11/12/2016
Catatan kecil saya di Pagi ini untuk tadi malam.
Dewasa ini IPNU dan IPPNU yang dikenal sebagai organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama yang lebih diorientasikan ke pelajar dan santri memiliki tantangan ke depan yang bervariasi. Bila dikatakan bahwa potensi daripada anggota organisasi tersebut yang banyak dan beragam, maka perlunya dilakukan sebuah inovasi terkait pengadaan program yang aplikatif serta update sehingga mampu mengimbangi perkembangan globalisasi.
Mengenai inovasi tersebut, tentu, dalam pengadaan programnya, baik IPNU maupun IPPNU tidak tidak boleh keluar dari khittah awal didirikannya organisasi tersebut. Dimana dikatakan khittah awal didirikannya organisasi IPNU maupun IPPNU adalah sebagai wadah para pelajar dan santri. Dimana wadah tersebut harus mampu mencangkup tempat berprosesnya para pelajar dan santri baik sekolah, madrasah, masjid, mushola, bahkan perguruan tinggi.
Departemen organisasi, selain menjadi bagian dari IPNU maupun IPPNU yang mengurusi bidang krorganisasian, harus mampu memiliki peran sebagai pelopor eksistensi IPNU dan IPPNU di luar "kandang". Sehingga hal tersebut diharapkan mampu menjadikan IPNU maupun IPPNU secara keorganisasian masih relevan untuk sekarang ini, khususnya di dunia pelajar.
Tantangan IPNU memang sangat beragam, dimana salah satu tantangan tersebut ialah IPNU-IPPNU harus mampu menyatukan unsur pembentuk moral. Pembentuk moral ini, mengutip dari Dr (HC). KH. A. Hasyim Muzadi, meliputi keilmuan, keagamaan, kebangsaan, perjuangan, keahlian atau profesionalitas. Sehingga IPNU maupun IPPNU mampu mencetak nilai moral yamg dapat dibawa kemanapun serta mampu menjawab masalah degradasi moral, khususnya dari pelajar dan santri.
Selain itu, dari segi integritas keilmuan. Melalui departemen organisasi, baik IPNU maupun IPPNU harusnya mampu menciptakan suatu pemberdayaan kader yang bersifat bermasyarakat serta relevan terhadap dunia pelajar secara luas.
Dan, itu semua harusnya menjadi cermin bagi para pengurus agar lebih mampu mewadahi serta secara efisien dapat meningkatkan serta mengembangkan potensi para anggotanya di segala tingkatan.
Akhirnya, bila semua itu teratasi, bukan tidak mungkin, kedepannya IPNU dan IPPNU akan menjadi barometer kaderisasi NU bagi semua kalangan.
Tulungagung, 11 Desember 2016
Al faqir ila rahmatillah
Iqbal Hamdan Habibi