Aswaja NU Center PCNU Tulungagung

Aswaja NU Center PCNU Tulungagung Aswaja NU Center merupakan markas ahlusunnah waljamaah.

Tujuan institusi ini adalah untuk membekali masyarakat dengan faham ahlusunnah waljamaah dan membentenginya dari pengaruh firqah lain.

16/05/2020



DILAN; Dakwah Islam Aswaja Annahdliyyah, persembahan dari ASWAJA NU CENTER TULUNGAGUNG, merupakan suatu kajian ringan dan santai dengan cara menjawab pertanyaan dari jama'ah melalui kontak WA / SMS atau dapat ditulis melalui komentar di bawah ini.

Jangan lupa subscribe dan nyalakan dering update agar tidak ketinggalan setiap kajiannya. Serta dukung kami dengan like, share, dan komen untuk membangun konten aswaja annahdliyyah yang lebih baik.
Kategori

Episode kali ini membahas tentang niat puasa ramadhan dan niat puasa ramadhan sebulan penuh, yang dipaparkan oleh KH. M. SYAFI' MUKARROM, M.Pd.I, Ketua ASWAJA NU CENTER Tulungagung.

Ngaji rutin riyadlus sholihin
24/01/2020

Ngaji rutin riyadlus sholihin

     NGOBAR NGABAR; NGOpi BAReng NGAji BAReng. Edisi; 26 November 2019, Musyawarah / Kajian Kitab Kasyifatus Saja.
18/01/2020



NGOBAR NGABAR; NGOpi BAReng NGAji BAReng. Edisi; 26 November 2019, Musyawarah / Kajian Kitab Kasyifatus Saja.

NGOBAR NGABAR; NGOpi BAReng NGAji BAReng. Edisi; 26 November 2019, Musyawarah / Kajian Kitab...

Surat An-Nahl Ayat 97مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ...
11/01/2020

Surat An-Nahl Ayat 97

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ



*HATI HIDUP & HAYATAN TOYIBAH*


Saat ngaji dalam lailatul ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 107 di Musala Annur, Candi, Kamis (9/1/2020), Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, Mbah Soleh, menjelaskan cara menghidupkan hati yang mati. ’’Cara menghidupkan hati yang mati adalah dengan zikir dan ilmu,’’ tuturnya.

Inilah sebabnya kita diajak sering zikir. Wiridan isinya zikir. Tahlilan izinya zikir. Dibaan isinya zikir. Manakiban isinya zikir. Istigosah isinya zikir. Di masyarakat juga banyak diadakan majelis-majelis pengajian ilmu. ’’Karena ilmu itu cahaya,’’ kata Mbah Soleh.

Makanya kalau ingin masyarakat baik, harus sering diajak zikir dan ngaji. Gus Idris Jamal kala sambutan di acara Rojabiyah PP Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas pernah cerita. Suatu ketika KH Maimun Zubair (Mbah Maimun) dipamiti santri yang melihat di kampungnya banyak kemunkaran. Ada adu jago, judi, mendem dan lainnya. Santri ini minta izin untuk membuyarkan. Dia yakin bisa karena punya ilmu kanuragan.

Oleh Mbah Maimun justru dilarang. Santri ini malah disuruh mendirikan musala dan TPQ di kampung itu. Dia disuruh mengajar ngaji anak-anak disitu. Dengan adanya musala dan TPQ, akhirnya banyak kegiatan keagamaan di kampung itu. Ada Yasinan, tahlilan, Dibaan, manakiban, istigosahan. Sehingga lambat laun kampungnya menjadi baik.

Ini cocok dengan yang disampaikan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar, dalam haul ke-44 KH Abdul Fattah Hasyim di PP Alfatimiyah Bahrul Ulum Tambakberas Kamis (9/1/2020).

Kiai Marzuki menjelaskan QS Annahl 97. Orang yang beriman dan beramal saleh akan diberi hayatan toyibah, kehidupan yang baik. Di dunianya, dikuburnya, maupun di akhiratnya. Malah bukan hanya dirinya. Namun juga sekelilingnya. Juga lingkungannya.

Amal saleh memiliki medan positif. Yang bisa membuat sekelilingnya juga jadi positif.

"Mendidik santri di pondok lebih mudah dibanding di sekolah,’’ kata Kiai Marzuki. Karena di pondok, santri diajak jamaah. Diajak wiridan. Diajak istigosah. Diajak salawatan. Di pondok santri diajak tadarus Alquran. Di pondok santri juga diajak ngaji. Malah diajak baca hizib juga. 24 jam santri hidup dalam lautan amal saleh. 24 santri hidup dalam lautan zikir. 24 jam santri hidup dalam lautan ilmu.

Semua itu membuat santri memperoleh hayatan toyibah.

’’Makanya walaupun di pondok tura-turu, biasanya p**ang tetap jadi kiai,’’ jelasnya.

Inilah sebabnya, kata Kiai Marzuki, kiai dulu selalu memotivasi anaknya agar mondok. ’’Mondok mangan turu thok gapopo. Sing penting mondok,’’ tandasnya. Anak mau mondok saja orang dulu sudah seneng.

Agar anak memperoleh hayatan toyibah, Kiai Jamal malah menyarankan agar sejak dalam kandungan orang tuanya sudah mendoakan. Dengan salat hajat. Dilanjutkan membaca Alfatihah 41 kali dan Yasin 3 kali..

Mugi Allah paring kita saget ngelampahi..

Berulang-ulang dijelaskan tentang Islam Nusantara, masih banyak yang gagal paham dengan wajah Islam yang diusung Nahdlat...
11/01/2020

Berulang-ulang dijelaskan tentang Islam Nusantara, masih banyak yang gagal paham dengan wajah Islam yang diusung Nahdlatul Ulama (NU) itu. Bahkan tak sedikit kelompok yang terang-terangan menentangnya disertai dengan berbagai berbagai tuduhan tak berdasar atas nama kebencian dan ketidak pahamannya pada Islam Nusantara.

Tapi NU tak bergeming, Islam Nusantara terus diperkenalkan di tengah makin gencarnya serangan yang menghantam. Hasilnya, bukannya terhenti, Islam Nusantara makin menuai simpati hingga ke luar negeri.

KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus mengungkapkan, saat ini dunia sedang melirik Indonesia sebagai referensi keislaman, sudah tidak lagi melirik ke Islam di Timur-Tengah yang hingga kini masih terjadi banyak keributan.

“Sampean (kalian) jangan bingung, mana yang Islam mana yang bukan Islam. Sana kok membunuh orang, sini kok membunuh orang juga. Sana kok ngebom, sini kok ngebom. Itu Islam dengan sesama Islam, apa non-Islam dengan non-Islam?” ungkap Rais ‘Aam PBNU itu saat menyampaikan tausiyah di Pengajian Pitulasan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Ahad (12/7) malam.

Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu merasa bingung karena kondisi Islam di Timur Tengah selama ini sebagai kiblat Islam, khususnya Saudi Arabia, tetapi kenyataannya banyak pihak yang tidak cocok dengan Saudi Arabia.

“Kacau balau, antara politik dan agama sudah campur aduk ora karu-karuan. Akhirnya terjadi di negara-negara yang penduduknya mayoritas tidak muslim timbul Islamophobia. Ketika melihat orang Islam, pada ketakutan karena takut dibunuh, takut dibom,” sindir Gus Mus.

“Pokoknya yang anti Islam semakin lama semakin meningkat gara-gara umat Islam yang tidak mencerminkan keislaman yang rahmatan lil alamin, tapi justru laknatan lil alamin,” tambah Gus Mus di hadapan ratusan hadirin.

Untuk itulah, lanjut Gus Mus, NU membuat tema muktamar tentang Islam Nusantara. “Tapi geger, kaget-kaget bagi orang yang tidak pernah ngaji. Kalau pernah ngaji pasti tahu idhofah (penyandaran) mempunyai berbagai makna, dalam arti mengetahui kata Islam yang disandarkan dengan kata Nusantara,” jelasnya.

Gus Mus mencontohkan istilah “air gelas” apakah maknanya airnya gelas, apa air yang digelas, apakah air dari gelas, apa gelas dari air. padahal bagi santri di pesantren sudah diajari untuk memahami seperti itu.

Secara sederhana, Gus Mus menjelaskan maksud Islam Nusantara yakni Islam yang ada di Indonesia dari dulu hingga sekarang yang diajarkan Walisongo. “Islam ngono iku seng digoleki wong kono (Islam seperti itu yang dicari orang sana), Islam yang damai, guyub (rukun), ora petentengan (tidak mentang-mentang), dan yang rahmatan lil ‘alamin,” terangnya.

Walisongo menurut Gus Mus, memiliki ajaran-ajaran Islam yang mereka pahami secara betul dari ajaran Kanjeng Nabi Muhammad. “Walisongo tidak hanya mengajak bil lisan, tapi juga bil hal, tidak mementingkan formalitas, tetapi inti dari ajaran Islam,” tegas Gus Mus.

Wallahu a’lam

Sumber NU Online

BAGAIMANA MENJADI NU YANG KAFFAHDauroh Penguatan Aswaja An-Nahdliyyah Dan Pemantapan Nilai Kebangsaan_Part_04
15/12/2019

BAGAIMANA MENJADI NU YANG KAFFAH

Dauroh Penguatan Aswaja An-Nahdliyyah Dan Pemantapan Nilai Kebangsaan_Part_04

Dauroh Penguatan Aswaja An-Nahdliyyah Dan Pemantapan Nilai Kebangsaan. Pentingnya cinta tanah...

Dauroh Penguatan Aswaja An-Nahdliyyah Dan Pemantapan Nilai Kebangsaan_Part_03
14/12/2019

Dauroh Penguatan Aswaja An-Nahdliyyah Dan Pemantapan Nilai Kebangsaan_Part_03

Dauroh Penguatan Aswaja An-Nahdliyyah Dan Pemantapan Nilai Kebangsaan. Pentingnya cinta tanah...

Selamat Atas Dilantiknya Maulana Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden Republik...
13/12/2019

Selamat Atas Dilantiknya Maulana Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.

09/12/2019

Prinsip-Prinsip Ahlussunnah wal jama'ah Annahdliyyah
1. Al-Tawasuth dan al-Iqtishad
Tawasuth adalah suatu pola mengambil jalan tengah bagi dua kutub pemikiran yang ekstrem (tatharruf): misalnya antara Qadariyah (free-will) di satu sisi dengan Jabariyah (fatalism) di sisi yang lain; skriptualisme ortodokos salaf dan rasionalisme Mu’tazilah; dan antara Sufisme Salafi dan Sufisme Falsafi. Pengambilan jalan tengah bagi kedua ekstrimitas ini juga disertai sikap al-iqtishad (moderat) yang tetap memberikan ruang dialog bagi pemikiran yang berbeda-beda.
Pentingnya moderasi dituangkan dalam al-Qur’an.
وكذلك جعلناكم امة وسطا لتكونوا شهداء علي الناس ويكون الرسول عليكم شهيدا (البقرة 2 :143)
Dan demikian Kami telah jadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.
Menurut Imam Muhammad Nawâwi al-Jâwi, wasatha artinya terpilih, adil, dan terpuji karena ilmu dan amalnya.[14] Menurut Wahbah al-Zuhaili, wasatha adalah pertengahan sesuatu atau pusatnya wilayah (muntashif al-syaii au markaz al-dâirah), kemudian digunakan untuk sesuatu yang terpuji, karena setiap sifat yang terpuji adalah pertengahan diantara dua sisi, seperti sifat pemberani (syajâ’ah) adalah pertengahan antara melampaui batas dan pemborosan, dan utamanya adalah ditengah.[15] Menurut Abu Thâhir Muhammad ibn Ya’qûb al-Fairûzâbâdi, wasatha artinya adil.[16] Adil menurut Nabi Muhammad SAW. adalah memberikan kepada setiap orang atau subjek haknya (i’thâu kulli dzi haqqin haqqahu).[17] Pendapat para ulama ini menunjukkan status dan peran besar yang harus dilakukan umat Islam.

