18/03/2024
Bina Rohani Pegawai Kristen-Katolik Jelang Paskah, Kasi Sumendap: Bangun Kekompakan dan Kebersamaan
Minahasa (Kemenag) - Menjelang Hari Paskah, umat Kristen dan Katolik dalam suasana memperingati minggu-minggu sengsara atau Pra-Paskah di Minggu yang ke-5.
Untuk itu Kemenag Minahasa melalui program Bina Rohani Kristen-Katolik (Binrokristo) intens melaksanakan pembinaan rohani kepada seluruh pegawainya.
Sesuai jadwal, bina rohani dipimpin oleh Kepala Seksi Urusan Agama Kristen, Pdt. Gracely Sumendap, S. PAK., yang mengambil tema, "Ciuman Kasih Sayang atau Ciuman Pengkhianatan", di Aula Kantor Kemenag Minahasa, Senin (18/03/2024).
Dalam perenungannya, melaui teks bacaan Kitab Injil Lukas 22:47-53, Sumendap mengajak seluruh pegawai agar dapat menghayati minggu-minggu sengsara ini berpedoman pada pengorbanan Kristus Yesus.
"Sebenarnya arti nama Yudas mengandung arti pujian kepada Tuhan. Namun, justeru karena ciuman Yudas itu, Yesus ditangkap. Ciuman Yudas bukan karena kedekatan, rasa kasih, baku sayang melainkan ciuman kemunafikan, bukan ciuman pengkhianatan," tegas Sumendap dalam khotbahnya.
Sumendap pun mengingatkan betapa pentingnya sebagai ASN yang beriman agar dapat secara tulus menghormati pimpinan kita.
"Ada sapa, ada salam, kepada pimpinan. Ada cipika-cipiki, namun ada kecurigaan negatif dalam pikiran kita. Ciuman-ciuman kita bukanlah ciuman-ciuman pengkhinatan, melainkan memang benar-benar ciuman kasih sayang kepada pimpinan. Jadi, jangan ada curiga di antara kita, apalagi sampai berpikiran negatif. Kritik bukan tidak boleh, namun ungkapkanlah kritik itu untuk membangun. Untuk membangun kebersamaan dan untuk membangun kekompakan," terangnya.
"Yesus mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Saat Simon Petrus menebas telinga prajurit Romawi Malkus, namun Yesus segera menyembuhkan Malkus," ungkapnya.
Di akhir khotbahnya, Sumendap mengajak agar hidup tidak dikuasai oleh kegelapan. Jadilah bijak dan penuh hikmat. Tidak menyimpan iri dan kecemburuan kepada rekan kerja. Sambil mengingat bagaimana cinta dan bukti kasih sayang dari Tuhan.
"Sebab, saya dan saudara adalah garda terdepan untuk tetap teguh dalam memberitakan firman Tuhan, Amin!", tutupnya.