28/02/2025
Mengenai rizqi, yang mesti kita sadari adalah, ia murni sebuah pemberian Allah, bukan sebab usaha dan ikhtiar yang kita lakukan. Betapapun kita menambah intensitas usaha kita jika jatah rizqi yang diberikan Allah hanya sejumlah itu, maka intensitas usaha kita sama sekali tidak akan pernah bisa menambah jumlah ketentuan rizqi dari Allah. Kecuali jika memang Allah berkeinginan untuk menambahnya jika kita melakukan kesemangatan dalam usaha.
Rizqi itu tidak hanya berkaitan dengan materi semata, bahkan iman dan islam adalah rizqi yang nilainya tidak bisa dihitung dengan bilangan sejumlah apapun, kesehatan jiwa dan raga, teman dan relasi yang banyak, ketenangan berfikir, kekuatan, kebahagiaan, waktu luang, adalah rizqi yang nilainya tidak bisa dikurs dengan sejumlah uang.
Rizqi memang urusan Allah, tapi mengikhtiarkannya adalah kewajiban yang mesti kita jalankan. Ya, namanya rizqi yang penting adalah usaha. Usaha memupuk ketaqwaan dengan maksimal, usaha menjalin silaturrahim dan silatul ikhwan, kontinu dalam membaca surat al-waqi’ah, dan aktivitas positif lainnya. Semua itu akan melancarkan rizqi fisik dan non fisik yang insyaAllah penuh dengan keberkahan.
"Gerakkan tanganmu, Aku akan turunkan rizqi atasmu". Menggerakkan tangan disini tidak bisa dipahami sebatas bekerja, namun lebih dari itu yakni usaha menggerakkan seluruh potensi kita melalui jalan ketaqwaan yang besar kepada Allah.
Source : persyada.org