2. Al-Tasamuh
Tasamuh adalah toleran terhadap pluralitas pemikiran. Dalam hukum Islam, Aswaja responsif terhadap produk pemikiran madzhab-madzhab fikih. Dalam konteks sosial-budaya, toleran dengan tradisi-tradisi yang telah berkembang di masyarakat, tanpa melibatkan diri dalam substansinya, bahkan berusaha untuk mengarahkannya. Sikap toleran ini memberikan nuansa khusus dalam hubungannya dengan dimensi kemanusiaan dalam lingkup yang lebih universal.

3. Al-Tawazun
Tawazun adalah keseimbangan, terutama dalam dimensi sosial-politik. Prinsip ini dalam kerangka mewujudkan integritas dan solidaritas sosial umat Islam. Bukti dari pengembangan corak al-tawazun ini dapat disaksikan dari dinamika historis pemikiran-pemikiran al-Asy’ari dan al-Ghazali. Asy’ari lahir di tengah dominasi ekstrimitas rasionalisme Mu’tazilah dan skriptualisme Salafiyah, sedangkan al-Ghazali menghadapi gelombang besar ekstemitas kaum filosof Syi’ah dan Batiniyyah.
Menurut al-Ghazali, rasionalisme bisa mengantarkan kemajuan, namun bisa menjauhkan manusia dari Tuhannya. Sebaliknya, aspek batin mendapatkan atensitas berlebihan, dapat melumpuhkan intelektualitas, kreativitas dan etos kerja. Maka dibutuhkan keseimbangan antara tuntutan-tuntutan kemanusiaan dan ketuhanan. Di tangan al-Ghazali muncul konsep penyatuan antara tatanan duniawi dan tatanan agama dan juga ideologi integrasi agama dan negara. Jika di era Mu’tazilah, hanya mengukuhkan nilai berdasarkan akal, pada ditangan al-Ghazali, nilai dibentuk oleh proses integrasi antara agama, dunia, dan negara.[18]

