24/12/2021
Di tengah hingar bingar Muktamar NU ke 34, gak ada salahnya kita contoh dan pelajari akhlakul karimah para ulama NU di bawah ini ;
1). Habib Luthfi bin Yahya sedeku laiknya murid ketika bertemu dengan Syeikh Muhammad Arobi dari Maroko. Lokasi foto di ndalem Habib Umar Muthohhar, Semarang.
2). KH Said Aqil Siraj pun kepada Rois Amm Jatman Habib Luthfi bin Yahya duduk bersila di bawah kursi. Inilah adab.
3). KH Maimoen Zubair mencium tangan Habib Yusri al-Hasani (Mesir), walau secara usia, habib lebih muda dari Mbah Moen. Inilah perintah Nabi.
4). Mbah Moen juga mencium tangan (alm) KH Muzadi karena beliau adalah keponakan. Walaupun jelas lebih sepuh Mbah Moen secara usia. Ini tatakrama kepada yang lebih sepuh status keluargnya.
5). Mbah KH Maimoen Zubair Sarang juga menunduk ketika bertemu Habib Sholeh al Aydrus. Mereka saling memeluk, saling mencium. Seisi ruangan terharu. Meneteskan air mata melihat ketawadluan Mbah Moen, yang, meskipun lebih sepuh, beliau tetap hormat kepada Habib.
6). Lagi, Mbah Moen juga ikhlas mencium tangan Sayyid Ahmad (Makkah) walau usianya masih semuda putra beliau yang paling muda. Ini bentuk penghormatan sebagai ibnul karim, putra dari orang mulai, Sayyid Muhammad (alm).
7). Lihatlah posisi sederhananya Gus Mus ketika menjamu tamu beliau Habib Quraish Shihab di rumah. Sesederhana Gus Mus membuat puisi cinta.
8). Gus Dur sengaja datang ke KH Turaichan Adjhuri (Kudus) karena meminta maaf semasa jadi Ketum PBNU pernah tidak sependapat. Cium tangan adalah ishlah antara santri dan kiai.
9). Di hadapan Mbah Dim juga, KH Kafabihi Mahrus (pengasuh pondok Lirboyo) duduk lesehan seperti santri ngaji sorogan ke kiai. Ini sangking ta'dhim. Meredam sombong.
.
10). KH Kafabihi Mahrus langsung mencium Mbah Dimyathi Rois (Kendal) dengan ketundukan total saat baru turun dari mobil.
11). Ketika akan memberi pernyataan kesiapan dicalonkan ketua Umum PBNU, di Muktamar NU di Lampung, Gus Yahya Mencium tangan KH. Said Aqil sebelum maju ke depan podium.
رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن