengan tenang untuk Allah dan Bersama Allah.
Nutrisi dan makanan bukanlah konsumsi rohani, melainkan konsumsi badan. Adapoun yang menjadi
konsumsi rohani dan kalbu adalah mengingat Allah Zat yang Maha Mengetahui yang gaib.
Allah swt berfirman: orang-orang beriman dan kalbu mereka tenteram dengan mengingat Allah.
Semua makhluk yang mendengarmu sebenarnya juga ikut zikir Bersamamu. Sebab, engkau berzikir
dengan lisanmu, lalu dengan kalbumu, kemudian dengan napasmu, kemudian dengan rohmu,
selanjutnya dengan akalmu, dan setelah itu dengan sirrmu.
Bila engkau berzikir dengan lisan, pada saat yang sama semua benda mati akan berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan kalbu, pada saat yang sama alam beserta isinya juga turut berzikir
bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan nafasMu, pada saat yang sama seluruh langit beserta isinya juga turut
berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan roh-Mu, pada saat yang sama singgasana Allah (arsy) beserta seluruh isinya
ikut berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan akalmu, para malaikat pembawa arsyi dan roh orang-orang yang memiliki
kedekatan dengan Allah juga ikut berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan sirrmu, arsy beserta seluruh isinya turut berzikir hingga zikir tersebut
tersambung ke Dzat-Nya.