4. Al-Taqaddum (progresif)
Tiga prinsip di atas harus ditambah dengan al-taqaddum (progresivitas). Prinsip ini mendorong warga NU untuk berpikir maju dalam mengembangkan semua sektor, khususnya pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas pendidikan. Dunia ini adalah media kompetisi, siapa yang terbaik dialah yang memenangkan persaingan. Maka, tidak cukup berpikir moderat, toleran, dan mengedepankan keseimbangan. Bergerak maju dengan cepat adalah modal menggapai kesuksesan.
Al-Qur’an mendorong umat Islam untuk aktif dan progresif menyongsong masa depan.
كنتم خير امة اخرجت للناس تاْمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر و توْمنون بالله (ال عمران 3 : 110)
Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Menurut Imam Muhammad ibn Shumâdih al-Tujaibi, pengertian khaira ummah ada dua pendapat. Pertama, adalah para sahabat Nabi Muhammad SAW. Kedua, adalah umat Nabi Muhammad SAW. sebagai umat terbaik.[19] Menurut Wahbah al-Zuhaili, predikat umat terbaik selama konsisten memerintahkan kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah secara benar, jujur, dan sempurna.[20] Pendapat ulama ini menjadi tantangan serius umat Islam untuk membuktikannya dalam realitas.
Ayat ini mendorong umat Islam untuk aktif melakukan reformasi sosial menuju tegaknya kebenaran, keadilan, kesetaraan, kemajuan, dan kesejahteraan umat. Islam pada masa Nabi Muhammad SAW. dan khulafâ’ al-râsyidîn mampu membangun masa kejayaan dalam bidang ekonomi, keilmuan, militer, sosial dan politik dengan modal al-Qur’an-hadis, maka umat Islam sekarang harus mengobarkan semangat berjuang untuk menggapai kejayaan dalam semua bidang, karena selain al-Qur’an-hadis, umat Islam sekarang sudah mempunyai modal besar, seperti warisan pemikiran dan peradaban umat Islam masa lalu yang bisa dijadikan cermin. Sejarah konflik dihilangkan, persatuan digalang, dan program-program visioner dirintis dan dikembangkan secara produktif. Logikanya sederhana, tidak mungkin melakukan amar ma’rûf nahyi munkar kalau dalam posisi lemah dan tertindas. Tugas tersebut meniscayakan umat Islam sebagai pemimpin, pengendali, dan pengatur kebijakan dunia, sehingga bisa menebarkan nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan kesetaraan universal.
Ingat sabda Nabi Muhammad SAW. :
الموْمن القوي خير واحب الي الله من الموْمن الضعيف, وفي كل خير, احرص علي ما ينفعك واستعن بالله ولاتعجز, وان اصابك شيئ فلاتقل لو اني فعلت كان كذا وكذا, ولكن قل : قدر الله وماشاء فعل, فان لو تفتح عمل الشيطان (رواه مسلم)[21]
Umat Islam yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada yang lemah, dan semuanya baik. Bergegaslah pada sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah, dan kalau kamu tertimpa sesuatu, janganlah berkata ‘seandainya aku mengerjakan ini, maka akan terjadi ini dan itu, tetapi ucapkanlah Allah sudah menakdirkan sesuatu, dan apa yang dikehendaki pasti terjadi, karena kata ‘seandainya’ akan membuka aksi Setan (HR. Muslim).
Hadis ini sungguh luar biasa, menggugah kesadaran dan semangat umat Islam untuk berprestasi dan memacu diri dalam meningkatkan potensi untuk meraih kemenangan demi kemenangan dalam kompetisi global sekarang ini. Jangan sampai merasa lemah, putus asa, dan rendah diri. Umat Islam adalah umat terbaik dan lebih tinggi derajatnya, maka kemenangan adalah keniscayaan yang harus diraih demi masa depan yang lebih cemerlang.

*AS SAWADUL A'DHOM ITU AHLUS SUNNAH WALJAMA'AH**DAN TERNYATA NU MAYORITAS ASWAJA DI NUSANTARA DAN DUNIA*Sabda Nabi Shall...
09/12/2019

*AS SAWADUL A'DHOM ITU AHLUS SUNNAH WALJAMA'AH*

*DAN TERNYATA NU MAYORITAS ASWAJA DI NUSANTARA DAN DUNIA*

Sabda Nabi Shallallahu'alaihiwasallm ;
ﺇِﻥَّ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻟَﺎ ﺗَﺠْﺘَﻤِﻊُ ﻋَﻠَﻰ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٍ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻢْ ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻓًﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟﺴَّﻮَﺍﺩِ ﺍﻟْﺄَﻋْﻈَﻢِ
Maksudnya : “Sesungguhnya Umatku tidak akan bersepakat atas kesesatan. Sekiranya kamu lihat perselisihan, maka hendaklah kamu ambil “As-Sawad Al-‘Azam”” [Ibnu Majah : 3940]

Dalam menafsirkan maksud “Sawadul A’zham”, Kitab As-Sindi menyatakan;
ﺃَﻱْ ﺑِﺎﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ﺍﻟْﻜَﺜِﻴﺮَﺓ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍِﺗِّﻔَﺎﻗﻬﻢْ ﺃَﻗْﺮَﺏ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺈِﺟْﻤَﺎﻉ
Maksudnya : “Jama’ah yang ramai. Karena, kesepakatan mereka itu lebih mendekati kepada ijma'” [Hasyiah As Sindi :3942]

