22/01/2022
MELIHAT DENGAN IMAN
"'Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?' Jawab orang itu: 'Tuhan, supaya aku dapat melihat!' Lalu kata Yesus kepadanya: 'Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!'" (Lukas 18:41-42)
Orang buta itu biasanya duduk mengemis. Dengan demikian teriakannya yang minta dikasihani kepada Tuhan Yesus bisa didengarkan dan dipahami sebagai permohonan untuk mendapatkan materi, uang dan atau makanan.
Tuhan Yesus memastikan arti permintaan itu, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" dan ternyata yang dimintanya adalah kesembuhan. Sebuah permintaan yang dilandasi iman bahwa Allah sanggup melakukan perkara sebesar itu. Sembuh dari buta tentu akan membuatnya pensiun dari mengemis dan kemungkinan ia sulit beradaptasi dengan dunia sebab pengalaman kerjanya kurang.
Iman melihat bahwa Allah mampu melakukan perkara besar seperti mencelikkan mata yang buta dan melihat bahwa Allah akan membimbing hidup yang kurang dalam hal pengalaman.
Iman memberi orang buta itu mengalami mimpi jadi kenyataan; harapan orang beriman itu terwujud oleh kasih Allah bagi yang lemah sebab iman adalah mengandalkan Allah.
Iman kepada Allah memberi lebih dari yang diharapkan bahwa selain bisa melihat, orang buta itu memperoleh jaminan tentang keselamatan. Berimanlah pada perkara kebesaran kuasa Allah dan bukan hanya sampai pada pengemis memperoleh roti saja, maka perkara besar terjadi bahkan jaminan keselamatan mewarnai seluruh kehidupan ini.
"supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah." (1 Korintus 2:5)