Imam As-Suyuti dalam menafsirkan “Sawadul A’zham”;
ﺃَﻱْ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔ ﺍﻟﻨَّﺎﺱ ﻭَﻣُﻌْﻈَﻤﻬﻢْ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺠْﺘَﻤِﻌُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﻠُﻮﻙ ﺍﻟْﻤَﻨْﻬَﺞ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢ ﻭَﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚ ﻳَﺪُﻝّ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞ ﺑِﻘَﻮْﻝِ ﺍﻟْﺠُﻤْﻬُﻮﺭ
Maksudnya; “Ia adalah himpunan manusia dan kebanyakan yang mereka bersepakat atas melalui jalan yang betul. Hadis itu menunjukkan bahawa selayaknya beramal dengan perkataan mayoritas” [Hasyiah As-Sindi : 3940]

Al-Munawi p**a berkata;
) ﻓﻌﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﺴﻮﺍﺩ ﺍﻷﻋﻈﻢ ‏) ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺃﻱ ﺍﻟﺰﻣﻮﺍ ﻣﺘﺎﺑﻌﺔ ﺟﻤﺎﻫﻴﺮ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻓﻬﻮ ﺍﻟﺤﻖ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻭﺍﻟﻔﺮﺽ ﺍﻟﺜﺎﺑﺖ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺧﻼﻓﻪ ﻓﻤﻦ ﺧﺎﻟﻒ ﻣﺎﺕ ﻣﻴﺘﺔ ﺟﺎﻫﻠﻴﺔ
Maksudnya; “[hendaklah kamu ikut Sawadul A’zham dari ahli islam] yaitu, lazimnya mengikut pendapat mayoritas orang islam, karena ia adalah kebenaran yang wajib dan fardhu yang pasti, yang tidak boleh menyalahinya. Barangsiapa menyalahinya, lalu ia mati, maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah” [Faidhul Qadir : 2/547]

Pendapat ini, sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu'alaiwasallam ;
ﺍﺛْﻨَﺎﻥِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻭَﺛَﻠَﺎﺙٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺍﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻟَﻦْ ﻳَﺠْﻤَﻊَ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻫُﺪًﻯ
Maksudnya; “dua lebih baik dari satu. Tiga lebih baik dari dua. Empat lagi baik dari tiga. Hendaklah kamu dengan jama’ah [mayoritas], karena Allah SWT tidak akan menghimpunkan umatku kecuali atas petunjuk”
[Musnad Ahmad : 20331]

Imam Al-Munawi menyebutkan tentang Jamaah:
)) ﻭﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﺠﻤﺎﻋﺔ (( ﺃﻱ ﺃﺭﻛﺎﻥ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺴﻮﺍﺩ ﺍﻷﻋﻈﻢ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺃﻱ ﺍﻟﺰﻣﻮﺍ ﻫﺪﻳﻬﻢ ﻓﻴﺠﺐ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﻣﺎ ﻫﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﺎﺋﺪ ﻭﺍﻟﻘﻮﺍﻋﺪ ﻭﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ
Maksudnya: “(Hendaklah kamu bersama dengan Al-Jamaah) yaitu berpegang dengan rukun-rukun agama dan As-Sawad Al-A’zam dari kalangan Ahlus-Sunnah. Yaitu, kamu ikutilah petunjuk mereka. Maka hendaklah seseorang itu mengikut apa yang mereka berpegang dengannya daripada Aqidah (Mazhab Aqidah), Qawa’id (Usul Aqidah dan Usul Fiqh) dan Hukum Agama (Mazhab Fiqh). [Al-Faidh Al-Qadir 3/101]

NGOBAR NGABAR; NGOpi BAReng NGAji BAReng. Musyawarah / Kajian Kitab Kasyifatus Saja, Edisi 26 November 2019. Part 1
08/12/2019

NGOBAR NGABAR; NGOpi BAReng NGAji BAReng. Musyawarah / Kajian Kitab Kasyifatus Saja, Edisi 26 November 2019. Part 1

NGOBAR NGABAR; NGOpi BAReng NGAji BAReng. Edisi; 26 November 2019, Musyawarah / Kajian Kitab...

Address

Pattimura
Tulungagung

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 15:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aswaja NU Center PCNU Tulungagung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Aswaja NU Center PCNU Tulungagung:

Share